Penyebab Terjadinya Perubahan Musim

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Perubahan Musim“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Penyebab-Terjadinya-Perubahan-Musim-di-Bumi

Menurut sejumlah ahli, musim biasanya diidentikkan dengan iklim. Hal ini sangat berdalih karena iklim di sebuah tempat menyebabkan terjadinya musim yang terjadi di sepanjang tahun. Akan tetapi, ada sebuah perbedaan yang gampang kelihatan antara iklim dan musim. Jika iklim ialah kondisi rata-rata cuaca dalam kurun masa-masa yang lama dan pada area yang luas, beda halnya dengan musim, yang adalahinterval masa-masa dengan cuaca yang memiliki fenomena ekstrim atau mencolok. Atau dengan kata lain, musim adalahvariasi yang terjadi pada situasi cuaca tertentu.

Misalnya pada iklim tropis, musim yang terjadi dampak posisi garis lintang yang sedang di sepanjang garis ekuator, menyebabkan area yang beriklim itu mempunyai dua musim saja, yakni musim kemarau yang mana interval masa-masa yang tidak sedikit terjadi kemarau dan mengakibatkan kekeringan, dan musim hujan yakni interval masa-masa yang tidak sedikit curah hujan yang deras.

Sama halnya, area yang beriklim sub-tropis mempunyai empat musim dalam setahun, yakni musim dingin, panas, semi, dan salju yang setiap musim mempunyai interval masa-masa dengan fenomena tersendiri. Contohnya, pada musim panas, siang hari bakal terjadi paling lama dan malam harinya begitu singkat yang bersuhu hangat. Sebaliknya, pada musim dingin, malam hari bakal terasa lama dan siang hari paling pendek yang suhunya paling dingin. Serta, area yang beriklim kutub melulu mempunyai musim dingin yakni interval masa-masa yang terjadi suhu dingin yang ekstrim sepanjang tahunnya, meskipun terdapat musim panas namun frekuensinya tidak begitu lama.

Artikel Terkait:  Materi Banjir Bandang

Lebih lanjut, terdapat dua unsur dalam menyatakan musim tersebut sendiri, yaitu:

  • Awal musim, yakni curah hujan sekitar sepuluh hari sebagai mulainya musim. Pada musim hujan, ditandai dengan curah hujan di sepuluh hari kesatu sebesar 50 milimeter atau lebih dan dibuntuti sepuluh hari berikutnya.
  • Sedangkan pada musim kemarau, urusan ini ditandai dengan jumlah curah hujan yang tidak cukup dari 50 milimeter pada sepuluh hari mula dan dibuntuti sepuluh hari berikutnya berturut-turut.
    Panjang musim, yakni banyaknya curah hujan sepanjang sepuluh hari di mula hingga akhir musim.

Awal dan panjang musim ini berbeda-beda masing-masing tahunnya tergantung pada situasi dan pola cuaca lainnya secara lengkap serta letak geografis sebuah kawasan.

Dengan meninjau definisi musim di atas, maka penjelasan sebagai berikut akan menyoroti penentuan atau penyebab terjadinya evolusi musim. Perubahan ini menurut sejumlah sumber terjadi karena sejumlah hal, akan namun dapat dikelompokkan menjadi dua penyebab, yaitu:


Penyebab Terjadinya Perubahan Musim

Berikut ini terdapat beberapa penyebab terjadinya perubahan musim, yaitu sebagai berikut:


1. Faktor Internal

  • Intensitas curah hujan. Pengamatan evolusi musim dengan menurut pada curah hujan dan pergerakan arah angin sepanjang tahun.
  • Letak geografis area dari garis ekuator. Hal ini diakibatkan jumlah radiasi sinar matahari yang diterima berubah-ubah sepanjang tahunnya sebagai dampak rotasi sumbu planet bumi.
  • Efek lokasi tinggal kaca. Gejala ini dikarenakan sejumlah gas, contohnya uap air, karbondioksida, metan, Nitrogen, CFC yang sedang di lapisan atmosfer merintangi radiasi panas yang akan terbit dari bumi ke luar angkasa. Sehingga, radiasi panas itu dipantulkan lagi ke permukaan bumi. Gejala ini diakibatkan oleh kegiatan manusia yang dilaksanakan setip harinya, laksana pembakaran sampah dan lahan guna areal bercocok tanam dan perkebunan, pemakaian pendingin ruangan dan lemari pendingin yang memakai CFC, dan pemakaian bahan bakar fosil guna kendaraan bermotor. Penyebab terakhir ini biasanya diidentikkan dengan evolusi iklim yang terjadi, sebab musim sangat diprovokasi oleh iklim.
Artikel Terkait:  Pengaruh Laut Terhadap Iklim

2. Faktor Eksternal

  • Revolusi bumi. Pada ketika bumi berevolusi, letak bumi akan merasakan posisi yang dekat dengan matahari yang menyebabkan terjadinya musim dingin di belahan bumi unsur utara, dan pada ketika posisi jauh dari matahari, di belahan bumi unsur utara merasakan musim panas.
  • Pancaran langsung sinar matahari (perpendikularitas). Pancaran sinar matahari yang langsung tentang suatu area di Bumi akan mengakibatkan besarnya potensi suhu panasnya.
  • Inklinasi dan pararelisme. Adanya sebuah pergerakan pada rotasi sumbu bumi dan ciri khas orbit bumi terhadap matahari (pararelisme). Selama revolusi, unsur belahan unsur utara bumi disinari matahari sekitar enam bulan masing-masing tahunnya, dan sebaliknya, sekitar 6 bulan selanjutnya belahan bumi bagian unsur selatan tersinari matahari yang diakibatkan oleh inklinasi dan pararelisme tersebut.

Sebagai misal kasus, pada pembagian musim di Indonesia, BMKG mengklasifikasikan musim di Indonesia menurut pada kelompok curah hujan yang terjadi sekitar sepuluh harinya. Dikarenakan letak geografis Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa, maka musim yang terjadi di Indonesia beberapa besar diprovokasi oleh iklim tropis. Dengan adanya iklim tropis ini, Indonesia mempunyai variasi musiman yakni musim yang dipisahkan atas tidak sedikit atau sedikitnya curah hujan yang terjadi sepanjang tahunnya.

Pada umumnya, musim yang terjadi di Indonesia bisa ditentukan masing-masing tahunnya. Pada bulan Oktober hingga Maret ketika posisi matahari sedang di belahan bumi selatan, curah hujan sangat tidak sedikit sehingga Indonesia pada bulan-bulan tersebut merasakan musim hujan. Serta, pada bulan April hingga September, ketika posisi matahari sedang di atas belahan bumi unsur utara, curah hujannya paling sedikit yang mana urusan ini menandai bahwa Indonesia sudah berada pada musim kemarau.

Artikel Terkait:  Daerah Penghasil Marmer Di Indonesia

Karena musim paling terpengaruh oleh siklus iklim yang terjadi di bumi, maka akibat yang dialami di bumi bisa terlihat sebagai berikut:

  • Secara global efek lokasi tinggal kaca ini yang disinyalir mengakibatkan perubahan iklim di bumi secara menyeluruh dan mengakibatkan suhu dan musim di bumi menjadi tidak stabil dan seringnya tidak bisa diprediksi.
  • Terjadinya proses evaporasi yang cepat.
  • Melelehnya lapisan es di kutub dengan cepat sampai-sampai menyebabkan eskalasi tingkat permukaan air laut.
  • Berubahnya siklus sistem tanam sepanjang tahunnya.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang 6 Penyebab Terjadinya Perubahan Musim di Bumi Beserta Dampaknya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :