Materi Biaya

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Biaya“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Jenis-Jenis-Biaya

Pengertian Biaya

Biaya adalah  pengukur semua elemen laporan keuangan berbasis biaya historis. Pemahaman mengenai biaya penting karena biaya dapat menjadi dasar pengambilan keputusan ekonomik.

Biaya sebagai padanan cost, tidak boleh disamakan dengan beban, sebagai terjemahan expense, ataupun aset, sebagai padanan asset. Definisi biaya yang paling mudah dipahami adalah bahwa biaya merupakan harga yang disepakati oleh pihak-pihak yang bertransaksi ketika transaksi terjadi. Adapun pengertian lain, biaya yaitu semua pengorbanan yang secara langsung ataupun tidak langsung dikeluarkan untuk melakukan kegiatan tertentu, misalnya kegiatan produksi atau membeli aset tetap. Sesaat setelah transaksi terjadi, biaya tersebut menjadi biaya historis.


Pengertian Biaya Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian biaya menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:


  1. Menurut Moniaga, 2014

Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi manfaat saat ini atau di masa depan bagi organisasi.


  1. Menurut Ahmad, 1997

Manajer juga harus memahami apa yang dimaksud dengan biaya peluang (Opportunity Cost). Biaya peluang adalah manfaat yang dikorbankan ketika salah satu alternatif dipilih dari alternatif lainnya. Jika suatu keputusan sudah dibuat untuk melaksanakan salah satu alternatif, maka manfaat alternatif-alternatif lainnya akan lepas dari tangan. Manfaat yang lepas karena ditolaknya pilihan yang lain disebut biaya kesempatan atau opportunity cost dari pilihan yang telah dibuat itu. Karena biaya kesemoatan itu tidak benar-benar dikeluarkan, maka tidak dicatat dalam pembukuan. Namun biaya ini merupakan biaya yang relevan untuk pengambilan keputusan, dan harus dipertimbangkan didalam mengevaliasikan sesuatu alternatif yang dihadapi.


  1. Menurut Supriyono

Biaya adalah harga perolehan yang dikorbankan atau yang digunakan dalam rangka memperoleh penghasilan (revenue) dan akan di pakai sebagai pengurang penghasilan.


  1. Menurut Mulyadi

dalam arti luas Biaya adalah pengorbanan sumber ekonomis, yang di ukur dalam satuan uang, yang terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan Biaya dalam arti sempit diartikan sebagai pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva yang di sebut dengan istilah harga pokok, atau dalam pengertian lain biaya merupakan bagian dari harga pokok yang dikorbankan di dalam suatu usaha untuk memperoleh penghasilan


  1. Menurut Ancella A. Hermawan

Mendefinisikan biaya sebagai “Kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk barang atau jasa yang diharapkan membawa keuntungan masa ini dan masa datang untuk organisasi”.


  1. Menurut Carter dan Usry

Biaya didefinisikan sebagai “Nilai tukar, pengeluaran, pengorbanan untuk memperoleh manfaat”.


  1. Menurut Bastian, dkk.

Biaya adalah “Pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan akan terjadi untuk mencapai tujuan tertentu.


Objek Biaya

Sistem akuntansi manajemen dibuat untuk mengukur dan membebankan biaya pada entitas yang disebut sebagai objek biaya. Objek biaya dapat berupa apa pun, seperti produk, pelanggan, departemen, proyek, aktivitas, dan lain-lain yang digunakan untuk mengukur dan membebankan biaya.

Sebagai contoh, jika Blue Ribbon Baking ingin menentukan biaya penambahan kue kopi mini, maka objek biayanya adalah lini kue tart kopi mini. Jika sebuah rumah sakit ingin menetapkan biaya unit operasi, maka objek biayanya adalah unit operasi. Jika sebuah pabrik mainan ingin menetapkan biaya pengembangan mainan baru, maka objek biayanya adalah proyek pengembangan mainan baru.

Beberapa tahun terakhir, aktivitas muncul sebagai objek biaya yang penting. Aktivitas adalah unit dasar dari kerja yang dilakukan dalam sebuah organisasi dan dapat juga dideskripsikan sebagai sebagai kumpulan tindakan dala suatu organisasi yang berguna bagi para manajer untuk melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Aktivitas tidak hanya bertindak sebagai objek biaya, tetapi juga berperan utama dalam pembebanan biaya untuk objek biaya lainnya.

Objek biaya (Cost Object) adalah berbagai produk, jasa, pelanggan, aktivitas, atau unit organisasi dimana biaya dibebankan untuk beberapa tujuan manajemen tertentu (Blocher, 2013, hal. 105) .


Keakuratan Pembebanan Biaya

Pembebanan biaya secara akurat pada objek biaya sangatlah penting. Keakuratan tidak dievaluasi berdasarkan pengetahuan tentang biaya yang “sebenarnya”. Keakuratan adalah suatu konsep yang relative dan harus dilakukan secara wajar dan logis terhadap penggunaan metode pembebanan biaya. Tujuannya adalah engukur dan membebankan biaya dari sumber daya yang dikonsumsi objek biaya sebaik mungkin. Intuisi dan anggapan umu diekspresikan sebagai berikut : “Lebih baik menjadi kurang lebih benar daripada menjadi sangat tidak akurat”.


  1. Keterlusuran (traceability)

Hubungan antara biaya dan objek biaya harus digali untuk membantu meningkatkan keakuratan pembebanan biaya. Biaya dapat berkaitan dengan objek biaya secara langsung atau tidak langsung. Biaya tidak langsung (indirect cost) adalah biaya yang tidak dapat ditelusuri dengan mudah dan akurat sebagai ibjek biaya. “ditelusuri dengan mudah” berarti biaya dapat dibebankan dengan cara yang layak secara ekonomi, sedangkan “ditelusurui dengan akurat” berarti biaya dapat dibebankan dengan menggunakan hubungan sebab-akibat.

Jadi, keterlusuran adalah kemampuan membebankan biaya pada objek biaya dengan cara yang layak secara ekonomi berdasarkan hubungan sebab-akibat. Semakin besar biaya yang dapat ditelusuri pada objeknya, semakin akurat pembebanan biayanya. Keterlusuran adalah unsure utama dalam pengembangan pembebanan biaya yang akurat.

Suatu jenis biaya tertentu mungkin saja digolongkan, baik sebagai biaya langsung aupun biaya tidak langsung. System akuntansi manajemen umumnya berurusan dengan banyak objek biaya. Semua bergantung pada objek biaya yang menjadi acuan. Sebagai contoh, jika rumah sakit merupakan objek biaya, maka biaya pemanas dan pendingin ruang rumah sakit adalah biaya langsung. Akan tetapi, jika objek biayanya adalah produk yang dihasilkan oleh rumah sakit tersebut, maka biaya utilitas ini merupakan biaya tidak langsung.

Artikel Terkait:  Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

  1. Metode Penelusuran

Keterlusuran berarti biaya dapat dibebankan dengan mudah dan akurat, sedangkan Penelusuran (tracing) berarti pembebanan actual biaya pada objek biaya dengan menggunakan ukuran yang dapat diamati atas sumber daya yang dikomsumsi oleh objek biaya. Penelusuran baiaya pada objek biaya dapat terjadi melalui salah satu dari dua cara berikut ini :


  • Pembebanan Biaya Penelusuran Langsung ( Direct Tracing)

Penelusuran langsung ( direct tracing) adalah suatu proses pengidentifikasian dan pembebanan biaya yang berkaitan secara khusus dan fisik dengan suatu objek. Penelusuran ini paling sering dikerjakan melalui pengamatan secara fisik. Contoh Ryan Chesser, seorang mahasiswa yang sering mengunjungi Hideaway, sebuah retoran pizza di luar kampus. Ia membeli sepotong pizza, selada, dan minuman ukuran sedang dengan biaya $6,50 setiap hari. Objek biaya adalah makan siang Ryan Chesser.

Melalui pengamatan tentang makanan dan minuman yang dikomsumsinya kita dapat membebankan biaya $6,50. Biaya makan siang tersebut dapat ditelusuri secara langsung kepada Ryan. Sebagai contoh kedua, misalkan objek biaya adalah sebuah produk : sepeda. Produk tersebut menggunakan bahan baku dan tenaga kerja. Mengamati jumlah roda dan bagian lainnya, serta jam tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi setiap sepeda merupakan hal yang mudah.

Penggunaan bahan baku dan tenaga kerja dapat diamati secara fisik sehingga biayanya dapat dibebankan langsung pada sepeda tersebut. Idealnya, semua biaya harus dibebankan pada objek biaya dengan menggunakan penelusuran langsung. Sayangnya, objek biaya kerap bukan merupakan pengguna sumber daya satu-satunya. Dalam kasus ini, kita menggunakan penelusuran penggerak dalam membebankan biaya.


  • Pembebanan Biaya Penelusuran Penggerak ( Driver Tracing)

Penelusuran penggerak (driver tracing) adalah penggunaan penggerak untuk membebankan biaya pada objek biaya. Di dalam konteks pembebanan biaya, penggerak adalah factor penyebab yang dapat diamati dan factor penyebab yang mengukur komsumsi sumber daya objek biaya. Oleh sebab itu, penggerak adalah factor yang menyebabkan perubahan dalam penggunaan sumber daya dan memiliki hubungan sebab-akibat dengan biaya yang berhubungan dengan objek biaya.

Sebagai contoh, Ryan Chesser dan temannya yang bernama Shana parker makan siang bersama. Shana dan Ryan sepakat untuk berbagi biaya makan siang. Mereka memesan pizza ukuran sedang (terbagi menjadi sepuluh potong) seharga $9, satu gelas besar root beer seharga $2 (dengan isi untuk lima gelas), dan Shana memesan sepiring kecil selada seharga $1. Berapa biaya yang harus dibebankan per orang? Perhatikan bahwa pizza dan root beer dibagi untuk berdua, sedangkan selada adalah “sumber daya” yang hanya digunakan oleh Shana.

Jadi, biaya selada dibebankan melalui penelusuran langsung ($1 untuk Shana dan $0 untuk Ryan). Untuk membebankan biaya pizza dan root beer, dipilihlah penggerak : potongan pizza dan dan gelas root beer. Suatu tariff dihitung per unit sumber daya (sebagaimana diukur oleh penggerak) ; $0,90 per potong pizza ($9/10) dan $0,40 per gelas root beer($2/5). Kemudian, penggunaan penggerak diamati untuk setiap orang (objek biaya). Anggaplah Ryan memakan tujuh potong pizza dan meminum tiga gelas root beer, sedangkan Shana mengonsumsi julah sisanya. Jadi, biaya per orang dihitung sebagai berikut.

Keterangan Shana Ryan
Selada (penelusuran langsung) $1,00 $0,00
Piza (penelusuran penggerak) :

$0,90 x 3 potong

$0,90 x 7 potong

2,70

6,30

Root beer (penelusuran penggerak) :

$0,40 x 2 gelas

$0,40 x 3 gelas

0,80

1,20

Total $4,50 $7,50

Contoh sederhana dari pembagian pizza ini dapat diperluas dalam latar bisnis yang lebih rumit. Inspeksi atas produk mungkin dapat berupa “piza” yang dibagi secara tepat oleh instrument pemisahan yang diproduksi dalam pabrik. Biaya inspeksi dapat dibebankan pada instrumen individual (objek biaya) dengan menggunakan jumlah jam inspeksi(“potongan piza”) yang dikonsumsi oleh setiap jenis instrumen. Sebagai contoh kedua, pertimbangkan biaya dari pemantau jantung yang digunakan pasien penyakit jantung (objek biaya).

Pemantau jantung adalah “pizza”, dan jam pemantauan yang digunakan dapat menjadi “potongan pizza” yang dipilih untuk membebankan biaya pada penderita penyakit jantung. Jadi, prinsip penelusuran yang dijelaskan pada contoh pizza dapat dihubungkan langsung dengan proses perhitungan biaya dalam lingkungan bisnis sesungguhnya.

Penelusuran penggerak biasanya kurang akurat dibandingkan penelusuran langsung. Akan tetapi, jika hubungan sebab-akibatnya kuat, maka tingkat keakuratannya yang lebih tinggi dapat diperkirakan. Sebagai contoh, pertimbangkan penggeraknya adalah jumlah potongan pizza. Anggaplah ukuran potongan tersebut tidak benar-benar sama dan Shana memilih memakan tiga potongan yang lebih kecil. Jadi, biaya pizza sebenarnya kurang dari $2,70.

Walaupun demikian, jika perbedaan ukuran potongan pizza tidak terlalu besar, biaya tersebut masih bias dikatakan akurat. Hal ini mengilustrasikan pentingnya memilih, menspesifikasikan, dan mengukur penggerak. Penelusuran penggerak dapat menghasilkan pembebanan biaya yang kurang akurat daripada penelusuran langsung. Perhatian yang lebih penting adalah situasi saat objek biaya bukan merupakan pemakai sumber daya satu-satunya, dan tidak ada hubungan sebab-akibat yang dapat ditetapkan (atau adanya kendala biaya jika menggunakan hubungan sebab-akibat).


  1. Membebankan Biaya Tidak Langsung (Alokasi)

Biaya tidak langsung adalah biaya-biaya yang tidak dapat dibebankan pada objek-objek biaya, baik dengan menggunakan penelusuran langsung maupun penggerak.

Hal ini berarti tidak ada hubungan sebab-akibat antara biaya dan objek biaya., atau penelusuran tidak layak dilakukan secara ekonomi. Pembebanan biaya tidak langsung pada objek biaya disebut alokasi. Karena tidak terdapat hubungan sebab-akibat, pengalokasian biaya tidak langsung didasarkan pada kemudahan atau beberapa asumsi yang berhubungan. Sebagai contoh, anggaplah Blue Ribbon Baking Company memasang lini kue tart kopi mini di gedung pabriknya   yang sekarang.

Pertimbangkan biaya pemanasan dan penerangan ruangan pabrik yang memproduksi dua produk yang berbeda. Misalnya, biaya untilitas dibebebankan pada kedua lini produk. Dalam hal ini, sudah jelas bahwa hubungan sebab-akibat tentu sulit dilihat. Cara mudah untuk pengalokasian biaya adalah hanya dengan membebankannya secara proporsional pada jam tenaga kerja langsung yang digunakan setiap produk. Pembebanan biaya tidak langsung yang digunakan setiap produk.

Pembebanan biaya tidak langsung pada objek biaya secara arbitrer mengurangi keakuratan pembebanan biaya secara keseluruhan. Oleh sebab ini, kebijakan perhitungan biaya yang terbaik mungkin hanya membebankan biaya (yang ditelusuri), langsung pada objek biaya. Akan tetapi, alokasi biaya tidak langsung mungkin bermanfaat untuk tujuan lain di samping keakuratan.

Sebagai contoh, pengalokasian biaya tidak langsung pada produk (objek biaya) mungkin dibutuhkan untuk memenuhi peraturan pelaporan eksternal. Walaupun demikian, manfaat manajerial dari pembebanan biaya umumnya lebih baik dalam hal keakuratan. Jadi, paling tidak, penelusuran dan alokasi pembebanan biaya sebaiknya dilaporkan secara terpisah.


Jenis-Jenis Biaya

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis biaya, yaitu sebagai berikut:


  1. Berdasarkan fungsi pokok dari kegiatan/aktivitas perusahaan

Atas dasar fungsi pokok dari kegiatan atau aktivitas perusahaan, biaya dapat dikelompokkan menjadi :

  1. Fungsi produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai yang siap untuk di jual
  2. Fungsi pemasaran, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kejadian penjualan produk selesai yang siap untuk di jual dengan cara memuaskan pembeli dan dapat memperoleh laba sesuai yang diinginkan perusahaan sampai dengan pengumpulan kas dan hasil penjualan
  3. Administrasi dan umum adalah fungsi yang berhubungan dengan kegiatan penentuan kebijakan, pengarahan dan pengawasan kegiatan perusahaan secara keseluruhan agar dapat berhasil guna (efektif) dan berdaya guna (efisien).
  4. Fungsi keuangan, yaitu fungsi yang berhubungan dengan kegiatan keuangan atau penyediaan dana yang diperlukan perusahaan.

  1. Berdasarkan periode akuntansi

Penggolongan biaya sesuai dengan periode akuntansi di mana biaya akan dibebankan untuk dapat menggolongkan pengeluaran (expenditures) akan berhubungan dengan kapan pengeluaran tersebut akan menjadi biaya, penggolongan pengeluaran tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Pengeluaran Modal (Capital Expenditures) yaitu pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat (benefit) pada beberapa periode akuntansi atau pengeluaran yang akan datang. Pada saat terjadinya pengeluaran ini dikapitalisasi ke dalam harga perolehan aktual, dan diperlakukan sebagai biaya pada periode akuntansi yang menikmati manfaatnya
  2. Pengeluaran Penghasilan (Revenue Expenditures) yaitu pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi di mana pengeluaran terjadi. Umumnya pada saat terjadinya pengeluaran langsung diperlakukan ke dalam biaya, atau tidak dikapitalisasi sebagai aktiva

  1. Berdasarkan tendensi perubahan aktivitas.

Pengolongan biaya sesuai dengan tendensi perubahannya terhadap aktivitas terutama untuk tujuan perencanaan dan pengendalian biaya serta pengambilan keputusan, tendensi perubahannya terhadap aktivitas dapat dikelompokkan menjadi :


  • Biaya Tetap.

Biaya tetap dibedakan menjadi:

  1. Committed fixed cost.

Committed fixed cost adalah biaya yang tetap dikeluarkan, yang tidak dapat dikurangi guna mempertahankan kemampuan perusahaan di dalam memenuhi tujuan-tujuan jangka panjang. Contoh : Committed fixed cost adalah biaya depresiasi, pajak bumi dan bangunan, sewa, asuransi dan gaji karyawan utama. Kebijakan menjadi Committed fixed cost terutama dipengaruhi oleh rencana kegiatan jangka panjang.


  1. Discretionary fixed cost.

Discretionary fixed cost adalah biaya yang timbul dari keputusan penyediaan anggaran secara berkala (biasanya tahunan) yang secara langsung mencerminkan kebijakan manajemen puncak mengenai jumlah maksimum biaya yang diizinkan untuk dikeluarkan, dan yang tidak dapat menggambarkan hubungan yang optimum antara masukan dengan keluaran (yang di ukur dengan volume penjualan, jasa atau produk). Contoh : Discretionary fixed cost adalah biaya riset dan pengembangan, biaya iklan, biaya promosi penjualan, biaya program latihan karyawan, biaya konsultan.

Biaya tetap memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Biaya yang jumlah totalnya tetap konstan tidak dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai dengan tingkatan tertentu.
  2. Pada biaya tetap, biaya satuan (unit cost) akan berubah berbanding terbalik dengan perubahan volume penjualan, semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.

  • Biaya Variable

Biaya variabel adalah biaya yang jumlah totalnya berubah sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Contohnya adalah biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Untuk tujuan perencanaan dan pengawasan, biaya variabel dibedakan menjadi :

  1. Engineered variabel cost

Engineered variabel cost adalah biaya yang memiliki hubungan fisik tertentu dengan ukuran kegiatan tertentu atau biaya yang antara masukan dan keluarannya mempunyai hubungan yang erat dan nyata. Contohnya : Biaya bahan baku.


  1. Discretionary cost

Discretionary variabel cost adalah biaya-biaya yang jumlah totalnya sebanding dengan perubahan volume kegiatan sebagai akibat kebijakan/keputusan manajemen. Contohnya : Biaya iklan yang ditetapkan oleh manajemen.

Biaya variabel memiliki karakteristik sebagai berikut :

  1. Biaya yang jumlah totalnya akan berubah secara sebanding (proporsional) dengan perubahan volume kegiatan, semakin besar volume kegiatan semakin tinggi jumlah total biaya variabel, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah jumlah biaya variabel.
  2. Pada biaya variabel, biaya satuan tidak dipengaruhi oleh volume kegiatan, jadi biaya semakin konstan.

  • Biaya Semi Variabel

Biaya semi variabel adalah biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel di dalamnya. Unsur biaya tetap merupakan jumlah biaya minimum untuk menyediakan jasa sedangkan unsur variabel merupakan bagian dari biaya semi variabel yang dipengaruhi oleh perubahan volume kegiatan.

Biaya semi variabel memiliki unsur biaya tetap dan biaya variabel. Untuk memisahkan biaya semi variabel ke dalam elemen biaya tetap dan biaya variabel, ada dua pendekatan yang digunakan yaitu :


  1. Pendekatan Analisis (Analytical approach)

Dalam pendekatan ini diadakan kerjasama antara bagian teknik dengan bagian penyusunan anggaran untuk mengadakan penyelidikan terhadap tiap-tiap kegiatan atau pekerjaan, untuk menentukan perlu tidaknya suatu biaya, jumlah biaya pada berbagai kegiatan untuk pekerjaan tertentu, metode pelaksanaan pekerjaan yang paling efisien, dan jumlah biaya yang bersangkutan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut pada berbagai tingkat kegiatan


  1. Pendekatan Historis (Historical approach)

Pendekatan ini mencoba menentukan fungsi biaya dengan cara menganalisis tingkah laku biaya yang terjadi di masa lalu dalam hubungannya dengan volume kegiatan.

Dalam pendekatan historis, data biaya selama beberapa periode dikumpulkan dan di hitung biaya tetap dan biaya variabelnya dengan menggunakan metode tertentu.
Ada tiga metode yang dapat digunakan yaitu :


a) Metode Biaya Terjaga (Stand by Cost Method)

Metode ini mencoba menghitung beberapa biaya yang harus tetap dikeluarkan andaikata perusahaan di tutup untuk sementara, jadi produknya sama dengan nol. Biaya ini di sebut biaya terjaga, dan biaya terjaga ini merupakan bagian yang tetap.


b) Metode Titik Tertinggi dan Terendah (Hight and Low Point Method)

Metode ini merupakan teknik pemisahan biaya variabel dengan cara membandingkan biaya pada tingkat kegiatan yang paling tinggi dibandingkan dengan biaya tersebut pada tingkat kegiatan terendah di masa lalu. Selisih biaya yang di hitung merupakan unsur biaya variabel dalam biaya tersebut. Sedangkan biaya tetap mengurangi biaya semi variabel dengan biaya variabelnya.


c) Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method)

Metode ini menganggap bahwa hubungan antara biaya dan volume kegiatan berbentuk garis lurus dengan persamaan.

          Y = a + bx

Di mana :
Y = Total biaya semi variabel
a = Biaya tetap
b = Biaya variabel satuan

n = Jumlah data
x = Volume kegiatan

Biaya semi variabel memiliki karakteristik sebagai berikut :

  • Biaya yang jumlah totalnya akan berubah sesuai dengan perubahan volume kegiatan, akan tetapi sifat perubahannya tidak sebanding. Semakin tinggi volume kegiatan semakin besar jumlah biaya total, semakin rendah volume kegiatan semakin rendah biaya, tetapi perubahannya tidak sebanding
  • Pada biaya semi variabel, biaya satuan akan berubah terbalik dihubungkan dengan perubahan volume kegiatan tetapi sifatnya tidak sebanding. Sampai dengan tingkatan kegiatan tertentu semakin tinggi volume kegiatan semakin rendah biaya satuan, semakin rendah volume kegiatan semakin tinggi biaya satuan.

  1. Berdasarkan obyek atau pusat biaya.

Di dalam perusahaan obyek atau pusat biaya dapat dihubungkan dengan produk yang dihasilkan, departemen-departemen yang ada dalam pabrik, daerah pemasaran, bagian-bagian dalam organisasi yang lain, bahkan individu.

Penggolongan biaya atas dasar obyek atau pusat biaya, biaya dapat dibagi menjadi:


  • Biaya langsung (Direct cost)

Biaya langsung adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya dapat didefinisikan kepada obyek atau pusat biaya tertentu.


  • Biaya tidak langsung (Indirect cost)

Biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadinya atau manfaatnya tidak dapat didefinisikan pada obyek atau pusat biaya tertentu, atau biaya yang manfaatnya dinikmati oleh beberapa obyek atau pusat biaya.


  1. Berdasarkan pengendalian biaya.

Untuk pengendalian informasi biaya yang ditunjukkan kepada manajemen dikelompokkan ke dalam :


  • Biaya terkendali (Controllable cost)

Biaya terkendali adalah biaya yang secara langsung dapat dipengaruhi oleh seorang pimpinan/jabatan pemimpin tertentu dalam jangka waktu tertentu.


  • Biaya tak terkendali (Uncontrollable cost)

Biaya tidak terkendali adalah biaya yang tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pemimpin/jabatan tertentu berdasarkan wewenang yang dia miliki atau tidak dapat dipengaruhi oleh seorang pejabat dalam waktu tertentu.


  1. Berdasarkan tujuan pengambilan keputusan.

Untuk tujuan pengambilan keputusan oleh manajemen maka biaya dapat dikelompokkan menjadi :


  • Biaya relevan (Relevant cost)

Biaya relevan adalah biaya yang akan mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya tersebut harus diperhitungkan di dalam pengambilan keputusan.


  • Biaya tidak relevan (Irrelevant cost)

Biaya yang tidak relevan adalah biaya yang tidak mempengaruhi pengambilan keputusan, oleh karena itu biaya ini tidak perlu diperhitungkan atau dipertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan.


Hubungan Biaya dengan Obyek Biaya

Biaya sering dikategorikan dari segi hubungannya dengan suatu obyek atau segmen operasi, yang sering disebut obyek biaya. Obyek biaya dapat berupa produk, kawasan penjualan, pelanggan, divisi, pabrik, departemen atau suatu aktivitas.

Terdapat dua jenis obyek biaya :


  1. Obyek biaya Antara.

Obyek biaya antara (intermediate cost object) adalah penghimpunan biaya yang dilaporkan, lalu dialokasikan kepada obyek biaya lainnya.


  1. Obyek biaya Akhir.

Obyek biaya Akhir (final cost object) adalah titik penghimpunan biaya di mana tidak dilakukan lagi alokasi biaya. Obyek biaya akhir yang palim lazim adalah produk.


Ciri-Ciri Biaya

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri biaya, yaitu sebagai berikut:


  • Penurunan asset

Untuk dapat mengatakan bahwa biaya timbul, harus terjadi transaksi atau kejadian yang menurunkan asset atau menimbulkan aliran keluar asset atau sumber ekonomik. Asset dalam hal ini harus diartikan sebagai semua asset perusahaan sebagai semua asset perusahaan sebagai suatu kesatuan.


  • Operasi utama yang menerus

Agar menjadi biaya konsumsi tersebut harus berkaitan dengan kegiatan utama atau sentral kesatuan usaha. Yang dimaksud dengan kegiatan utama adalah kegiatan penciptaan pendapatan (laba) yang direpresentasikan dalam kegiatan memproduksi/ mengirim barang atau menyerahkan/ melaksanakan jasa.


  • Kenaikan kewajiban

Alasannya adalah agar makna biaya cukup luas untuk mencakupi pula pos-pos yang timbul dalam penyesuaian akhir tahun. Bila barang dan jasa telah dimanfaatkan oleh perusahaan tetapi perusahaan tidak mengakuinya sebagai asset sebelumnya atau perusahaan belum mengakui kewajiban atas penggunaan barang dan jasa yang dikuasai pihak lain, perusahaan mempunyai keharusan untuk membayar atau melakukan pengorbanan sumber ekonomik dimasa dating sehingga kewajiban timbul.


Sebagai contoh adalah tariff (fee) pengiriman barang oleh perusahaan  ekspedisi yang belum dibayar perusahaan. Jasa pengiriman telah dikonsumsi dan menimbulkan pendapatan sehingga biaya harus timbul diikuti dengan keneikan kewajiban.


  • Penururnan akuitas

Defenisi APB dan IAI secara eksplisit menyebutkan bahwa penururnan asset akhirnya akan mengubah ekuitas atau menurunkan ekuitas. Penurunan ekuitas lebih menegaskan pengertian biaya karena tidak setiap penurunan asset mengakibatkan penurunan ekuitas. Misalnya pembagian dividen kas merupakan penurunan asset tetapi tidak dapat disebut sebagai biaya. Jadi, penurunan ekuitas hanya merupakan karakteristik pendukung makna biaya.


Unsur-Unsur Biaya

Berikut ini terdapat beberapa unsur-unsur biaya, terdiri atas:


1. Bahan Baku Langsung (Direct Materials)

Bahan baku langsung adalah bahan yang akan menjadi bagian dari barang hasil produksi. Jadi, biaya bahan baku adalah harga pokok bahan tersebut yang diolah dalam proses produksi (Mulyadi, 199:58)


2. Tenaga Kerja Langsung (Direct Labour)

Biaya tenaga kerja langsung adalah semua balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada semua karyawan sesuai dengan fungsi dimana karyawan ditempatkan (bekerja) pada perusahaan. Misalnya; bagian produksi, pemasaran, bagian administrasi, dan bagian umum.


3. Biaya Tidak Langsung (Factory Overheat Cost)

Biaya tidak langsung adalah biaya gabungan (joint cost) atau biaya-biaya overhead untuk semua satuan output yang diproduksi.


Daftar Pustaka:

  • Hamanto, M.Soc.Sc., Akt., Drs., 1992, Akuntansi Biaya untuk Perhitungan Biaya, Matz-Usry, 1991.
  • Tresno Lesmono, MSPA., Akt., Drs., 1998, Akuntansi Biaya – Perencanaan dan Pengendalian, Jakarta : Erlangga. Mulyadi, 2007
  • Akuntansi Biaya – Pokok Produksi (Sistem Biaya Historis), Yogyakarta:BPFE-UGM.
  • Manajemen Biaya, Cetakan Pertama , Yogyakarta : Pusat penerbitan Akaderni YKPN.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Jenis Biaya: Pengertian Menurut Para Ahli, Ojek, Hubungan, Ciri dan Unsur

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: