Materi Perancanaan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Perancanaan“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Pengertian-Perancanaan

Pengertian Perancanaan

Perencanaan adalah sebagai proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.

Perencanaan mengandung beberapa arti antara lain:


  1. Proses

Yaitu suatu konsep dasar yang menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan akan berjalan sesuai dengan tahap-tahap yang di tentukan.dalam hal ini kegiatan dalam perencanaan dilakukan menurut proses yang berlaku.


  1. Penetapan tujuan dan sasaran

Yaitu kegiatan merencanakan ke arah mana organisasi dapat menetapkan tujuan nya secara khusus ataupun umum,tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek.


  1. Pemilihan tindakan

Yaitu organisasi harus mengoptimalkan pada beberapa tindakan yang efektif ketimbang harus menggunakan semua tindakan yang kadang kala tidak efektif.


  1. Mengakaji cara terbaik

Walaupun pilihan tindakan itu sudah dianggap baik namun bisa saja tetap tidak efektif kalau dilakukan dengan cara kurang baik.sebaliknya,sesuatu yang baik apabila dilakukan dengan cara yang baik pula maka akan menghasilkan sesuatu yang efektif.


  1. Tujuan

Hal ini menyangkut hasil akhir atau sasaran khusus yang diinginkan oleh organisasi.keinginan itu bisa dinyatakan dalam suatu standar-standar yang berlaku baik kualitatif maupun kuantitatif.

Unsur  perencanaan (5W + 1H) yaitu pada umumnya menjawab pertanyaan :

  • (what) Apa yang harus dikerjakan
  • (who) Siapa yang akan melakukan pekerjaan
  • (when) Kapan tindakan tersebut dilakukan
  • (where) Dimana tindakan tersebut dilakukan
  • (why) Mengapa harus dilakukan
  • (how) Bagaimana cara melakukannya

Perencanaan tersendiri dapat digolongkan dalam beberapa metode yang berbeda. Yang menentukan berhasil atau  tidaknya suatu perencanaan tergantung dengan metode perencanaan yang digunakan.

Adapun lima pengklasifikasian rencana sebagai berikut :

  1. Bidang Fungsional mencakup rencana produksi, pemasaran, keuangan, dan personalia
  2. Tingkatan Organisasional mencakup keseluruhan organisasi, teknik-teknik dan isi perencanaan.
  3. Karakteristik rencana mencakup factor kompleksitas, fleksibilitas, keformalan, kerahasiaan, biaya, rasionalitas, kuantitatif, dan kualitatif
  4. Waktu mencakup rencana jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
  5. Unsur rencana mencakup wujud anggaran, program, prosedur, dan kebijaksanaan.
Artikel Terkait:  Materi Activity Based Costing

Jadi perencanaan yaitu fungsi seorang manajer yang berhubungan dengan pemilihan dari sekumpulan kegiatan-kegiatan dan pemutusan tujuan-tujuan, kebijaksanaan-kebijaksanaan serta programprogram yang dilakukan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan berjalan maka fungsi managemen yang lain pun tidak dapat berjalan.


Pentingnya Suatu Perencanaan

Perencanaan sangat penting dan perlu untuk setiap usaha mencapai tujuan. Alasan ini didasarkan pada suatu pandangan bahwa kondisi masa depan tidaklah pasti. Lingkungan yang berubah begitu cepat menuntut siapa pun baik perseorangan maupun lembaga untuk selalu membuat rencana. Tanpa membuat perencanaan, organisasi akan kehilangan arah dan sulit untuk mengantisipasi ancaman perubahan lingkungan.

Banyak faktor yang mempengaruhi pentingnya pembuatan suatu perencanaan antara lain; perubahan ekonomi, kemajuan teknologi, perubahan iklim, perubahan selera konsumen, gejolak politik, dan sistem keamanaan yang tidak terjamin memberikan banyak tantangan yang harus dihadapi walaupun penuh dengan resiko.

Selain untuk lebih memantapkan arah bagi organisasi dalam mencapai tujuannya, perencanaan juga memiliki peranan penting lainnya, seperti:


  • Untuk mengkooordinasikan usaha-usaha

Didalam suatu organisasi pekerjaan-perkerjaan dilakukan individu dan kelompok yang memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda-beda. Maka perlu dilakukan koordinasi, agar tujuan dan kepentingan itu tidak keluar dari tujuan organisasi.


  • Untuk mengatasi perubahan

Dengan adanya perencanaan yang matang maka perubahan-perubahan potensial yang akan terjadi akan dapat diantisipasi secepat mungkin.


  • Untuk pengembangan manajer

Manajer harus bertindak proaktif dan membuat hal-hal terjadi dan bukan sebaliknya, bertindak rekatif dan membiarkan hal-hal terjadi. Tindakan perencanaan akan mempertajam kemampuan manajer untuk berfikir ketika mereka mempertimbangkan gagasan-gagasan abstrak dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.


  • Untuk pengembangan standar kinerja

Keberhasilan yang dicapai pada masa lalu akan menjadi standar kinerja untuk masa yang akan datang. Tanpa perencanaan, standar performa mungkin menjadi tidak rasional dan subjektif.


Syarat Perencanaan

Perencanaan yang dibuat harus memenuhi syarat sebagai berikut:

  1. Faktual dan realistik
  2. Logis dan rasional
  3. Fleksibel
  4. Kontinuitas
  5. Dialektis

Tujuan Perencanaan

Berikut ini terdapat beberapa tujuan perencanaan, terdiri atas:

  1. Memberikan pedoman cara-cara pelaksanaan yang efektif dalam mencapai tujuan
  2. Perencanaan bertujuan untuk menjadikan tindakan ekonomis,karena semua potensi yang dimiliki terarah dengan baik pada tujuan.
  3. Perencanaan adalah satu usaha untuk memperkecil risiko yang dihadapi pada masa yang akan datang.
  4. Meningkatnya presentasi kesuksesan pencapaian tujuan suatu organisasi.
  5. Perencanaan menyebabkan kegiatan-kegiatan dilakukan secara teratur dan bertujuan.
  6. Perencanaan memberikan gambaran yang jelas dan lengkap tentang seluruh pekerjaan
  7. Perencanaan membantu penggunaan suatu alat pengukuran hasil kerja.
  8. Perencanaan menjadi suatu landasan untuk pengendalian.
  9. Perencanaan merupakan usaha untuk menghindari mismanagement dalam penempatan karyawan.
  10. Perencanaan membantu peningkatan daya guna dan hasil guna organisasi.

Manfaat Perencanaan

Berikut ini terdapat beberapa manfaat perencanaan, terdiri atas:

  • Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan,
  • Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas,
  • Pemilihan berbagai alternatif terbaik,
  • Penyusunan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan,
  • Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi,
  • Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami,
  • Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti, dan
  • Menghemat waktu, usaha dan dana.
  • Standar pelaksanaan dan pengawasan
Artikel Terkait:  Makalah Pasar Modal

Proses penyusunan perencanaan

Berikut ini terdapat beberapa proses penyusun perencanaan, terdiri atas:


  1. Menetapkan tugas dan tujuan

Antara tugas dan tujuan tidak dapat dipisahkan, suatu rencana tidak dapat difrmulir tanpa ditetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tugas dan tujuannya. Tugas diartikan sebagai apa yang harus dilakukan, sedang tujuan yaitu suatu atau nilai yang akan diperoleh.


  1. Observasi dan analisa

Menentukan factor-faktor apa yang dapat mempermudah dalam pencapaian tujuan (Observasi) bila sudah diketahui dan terkumpul, maka dilakukan analisa terhadapnya untuk ditentukan mana yang digunakan.


  1. Mempertimbangkan faktor pendukung dan penghambat tercapainya tujuan

Faktor yang tersedia memberikan perencanaan membuat beberapa kemungkinan dalam pencapaian tujuan. Dimana kemungkinan yang telah diperoleh dapat diurut atas dasar tertentu, misalnya lamanya penyelesian, besar biaya yang dibutuhkan efisiensi dan efektivitas dan lain sebagainya.


  1. Membuat sintesa

Sintesa yaitu alternatif yang akan dipilih dari kemungkinan-kemungkinan yang ada dengan cara mengawinkan sitesa dari kemungkinan-kemungkinan tersebut. Kemungkinan-kemungkinan yang ada mempunyai kelemahan-kelemahan.


Jenis-Jenis Perencanaan

Perencanaan ini terdiri dari:


  1. Perencanaan strategis

Rencana strategis yaitu rencana yang dikembangkan untuk mencapai tujuan strategis. Tepatnya, rencana strategis adalah rencana umum yang mendasari keputusan alokasi sumber daya, prioritas, dan langkah-langkah tindakan yang diperlukan untuk mencapai tujuan strategis.


  1. Perencanaan taktis

Adalah rencana ditujukan untuk mencapai tujuan taktis, dikembangkan untuk mengimplementasikan bagian tertentu dari rencana strategis. Rencana strategis pada umumnya melibatkan manajemen tingkat atas dan menegah dan jika dibandingkan dengan rencana strategis, memiliki jangka waktu yang lebih singkat dan suatu fokus yang lebih spesifik dan nyata.


  1. Perencanaan operasional

Adalah rencana yang menitikberatkan pada perencanaan rencana taktis untuk mencapai tujuan operasional. Dikembangkan oleh manajer tingkat menegah dan tingkat bawah, rencana operasional memiliki fokus jangka pendek dn lingkup yang relatif lebih sempit. Masing-masing rencana operasional berkenaan dengan suatu rangkaian kecil aktivitas. Kami menjelaskan perencanaan dengan lebih mendekati pada bagian selanjutnya.


Hambatan dalam Perencanaan

Perencanaan ini terdiri dari:


  • Tujuan yang Tidak Tepat

Tujuan yang tidak tepat mempunyai banyak bentuk. Membayar deviden yang besar kepada pemegang saham mungkin tidak jika dananya didapatkan dengan mengorbankan penelitian dan pengembangan tujuan mungkin juga tidak tepat jika tujuan tersebut tidak dapat dicapai. Jika Kmart menetapkan tujuan untuk memperoleh lebih bayak pendapatan dibanding Wal-Mart tahun depan, karyawan perusahaan mungkin. Tujuan juga tidak tepat jika tujuan itu menepatkan terlalu banyak penekanan pada ukuran kuantitatif maupun kalitatif dari keberhasilan.


  • Sistem Penghargaan yang Tidak Tepat

Dalam beberapa lingkungan, sistem penghargaan yang tidak tepat merupakan hambatan dalam penetapan tujuan dan perencanaan.


  • Lingkungan yang Dinamis dan Kompleks

Sifat dari suatu lingkungan organisasi juga merupakan hambatan bagi penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif. Perubahan yang cepat, inovasi teknologi, dan persaingan yang ketat juga dapat meningkatkan kesulitan bagi suatu organisasi untuk secara akurat mengukur kesempatan dan ancaman di masa mendatang.

Artikel Terkait:  Pengertian Pendapatan Daerah

  • Keengganan untuk Menetapkan Tujuan

Hambatan lain terhadap perencanaan yang efektif adalah tujuan bagi mereka sendiri dan untuk unit-unit yang merupakan tanggung jawab mereka. Alasan untuk ini mungkin adalah kurangnya rasa percaya diri atau takut akan kegagalan.


  • Penolakan terhadap Perubahan

Hambatan lain dalam menetapkan tujuan dan perencanaan adalah penolakan terhadap perubahan. Perencanaan pada intinya terkait dengan perubahan sesuatu dalam organisasi.


  • Keterbatasan

Keterbatasan (constraints) yang membatasi apa yang dapat dilakukan organisasi merupakan hambatan utama yang lain.


Cara Mengatasi Hambatan Pada Perencanaan

Perencanaan ini terdiri dari:


  1. Pemahaman Maksud Tujuan dan Rencana

Salah satu cara terbaik untuk memperlancar penetapan tujuan dan proses perencanaan adalah dengan maksud dasarnya. Manajer seharusnya juga mengetahui bahwa terdapat keterbatasan pada efektivitas penetapan tujuan dan pembuatan rencana.

Dan penetapan tujuan dan perencanaan yang efektif tidak selalu memastikan  keberhasilan, penyesuaian dan pengecualian diharapkan dari waktu ke waktu.


  1. Komunikasi dan Partisipasi

Meskipun mungkin dibuat pada tingkat tinggi, tujuan dan rencana tersebut harus dikomunikasikan kepada pihak yang lain dalam organisasi. Setiap orang yang terlibat dalam proses perencanaan seharusnya tahu landasan apa yang mendasari strategi fungsional, dan bagaimana strategi-strategi tersebut diintegrasikan dan dikoordinasikan.


  1. Konsistensi /revsi /dan pembaruan

Tujuan seharusnya konsisten baik secara hori zontal maupun secara vertikal .konsistensi horizotal berarti bahwa tujan  seharusnya konsisten diseluru organisasi / dari satu departemen ke departemen lainnya. Konsistensi  vertikal  berarti bahwa tujuan  seharusnya konsisten  dari atas hingga ke bawah   organisasi : tujuan stategis, taktis, dan operasional harus selaras. Karena penetapan tujuan dan perencanaan merupakan proses yang dinamis, tujuan dan perencanaan juga harus direvisi dan diperbarui secara berkala. Banyak organisasi melihat perlunya merevisi dan memperbarui dengan frekuensi yang semakin sering.


  1. Sistem Penghargaan yang Efektif

Secara umum, orang seharusnya diberi penghargaan baik karena menetapkan tujuan dan rencana yang efektif, maupun karena berhasil mencapainya. Karena kegagalan terkadang berasal dari faktor-faktor di luar pengendalian manajemen, orang seharusnya dipastikan bahwa kegagalan dalam mencapai tujuan tidak akan selalu memiliki konsekuensi hukuman.


Daftar Pustaka:

  • L. Daft Richard, Manajemen. Edisi enam, Salemba empat, Jakarta, 2006.
  • Drucker Peter F. Pengantar Manajemen. Jaya Pirusa, Jakarta, 1982.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Pengertian Perancanaan: Syarat, Tujuan, Manfaat, Proses, Jenis, Hambatan dan Cara

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: