Perbedaan Mineral Primer Dengan Mineral Sekunder

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Mineral Primer Dengan Mineral Sekunder“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Perbedaan-Mineral-Primer-Dengan-Mineral-Sekunder

Tanah yang anda tahu sekitar ini tersusun atas sekian banyak macam mineral. Mineral ini sangat urgen guna menjadi di antara bahan utama penyusun tanah. Mineral-mineral itu berasal dari hasil pelapukan bahan organik laksana tumbuhan, batuan dan beda sebagainya yang telah merasakan pelapukan baik secara fisika maupun kimia. Bahan – bahan itu berubah seiring berjalannya waktu sampai pada kesudahannya terbentuklah bahan penyusun induk tanah yang anda kenal sekitar ini.

Sebenarnya mineral yang ada di dalam tanah memiliki tugas sangat urgen yaitu sebagai indikator adanya ketersediaan bagian hara di dalam tanah serta indikator adanya muatan tanah di lingkungan pembentuknya. Secara umum, mineral tanah sendiri dipisahkan menjadi 2 macam yakni mineral primer dan mineral sekunder. Lalu apakah perbedaan antara kedua mineral tanah tersebut? Nah, ulasan kali ini akan membicarakan mengenai perbedaan antara mineral primer dan mineral sekunde. Yuk anda simak!


Mineral Primer

Secara singkat mineral primer adalahmineral pribumi yang ada di dalam batuan. Pada lazimnya mineral primer tersusun atas mineral silikat yang adalahsenyawa dari silikon dan oksigen (SiO2), dari senyawa itu ada variasi beda yang berasal dari mineral feldsfar yang di dalamnya pun berisi senyawa kalsium, alumunium, besi, magnesium serta natrium. Mineral primer atau skeletal terdiri atas:

  • Debu dan pasir di mana masing-masing butirnya adalahsatu macam mineral primer.
  • Agregat mikro kristalin (abu volkan, yaitu gabungan dari sekian banyak mineral primer) serta chart (silika mikrokristalin).
  • Fragmen yang adalahpecahan batuan dalam format atau ukuran debu dan pasir (tersusun atas sekian banyak macam mineral primer).

Mineral primer pun dapat diterangkan sebagai mineral tanah yang secara umum mempunyai ukuran butir pasir sebesar 2 – 0,05 mm. Berikut ini ialah beberapa misal dari mineral primer, antara lain:

  1. Plagioklas, adalah jumlah mineral yang memiliki sistem kristal triklin. Berwarna putih, putih kelabu, kebiruan terkadang berwarna kehijauan. Plagioklas terbagi menjadi plagioklas basa, plagioklas medium dan plagioklas asam.
  2. Ortoklas, adalah mineral yang berasal dari kelompok feldspar alkali. Feldspar sendiri adalahpembentuk dari batuan granit atau batuan asam. Mempunyai warna putih kekuningan, putih, keabu – abuan sampai kemerahan.
  3. Biotit, adalah satu mineral yang berasal dari kelompok mika dan tersebar secara luas serta mineral pembentuk batuan yang paling penting. Biotit mempunyai warna hitam, coklat tua dan hijau tua.
  4. Felspar, suatu kelompok dari sejumlah mineral pembentuk batuan. Biasanya felspar berwarna putih atau keputih – putihan. Pada dasarnya felspar tidak mempunyai warna tersendiri tetapi sering mendapat warna dari zat pengotor lainnya.
  5. Muskovit, adalah salah satu mineral yang berasal dari kelompok mika. Muskovit tidak berwarna namun pun ada yang berwarna coklat. Mineral ini tidak sedikit ditemukan di dalam batuan malihan, batuan endapan, dan batuan asam.
  6. Amfibol, merupakan kelompok dari sejumlah mineral pembentuk batuan. Amfibol memiliki warna gelap.
  7. Piroksen, yaitu kelompok dari sekian banyak macam mineral yang berwarna gelap.
  8. Horenblenda, di antara dari mineral urgen yang berasal dari kelompok amfibol. Mempunyai warna coklat, hitam dan hijau tua. Bisa ditemukan pada batuan entermedier atau batuan asam laksana andesit, granit, diorit dan sianit.
  9. Kuarsa, tergolong mineral pembentuk batuan yang penting. Tidak mempunyai warna dan tembus pandang, sering kuarsa pun berwarna kuning, ungu, hijau, coklat, merah, biru ataupun hitam. Warna – warna itu berasal dari zat pengotor yang terdapat di dalam mineral. Kuarsa dapat ditemukan sebagai mineral – mineral berukuran kecil yang terdapat di dalam sejumlah macam batuan laksana batuan endapan, batuan malihan, batuan beku. Kuarsa tidak sedikit dimanfaatkan sebagai bahan baku kaca, keramik dan pun semen.
  10. Augit, adalah salah satu mineral yang berasal dari kelompok piroksen. Augit memiliki warna hijau tua atau hitam, dan tergolong mineral yang menyusun batuan basa.
Artikel Terkait:  Daerah Persebaran Hutan Mangrove

Pemisahan Fraksi Pasir Pada Mineral Primer

Proses pemisahan dengan teknik menghilangkan meterial penyemen yang menyelimuti butiran pasir serta memisahkannya butir mineral yang berbentuk pasir dari debu dan liat. Selanjutnya dilaksanakan pengayakan pasir dengan memakai ayakan berukuran 1 – 0,05 mm sampai memperoleh mineral primer yang terbagi menjadi berat, enteng dan total. Analisis fraksi berat perlu dilaksanakan pemisahan terlebih dahulu antara fraksi berat dengan fraksi enteng untuk kemudian dibenamkan di dalam larutan bromoform dengan BJ 2,87.


Mineral Sekunder

Selama proses pelapukan batuan yang berada di sekitar permukaan bumi, terjadi evolusi susunan kimianya yakni dengan mengolah mineral primer yang sudah terurai untuk lantas bersenyawa lagi menyusun mineral baru yang dikenal dengan mineral sekunder. Mineral sekunder memiliki peran yang amat urgen yaitu sebagai pertumbuhan dan pun kesuburan tanah. Mineral sekunder tersusun atas:

  • Mineral liat berupa aluminosilikat yang lebih urgen dari pada tanah, menduduki seluruh fraksi mineral tanah liat.
  • Mineral liat Fe (besi) dan alumunium oksidahidrat.

Mineral sekunder atau mineral liat merupakan kelompok mineral hasil dari pembentukan baru atau hasil pelapukan mineral primer sekitar proses pembentukan tanah di mana komposisi dan struktur mineralnya sudah bertolak belakang dengan mineral yang telah lapuk. Mineral ini paling halus dan berukuran tidak cukup dari 2µ, sehingga dibutuhkan alat tolong untuk mengidentifikasikannya yakni dengan memakai XRD. Berikut ialah macam – macam mineral sekunder:

  1. Illite, mineral ini tidak mempunyai warna tetapi ada sejumlah yang berwarna putih keabu – abuan. Mempunyai sistem kristal monoklin, belahan satu arah sempurna, mempunyai sifat elastis dan berbentuk tabular. Berasal dari proses magmatis yakni pada batuan beku dalam yang tidak sedikit berisi silika dan alumina.
  2. Kaolinite, berwarna putih, memiliki sistem kristal monoklin, kilap laksana mutiara dengan belahan sempurna. Berasal dari hasil pelapukan mineral yang tidak sedikit berisi alumunium dan proses alterasi di wilayah danau.
  3. Laumontite, mineral ini memiliki belahan 3 arah dengan pecahan yang rata, cerat berwarna putih serta menandakan format elongated prismatik. Mineral ini berwarna putih, abu-abu dan merah muda. Terbentuk dari proses hidrotermal di dalam rongga batuan beku, batuan metamorf dan batuan sedimen.
  4. Zeolite, mineral ini memiliki warna putih atau abu-abu dan format pecahan tidak rata. Terbentuk dari proses hidrotermal yang memenuhi batuan beku.
  5. Montmorillonite, tergolong mineral yang terbentuk di wilayah beriklim tropis dan hasil dari alterasi feldspar yang ada pada batuan kurang mampu silika. Berwarna putih sampai abu-abu dengan sistem kristal monoklin.
  6. Alofan, tergolong mineral bukan kristal dan adalahtanah umum yang ada pada bahan vulkanik. Daftar alofan menyusun alumunium silikat berair serta imogalit di dalam aluminosilikat. Alofan terbentuk dari rangkaian tanah liat dan sangat umum pada selang iklim yang luas.
  7. Gibsit, mineral pembentuk tanah ultisol dan oksisol dan masih merasakan pelapukan di wilayah tropis dan subtropis. Tahap mula pelapukan mika bakal menghasilkan vermikulit untuk lantas menjadi smektit, dengan etape pedogenik terbentuklah klorit guna berubah lagi menjadi kaolinit. Tahap terakhir bakal menghasilkan gibsit.
Artikel Terkait:  Daerah Penghasil Rotan di Indonesia

Pemisahan Fraksi Liat Pada Mineral Sekunder

Pertama mesti dilaksanakan pemisahan antara fraksi tanah liat dengan debu dan pasir. Dalam prosesnya dapat dilaksanakan hal yang serupa dengan pemisahan fraksi pasir. Pemisahan fraksi liat khususnya pada unsur penentuan tekstur yakni dengan teknik diendapkan menurut hukum Stoke. Tahap analisis dipakai XRD yang bermanfaat untuk merekam serta memvisualisasikan pantulan sinar X yang berasal dari kisi-kisi kristal menjadi format grafik.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Perbedaan Mineral Primer Dengan Mineral Sekunder dan Penjelasannya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :