Pengertian Lipatan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Lipatan“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Lipatan

Keragaman format muka bumi merupakan dampak dari adanya tenaga pembentuk muka bumi yang terbagi menjadi 2 yaitu tenaga endogen dan eksogen. Pada ulasan macam macam tenaga endogen, terdapat yang dinamakan dengan gerak epirogenetik. Gerak ini mendorong lapisan tanah yang sifatnya plastis, sehingga menyusun suatu lipatan pada kerak bumi. Apa tersebut lipatan? Berikut ialah uraian lengkapnya.


Pengertian Lipatan

Pengertian lipatan (fold) ialah suatu gelombang pada lapisan tanah yang terjadi sebab adanya diatropisme. Proses diatropisme adalahsuatu proses pembentukan pada lapisan bumi yang tidak dicampuri oleh kegiatan vulkanisme. Lipatan pun dapat ditafsirkan sebagai sebuah struktur geologi yang tidak jarang dijumpai pada batuan sedimen.


Macam-Macam Lipatan

lipatanTerdapat sekian banyak macam lipatan pada lapisan kulit bumi. Berdasarkan posisi bidang sumbunya, lipatan dipecah menjadi 6 yaitu

  1. Lipatan tegak – Lipatan ini disebut pun dengan symmetric fold. Sesuai dengan namanya, posisi bidang sumbu lipatan ini tegak lurus terhadap bidang lipatan. Bidang sumbu pun membagi antiklin dan sinklin sama besar atau simetris.
  2. Lipatan oleng – Lipatan oleng adalah lipatan tegak yang mendapat desakan terus- menerus sampai-sampai bentuknya bukan lagi tegak tetapi miring ke di antara sisi. Lipatan ini dikenal pun dengan sebutan asymmetric fold.
  3. Lipatan menggantung – Lipatan ini ialah kelanjutan dari lipatan oleng yang terus mendapat dorongan. Sesuai dengan namanya, lipatan ini memiliki puncak yang menggantung.
  4. Lipatan isoklinal – Isoclinal fold memiliki bidang sumbu yang sejajar satu dengan yang lainnya. Lipatan ini diakibatkan oleh adanya desakan yang terjadi secara berkelanjutan.
  5. Lipatan rebah – Lipatan ini disebut pun overtuned fold. Puncak lipatan rebah berbentuk landai laksana suatu benda yang merebah. Penyebabnya ialah adanya desakan secara melintang yang berasal dari satu arah saja.
  6. Lipatan sesar sungkup – Lipatan ini adalah kelanjutan dari lipatan rebah yang terus menerus mendapat tekanan. Nama beda lipatan sesar sungkup ialah overthrust. Jika lapisan tanah yang merasakan lipatan sesar sungkup tidak lumayan elastis, maka bakal terjadi patahan.

Di samping keenam macam lipatan di atas, ada pun jenis lipatan beda menurut intensitas pelipatan. Pengelompokkan lipatan menurut intensitasnya terdiri dari :

  • Lipatan tersingkap yakni lipatan yang terjadi sebab proses deformasi yang lemah sampai-sampai tidak merasakan penebalan atau juga penipisan pada lapisannya.
  • Lipatan tertutup ialah lipatan yang terjadi sebab proses deformasi yang kuat sampai-sampai lapisan tanah merasakan penebalan atau penipisan.
  • Drag fold adalah lipatan yang terjadi sebab adanua pergeseran antar lapisan. Lipatan ini ialah bagian dari sayap lipatan beda yang lebih banyak ukurannya.
  • En enchelon fold adalah sekelompok lipatan yang saling merebah satu dengan yang lainya.
  • Culmination and depression yaitu di antara jenis lipatan yang mempunyai sudut yang runcing pada unsur arah yang berlainan.
  • Synclinorium ialah lipatan yang sinklin utamanya terdiri dari sejumlah lipatan beda yang ukurannya lebih kecil.
  • Anticlinorium adalah lipatan yang antiklin utamanya terdiri dari sejumlah lipatan beda yang ukurannya lebih kecil.

Proses Terjadinya Lipatan

Terjadinya lipatan adalah pengaruh dari sejumlah faktor. Faktor- hal tersebut ialah adanya intrusi batuan beku, adanya lengseran atau evolusi gaya berat serta tenaga endogen dan eksogen. Proses terjadinya lipatan dimulai dari adanya desakan atau dorongan. Tekanan tersebut lantas membentuk lapisan tanah yang awalnya datar menjadi melengkung atau bending.

Tenaga tektonik bakal terus mendorong sampai-sampai tanah yang sudah melengkung berubah format menjadi melipat atau blucking. Lipatan yang terbentuk awalnya ialah lipatan tegak. Lipatan tersebut kemudian mendapat desakan lagi sampai-sampai menjadi lipatan miring. Begitu seterusnya sampai membentuk lipatan rebah dan sesar sungkup. Jika desakan atau desakan sudah melebihi batas kelenturan tanah, maka lipatan pulang menjadi patahan.


Unsur Geometri Lipatan

  1. Antiklin atau dikenal pun dengan sebutan punggung lipatan, ialah unsur geometri lipatan yang mempunyai permukaan cembung (conveks) dengan arah cembungan ke atas. Bagian ini memiliki 2 buah limb yang arah kemiringannya berbeda dan saling menjauh satu dengan yang lainnya. Dibagian tengah antiklin ada core atau inti antiklin.
  2. Sinklin atau atau dikenal pun dengan sebutan lembah lipatan, yakni bagian geometri lipatan yang mempunyai permukaan cekung (konkav) dengan arah cekungan ke atas. Bagian ini memiliki 2 buah limb yang arah kemiringan yang saling mendekat. Dibagian tengah antiklin ada core atau inti sinklin.
  3. Limb atau sayap, merupakan bidang oleng yang membina struktur sinklinal atau antiklinal. Limb pun dapat ditafsirkan sebagai unsur dari lipatan yang posisinya menurun mulai dari lengkungan maksimal suatu antiklinal hingga lengkungan maksimal sebuah sinklinal. Limb memiliki format yang panjang dari axial plane pada sebuah lipatan ke axial plane pada lipatan lainnya. Terdapat dua jenis limb yaitu back limb yaitu sayap yang landai dan fore limb yakni sayap yang curam pada lipatan simetris.
  4. Axial plane merupakan suatu bidang yang mencukur puncak sebuah lipatan. Karena perpotongan itu maka unsur samping dari sebuah lipatan menjadi tidak cukup simetris.
  5. Axial surface atau hinge surface, adalahbidang imajiner yang mana terdapat seluruh axial line dari sebuah lipatan.
  6. Crest ialah suatu garis yang menghubungkan titik-titik tertinggi dari suatu lipatan pada satu bidang yang sama. Crest memiliki sebutan lain yaitu hinge line Garis ini memiliki letak pada unsur tertinggi dari suatu lipatan. Crest terbentuk pada crestal plane. Crestal plane ini adalahsuatu bidang pada lipatan.
  7. Through merupakan suatu garis yang menghubungkan titik-titik sangat rendah dari bidang yang sama. Through adalah kebalikan dari crest. Garis ini teretak pada bagian sangat rendah dari suatu lipatan. Through terbentuk pada sebuah bidang pada lipatan yang dinamakan dengan trough line.
  8. Pluge adalah sebuah sudut yang terbentuk sebab adanya pertemuan poros dengan garis horizantal pada sebuah bidang vertikal.
  9. Inflection point merupakan suatu titik yang mana terjadi evolusi pada suatu lengkungan yang masih tergolong bagian dari limb.
  10. Wavelenght atau disebut pun dengan half, adalahjarak antara dua buah inflection point.
  11. Core adalah bagian dari suatu lipatan yang posisinya berada disekitar sumbu lipatan.
  12. Depresion ialah daerah sangat rendah dari puncak suatu lipatan.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Lipatan adalah: Macam, Proses Terjadinya Beserta 12 Unsurnya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: