Proses Endogenik

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Proses Endogenik“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Proses-Endogenik

Salah satu cabang ilmu geografi yaitu geologi. Cabang ilmu ini mempelajari mengenai keragaman format muka bumi dampak adanya tenaga dari dalam bumi. Dalam ulasan geologi terdapat yang dinamakan dengan proses endogenik. Proses endogenik mengacu pada proses pembentukan muka bumi yang sehubungan dengan tenaga yang berasal dari dalam bumi atau tenaga endogen.


Proses Endogenik

Proses endogenik tersebut mencakup :


1. Proses Pergerakan oleh Gerak Epirogenetik

Proses pergerakan yang diakibatkan oleh gerak epirogenetik mengacu pada pada proses naik turunnya kerak bumi sampai-sampai membentuk sekian banyak bentuk- format muka bumi laksana gunung, tanah retak dan bergesernya lapisan bumi. Gerak epirogenetik ini terbagi menjadi 2 jenis yaitu epirogenetik positif dan epirogenetik negatif. Pergerakan kedua jenis itu relatif cepat.


2. Proses Pergerakan oleh Gerak Orogenetik

Proses pergerakan yang diakibatkan oleh gerak orogenetik mengacu pada terjadinya tabrakan antara dua atau sejumlah lempeng benua sampai-sampai membentuk sekian banyak relief permukaan bumi laksana pembentukan susunan pegunungan, lipatan dan patahan kulit bumi.

Contoh susunan pegunungan yang terbentuk sebab gerak orogentik ini ialah Pegunungan- pegunungan tua laksana Pegunungan Ural dan Allegani yang terbentuk pada zaman Primer. Ada pun pegunungan yang terbentuk pada zaman terseier yaitu Pegunungan Mediterania dan Sirkum Pasifik.


3. Pembentukan Gunung Berapi

Pembentukan gunung berapi sehubungan dengan kegiatan vulkanisme, yaitu naiknya magma mengarah ke permukaan bumi. Pada kegiatan magma, terdapat yang dinamakan dengan intrusi magma dan ektrusi magma. Intrusi magma dapat menyusun batuan beku intrusif, sedangkan pekerjaan ektrusi magma dapat menyusun batuan beku ektrusif.

Artikel Terkait:  Perbedaan Bijih Logam dan Bijih Besi

Ketika terjadi letusan gunung berapi maka bakal terjadi erupsi magma. Berdasarkan bentuknya, erupsi terbagi menjadi 3 yaitu erupsi linier, erupsi sentral dan erupsi areal.

  • Erupsi linier – Pada erupsi ini, magma terbit melalui retakan kulit bumi sampai-sampai membentuk barisan gunung berapi.
  • Erupsi sentral – Pada erupsi sentral, magma terbit dari suatu lubang dan menyusun gunung- gunung yang letaknya tidak saling berdampingan atau sendiri- sendiri. Contohnya Gunung Krakatau dan Gunung Maona Loa.
  • Erupsi areal – Pada erupsi areal, magma berada pada posisi yang berdampingan dengan permukaan bumi sampai-sampai disebut roofing. Gunung api dengan jenis erupsi areal ada di negara Kolombia, Argentina dan Ethiopia.

Beberapa unsur yang terbentuk sesudah meletusnya gunung berapi yakni lava, kaldera, telaga vulkanik dan beda sebagainya.


4. Pembentukan Batuan

Pembentukan jenis- jenis batuan tertentu laksana batuan beku dan batuan metamorf sehubungan erat dengan tenaga yang berasal dari dalam bumi. Aktivitas vulkanisme dan proses kompresi yang terjadi di dalam kerak bumi bakal menghasilkan jenis- jenis batuan penyusun lapisan bumi. Aktivitas vulkanisme yang memprovokasi pembentukan batuan yakni berupa proses intruksi magma dan ekstrusi magma. Kedua proses itu akan menyusun batuan beku luar maupun batuan beku dalam.

Sementara batuan metamorf disusun dari proses evolusi batuan beku. Perubahan tersebut diprovokasi oleh sejumlah faktor laksana temperatur, masa-masa dan adanya desakan. Batuan metamorf terbagi menjadi 3 jenis yaitu batuan metamorf kontak, batuan metamorf dynamo dan batuan metamorf pneumatolitis kontak.


5. Gempa Bumi

Gempa bumi mengacu pada proses pergerakan lempeng yang terjadi secara riba- tiba dampak adanya pelepasan energi dari dalam bumi. Berdasarkan keterangan dari intensitasnya, gempa bumi terbagi menjadi 2 jenis yaitu macroseisme dan microseisme. Macroseisme adalah gempa bumi dengan intensitas besar dan dapat dialami atau diketahui tanpa memakai alat pendeteksi gempa bumi. Sedangkan microseisme ialah gempa bumi yang intensitasnya paling kecil sehingga melulu dapat diketahui dengan perangkat pencatat gempa bumi.

Artikel Terkait:  Penyebab Pergerakan Tanah

Gempa bumi merambat melewati 3 getaran yaitu getaran longitudinal, tranversal dan gelombang panjang. Berikut ialah penjelasannya :

  • Getaran longitudinal – Getaran jenis ini berasal dari hiposentrum dan bergerak di bawah lapisan tanah. Getaran ini bergerak dengan cepat, yaitu sekitar 7 hingga 14 kilo meter per jam. Getaran longitudinal lebih dikenal dengan sebutan getaran primer sebab terjadi kesatu kali ketika gempa berlangsung.
  • Getaran transversal – Getaran jenis ini pun berasal dari hiposentrum dan bergerak di dalam bumi. Hanya saja kecepatannya lebih rendah dari getaran longitudinal, yaitu berkisar antara 4 hingga 7 kilo meter per jam. Getaran ini disebut pun dengan nama getaran sekunder sebab terjadi sesaat sesudah getaran primer.
  • Getaran gelombang panjang – Jika kedua getaran sebelumnya berasal dari hiposentrum, getaran gelombang panjang berasal dari episentrum yang bergerak pada permukaan bumi. Kecepatan geraknya antara 3,8 hingga 3,9 kilo meter per jam. Getaran ini memang terjadi sangat terakhir namun jenis getaran ini lah yang menimbulkan kehancuran dan perubahan format di permukaan bumi.

6. Proses Pergerakan Lempeng Benua

Proses pergerakan lempeng terjadi secara bertahap sampai-sampai pada akhirnya menyusun benua dan lautan yang dapat dilihat ketika ini. Berdasarkan arah pergerakannya, perbatasan antara lempeng tektonik yang satu dengan yang lainnya bisa dikelompokkan menjadi 3 macam, yaitu divergen, konvergen dan transform.


  • Batas divergen

Batas divergen terjadi pada dua buah lempeng tektonik yang bergerak saling menjauh. Ketika sebuah lempeng tetonik pecah, maka lapisan litosfer bakal menipis dan membelah sampai-sampai terbentuklah batas divergen. Jika proses ini terjadi pada lempeng samudera maka akan mengakibatkan pemekaran dasar laut. Sedangkan bilamana terjadi pada lempeng benua, maka akan menyebabkan terbentuknya rift valley. Pematang tengah samudera Atlantik ialah salah satu misal batas divergen yang sangat populer.

Artikel Terkait:  Batuan Konglomerat

  • Batas konvergen

Batas konvergen terjadi andai dua buah lempeng tektonik tertarik ke arah kerak bumi sehingga dua-duanya bergerak saling menghampiri satu sama lain. Suatu wilayah dimana lempeng samudera terdorong ke lempeng benua dinamakan dengan subduction zones. Pada zona ini tidak jarang terjadi gempa. Terdapat 3 macam batas konvergen yaitu batas konvergen antara lempeng benua dan lempeng samudera, batas konvergen antara dua buah lempeng samudera, dan batas konvergen antara dua buah lempeng benua.


  • Batas transform

Batas transform terjadi bilamana dua buah lempeng tektonik bergerak saling bergesekan (bergerak sejajar tetapi bertentangan arah). Keduanya tidak saling menjauh ataupun saling menarik. Pada umumnya, batas transform sedang di dasar laut namun ada pun yang bertempat di daratan. Contoh batas konvergen yang sedang di daratan yaitu Sesar San Andreas di California Amerika Serikat.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Berikut 6 Proses Endogenik Beserta Penjelasannya Lengkap

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: