Materi Public Relation

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Public Relation“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Contoh-Public-Relation

Pengertian Public Relation

Public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja, guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan masyarakatnya.


Pengertian Public Relation Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian public relation menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:


  1. Cutlip, Center & Brown, II000:4

Public Relation adalah fungsi manajemen secara khusus yang mendukung terbentuknya saling pengertian dalam komunikasi, pemahaman, penerimaan dan kerja sama antara organisasi dengan publiknya.


  1. John E. Marston (Modern Public Relation, 1979)

Public Relations is planned, persuasive coomunication designed to influence significant public”.


  1. Robert T. Relly (The Action of Public Relation, 1981)

Public Relations Practice is the art and social science of analyzing trends, predicting their consequences, counseling organizations leaders, and implementing planned program of action which serve both the organization’s and the public interest.

IPRA, “Public Relations merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh good will, saling pengertian, citra baik dari masyarakat.”


  1. C. Seidel, Public Relations Director Of Housing, State of New York (dalam Saoemirat dan Ardianto, II00II : 1II), yang berbunyi :

Public Relations adalah proses yang terus menerus dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh goodwill dan pengertian dari para pelanggannya, para pekerjanya, dan masyarakat luas, ke dalam dengan mengadakan analisis dan perbaikan-perbaikan terhadap diri sendiri, ke luar dengan mengadakan pernyataan-pernyataan”.


  1. Sukatendel (1990) dalam Ardianto (II004)

“Public Relation adalah Suatu metode komunikasi untuk penciptaan citra positif dari mitra institusi atas dasar kesadaran untuk menghormati kepentingan bersama.”


Fungsi Public Relation

Menurut Maria (2002, p.31), “public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut”. Hal ini sekedar memberikan gambaran tentang fungsi public relation yaitu:

  1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
  2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan semua pihak.
  3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik, tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat, dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
  4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.

Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena mendapatkan opini dan kritik dari konsumen.

Tetapi jika fungsi public relation yang dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki, mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana kerja yang kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi
dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan munculnya masalah (Black, 2002).


Prinsip Dasar Public Relations

Terdapat 6 (Enam) prinsip dasar dalam public relations (PR), yaitu :

  • Sampaikan kebenaran, biarkan publik tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi serta berikanlah gambaran yang akurat  tentang karakter, idealisme, dan praktik perusahaan.
  • Buktikan dengan tindakan. 90% persepsi publik terhadap organisasi ditentukan oleh perbuatan dan 10% lainnya oleh pembicaraan.
  • Dengarkan pelanggan. Agar perusahaan berjalan dengan baik pahamilah apa kebutuhan dan keinginan publik. Pastikan para pembuat keputusan dan pekerja lainnya di perusahaan tahu tentang produk.
  • Persiapkan untuk hari esok. Buatlah antisipasi PR dan hapuslah kegiatan yang membuat sulit, ciptakan itikad baik.
  • Berlakukan PR seakan semua bagian perusahaan bergantung padanya. Hubungan korporasi merupakan fungsi manajemen. Tidak ada satupun perusahaan yang dilakukan tanpa mempertimbangkan pengaruhnya pada publik.
  • Bersikap tenang, sabar, dan memiliki rasa humor. Buatlah bingkai dasar kerja PR bagai sebuah mukjizat dengan sikap konsisten, tenang, serta perhatian pada informasi dan kontak.
Artikel Terkait:  Pengertian Ekspor dan Impor

Tujuan Public Relation

Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi, sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).

Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut:

  1. Menumbuh kembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat dan konsumen.
  2. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
  3. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
  4. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
  5. Mendukung bauran pemasaran.

Jefkins (2003, p.54) mendefinisikan dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan tujuan public relation sebuah perusahaan, beberapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut:

  • Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatan-kegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
  • Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
  • Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
  • Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar baru.
  • Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
  • Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya, sehubungan dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik perusahaan.
  • Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan produk-produk perusahaan.
  • Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali setelah terjadinya suatu krisis.
  • Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko pengambilalihan oleh pihak lain.
  • Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
  • Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para pimpinan perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
  • Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu acara.
  • Untuk memastikan bahwa para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan, undang-undang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.
  • Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan, agar masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan kualitas dalam berbagai hal.

Secara keseluruhan tujuan dari public relation adalah untuk menciptakan citra baik perusahaan sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan (Mulyana, 2007).

Selain itu public relation bertujuan untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik (Maria, 2002).


Strategi Public Relations

Adapun tahap-tahap kegiatan strategi public relations : pertama, komponen sasaran, umumnya adalah para stakeholders dan publik yang mempunyai kepentingan yang sama. Kedua, komponen sarana yang pada strategi public relations berfungsi untuk mengarahkan.


  • Program Strategi

Landasan umum dalam proses penyusunan strategi public realtions, yang berkaitan dengan fungsi-fungsi PR/Humas secara integral melekat pada manajemen suatu perusahaan/lembaga yaitu sebagai berikut.

  1. Mengidentifikasi permasalahannya yang muncul.
  2. Identifikasi unit-unit sasarannya.
  3. Mengevaluasi mengenai pola dan kadar sikap tindak unit sebagai sasarannya.
  4. Mengidentifikasi tentang struktur kekuasaan pada unit sasaran.
  5. Pemilihan opsi atau unsur taktikal strategi public relations.
  6. Mengidentifikasi dan evaluasi terhadap perubahan kebijaksanaan.
  7. Menjabarkan strategi public relatins.

  • Komponen Pembentukan Strategi

Dalam pembentukan strategi korporat, suatu strategi dipengaruhi oleh unsur-unsur tertentu yang berkaitan dengan lingkungan, kondisi, visi atau arah, tujuan dan sasaran dari suatu pola yang menjadi dasar budaya perusahaan bersangkutan (corporate culture) yaitu :

  1. Secara makro, lingkungan perusahaan/lembaga tersebut akan dipengaruhi oleh unsur-unsur : kebijakan umum, budaya yang dianut, sistem perekonomian dan teknologi yang dikuasai oleh organisasi yang bersangkutan.
  2. Secara mikro, tergantung dari misi perusahaan, sumber-sumber dimiliki, sistem pengorganisasian, dan rencana program.
Artikel Terkait:  Pasar Modal Syariah

  • Strategi Operasional Humas

Manfaat yang dapat dicapai dari pendekatan adalah sebagai berikut :

  1. Memberikan pengetahuan yang jelas dan rinci.
  2. Agar aktivitas Humas dalam mewakili lembaga/organisasi tersebut dapat dipertegas berkenaan dengan batas-batas wewenang dan tanggungjawab dalam memberikan keterangan.
  3. Mengetahui secara langsung dengan tepat tentang “latar belakang” suatu proses perencanaan, kebijaksanaan, arah dan tujuan organisasi yang hendak dicapai.
  4. Dengan berhubungan secara langsung dan segera dengan pimpinan puncak, tanpa melalui perantara pejabat/departemen lain.
  5. Sebagai suatu akibat yang ditimbulkan dari keputusan yang diambil dan kebijaksanaan telah dijalankan oleh pihak lembaga/organisasi.
  6. Dapat secara langsung memberikan sumbang saran, ide dan rencana atau program kerja kehumasan dalam rangka untuk memperbaiki, atau mempertahankan nama baik.

Aspek-aspek pendekatan atau strategi Humas :

  1. Startegi operasional
  2. Pendekatan persuasive dan edukatif
  3. Pendekatan tanggung jawab social humas
  4. Pendekatan kerja sama
  5. Pendekatan koordinatif dan integrative

Peranan Humas di berbagai kegiatan di lapangan, yaitu :

  1. Menginformasikan
  2. Menerangkan
  3. Menyarankan
  4. Membujuk
  5. Mengundang
  6. meyakinkan

Jenis Kegiatan Public Relations

Berdasarkan jenis publiknya kegiatan Public Relations terbagi menjadi dua yaitu:


  1. Eksternal Public Relations

Kegiatan hubungan eksternal yang dilakukan oleh seorang Public Relations Officer, yaitu

  • Hubungan dengan komunitas (community relations)
  • Hubungan dengan pelanggan (costumer relations)
  • Hubungan dengan  media massa dan pers (media  & press relations)
  • Hubungan dengan pemerintah (government relations)

  1. Internal Public Relations

Kegiatan hubungan internal yang dilakukan oleh seorang Public Relations Officers, yaitu

  • Hubungan dengan karyawan (employee relations)
  • Hubungan dengan pemegang saham (stockholder relations)

Langkah Proses Public Relations

Berikut ini terdapat beberapa langkah proses public relations, yaitu sebagai berikut:

  1. Tujuan organisasi harus jelas, transparan, perlu diperhatikan perbedaan antara teori dan praktik.
  2. Peninjauan kembali, perlu duduk bersama dengan direksi, bersama sama mempertimbangkan, menggunakan komunjkasi yang sehat dan etis, demi pencapaian tujuan untuk keuntungan semua pihak.
  3. Membuat konsep, kualitas produk atau jasa yang akan direalisasi dengan segala sesuatu yang terkait termasuk sarana prasarana sehingga bisa direalisasikan. Sudah sesuai dengan tujuan? Secara kualitatif telah ada perhitungan sesuai kebutuhan.
  4. Inventarisasi pelanggan, sudah sesuai dengan rencana? Dengan perhitungan yang tepat dengan penggolongan pelanggan potensial, yang cukup umum, yang baru mungkin memerlukan kekhususan?
  5. Produk amu jasanya apakah sudah benar sesuai kebutuhan, keinginan, harapan publik, dan penggunajasa dengan memperhitungkan kemampuan, kepentingan organisasi atau perusahaan demi keuntungan bersama.
  6. PR sebaiknya perlu meminta kepada direksi untuk memberi pengarahan. Hal ini penting supaya visi atau misi organisasi atau perusahaan tidak terabaikan dan benar-benar tidak dirugikan dan justru memberi kelangsungan hidupnya, karena hal ini merupakan kesejahteraan seluruh organisasi dan  dengan dampak positif ini kepercayaan publik akan menjadi semakin meningkat.
  7. Memberi kesempatan direksi untuk memberi idenya, usulan dan terutama Ini sangat penting, pertama supaya benar benar lengkap semua kebutuhan diintegrasikan sehingga semua pihak merasa puas. tidak ada ganjalan, apa yang masih perlu disampaikan bisa diolah dan diintegrasikan dalamkegiatan PR tersebut. Kedua, tidak kalah pentingnya dengan ide, usulan, pendapat, dan kritik, yang merupakan input sangat penting untuk mengadakan perbaikan. Perbaikan sesuai dengan kebutuhan, keinginan dari harapan kedua belah pihak.
  8. Mengambil inti dari pertemuan. Waktu itu sangat berharga, dan setiap relasi, komunikasi yang baik dan etis akan membuat kita lebih matang dan dewasa. Kita menyadari adanya saling membutuhkan, ketergantungan untuk menjadi lebih baik dan lebih lengkap. Oleh sebab itu, pertemuan itu dilaksanakan dengan motivasi untuk mendapatkan hasil yang
  9. lebih baik dan menguntungkan bagi semua pihak. Inti dari pertemuan akan membuahkan hasil yang berkualitas. pencapaian tujuan bisa menjadi optimal, membuat semua pihak puas, dan kesejahteraan dengan sendirinya akan meningkat.
  10. Memilih atau menggunakan media yang tepat. Apa itu artinya? Peka terhadap Iingkungan, mengerti dan menyadari kekuatan organisasi atau perusahaan, perhitungan budget tidak meleset. Mengenal masing-masing keunikan media dan bagaimana penggunaannya, diperuntukkan untuk apa, memperhitungkan jarak atau frekuensinya, dan seterusnya.
  11. PR itu mendengarkan, memperhatikan. menghargai, mempercayai lewat ide, pendapat, usul, keinginan, kebutuhan, keluhan, kritik, dan masih banyak yang lain. Apa itu maksudnya? Seorang PR harus memiliki kepekaan. kedewasaan, dan kematangan. Dengan persyaratan dasar dan persyaratan mental, PR akan membentuk pribadinya menjadi Semakin matang, semakin dewasa. dan semakin profesional di bidangnya.
Artikel Terkait:  Pasar Persaingan Sempurna

Kedudukan Public Relations dalam Organisasi

Bahwa kedudukan humas/PR adalah menilai sikap masyarkat (public) agar tercipta keserasian antara masyarkat dan kebijaksanaan organisasi/instansi. Karena mulai dari aktivitas, program Humas, tujuan (goal) dan hingga sasaran (target) yang hendak dicapai oleh organisasi/instansi tersebut tidak terlpas dari dukungan, serta kepercayaan citra positif dari pihak publiknya. Dalam menjalankan fungsinya seorang PR/Humas, sebagai pejabat humas dituntut untuk memiliki empat kemampuan, yaitu:

  • Memiliki kemampuan mengamati dan menganalisis suatu persoalan berdasarkan fkata di lapangan, perencanaan kerja komunikasi dan mampu mengevaluasi suatu problematic yang dihadapinya.
  • Kemampuan untuk menarik perhatian, melalui berbagai kegiatan publikasi yang kreatif, inovatif, dinamis dan menarik bagi publiknya sebagai target sasarannya.
  • Kemampuan untuk mempengaruhi pendapat umum, merekayasa pandangan atau opini public (crystallizing public opinion) yang searah dengan kebijakan organisasi instansi yang diwakilinya itu dalam posisi yang saling mnguntungkan.
  • Kemampuan PR/Humas menjalin suasana saling percaya toleransi, saling menghargai, good will dan lain sebagainya dengan berbagai pihak, baik public internal maupun eksternal.

Contoh Public Relations

Bayangkan anda adalah seorang public relations Falcon Pictures Indonesia. Sedang mempromosikan film terbaru yang telah kalian distribusi yaitu “Warkop DKI Reborn Part I”. dihari pertama pemutaran film di bioskop, film mengalami pembajakan melalui situs online dan membuat perusahaan anda mengalami kerugian. Sebagai seorang public relations anda akan menanggulangi kasus tersebut dan meminimalisir kerugian dengan membuat suatu program kegiatan public relations agar meningkatkan jumlah penonton di bioskop kembali.

Dengan dilatar belakangi kasus tersebut anda membuat laporan yang jelas tujuannya adalah untuk meningkatkan jumlah penonton warkop dki di boskop. Seorang public relations yang memiliki dibidang seni dan profesionalitas. Apa yang harus dilakukan? dan Bagaimana melaksanakannya? dengan pertanyaan tersebut anda sebagai seorang public relations akan berfikir kritis untuk menangani kasus ini.

Membuat program “Nonton Bareng dan Meet & Greet Warkop DKI di Bioskop” misalnya dengan memberikan doorprize kaos dan CD Ost. Warkop DKI Reborn. Dengan sasaran program yang ditujukan untuk seluruh pecinta film indonesia dilaksanakan di 5 kota besar di indonesia dengan berikut jadwal pelaksanaan kegiatannya:

No Nama Kegiatan Tanggal Pelaksanaan Waktu Pelaksanaan Tempat Pelaksanaan Pengisi Acara
1 Nobar dan Meet & Greet 26 September 2016 12.40 – 15.00 WIB

17.00 – 20.00 WIB

Marvel City Surabaya

Tunjungan Plaza XXI Surabaya

Vino G Bastian,

Tora Sudiro,

Abimana,

Indro

2 Nobar dan Meet & Greet 27 September 2016 14.30 – 17.00 WIB Jogja City XXI Jogjakarta
3 Nobar dan Meet & Greet 28 September 2016 14.30 – 17.00 WIB Empire XXI Bandung
4 Nobar dan Meet & Greet 29 September 2016 18.00 – 21.00 WIB Hermes XXI Medan
5 Nobar dan Meet & Greet 30 September 2016

01 Oktober 2016

12.40 – 15.00 WIB

18.00 – 21.00 WIB

18.00 – 21.00 WIB

LA PIAZZA XXI Jakarta

Senayan City XXI Jakarta

IMAX XXI Jakarta

Dengan rencana anggaran:

No BIDANG/HAL Qty Nominal Jumlah
1 CD 100.000 Rp 15.000 Rp 1.500.000.000
2 Kaos 20 Rp 50.000 Rp    1.000.000
3 Goodie Bag 1000 Rp 15.000 Rp   15.000.000
Total Rp 1.516.000.000

Setelah aksi komunikasi dilakukan seperti dalam tahapan atau 4 langkah proses PR yang keempat yang anda lakukan adalah evaluasi program. Yang berisikan konsep-konsep program kegiatan public relations yang telah kalian susun. Indikator keberhasilan tentu saja sesuai dengan tujuan yang ada yaitu meningkatnya jumlah penonton di bioskop.

Evaluasi disini menggunakan bentuk evaluasi kehumasan  dan perusahaan. Secara perusahaan yang dievaluasi adalah keuntungan yang di dapatkan (cost efficiency) dan keberhasilan tujuan. Secara kehumasan evaluasi akan fokus pada goal achievment, measurement of improvement and results, unplaned results dan unarticulated hope.


Daftar Pustaka:

  1. Materi oleh Ahmad Zamzamy, S. Sos, M. Med. Kom
  2. Dosen mata kuliah manajemen public relations, prodi ilmu komunikasi, FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur
  3. Ardianto, Elvinaro dan Sumirat, Soleh. 2004. Dasar-dasar Public Relations. Cetakan Ketiga. Remaja Rosdakarya, Bandung.
  4. Abdurrachman, Oemi. 1993. Dasar-dasar Public Relations. Bandung: Citra Aditya Bakti
  5. Greener, Toni. 2002. Public Relations dan Pembentukan Citranya. Cetakan Ketiga. Bumi Aksara, Jakarta Hubeis, Musa. 2001. Publik Relesen sebagai Perangkat Manajemen dalam Organisasi. Makalah Seminar Nasional Peran Public Relations dalam Pembangunan Pertanian Efektif dan Berkesinambungan, yang diselenggarakan oleh PS KMP dan PS MPI, PPS IPB di Hotel Salak, 19 April 2001.
  6. Jefkins, Frank dan Daniel Yadin. 1996. Public Relations. Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
  7. Drs. Suryadi, Strategi mengelola Public Relations Organisasi, Cetakan Pertama, Penerbit Edsa Mahkota, Jakarta, 2007    
  8. Maya Diah Nirwana, Dasar-Dasar Public Relations, Penerbit Muhammadiyah University Press, Sidoarjo, 2002   
  9. Prof. Drs. Onong Uchjana Effendy, MA., Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis, Cetakan Keenam, Penerbit PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2001  

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Contoh Public Relation: Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Prinsip, Tujuan, Strategi, Jenis, Langkah dan Kedudukan

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: