Tanaman Yang Dapat Menyuburkan Tanah

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Menyuburkan Tanah“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Tanaman-Yang-Dapat-Menyuburkan-Tanah

Tanah merupakan bagian integral dari kebanyakan makhluk hidup. Semua bentuk aktivitas berlangsung di lapangan. Seiring waktu, ketersediaan lahan semakin berkurang. Ini bisa dilihat di daerah perkotaan. Di perkotaan, mencari lahan kosong hanya untuk bercocok tanam sangatlah sulit. Pasalnya, sebagian besar lahan digunakan untuk membangun fasilitas guna memenuhi kebutuhan permukiman dan masyarakat.

Maka tak heran jika lahan-lahan kosong di kota semakin menipis, karena lahan lain seperti hutan bisa dialihfungsikan menjadi kawasan pemukiman. Tentu saja, perilaku ini berimplikasi positif dan negatif bagi relokasi hutan pemukiman. Tentu saja peralihan lahan atau lahan menghilangkan fungsi lahan, yakni sebagai tempat tumbuh tanaman. Tanah merupakan faktor yang sangat penting bagi tanaman, apalagi jika tanah tersebut memiliki tingkat kesuburan yang ideal.

Tanah yang subur tidak berarti mengandung unsur hara dan mineral yang hanya bersumber dari bahan organik. Tanah yang subur merupakan tempat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Artinya tanaman dapat tumbuh dengan baik tanpa pupuk sebagai kofaktor. Tanah yang subur membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tersedia di dalam tanah.

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesuburan tanah, salah satunya dengan menggunakan tanaman. Tidak semua tanaman bisa ditanam untuk meningkatkan kesuburan tanah. Hanya tumbuhan golongan Regminos atau tumbuhan jenis regme saja. Ini karena legum dapat menangkap nitrogen di atmosfer dan mengubahnya menjadi nitrogen tanah. Nitrogen digunakan oleh tanaman untuk menumbuhkan bagian vegetatif (daun, batang, akar) dan membentuk klorofil, lemak, protein, dan senyawa organik lainnya. Legum memiliki gelembung kecil di bagian akar, bintil, dan dihuni oleh jamur baik Rhizobium. Bakteri ini bertanggung jawab untuk menangkap dan mengubah nitrogen. Rhizobium, ditemukan di bintil akar, berasal dari karbon fotosintetik. Oleh karena itu, legum dapat bertahan hidup di daerah yang kekurangan nitrogen. Oleh karena itu, sebagai pengganti pupuk, legum banyak ditanam di perkebunan dan tanaman untuk mencegah tanah kehilangan nitrogen di dalam tanah.

Artikel Terkait:  Negara Dengan Pajak Tertinggi

Karakteristik Tanaman Legum

Dilihat dari cara tumbuhnya, legum dibagi menjadi dua bagian: pohon atau semak dan tumbuhan merambat (herba). Ini memiliki bentuk daun seperti kupu-kupu. Termasuk dalam dua buah atau dikotil dengan sistem akar tunggang, mereka bercabang ke dalam tanah. Legum dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah. Berdasarkan bentuknya, legum diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Leguminosae: Berisi tanaman berkayu yang tingginya lebih dari 1,5 meter.
  • Legum semak: Termasuk tanaman merambat (pengeboran) dan pendakian gunung (kembar) dengan tinggi kurang dari 1,5 meter.

Jenis Tanaman Legum

Berikut ini terdapat beberapa jenis tanaman legum, terdiri atas:


1. Turi

Turi

Beberapa orang mengenal tanaman ini karena bunganya digunakan sebagai bahan makanan dan berwarna putih atau merah keunguan. Dinamakan Sesbania grandiflora dalam bahasa latinnya, tumbuhan ini merupakan tumbuhan polong-polongan yang bisa tumbuh di lahan tandus. Meski tidak jarang, turret juga bisa ditemukan di area dengan genangan air yang cukup besar. Tanaman ini ditemukan di ketinggian di bawah 1.500 meter di atas permukaan laut. Turi bertubuh tinggi dan memiliki cabang yang cukup panjang sehingga tidak hanya berfungsi sebagai penyuplai nitrogen ke tanah, tetapi juga bisa digunakan sebagai tanaman yang dilindungi.


2. Petai Cina

Telang

Tanaman ini banyak digunakan untuk penghijauan lahan dan pencegahan erosi. Petai Cina memiliki nama lain seperti Lamtro, Chemlandingan, dan Metil, tergantung dari mana asalnya. Pohon petai di Cina tingginya sekitar 10 sampai 20 meter, bercabang rendah, dan bentuk daun majemuk menyirip banyak. Ada 5 sampai 20 pasang selebaran pada setiap sirip, saling berhadapan, dengan garis vertikal dan runcing di kedua ujungnya, serta alas yang miring.

Artikel Terkait:  Cara Mengatasi Pencemaran Tanah Akibat Sampah Plastik

3. Telang

Telang

Tanaman telang, bernama Clitoria ternatea dalam bahasa latinnya merupakan tumbuhan herba legum atau sulur yang terletak di pinggir kebun atau hutan. Karena bunganya yang berwarna biru, tidak jarang bunga terran banyak digunakan sebagai sumber pewarna makanan alami. Telang digunakan tidak hanya sebagai tanaman hias, tetapi juga sebagai tanaman pengikat nitrogen, sehingga tidak heran jika tanaman yang tumbuh di sekitar Telang tumbuh subur. Namun saat ini bunga terran yang dijadikan sebagai blue tea memiliki banyak keunggulan, dan banyak orang yang menanam tanaman terran untuk dimanfaatkan sebagai bunga.


4. Alfalfa

Alfalfa

Tanaman dengan nama latin Medigosativa ini banyak digunakan sebagai pakan ternak sapi, kambing, domba dan lainnya. Alfalfa juga banyak digunakan sebagai tanaman berputar dalam sistem tanaman pangan untuk bertindak sebagai tanaman fiksasi nitrogen, mengendalikan gulma pada tanaman berikutnya dan memperbaiki struktur tanah. Untuk menanam alfalfa, tanah harus dalam kondisi asam atau pada kisaran pH 6,3-7,5 dan kandungan garam dalam tanah tidak boleh terlalu tinggi. Selama tahap pertumbuhannya, alfalfa tidak membutuhkan tanah yang lembab.


5. Gamal

Gamal

Tanaman yang jatuh ke dalam legum semak memiliki batang berwarna putih kecoklatan, akar yang kuat, dan bunga berwarna merah muda di ujung ranting yang tidak berdaun. Tanaman yang diberi nama Gliricidia sepium dalam bahasa latin ini banyak digunakan sebagai pagar hidup di sekitar perkebunan karena dapat berumur panjang. Gamal dapat dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan dengan suhu antara 20o dan 30o Celcius dan ketinggian antara 750 dan 1.200 meter di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat bertahan hidup di daerah kering dengan curah hujan 75 mm / tahun.

Artikel Terkait:  Pengaruh Laut Terhadap Iklim

6. Kacang tanah

Kacang-tanah

Kacang tumbuh subur di Indonesia. Tak heran jika banyak bentuk olahan makanan yang berasal dari kacang tanah. Banyak petani padi Indonesia menanam kacang tanah setelah panen. Kacang tanah telah terbukti mampu menyuburkan tanah karena dapat hidup berdampingan dengan akar Rhizobium dan menangkap nitrogen di atmosfer. Maka tidak heran jika lahan tempat kacang ditanam menjadi subur dan tanaman lain pun siap untuk ditanam.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Berikut 6 Contoh Tanaman Yang Dapat Menyuburkan Tanah

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :