Materi Publisitas

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Publisitas“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Perencanan-Publisitas

Pengertian Publisitas

Publisitas merupakan kegiatan menempatkan berita mengenai seseorang, organisasi atau perusahaan di media massa. Dengan kata lain, publisitas adalah upaya orang atau organisasi agar kegiatanya diberitakan media massa. Publisitas lebih menekankan pada proses komunikasi satu arah.


Pengertian Publisitas Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian publisitas menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:


  1. Menurut Herbert M. Baus

Publisitas yaitu sebagai pesan yang direncanakan, dieksekusi, dan didistribusikan melalui media tertentu untuk memenuhi kepentingan publiknya tanpa membayar pada media.


  1. Menurut Newson, Truck, Kruckeberg

Publisitas yaitu berita-berita tentang seseorang, produk atau pelayanan yang muncul pada suatu ruang.


  1. Menurut Lesly (1992:6)

Publisitas yaitu penyebaran pesan yang direncanakan dan dilakukan untuk mencapai tujuan lewat media tertentu untuk kepentingan tertentu dari organisasi dan perorangan tanpa pembayaran tertentu pada media.


  1. Menurut David F. Rahmacitti

Publisitas adalah berita yang ditulis oleh media massa yang mencakup pemberitahuan tentang suatu produk, layanan-layanan, acara-acara, posisi, pekerja, kontribusi, sejarah, atau tujuan dari suatu bisnis, agensi atau kelompok.


  1. Menurut Lawrence & Dennis L. Wilcox

Menyatakan publisitas sebagai informasi yang tidak perlu membayar ruang-ruang pemberitaannya/penyiarannya namun disaat yang sama tidak dapat dikontrol oleh individu/perusahaan yang memberikan informasi, sebagai akibatnya informasi dapat mengakibatkan terbentuknya citra dan mempengaruhi orang banyak dan dapat berakibat aksi-dimana aksi ini dapat menguntungkan atau merugikan saat informasi dipublikasikan.


  1. Menurut Swastha

Publisitas adalah Sejumlah informasi tentang sasaran, barang, atau organisasi yang disebarluaskan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut biaya atau tanpa pengawas dari sponsor. Publisitas merupakan pelengkap yang efektif bagi alat promosi yang lain seperti periklanan, personal selling, dan promosi penjualan. Biasanya, media bersedia mempublisitas suatu cerita apabila materinya dirasakan cukup menarik atau patut dijadikan berita.


Fungsi Publisitas

Salah satu fungsi bulisitas yaitu: Sebagai kegiatan dalam dunia politik dikenal salah satunya adalah publisitas politik. Publisitas ini merupakan upaya mempopulerkan diri kandidat atau institusi partai yang akan bertarung dalam pemilu. Yang diberitakan/menginformasikannya mellalui mediamassa.


Tujuan Publisitas

Dalam kaitannya dengan bisnis, tujuan publisitas (Publicity) yaitu untuk merangsang seruan dari suatu produk secara non personal yang bersifat komersial mengenai produk tersebut di media elektronik dan media cetak, ataupun hasil wawancara yang yang ditampilkan dalam media tersebut. Cara tersebut sangat baik untuk memperkenalkan perusahaan ataupun produk yang dihasilkan oleh perusahaan, sebab publisitas bisa mencapai pembeli yang potensial yang tidak bisa dicapai dengan personal selling dan advertensi. Dengan penyajian info tersebut, perusahaan dan produknya bisa menjadi perhatian umum.


Bentuk-Bentuk Publisitas

Berikut ini terdapat beberapa bentuk-bentuk publisitas, yaitu sebagai berikut:

Artikel Terkait:  Pengertian CRM

  • Pure Publicity : cara mempublikasikan diri kepada publik melalui aktivitas kemanusiaan sebagai wujud dari interaksi sosial dan kultural secara murni.
  • Free Publicity : publisitas yang dilakukan seseorang secara bebas tanpa mengeluarkan uang untuk membeli media dan disiarkan tanpa adanya permintaan khusus maupun paksaan; atau ketika media sedang meliput peristiwa lainnya.
  • Tie-In-Publicity : dengan memanfaatkan extraordinary news (kejadian sangat luar biasa). Contoh : dengan tampil menjadi pembicara di sebuah forum yang diselenggarakan salah satu pihak, menjadi sponsor gerakan anti narkoba, turut berpartisipasi dalam pertandingan olah raga disebuah daerah.
  • Paid Publicity : cara mempopulerkan diri lewat pembelian rubrik atau program di media massa. Contoh : pemasangan advertorial, iklan spot, iklan kolom, display, bloking time program di media massa. Secara sederhananya dengan menyediakan anggaran khusus untuk belanja media.

Sifat Publisitas

Publisitas mempunyai sifat antara lain sebagai berikut:

  1. Tingkat kebenaran atau kepercayaan yang tinggi, pemberitaan publisitas dianggap oleh publik sebagai suatu yang benar dan bisa lebih dipercaya, tidak bersifat memihak.
  2. Penggambaran produk. Seperti advertensi, maka publisitas juga mempunyai kemampuan untuk sanggup menggambarkan produk perusahaan dalam bentuk dongeng yang jelas.
  3. Tidak disadari adanya maksud promosi yang sebenarnya. Pesan yang disampaikan kepada para konsumen melalui publisitas ialah dalam bentuk info dan bukannya sebagai pesan komunikasi untuk maksud penjualan.
  4. Dramatization, yakni bahwa publisitas bisa menggambarkan keadaan produk perusahaan dengan jelas, contohnya dalam film, slide dan bisa didramatisir dalam bentuk dongeng yang sedemikian rupa hingga produk bisa digambarkan dengan jelas.
  5. Off-guard, yakni bahwa publisitas ialah info dalam surat kabar yang dibaca oleh setiap orang, sehingga mau tidak mau info mengenai perusahaan (atau apapun itu) juga terbaca. Dalam hal ini bahwa publisitas bisa hingga ke konsumen meskipun seakan-akan konsumen mempunyai penjaga, bila dianggap publisitas tersebut lolos dari penjaganya.

Prinsip-Prinsip Publisitas

Prinsip-prinsip dasar publisitas menurut Iriantara (2008;1995) mencakup:

  • Kreativitas, yang berarti mendorong antusiasme dan perhatian khalayak melalui metode kegiatan yang cerdas, unik, dan segar.
  • Beragam, yang berarti bila publisitas hanya menggunakan satu media saja dipandang belum memadai, maka harus dipergunakan berbagai media.
  • Kuantitas, yang pada dasarnya menggunakan prinsip repetisi untuk menyampaikan pesan secara berulang-ulang pada publik.
  • Visibilitas, yang berarti materi publisitas tersebut dapat mudah dilihat oleh khalayak atau perhatian khalayak bisa tertuju pada publisitas itu.
  • Legibilitas, yang berarti bentuk tulisan yang dibuat menyampaikan pesan enak, dan cukup jelas diikuti oleh khalayak untuk publisitas dalam bentuk cetak dan jelas didengar dan dilihat untuk media audio visual.
Artikel Terkait:  Materi Kebijakan Publik

Perencanaan Publisitas

Berikut ini terdapat beberapa perencanaan publisitas, yaitu sebagai berikut:


a. Pola Pertama

  1. Anggaran.
  2. Proyeksi jumlah uang yang akan dikeluarkan untuk publisitas.
  3. Apakah dana yang anda dapat membiayai publisitas.
  4. Apakah publisitas dan promosi realistis dengan biaya yang dikeluarkan.
  5. Audiens sasaran untuk apa program dan publisitas diperlukan.
  6. Manakah tipe publisitas dan promosi.
  7. Apakah cukup dengan kartu pos.
  8. Aakah cukup dengan BBRP iklan.
  9. Apakah program yang direncanakan cukup dipublisitas.
  10. Jumlah copy.
  11. Berapa banyak lembar cetakan publisitas yang dibutuhkan.
  12. Apakah terlalu banyak atau sedikit untuk menyebarkan informasi tersebut.
  13. Apakah informasinya jelas.
  14. Apakah dengan copy yang ada sudah cukup menjangkau audiens.
  15. Konsisten, informasi yang di muat di berbagai media.
  16. Sumber daya manusia dan koordinasi.
  17. Siapa yang bertanggung jawab.
  18. Apakah ada sesuatu yang harus di ubah.
  19. Evaluasi.
  20. Evaluasi sejauh mana efektifitas publisitas.
  21. Apakah ada sesuatu yang harus di ubah, misalnya rancangan pesan desain menyeluruh, pengantian tempat, dan waktu yang sama.

b. Pola Kedua

  • Dengan menggunakan pendekatan IDCA
  • Attention (menarik perhatian), yang digunakan untuk ukuran, bentuk, gaya, warna, gerak.
  • Interest (ciptakan sesuatu yang menarik), melalui jawaban atas pertanyaan, melihat apa yang di tunjuk dengan grafik.
  • Derise (ciptakan daya tarik), jawablah pertanyaan mengapa.
  • Convince (yakinkan), kalau anda sudah menawarkan kesempatan, pilihan, keuntungan atau manfaat dari publisitas.
  • Action (pindahkan semua aspek dalam suatu tindakan).

c. Pola ketiga

  1. Identifikasi Audiens.
  2. Individu, kelompok, publik khusus, atau publik umum.
  3. Perantara versus konsumen.
  4. Identifikasi tahapan lingkaran kehidupan produk.
  5. Informasi awal melalui publisitas, iklan, gerakan, penjual, sales promotion.
  6. Perkuat persuasif dalam menghadapi terpaan informasi dari pada kompetitor.
  7. Kurangi atau potong anggaran.
  8. Karakteristik produk.
  9. Bagaimana kompleksitas informasi harus dikomunikasikan.
  10. Resiko perbesar resiko, perbesar kebutuhan bagi personal selling.
  11. Tahapan keputusan membeli sesuatu.
  12. Proses adopsi.
  13. Evaluasi.
  14. Cova tes, publisitas suatu informasi melalui sale promotions.
  15. Strategi pemilihan dan penggunaan saluran.

d. Pola Keempat

  • Dimensi substansif (4w : what, who, where, when).
  • Dimensi persedual (H: how).

Tipe-Tipe Publisitas

Ada 3 tipe-tipe publisitas, yaitu :

  1. Free Publicity (publisitas bebas biaya) : publisitas yang dihasilkan dari kerja sama yang saling menguntungkan antara beberapa pihak berdasarkan prinsip take and give untuk menyelenggarakan publisitas bersama-sama.
  2. Low cost publicity (hemat biaya) : publisitas yang sederhana, umumnya di buat dengan kertas seperti brosur, poster, tiket, dan dikeluarkan 2 minggu atau 1 minggu sebelum acara.
  3. High cost publicity (publisitas biaya tinggi) : pihak penyelenggara mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membayar media. Contoh : billboard, iklan gambar di surat kabar, iklan radio, iklan di TV.

Kelebihan dan Kekurangan Publisitas

Keuntungan dari promosi secara umum ialah untuk mempengaruhi tingkat penjualan, sehingga keuntungan yang diperlukan oleh perusahaan bisa meningkat, sementara keuntungan promosi secara khusus ialah alat informasi dalam memperkenalkan produk perusahaan. Lebih jelasnya keuntungan promosi antara lain sebagai berikut:

  1. Membentuk product motives dan patronage motives.
  2. Dapat meningkatkan omzet penjualan produk.
  3. Meningkatkan keuntungan atau keuntungan perusahaan.
  4. Meningkatkan barang-barang perusahaan menjadi terkenal.

1. Kelebihan Publisitas

  • Publisitas bisa menjangkau orang-orang yang tidak mau membaca iklan.
  • Publisitas mempunyai dapat dipercaya lebih tinggi dimata khalayak media. Khalayak cenderung lebih mempercayai informasi publisitas yang dikemas dalam sajian berita.
  • Info atau info tersebut merupakan fakta dan tidak rekayasa.
  • Publisitas bisa ditempatkan pada halaman depan dari sebuah surat kabar ataupun pada posisi lain yang mencolok.
  • Penulisan info dilakukan oleh media buka oleh perusahaan.
  • Lebih bisa dipercaya, bila sebuah surat kabar ataupun majalah mempublis sebuah dongeng sebagai berita, pembaca akan menggangap bahwa dongeng tersebut merupakan info dan info biasanya lebih dipercaya daripada iklan.
  • Info yang disajikan tidak berisi pesan-pesan menjual.
  • Publisitas jauh lebih murah sebab dilakukan secara bebas tanpa dipungut biaya atau tidak membayar.
  • Publisitas memungkinkan dongeng lebih detail perihal produk atau organisasi.

2. Kekurangan Publisitas:

  1. Perusahaan tidak bisa mengontrol media.
  2. Perusahaan tidak bisa mengontrol jenis informasi yang dibentuk oleh media, sehingga bila informasinya menjelekan perusahaan akan sangat merugikan.
  3. Non personal communication, yakni publisitas bersifat satu arah, dimana khalayak hanya bisa membaca atau melihat info tersebut tanpa adanya obrolan interaksi langsung.

Contoh Publisitas

Contoh sederhana dari publisitas yaitu contohnya sebut saja produk otomotif “SUZUKI” menciptakan turnamen sepak bola antar negara ASEAN (AFF), kemudian turnamen tersebut diliput oleh banyak sekali media menyerupai TV dan surat kabar. Sehingga produk otomotif “SUZUKI” secara tidak sadar “terpromosikan” oleh media-media yang meliput turnamen tersebut.

Contoh lainnya menyerupai contohnya ada seorang artis luar negeri yang liburan di Bali, kemudian artis tersebut menceritakan pengalaman liburannya di Bali pada infotainment. Sehingga secara tidak sadar wisata Bali akan terpublikasikan kepada khalayak luas.

Sebenarnya menciptakan teladan menyerupai ini dan dimuat dalam situs ini juga merupakan teladan publisitas bagi perusahaan otomotif SUZUKI dan pariwisata Bali.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Contoh Publisitas: Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Bentuk, Sifat, Prinsip, Perencanaan, Tipe, Kelebihan dan Kekurangan

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!

Artikel Terkait:  Materi Kerjasama Ekonomi Internasional

Baca Artikel Lainnya: