Proses Pelapukan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Proses Pelapukan“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Proses-Pelapukan

Tanah ialah salah satu komponen utama yang merangkai daratan di Bumi. Manusia, beberapa besar hewan dan pun tumbuh- tanaman hidup di daratan dan memijakkan kaki serta akar mereka di tanah. Tidak dapat dipungkiri bahwa nyaris setiap kehidupan di Bumi bergantung pada tanah. Manusia, binatang, dan tumbuh- tanaman hidup saling bersebelahan dan memerlukan satu sama lain. Dalam memenuhi keperluan akan makanan, insan memanfaatkan hewan dan pun tumbuh- tumbuhan, oleh karena tersebut tanah pun sangat urgen dalam kaitannya sebagai media bercocok tanam.

Tanah di Bumi ini tidak tidak jarang kali sama. Beberapa lokasi mempunyai ciri khas tanah yang berbeda- beda, baik tersebut kandungan zatnya, kontur tanahnya, tingkat kesuburan, tingkat kelembaban, dan beda sebagainya. Oleh karena ciri khas tanah yang berbeda- lain inilah anda mengenal tidak sedikit jenis tanah. Tidak perlu lain Negara, terkadang dalam distrik yang berdampingan pun dapat mempunyai jenis tanah yang berbeda.

Perbedaan ini diakibatkan karena sekian banyak macam faktor, baik alam maupun buatan. Di Indonesia sendiri saya dan anda bisa menemui sekian banyak jenis tanah, laksana tanah liat, tanah kapur, tanah grumusol, tanah gambut, tanah podsol, tanah organosol, tanah humus, dan beda sebagainya. Maka dari tersebut penting untuk kita untuk memahami lebih dalam tentang tanah dan pun asal tanah tersebut.


Tanah

Tanah adalah komponen yang paling penting untuk kehidupan makhluk hidup, baik manusia, hewan dan pun tumbuh- tumbuhan. Keberadaan tanah pun menilai kesejahteraan makhluk hidup sebab menilai eksistensi bahan pangan yang tersedia. Tanah yang subur akan menciptakan makhluk hidup yang bermukim di daerahnya bakal makmur, dan sebaliknya. Maka dari itulah terkadang anda menjumpai adanya hewan maupun tanaman khas yang hidup di sebuah jenis tanah. Keberadaan tanah semenjak Bumi terbentuk tidak terlepas dari peristiwa kematian yang terdapat di Bumi. Makhluk hidup yang telah mati maka jasadnya bakal membusuk dan lantas melapuk menjadi tanah. Dan sebab adanya pelapukan dari jasad- jasad berikut yang akan menciptakan tanah itu menjadi subur. Tidak melulu dari jasad makhluk hidup yang mati saja, tetapi pelapukan juga dapat terjadi sebab pelapukan batuan– batuan yang terdapat di Bumi. Oleh sebab itulah saya dan anda butuh untuk mengkajinya.


Pelapukan

Mendengar kata pelapukan, pasti bukanlah menjadi sesuatu yang asing lagi di telinga kita. Kita sudah mendapatkan pelajaran tentang pelapukan ini di bangku sekolah. Pelapukan adalah proses alterasi dan fragsiasi batuan dan pun material tanah pada dan/ atau dekat permukaan Bumi yang diakibatkan oleh sekian banyak proses, yaitu fisika, kimia dan biologi. Terjadinya pelapukan sebab adanya sejumlah peristiwa yang terjadi dan saling berakumulasi serta dilangsungkan secara terus menerus.

Beberapa peristiwa tersebut laksana adanya evolusi suhu siang dan malam, panas matahari yang memprovokasi gerak angina, terjadinya hujan, serta gerak naik gelombang di laut. Di samping peristiwa- peristiwa yang mempunyai sifat biologis tersebut, terdapat pula peristiwa yang mempunyai sifat kimiawi laksana proses pembusukan dan pun pengkaratan.

Pelapukan yang terjadi bakal menghasilkan sesuatu yang menjadi asal dari batuan sedimen dan pun asal dari tanah. Pelapukan ini terjadi pada batuan atau jasad- jasad, atau bahkan melarutkan beberapa dari mineral untuk lantas akan menjadi tanah atau dibawa dan diendapkan sebagai batuan sedimen klastik. Tentu saja terjadinya proses pengendapa ini pun dipengaruhi sekian banyak macam faktor.


Jenis- jenis Pelapukan

Pelapukan yang terjadi pada batuan dapat disebabkan oleh sekian banyak macam faktor. Adanya perbedaan hal inilah yang akan mengakibatkan perbedaan jenis- jenis pelapukan. Secara umum, pelapukan dipisahkan menjadi tiga macam, yaitu pelapukan organik atau biologis, pelapukan fisika dan pelapukan kimiawi atau kimia. Pada dasarnya ketiga jenis pelapukan ini bekerja bersama- sama, tetapi ada bisa jadi salah satu prosesnya lebih dominan dikomparasikan dengan yang yang lainnya, itulah sebabnya hadir salah satu jenis pelapukan. Agar kita memahami lebih dalam tentang jenis- jenis pelapukan, maka anda akan membahasnya sebagai berkut:

  • Pelapukan organik atau biologis, yaitu pelapukan yang diakibatkan karenaadanya makhluk hidup. Contoh dari pelapukan organik atau biologis ini ialah hancurnya batuan sebab adanya tumbuhan lumut yang hidup menempel di baruan tersebut.
  • Pelapukan fisika, yaitu pelapukan yang diakibatkan oleh evolusi suhu atau iklim. Sebagai misal dari pelapukan ini ialah hancurnya batuan disebabkan adanya evolusi cuaca dari musim kemarau ke musim penghujan.
  • Pelapukan kimia atau kimiawi, yaitu pelapukan yang terjadi sebab tercampurnya batuan dengan zat- zat kimia. Contoh dari pelapukan ini ialah hancurnya batuan yang diakibatkan karena tercampur oleh limbah pabrik yang tidak sedikit berisi bahan kimia.

Itulah sejumlah jenis pelapukan yang tidak jarang kita temui di dekat kita. Ketiga jenis pelapukan itu menyerang batuan dan juga sejumlah mineral sampai-sampai hancur dan beberapa menjadi tanah, serta beberapa lagi mengendap menjadi batuan sedimen. Untuk misal dalam kehidupan sehari- hari kita dapat memperhatikan pelapukan pada batu atau karang yang terkikis dampak diterpa air, baik air hujan maupun ombak. Hal tersebut adalah salah satu misal dari proses pelapukan batuan.


Proses Terjadinya Pelapukan

Proses pelapukan terjadi pada batuan dan pun pada jasad- jasad serta mineral- mineral alami. Mineral-mineral alami yang terkikis tersebut sebagian selesai menjadi tanah, dan beberapa pula mengendap menjadi batuan sedimen. Proses pelapukan dari batuan menjadi tanah atau batuan sedimen ini tidak terjadi begitu saja, namun memerlukan waktu yang panjang. Terjadinya pelapukan dapat disebabkan sebab tiga macam, yaitu fisika, kimia, dan pun biologis atau organik. Oleh sebab proses ini berbeda- lain maka hal yang mempengaruhinya pun pun berbeda- beda. Terjadinya pelapukan pun tidak terlepas dari peranan sinar matahari, suhu udara, dan pun uap air. Adanya perbedaan suhu udara, curah hujan, dan pun angin secara terus menerus akan mengakibatkan benda- benda merasakan pelapukan. Ketiga proses pelapukan yang telah dilafalkan di atas sebetulnya saling berintegrasi satu sama lain sampai-sampai akan mempercepat proses pelapukan tersebut.

Pelapukan secara kimia, fisika dan biologis atau organik terjadi melewati proses yang berbeda- beda. Oleh karena hal yang mempengaruhi pun berbeda, maka proses nya juga berbeda. Untuk memahami lebih dalam lagi tentang proses terjadinya pelapukan, maka anda harus memahami pada masing- masing proses tersebut. Penjelasan tentang proses terjadinya pelapukan ialah sebagai berikut:


1. Proses pelapukan Fisik

Proses pelapukan yang kesatu ialah proses pelapukan fisik. Proses pelapukan secara jasmani adalahproses mekanik yang mengakibatkan batuan masif menjadi pecah dan hancur serta terfragmentasi menjadi partikel- partikel mikro tanpa ada evolusi yang mempunyai sifat kimia. Proses pelapukan fisika ini terjadi dampak adanya:

  • Perubahan suhu secara drastis, contohnya cuaca yang paling panas ke cuaca yang paling dingin
  • Hantaman air hujan yang deras maupun ringan
  • Penetrasi akar tanaman
  • Adanya makhluk hidup lainnya.

Dalam proses pelapukan secara fisika terjadi perbedaan kecepatan proses pelapukannya. Perbedaan kecepatan pelapukan secara fisika ini diprovokasi oleh sejumlah hal, yaitu:

  • Tingkat kontraksi dan tingkat perluasan dari komponen penyusun batuan, sampai-sampai hal ini akan merangsang proses pecahnya dan hancurnya batuan.
  • Tingkat kasar atau halusnya permukaan batuan. Bahwa semakin kasar permukaan bebatuan maka proses pelapukan yang terjadi bakal lebih cepat.
  • Warna batuan. Semakin gelap warna bebatuan maka bakal mempunyai daya serap terhadap cahaya lebih banyak. Hal ini akan mengakibatkan proses pemuaian dilangsungkan lebih cepat, bahkan kontraksi dan perluasan juga. Dan hal- urusan itu akan mengakibatkan proses pelapukan terjadi lebih cepat.

Itulah sejumlah faktor yang memprovokasi cepat lambatnya pelapukan secara fisik. Bagi proses terjadiya pelapukan secara jasmani ini, batuan bakal mengikis sedidik demu sedikit sampai lama- kelamaan bakal benar- benar mengelami pelapukan. Sebagai contoh ialah batuan yang rapuh dampak adanya ombak laut yang menghantamnya masing-masing hari atau batuan yang rapuh dampak adanya cucuran air hujan yang menjatuhinya dalam masa-masa yang lama.


2. Proses pelapukan Kimia atau kimiawi

Di samping proses pelapukan secara fisik,selanjutnya adalah pelapukan secara kimiawi. Sesuai dengan namanya, pelapukan kimia ini terjadi sebab adanya pertolongan bahan- bahan kimia. Proses pelapukan kimia adalah proses pelapaukan yang dibuntuti terjadinya evolusi pada sifat kimia batuan tersebut. Ada sejumlah proses kimia dari pelapukan , yaitu sebagai berikut:

  • Pelarutan atau solubilitas
  • Hidrasi atau proses pengikatan pada molekul air sampai-sampai volume bakal meningkat dan kekuatan bakal melemah serta bakal menjadi mudah merasakan proses pelapukan
  • Hidrolis atau proses peralihan kation- kation dengan ion hidrogen dan ketika terjadi ionisasi mengakibatkan situasi menjadi lemah sampai-sampai akan mudah merasakan proses pelapukan
  • Oksidasi atau terjadinya peningkatan muatan positif. Sebagai contoh ialah perubahan besi dalam batuan dari format ferro ke format ferri, urusan ini akan menciptakan ukurannya bertambah. Dengan ukuran yang meningkat ini maka besi itu akan mudah merasakan pelapukan
  • Reduksi, yaitu peristiwa penurunan muatan positif
  • Karbonatasi, yaitu proses yang mengakibatkan bereaksinya asam karbonat dengan basa- basa yang menyusun basa karbonat, dan yang terakhir merupakan
  • Asidifikasi, yaitu proses pengasaman pada batuan sampai-sampai akan mengakibatkan percepatan proses pelapukan. Contoh dari peristiwa ini ialah pengasaman dampak asam nitrat yang terdapat dalam air hujan dan pun pengasaman dampak asam sulfat hasil dekomposisi protein. Kedua asam yang bertolak belakang ini bakal mempercepat proses pelapukan pada batuan.

Itulah sejumlah proses atau tahapan yang terjadi dalam pelapukan batuan secara kimiawi. Proses pelapukan secara kimiawi seringkali juga terjadi pada dinding- dinding bangunan, terlebih untuk yang sedang di sekitaran pabrik dan terpapar limbahnya.


3. Proses pelapukan Biologi atau Organik

Selanjutnya ialah proses pelapukan yang terjadi secara biologis atau organik dan pun pelapukan kimia/ kimiawi. Jika pelapukan secara fisika diakibatkan karena faktor- hal alam, maka pelapukan secara biologi atau pelapukan organik ini terjadi dampak adanya peranan makhluk hidup. Proses pelapukan biologi atau organik terjadi sebab adanya kegiatan kehidupan, yaitu kehidupan:

  • Akar tumbuhan
  • Mikroorganisme tanah
  • Binatang

Proses pelapukan secara biologis atau organik ini adalah proses pelapukan yang senantiasa mengiringi dua proses pelapukan sebelumnya yang sudah kita jelaskan. Pelapukan secara organik atau biologis ini trejadi sesudah sebelumnya batuan sudah mengelami proses pelapukan secara kimia atau fisika terlebih dahulu. Dengan kata beda pelapukan organik atau biologis ini sifatnya mempercepat atau menyempurnakan. Sebagai contoh ialah batuan yang telah merasakan perubahan suhu ekstrim (misalnya sesudah cuaca yang paling panas, tiba- mendarat menjadi paling dingin) maka akan merasakan retakan- retakan. Selanjutnya saat sedang turun hujan maka air hujan bakal masuk ke dalam retakan- retakan batuan, sampai-sampai akan semakin mempercepat proses pelapukan yang terjadi. Di dalam retakan itu ternyata tidak melulu air yang masuk, namun pun mulai ditumbuhi tanaman- tumbuhan tingkat rendah dan pun mikroorganisme tanah yang dua-duanya makin mempercepat terjadinya proses pelapukan.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Berikut 3 Proses Pelapukan, Jenis Beserta Pengertiannya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: