Materi Ekuitas

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Ekuitas“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Jenis-Jenis-Ekuitas

Pengertian Ekuitas

Ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Berbagai sumber yang lain mendefinisikan ekuitas yang tidak berbeda dengan definisi diatas dimana ekuitas didefinisikan sebagai hak residual untuk menunjukan bahwa ekuitas bukan kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber ekonomik masa datang. Karena didefinisi atas dasar aset dan kewajiban, nilai ekuitas juga bergantung pada bagaimana aset dan kewajiban diukur.

Secara sederhana Ekuitas diformulasikan sebagai total aktiva dikurangi total pasiva. Ekuitas merupakan bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan kewajiban yang ada, dan dengan demikian tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan tersebut. Pada dasarnya ekuitas berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan. Ekuitas akan berkurang terutama dengan adanya penarikan kembali penyertaan oleh pemilik, pembagian keuntungan atau karena kerugian.


Pengertian Ekuitas Menurut Para Ahli

Pengertian ekuitas tidak dapat didefinisi secara independen terhadap asset dan kewajiban. Ekuitas pemilik pada dasarnya bukan kewajiban, tetapi merupakan klaim sisa (residual claim) terhadap aktiva. Dalam kerangka dasar Standar Akuntansi Indonesia (2002), Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) mendefinisi ekuitas sebagai berikut (pasal 49): ekuitas adalah hak residual atas aktiva perusahaan setelah dikurangi semua kewajiban. Pada dasarnya ekuitas berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha  perusahaan. Ekuitas akan berkurang dengan adanya penarikan kembali penyertaan oleh pemilik, pembagian keuntungan (deviden) atau kerugian usaha.

Ekuitas didefinisikan sebagai hak residual untuk menunjukkan bahwa ekuitas bukan kewajiban. Ini berarti ekuitas bukan pengorbanan sumber ekonomi masa datang (Soewardjono, 2005). Karena didefinisi atas dasar asset dan kewajiban, nilai ekuitas juga bergantung pada bagaimana asset dan kewajiban diukur.

 FASB Statement of Financial Accounting Concepts No. 6 mendefinisikan ekuitas sebagai “hak sisa terhadap aktiva suatu entitas setelah dikurangi hutang”. Dari definisi tersebut dapat dikatakan bahwa  dua  karakteristik ekuitas adalah sebagai berikut:

  1. Ekuitas sama dengan aktiva neto, yaitu selisih antara aktiva perusahaan dengan hutang perusahaan.
  2. Ekuitas dapat bertambah atau berkurang karena kenaikan atau penurunan aktiva neto baik yang berasal dari sumber bukan pemilik (pendapatan dan biaya) maupun investasi oleh pemilik atau distribusi kepada pemilik.

Komponen Ekuitas

Komponen ekuitas terdiri dari:


1. Modal Setoran (Contributed Capital)

Modal Setoran mencakup Modal Yuridis dan Modal Setoran Lainnya. Modal yuridis yang dihitung berdasarkan nilai nominal (par value) saham menunjukkan aktiva neto yang tidak dapat didistribusikan ke pemegang saham. Kelebihan nilai di atas nilai nominal diakui sebagai agio saham (additional paid-in capital).

  • Modal Yuridis (Legal Capital), terdiri dari:
  • Nilai nominal dari saham preferen (Par Value of Preferred stock)
  • Nilai nominal saham biasa (Par Value of common stock)
  • Umum (atau saham preferen berlangganan) (Common (or preferred stock subscribed)
  • Surat saham dan opsi (Stock Warrant and options)
  • Dividen saham yang akan dibagikan (Stock dividends to be distributed)
  • Saham biasa dari penerbitan kembali (common stock from the reissuance of)
  • Modal Setoran Lainnya (Paid-in Capital), terdiri dari:
  • Pada saham preferen (on preferred stock)
  • Pada saham biasa (on common stock)
  • Dari sumber lain (pemecahan saham, saham preferen, konversi, dll) saham. (from other sources (stock splits, preferred stock, conversion, etc) stock.

2. Laba Ditahan (Retained Earnings)/(Earned Capital)

Laba ditahan terdiri dari Laporan Laba/Rugi, penyesuaian periode sebelumnya, dan deviden. Oleh karena  Laporan Laba/Rugi merupakan   bagian dari laba ditahan, maka dapat dikatakan bahwa ada hubungan saling terkait atau artikulasi (articulation) antara Laporan Laba/Rugi   dan Neraca.


3. Penyesuaian Modal Belum Terealisasi (Unrealized Capital Adjustment).

  1. Kerugian portofolio yang belum direalisasi untuk efek non-pasar (Unrealized portfolio losses for non-market securities)
  2. Selisih kurs yang belum direalisasi dan rugi (Unrealized foreign exchange gains and losses)
  3. Modal sumbangan (Donated capital).

Tujuan Penyajian Ekuitas

Pengungkapan informasi ekuitas pemegang saham akan sangat dipengaruhi oleh tujuan penyajian informasi tersebut kepada pemakai statemen keuangan. Pada umumnya, tujuan pelaporan informasi ekuitas pemegang saham adalah menyediakan informasi kepada yang berkepentingan tentang efisiensi dan kepengurusan (stewardship) manajemen. Informasi tentang kewajiban yuridis perseroan terhadap para pemegang saham dan pihak lainnya juga merupakan tujuan penyajian ekuitas pemegang saham ini.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, informasi yang harus disampaikan tentang ekuitas pemegang saham tersebut minimal adalah:

  • Sumber ekuitas pemegang saham beserta riwayatnya;
  • Peraturan yuridis yang membatasi pembagian dividen dan pengembangan modal setoran kepada pemegang saham;
  • Prioritas beberapa golongan pemegang saham atau pemegang ekuitas lainnya (urutan proteksi).

Jenis-Jenis Ekuitas

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis ekuitas, yaitu sebagai berikut:


1. Akun Penambah Ekuitas

Akun peningkatan ekuitas dapat dibagi menjadi dua jenis: laba ditahan dan modal disetor. Kedua akun ini dijelaskan kemudian dalam laporan perubahan ekuitas dan merupakan elemen tambahan ekuitas.

Artikel Terkait:  Materi Pemasaran

2. Modal Disetor

Modal disetor adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham. Modal disetor dapat dibagi menjadi dua kelompok:

  1. Modal saham, yaitu jumlah nominal saham yang diterbitkan.
  2. Saham premium atau diskon, yaitu perbedaan antara kontribusi pemegang saham dan jumlah nominal saham. Agio adalah selisih dari nilai nominal, sedangkan diskon adalah selisih dari nilai nominal.

3. Pendapatan

Pendapat adalah laba perusahaan yang menawarkan nilai tambah perusahaan selama periode pendaftaran. Dalam hal ini, hasil adalah laba ditahan yang digunakan untuk memperluas perusahaan untuk meningkatkan aset perusahaan.


4. Akun Pengurang Ekuitas

Ini adalah kebalikan dari akun penambah ekuitas. Ada dua akun untuk mengurangi ekuitas, penarikan pribadi, dan biaya. Kedua akun pengurang tersebut ditampilkan di bagian debit laporan sebagai pengurang ekuitas dengan saldo nominal.


5. Pengambilan Pribadi

Ini adalah penarikan modal oleh pemilik. Jika perusahaan sudah dalam bentuk perusahaan, penarikan pribadi (prive) hanya dapat terjadi jika telah disetujui oleh Dewan Komisaris.


6. Beban atau Pengeluaran

Beban atau pengeluaran adalah semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan operasionalnya dalam produksi barang atau jasa. Dalam laporan ekuitas, biaya dan pendapatan tidak terdaftar secara langsung, tetapi dalam bentuk untung atau rugi.


Teori Ekuitas

Teori ekuitas adalah teori yang menjelaskan sudut pandang  yang digunakan dalam akuntansi berkaitan dengan penyusunan dan penyajian  laporan keuangan. Denghan kata lain, penyusunan dan penyajian laporan  keuangan sangat tergantung pada sudut pandang yang digunakan yaitu siapa yang dianggap paling berkepentingan terhadap laporan keuangan. Oleh karena itu, teori ini membahas pihak yang dianggap paling dominan dan menjadi sudut pandang dalam pelaporan keuangan. Pemakaian sudut pandang yang berbeda dapat menghasilkan format pelaporan yang berbeda  pula.


  1. Teori Propietary

Pada awalnya teori ini muncul sebagai perwujudan dari sistem pembukuan berpasangan. Teori ini memusatkan perhatiannya kepada pemilik. Jadi dalam akuntansi, tujuan perusahaan, jenis modal, makna rekening dan lain-lain semuanya dilihat dari sudut pandang pemilik. Dengan demikian tujuan perusahaan adalah meningkatkan kemakmuran pemilik. Persamaan akuntansi yang digunakan adalah:

Aktiva – Hutang = Modal

Aktiva merupakan kekayaan pemilik, sementara hutang merupakan kewajiban pemilik. Kepemilikan ini dianggap sebagai nilai bersih dari perusahaan untuk pemilik. Ketika usaha baru dimulai, nilai ini sama dengan investasi pemilik. Selama berjalanmya usaha maka nilai perusahaan sama denganinvestasi awal ditambahakumulasi laba bersih setelah dikurangi prive untuk pemilik. Jadi teori proprietary menganut wealth concept.

Teori proprietary sangat cocok diterapkan untuk organisasi perusahaan perseorangan dan firma oleh karna dalam bentuk organisasi ini ada hubungan personal antara manajemen perusahaan dengan pemilik perusahaan. Hal ini disebabkan laba bersih atau net inocme ditambah setiap periode ke rekening modal pemilik walaupun perhitungan laba bersih tidak mengukur kenaikan bersih kekayaan (wealth).

Teori proprietary tidak dapat langsung digunakan untuk bentuk perusahaan perseroan terbatas seperti halnya untuk perusahaan perseorangan dan firma. Namun demikian, dalam praktek banyak yang memandang bahwa total modal saham yang diinvestasikan dan laba ditahan dianggap sebagai kekayaan bersih pemilik dan hal ini mengimplikasikan teori proprietary. Konsep laba komprehensif yang diadopsi oleh FASB juga menggunakan dasar teori proprietary yaitu memasukkan semua item yang mempengaruhi pemilik selama periode itu kecuali pengambilan dividen dan transaksi modal.

Teori proprietary banyak mempengaruhi praktek-praktek akuntansi  maupun terminologi akuntansi perusahaan perseroan terbatas. Sebagai misal, laba bersih suatu perusahaan sering dianggap sebagai laba bersih bagi pemilik. Labih jauh lagi laporan keuangan harus menunjuk pada earning per share dan book value per share. Pengertian “laba bersih bagi pemilik” dapat  diinterpretasikan sebagai sisa laba bersih yang dialokasikan kepada modal pemilik dan “book value per share” dapat diinterpretasikan sebagai book equity per share menurut pendekatan entitas.

Oleh karena sudut pandang yang digunakan adalah pemilik, maka pengukuran dengan menggunakan current value dipandang lebih relevan  dibandingkan historical cost.


  • Makna Laba (Income)

Berdasarkan sudut pemilik, pendapatan diartikan kenaikan modal pemilik, sementara biaya diartikan Sebagai penurunan modal pemilik. Dengan demikian laba merupakan kenaikan kekayaan atau kemakmuran pemilik selama satu periode yang menjadi hak bagi pemilik.


  1. Teori Entitas ( Kesatuan Usaha)

Teori entitas muncul untuk mengatasi kelemahan yang melekat pada teori proprietary. Kenyataan menunjukkan bahwa perkembangan kegiatan usaha menyebabkan perusahaan menjadi unit usaha yang berdiri sendiri terpisah dari identitas pemilik. Hal ini berarti terdapat pemisah antara kepentingan pribadi pemilik dengan kepentingan perusahaan. Perusahaan dianggap Bertindak atas nama dan kepentingannya sendiri terpisah dari pemilik. Teori entitas didasarkan atas persamaan akuntansi:

Aktiva = Hutang = Modal

Atau

Aktiva = Modal ( Hutang = Modal Pemilik)

 Elemen yang ada  pada sisi kanan persamaan sering disebut hutang, tetapi sesungguhnya adalah ekuitas dengan hak yang berbeda didalam perusahaan. Perbedaan utama antara hutang dan ekuitas pemilik adalah hak kreditur dapat dinilai secara independen dari penilaian yang lain jika perusahaan dalam keadaan solvent, sedangkan hak pemegang saham atau pemilik diukur dari penilaian aktiva yang diinvestasikan ditambah laba yang diinvestasikan kembali. Namun demikian, hak pemegang saham untuk menerima diveiden dan bagian aktiva jika dilikuidasi adalah hak sebagai pemegang saham bukan hak sebagai pemilik aktiva khusus.

Artikel Terkait:  Kebijakan Moneter adalah

Jadi hutang adalah kewajiban khusus perusahaan, dan aktiva menunjukkan hak perusahaan menerima barang dan jasa khusus atau manfaat lainnya. Penilaian aktiva harus menceminkan pengukuran manfaat yang diterima oleh perusahaan. Laba bersih suatu perusahaan umumnya diekspresikan dalam bentuk perubahan bersih modal pemilik, tidak termasuk perubahan yang berasal dari deklarasi deviden dan  transaksi modal. Hal ini tidak sama dengan teori proprietary yang mengatakan bahwa laba bersih adalah laba bagi pemegang saham.  Laba bersih dalam pendangan entitas menggambarkan sisa perubahan   posisi ekuitas setelah dikurangi semua klaim, termasuk bunga hutang  jangka panjang dan pajak penghasilan.

Teori entitas cocok diterapkan  untuk  organisasi  yang berbentuk perseroan terbatas (corporate), tetapi juga relevan untuk  perusahaan lain yang  memiliki eksistensi yang terpisah dari individu pemilik.

Teori entitas memiliki dua versi yaitu versi tradisional dan versi baru. Perbedaan kedua versi tersebut terletak pada sudut pandang yang digunakan dalam melihat entitas.


  • Versi Tradisional

Menurut pandangan tradisional perusahaan beroperasi untuk pemegang ekuitas (equity holders) yaitu pihak yang memberi dana bagi perusahaan. Dengan demikian perusahaan harus melaporkan status investasi dan konsekuensiinvestasi yang dilakukan pemilik.


  • Versi Baru

Pandangan ini menyatakan bahwa perusahaan beroperasi atas namanya sendiri dan berkentingan terhadap kelangsungan hidupnya sendiri. Penyajian laporan keuangan kepada pemegang ekuitas dimaksudkan untuk memenuhi syarat legal dan menjaga hubungan   baik dengan  pemegang ekuitas dalam kaitannya dengan kebutuhan dana yang diperlukan dimasa mendatang.

Meskipun kedua pandangan diatas memusatkan perhatiannya pada kesehatan usaha (entitas yang independen), namun pandangan tradisional melihat pemegang ekuitas sebagai partner (associate) dalam kegiatan usaha yang dijalankan. Sedangkan pandangan baru melihat pemegang ekuitas sebagai pihak luar perusahaan.

Oleh karena pemilik dan kreditor merupakan pemegang ekuitas yang memberi dana, maka persamaan akuntansinya adalah:

Aktiva = Ekuitas

Ekuitas  menunjukkan hak/klaim pemegang ekuitas terhadap aktiva suatu unit suatu usaha. Kreditor memiliki klaim yang secara spesifik dapat ditentukan, sementara pemegang saham memiliki klaim  atas sisa aktiva dalam kasus likuidasi. Pemegang saham memiliki hak terhadap total aktiva dan dividen apabila diumumkan oleh dewan  direktur.  Meskipun demikian, hak yang diterima didasarkan pada  perjanjian kontraktual yang ada.

Atas dasar teori entitas, neraca yang disajikan mengandung makna sebagai berikut:

  1. Aktiva perusahaan menyajikan informasi langsung mengenai nilai unit usaha
  2. Ekuitas menunjukkan laporan tidak langsung terhadap jumlah nilai yang sama
  3. Aktiva adalah milik perusahaan
  4. Hutang merupakan kewajiban perusahaan bukan kewajiban pemilik
  5. Aktiva non monoter lebih relevan bila diukur dengan cost histories karena nilai total aktiva sama dengan umlah pasivanya.

  • Makna Laba

Dalam pendekatan entitas ini, laporan rugi laba relevan dibandingkan neraca. Alasannya:

  1. Pemegang ekuitas lebih tertarik pada alba yang merupakan hasilm dari investasi mereka
  2. Perusahaan didirikan dengan maksud mencari laba
  3. Laba merupakan perubahan dalam aktiva bersih perusahaan
  4. Pendapatan adalah aliran masuk aktiva karena transaksi yang dilakukan perusahaan
  5. Biaya adalah cost aktiva atau jasa yang digunakan perusahaan dalam rangka menghasilkan pendapatan

  • Laba ditahan

Menurut pandangan tradisional laba dicatat dan ditampung dalam laba ditahan. Pandangan baru melihat bahwa laba ditahan merupakan ekuitas perusahaan/investasi milik sendiri.


  • Pandangan Tradisional
  1. Bunga pinjaman adlah distribusi laba ditahan atas pemakaian pinjaman modal bukan biaya bagi kreditor
  2. Deviden merupakan distribusi laba ditahan bagi pemilik saham
  3. Pajak penghasilan merupakan distribusi laba ditahan

  • Pandangan Baru

Kreditor dan pemegang saham dianggap sebagai pihak luar. Bunga pinjaman, deviden dan pajak penghasilan dianggap sebagai biaya perusahaankarena menurunkan jum;lah ekuitas unit usaha tersebut.



  1. Teori Ekuitas Residual

Seorang teoritisi akuntansi William Paton (1962) menyatakan bahwa ekuitas residual merupakan salah satu jenis ekuitas dalam kerangka teori entitas. Dalam pandangan teori entitas, pemegang saham memiliki ekuitas di perusahaan seperti pemegang ekuitas lainnyan, tetapi pemegang saham tidak dianggap sebagai pemilik.

Jadi, teori ekuitas residual merupakan pandangan antara teori proprietary dan teori entitas. Dalam pandangan ini persamaan akuntansinya menjadi:

Aktiva – Ekuitas khusus = Ekuitas Residual

Ekuitas khusus meliputi klaim kreditur dan ekuitas pemegang saham preferen. Namun demikian pada kasus khusus dimana kerugian begitu besar sehingga perusahaan mengalami kebangkrutan, ekuitas pemegang saham biasa dapat hilang dan pemegang saham preferen atau pemegang obligasi menjadi pemegang ekuitas residual. Tujuan pendekatan ekuitas residual adalah memberikan informasi yang lebih baik kepada pemegang saham biasa dalam rangka pengambilan keputusan investasi.

Pemegang saham biasa pada umumnya dianggap memiliki ekuitas residual di dalam laba perusahaan dan di dalam aktiva bersih pada saat likuidasi. Oleh karena laporan keuangan umumnya disusun tidak dalam rangka likuidasi, maka informasi yang disajikan dalam kaitannya dengan ekuitas residual harys berguna untuk memprediksi dividen masa datang bagi pemegang saham biasa.


  1. Teori Enterprise

Teori enterprise suatu perusahaan merupakan konsep yang lebih luas dibandingkan teori entitas. Di dalam teori entitas perusahaan dipandang sebagai unit ekonomi terpisah yang dioperasikan dalam rangka memberikan manfaat bagi pemegang saham. Sedankan dalam teori enterprise perusahaan dipandang sebagai lembaga dosial yang dioperasikan dalam rangka memberikan manfaat bagi banyak pihak yang berkepentingan. Dalam arti luas pihak-pihak yang berkepentingan meliputi pemegang saham, kreditur, pegawai, konsumen, pemerintah dan masyarakat secara umum. Jadi bentuk luas dari teori enterprise dapat dipandang sebagai teori akuntansi sosial.

Konsep ini cocok diterapkan untuk perusahaan skala besar dan modern dan memiliki kewajiban untuk mempertimbangkan pengaruh dari tindakannya kepada beberapa kelompok dan masyarakat secara keseluruhan. Dari aspek akuntansi hal ini berarti tanggungjawab pelaporan keuangan tidak hanya kepada pemegang saham dan kreditur semata, tetapi lebih luas kepada semua kelompok lain yang berkepentingan dan masyarakat keseluruhan. Konsep income yang paling relevan dengan teori enterprise adalah laporan keuangan nilai tambah (value added statement) yaitu laporan keuangan yang menujukkan kontribusi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan didalam menghasilkan nilai tambah perusahaan.

Artikel Terkait:  Makalah Perdagangan Internasional

  1. Teori Dana (Fund)

Teori dana mengabaikan asumsi hubungan personal dalam teori proprietary dan asumsi personifikasi perusahan sebagai unit ekonomi dan legal secara artifisal dalam teori entitas. Menurut teori dana, unit aktivitas operasi merupakan dasar akuntansi. Unit aktivitas operasi ini disebut dana yang meliputi sekelompokaktiva dan restriksi atau batasan-batasan yang menggambarkan fungsi atau aktivitas ekonomi. Teori dana berdasarkan pada persamaan akuntansi sebagai berikut:

Aktiva = Restriksi Aktiva

Aktiva menggambarkan jasa prospektif kepada dana atau unit operasi. Hutang merupakan retriksi aktiva khusus atau umum dari dana. Modal yang diinvestasikan mencerminkan retriksi legal atau financial untuk menggunakan aktiva. Konsep teori dana ini banyak digunakan di sektor pemerintah dan lembaga nir-laba.

Didalam pemerintahan dana yang umunya digunakan meliputi dana umum (general fund), dana pendapatan khusus (special revenuefund), dana proyek (capital projectfund),  dana pelunasan hutang jangka penjang (debt service fund). Setiap dana ini memiliki restriksi penggunaan yang diatur dalam undang-undang atau peraturan pemerintah lainnya. Masing-masing dana dipertanggungjawabkan sendiri-sendiri sehingga masing-masing memiliki pembukuan debit kredit sendiri dan memiliki neraca dan laporan perubahan saldo dana.


Contoh Ekuitas


Contoh 1 :

PT King diizinkan untuk menerbitkan 10.000 lembar saham biasa dengan nilai pari Rp 1.000. Pada tanggal 1 april 1997, 4.000 lembar saham dijual tunai dengan harga Rp 4.500.000.

Apr 01 Cash                                                                       4.500.000

            Common Stock                                                                                4.000.000

           Paid-in Capital in Excess of Par                                                          500.000


Contoh 2 :

Jika PT King menerbitkan saham tanpa nilai pari dan tanpa nilai statuter, maka penjualan sebanyak 4.000 lembar saham seharga Rp 450.000 akan menjadi:

Apr 01 Cash                                                                          450.000

            Common Stock                                                                                   450.000


Contoh 3 :

Misalkan PT ABC diizinkan untuk menerbitkan 10.000 lembar saham dengan nilai pari sebesar Rp 100 .1-30 Nov Diterima pesanan atas 5.000 lembar saham biasa bernilai pari Rp 100 dengan harga Rp 125 per saham dan Uang muka sebesar 50% diterima dan sisanya dibayar dalam waktu 60 hari .

Common Stock Subscriptions Receivable                            625.000

            Common Stock Subscribed                                                                500.000

           Paid-in Capital in Excess of Par                                                          125.000

         Cash                                                                             312.500

Common Stock Subscriptions Receivable 312.500 1-31 Des Diterima ½ dari sisa harga pesanan yang jatuh tempo dan diserahkan saham untuk jumlah saham yang telah dibayar penuh oleh pemesan, yaitu 2.500 lembar .

Cash 156.250
Common Stock Subscriptions Receivable 156.250
Common Stock Subscribed 250.000
Common Stock 250.000

Maka aktiva lancar pada akhir 31 Desember akan mencakup piutang pemesanan sebesar Rp 156.250. Sisa ekuitas pemegang saham pada neraca akan terlihat sebagai berikut:

Ekuitas Pemegang Saham

Contributed Capital:

 Common Stock, pari Rp 100, diotorisasi, diterbitkan dan beredar

2.500 lembar                                                                                     250.000

Common Stock Subscribed  2.500 lembar                                        250.000

125.000
625.000

Paid-in Capital in excess of par + Total contributed Capital


Daftar Pustaka:

  • Ghozali, I, dan A. Chariri, 2007, Teori Akuntansi, Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Edisi 3.
  • Yenti, Y.E. and Syofyan, E., 2013. Pengaruh Konservatisme Akuntansi Terhadap Penilaian Ekuitas Dengan Good Corporate Governance Sebagai Variabel Pemoderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di PT BEI). Wahana Riset Akuntansi, 1(2).
  • Mulya, A.A., 2012. Analisis Relevansi Informasi Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas dan Arus Kas Operasi Dengan Harga Saham. Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Budi Luhur, Jakarta.
  • Maimunah, S. and Megasatya, T.S., Pengaruh Struktur Modal Terhadap Earning Per Share Pada Pt Telekomunikasi Indonesia Tbk. Jurnal Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi, Volume 1 No. 2 Tahun 2015, Hal. 85-93
  • Wahyudi, U. and Pawestri, H.P., 2006. Implikasi struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan: dengan keputusan keuangan sebagai variabel intervening. Simposium Nasional Akuntansi, 9, pp.1-25.
  • Iustian, R., & Arifah, D. A. (2013). Analisis Pengaruh Informasi Laba Akuntansi, Nilai Buku Ekuitas Dan Arus Kas Operasi Terhadap Harga Saham. Fokus Ekonomi, 8(1).
  • Naimah, Z., & Utama, S. (2006). Pengaruh ukuran perusahaan, pertumbuhan, dan profitabilitas perusahaan terhadap koefisien respon laba dan koefisien respon nilai buku ekuitas: Studi pada perusahaan manufaktur di Bursa Efek Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi IX, 23-26.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Contoh Ekuitas: Pengertian Menurut Para Ahli, Rumus, Tujuan, Jenis, Komponen dan Teori

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: