Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sejarah yaitu Tentang “Kerajaan Kediri“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Prasasti-Peninggalan-Kerajaan-Kediri

Peninggalan Kerajaan Kediri adalah bukti bahwa kerajaan dahulu didirikan di Jawa Timur. Kerajaan Kediri adalah salah satu kerajaan Hindu di Jawa Timur, juga dikenal dengan nama lain, yaitu Panjalu dan Kadiri. Kerajaan Kediri didirikan pada 1042 dan akhirnya runtuh pada 1222 yang memiliki pusat pemerintahan di kota Daha.

Dari beberapa prasasti yang diwarisi dari Kerajaan Kediri menunjukkan bahwa Kerajaan Kediri memiliki peradaban yang sangat tinggi. Mulai dari ekonomi, sosial dan budaya pada waktu itu menunjukkan bahwa Kerajaan Kediri memiliki peradaban maju. Beberapa prasasti bahkan menyebutkan cara berpakaian orang-orang dari kerajaan Kediri yang sangat maju. Selain itu, rumah-rumah penduduk dalam sejarah Kerajaan Kediri juga menunjukkan bahwa masyarakat telah maju dan menyukai kebersihan.


Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

Berikut ini terdapat beberapa prasasti peninggalan kerajaan kediri, yaitu sebagai berikut:


  1. Prasasti Kamulan

Prasasti Kamulan

Prasasti Kamulan ditemukan di desa Kamulan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, yang dibuat pada 1194 AD atau 1116 Saka pada masa pemerintahan Raja Kertajaya. Prasasti Kamulan ini berisi penciptaan kabupaten Trenggalek di Kliwon pada hari Rabu 31 Agustus 1194.

Dalam prasasti tertulis ini nama Kediri yang diserang oleh raja Kerajaan Timur dan pada tanggal yang tertulis pada prasasti adalah 31 Agustus 1191. Ukiran pada prasasti ini masih dapat dilihat dengan jelas dan Anda dapat melihat dengan mengunjungi langsung Situs prasasti Kamulan.

Artikel Terkait:  Latar Belakang Perjanjian Renville

  1. Prasasti Galunggung

Prasasti Galunggung

Warisan berikutnya dari kerajaan Kediri adalah prasasti Galunggung. Prasasti Galunggung ditemukan di Rejotangan, Tulungagung dengan ukuran 160 x 80 x 75 cm menggunakan huruf Jawa kuno dengan 20 baris. Naskah yang terdapat dalam prasasti ini tidak terlalu jelas dibaca karena sudah ada bagian yang rusak, tetapi hanya sebagian tahun yang masih dapat dibaca dengan jelas, yaitu tahun 1123 Saka. Di bagian depan prasasti ini ada simbol lingkaran dan di tengah lingkaran ada gambar persegi panjang dan juga beberapa logo atau gambar. (Baca Juga : Kerajaan Singasari)


  1. Prasasti Jaring

Prasasti Jaring

Prasasti Jaring dibuat pada 19 November 1181 dengan konten yang menjelaskan pemberian permintaan penduduk dukuh web melalui Sarapati dari Sarwajala, sebuah harapan yang tidak dapat dipenuhi oleh raja sebelumnya. Prasasti ini di internet menyebutkan bahwa para pejabat Kediri memiliki gelar atau nama yang menggunakan nama-nama binatang seperti Menjangan Puguh, Agra Ox dan Yellow Tiger.


  1. Prasasti Panumbangan

Prasasti Panumbangan

Prasasti Panumbangan dibuat pada 2 Agustus 1120 oleh Maharaja Bameswara dengan isi penunjukan desa Panumbangan sebagai Sima Swatantra atau desa bebas pajak.


  1. Prasasti Talan

Prasasti Talan

Prasasti Talan ditemukan di desa Gurit, Blitar, Jawa Timur, yang dibuat tahun 1136 M atau 1058 Saka. Isi entri ini menyangkut penentuan masuknya desa Talan ke wilayah Panumbang, yang dibebaskan dari pajak. Prasasti ini dilengkapi dengan patung Garudhamukalanca, patung berbentuk tubuh manusia dengan sayap dan kepala elang.


  1. Prasasti Sirah Keting

Prasasti Sirah Keting

Berisi pengiriman tanah Raja Jayawarsa kepada penduduk desa Sirah Keting berkat jasanya kepada Kerajaan Kediri.


  1. Prasasti Kertosono

Prasasti Kertosono

Berisi masalah agama sejak masa pemerintahan Raja Kameshwara. (Baca Juga : Kerajaan Mataram Kuno)


  1. Prasasti Ngantang

Prasasti Ngantang

Warisan Kerajaan Kediri Berisi alokasi tanah bebas pajak oleh Jayabaya untuk desa Ngantang, berkat layanannya kepada kerajaan Kediri. Prasasti ini ditulis pada tahun 1057 Saka atau 1135 AD yang ditemukan di desa Ngantang, Malang dan sekarang menjadi koleksi Museum Nasional. Ketika penduduk Hantang dan 12 desa memasuki wilayah yang menghadap raja dengan perantara profesor raja, Mpungku Naiyayikarsana, yang meminta agar prasasti tersebut dikirim ke Gajapada dan Nagapuspa yang ditulis pada daun palem dan kemudian dipindahkan ke batu dan ditambahkan ke hadiah dari Raja Jayabhaya sendiri.

Artikel Terkait:  Materi Perang Dingin Kelas 12

Permintaan itu kemudian dikabulkan oleh raja karena orang-orang Hantang telah menunjukkan pengabdian mereka yang sebenarnya kepada raja dengan membagikan cancu tan pamusuh dan cancu ragadaha dan juga ketika ada tindakan untuk berpisah, mereka tetap setia dengan selalu berada di pihak Raja Jayabhaya.


  1. Prasasti Padelegan

Prasasti Padelegan

Berisi pengabdian yang dilakukan oleh penduduk desa Padegelan kepada Raja Kameshwara. Prasasti Padelegan ini memiliki bentuk stella dengan puncak melengkung 145 cm, lebar atas 81 cm, lebar bawah 70 cm dan ketebalan 18 cm. Aksara Jawa kuno yang terkandung dalam prasasti ini banyak dipakai, tetapi berhasil dibaca oleh Oud Javansche Oorkonde dan dalam prasasti ini ada nomor tanggal 1038 Saka atau 11 Januari 1117 Masehi. Prasasti ini menjadi prasasti pertama yang dikeluarkan oleh raja Bameswara untuk menjadi prasasti pertama kerajaan Kediri setelah mengalami masa kelam raja Samarawijaya yang memerintah pada 1042 M hingga 1044 M dan memerintah di Daha setelah pembagian kerajaan oleh Raja Airlangga. (Baca Juga : Kerajaan Hindu Budha Di Indonesia)

Prasasti ini disimpan di Museum Panataran, Kabupaten Blitar di mana di bagian atas prasasti terdapat ornamen lentera yang disebut Candrakapala. Candrakapala lancana ditunjukkan dengan kepala tengkorak yang menyerupai tulang pipi dan dahi yang menonjol, mata bundar besar seolah terbuka lebar dan senyum lebar dengan 2 gigi besar di depan dan gigi taring di kanan dan kiri sehingga ‘itu terlihat sangat menakutkan. Di dahi ada juga lingkaran sedikit melengkung yang mungkin merupakan bentuk bulan sabit dengan kedua ujungnya menghadap ke bawah.


  1. Prasasti Ceker

Prasasti Ceker

Prasasti berisi hadiah yang ditawarkan oleh raja kepada penduduk desa Ceker yang bertugas untuk kemajuan kerajaan Kediri.

Artikel Terkait:  Sistem dan Struktur Politik-Ekonomi Indonesia Masa Orde Baru

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sejarah Tentang 10 Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri Beserta Gambarnya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: