Pelapukan Batuan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Pelapukan Batuan“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Pelapukan-Batuan

Ada tidak sedikit sekali elemen- unsur dari alam yang tentu telah anda ketahui bersama. Dari jangkauan yang paling luas, yaitu tata surya yang dihuni oleh planet- planet, bintang- bintang, asteroid, sampai satelit- satelit alami. Di samping dari tata surya sendiri, kita pun telah mempelajari tentang tempat bermukim tinggal kita yaitu planet Bumi.

Di samping Bumi, terdapat planet- planet lainnya yang pun menjadikan matahari sebagai pusat. Planet- planet yang mengitari matahari ini memiliki karekateristik yang berbeda- lain. Meski ciri khas atau ciri yang dimilikinya berbeda- beda, tetapi terkadang ada sejumlah elemen dari planet Bumi yang juga dipunyai oleh planet lainnya. Salah satu unsur yang dipunyai oleh tidak sedikit planet dan nyaris semua ialah batuan.

Berbicara tentang batuan, batuan ialah salah satu unsur di Bumi yang keberadaannya paling banyak. Batuan bahkan adalah salah satu bagian penyusun Bumi. Batuan adalah salah satu benda yang mempunyai siklus. Siklus itu berputar dan akan membuat batuan yang baru. Salah satu langkah dari siklus batuan ialah pelapukan. Batuan akan merasakan pelapukan dan pulang menjadi tanah. Pada tulisan ini anda akan mempelajari tentang bagian dari siklus batuan, yaitu pelapukan.


Pengertian Pelapukan Batuan

Sebelum kita berkata lebih lanjut tentang pelapukan batuan, anda akan memahami pengertian pelapukan terlebih dahulu. Lalu, apa tersebut pelapukan? Yang disebut pelapukan ialah peristiwa penghancuran massa batuan, baik secara fisika, kimiawi, maupun secara biologis. Selain definisi tersebut, pelapukan pun dapat diterangkan sebagai proses evolusi komposisi dan solusi batuan atau material- material lainnya yang terjadi di atas permukaan Bumi dampak adanya proses secara fisika, kimia, maupun biologi.

Pelapukan ini adalah proses alami yang bekerja menghancurkan batuan menjadi tanah. Pengertian beda mmengenai pelapukan ialah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan pun material tanah pada atau dekat dengan permukaan Bumi yang diakibatkan proses fisika, kimia, maupun biologi. Adapun proses pelapukan ini terjadi dalam masa-masa yang paling lama. Di samping sangat diprovokasi oleh waktu, adanya pelapukan batuan ini pun dipengaruhi sekian banyak macam hal lainnya.


Faktor- hal yang Mempengaruhi Terjadinya Pelapukan

Pelapukan batuan bisa terjadi karena sekian banyak macam faktor. Setidaknya ada sejumlah faktor yang dapat memprovokasi terjadinya pelapukan, antara lain ialah sebagai berikut:


1. Waktu

Faktor yang paling erat dan paling identik dengan peristiwa pelapukan ialah waktu. Sering orang- orang mengatakan sesungguhnya pelapukan ini terjadi sebab sebuah batuan telah terlalu lama atau terlampau tuan, sampai akhirnya batuan itu megalami pelapukan. Bahkan masa-masa merupakan hal kesatu yang akan dipakai sebagai dalil mengapa pelapukan itu terjadi.


2. Jenis batuan dan struktur batuan tersebut

Faktor selanjutnya yang memprovokasi terjadinya pelapukan batuan ialah jenis batuan dan strukturnya. Telah anda ketahui bersama sesungguhnya batuan di dunia ini memiliki sekian banyak macam jenis batuan yabg berbeda- lain antara satu dengan yang lainnya. Kemudian tentang struktur batuan, yakni sifat jasmani dan sifat kimia yang dipunyai oleh batuan tersebut sendiri. Sifat jasmani batuan mencakup warna batuan. Sementara sifat kimia batuan ialah unsur- bagian kimia yang terdapat di dalam batuan tersebut.


2. Topografi

Faktor selanjutnya yang memprovokasi pelapukan ialah topografi. Keadaan topografi muka Bumi pun mempengaruhi proses terjadinya pelapukan batuan. Batuan- batuan yang sedang di lereng yang curam ingin akan gampang untuk merasakan pelapukan dikomparasikan dengan batuan yang berada di lokasi yang landai.

Mengapa demikian? Hal ini sebab pada lereng yang curam, batuan bakal sangat gampang terkikis atau terlapukkan sebab akan langsung bersetuhan dengan cuaca di dekat batuan itu berada. Tetapi pada lereng yang landai atau rata, batuan bakal terselimuti oleh sekian banyak macam endapan yang pada akhirnya bakal memperlambat proses pelapukan batuan tersebut.


3. Organisme

Faktor selanjutnya yang akan memprovokasi proses pelapukan ialah adanya organisme. Organisme marupakan urusan yang lumayan penting dalam proses pelapukan, laksana halnya dengan proses penguraian tumbuh- tanaman secara alami.


4. Iklim dan cuaca

Faktor selanjutnya yang paling kuat kaitannya dengan pelapukan ialah mengenai cuaca dan pun iklim. Unsur- bagian cuaca dan pun iklim yang akan memprovokasi proses pelapukan antara lain ialah suhu udara, curah hujan, sinar matahari, angin, dan beda sebagainya. Di wilayah yang mempunyai iklim lembab dan pun panas, batuan bakal cepat merasakan proses pelapukan. Selain tersebut pergantian antara siang dan pun malam yang dingin bakal semakin menciptakan pelapukan gampang terjadi, bilamana hal ini dikomparasikan dengan wilayah yang mempunyai iklim dingin.


5. Keadaan vegetasi

Faktor selanjutnya yang memprovokasi adanya pelapukan ialah keadaan vegetasi. Vegetasi atau tumbuh- tumbuhan pun adalah hal yang sangat memprovokasi proses pelapukan. Hal ini diakibatkan akar- akar tumbuhan itu dapat menjebol celah- celah batuan. Apabila akar- akar itu semakin membesar maka kekuatannya bakal semakin besar pula dalam menerobos batuan. Di samping akar- akar, serasah dedaunan yang gugur pun akan menolong mempercepat batuan melapuk. Hal ini diakibatkan karena serasah batuan berisi zat- zat asam arang dan pun humus yang bisa merusak kekuatan pada batuan.

Itulah sejumlah hal yang dapat memprovokasi terjadinya pelapukan pada batuan. Keberadaan faktor- hal tersebut bakal sangat memprovokasi terjadinya pelapukan pada batuan yang pada akhirnya bakal mengubahnya menjadi tanah. Di samping adanya faktor- hal yang mempengaruhi, pasti saja bakal ditemukan pula sejumlah agen yang tercebur dalam proses pelapukan ini. Lalu apa saja agen- agen yang tercebur tersebut? Beberapa agen yang berperan dalam pelapukan antara lain ialah air, es, garam, tanaman, hewan dan pun perubahan suhu.


Jenis- jenis Pelapukan

Pelapukan adalah proses berubahnya batuan menjadi tanah secara alamiah melewati proses kimia, fisika atau biologi. Pelapukan yang terjadi secara alami ini terdiri atas sekian banyak macam jenis. Secara umum, jenis- jenis pelapukan ini terdiri atas 3 macam, yakni pelapukan fisika, kimia, dan biologi atau organik. Penjelasan tentang masing- masing jenis pelapukan ini ialah sebagai berikut:


1. Pelapukan Fisika

Jenis pelapukan yang kesatu ialah pelapukan fisika. Pelapukan fisika adalah pelapukan yang tidak jarang disebut sebagai pelapukan mekanik. Pelapukan fisika ialah proses pelapukan dari batuan yang disebabkan adanya pengaruh hal fisik pada batuan. Ada hal utama yang sangat berperan dalam pelapukan ini. Faktor yang paling berpengaruh tersebut ialah suhu udara, tekanan, dan pun kristalisasi garam.

Pelapukan fisika ini pun dikenal sebagai pelapukan yang diakibatkan oleh adanya evolusi suhu atau iklim. Jenis pelapukan fisika ini hanya dapat ditemukan di wilayah yang memiliki iklim ekstrim, laksana sub tropis, gurun, pesisir pantai, dan daerah-daerah yang memiliki topografi yang curam. Adapun sejumlah contoh pelapukan fisika ini antara lain ialah sebagai berikut:

  • Melapuknya batuan di wilayah gurun dampak adanya evolusi cuaca harian secara ekstrim. Suhu udara tinggi pada siang hari akan menciptakan batuan memuai, lantas pada malam hari suhu udara bakal turun dan menciptakan batuan menjadi mengkerut. Karena proses ini dilangsungkan secara berulang- ulang bakal memungkinkan ikatan mineral dalam batuan merasakan pelemahan sampai-sampai pada kesudahannya batuan bakal hancur menjadi sejumlah bagian.
  • Kristalisasi air garam yang terjadi pada batuan di pantai. kristalisasi garam yang terjadi pada pori batuan di dekat ekosistem pantai akan mengurangi batuan secara endogen sampai-sampai akan memunculkan bisa jadi batuan bakal pecah.

2. Pelapukan Kimia

Jenis pelapukan yang selanjutnya ialah pelapukan kimia. Pelapukan kimia adalah proses pelapukan yang disebabkan perubahan struktur kimiawi yang terdapat pada batuan melewati reaksi tertentu. Dalam pelapukan kimia ini, reaksi yang terjadi pada proses pelapukan dipisahkan menjadi tiga macam. 3 macam reaksi yang terjadi pada pelapukan kimia ini antara lain ialah solution, hidrolisis, dan oksidasi. Adapun sejumlah contoh pelapukan kimia ini antara lain ialah sebagai berikut:

  • Hidrolisis air hujan yang akan menyebabkan naiknya tingkat keasaman di dekat batuan. I on H+ ynag hadir akan memungkinkan terjadinya korosi pada batuan.
  • Oksidasi yang terjadi pada batuan yang kaya mineral besi bakal memungkinkan ikatan mineral di permukaan batuan menjadi lemah dan pada akhirnya merasakan pelapukan.
  • Proses pelarutan batuan kapur gamping dampak reaksinya terhadap air.

Berbicara tentang pelapukan kimia, anda akan mengenal adanya 4 proses yang tergolong dalam pelapukan kimia. Adapun 4 proses itu antara lain ialah adalah:

  • Hidrasi, yakni proses batuan yang mengikat batuan di atas permukaan saja.
  • Hidrolisa, yakni peroses penguraian air atas unsur- unsurnya menjadi ion- ion yang mempunyai sifat positif dan negatif.
  • Oksidasi, yakni proses pengkaratan besi.
  • Karbonasi, yakni pelapukan batuan yang diakibatkan karena karbondioksida.

Itulah sejumlah proses yang akan anda temukan dalam pelapukan batuan secara kimiawi. Proses tersebut melulu akan anda temui pada pelapukan yang mempunyai sifat kimiawi saja.


3. Pelapukan Biologi atau Organik

Jenis pelapukan yang selanjutnya ialah pelapukan biologi atau pelapukan organik. Pelapukan biologi adalah jenis pelapukan batuan yang dilaksanakan oleh organisme melewati aktivitasnya di dekat lingkungan batuan itu berada. Dengan kata beda pelapukan biologi ini terjadi karena diakibatkan oleh makhluk hidup.

Pelapukan ini terjadi sebab adanya peranan organisme- organisme tertentu. adapun organisme- organisme yang berperan dalam pelapukan ini antara beda berupa binatang, tumbuhan, jamur, bakteri, atau bahkan manusia. Proses pelapukan biologi atau organik ini melibatkan 2 cara, yaitu teknik biokimia dan teknik mekanis. Adapun misal pelapukan secara biologi atau organik ini antara beda adalah:

  • Penetrasi akar tanaman ke dalam sela- sela batuan akan mengurangi batuan tersebut, sampai-sampai akan merasakan perpecahan.
  • Adanya lumut di atas batuan. Tumbuhnya lumut di permukaan batuan memungkinkan batuan merasakan degradasi. Kelembapan di permukaan batuan dampak adanya proses penyerapan akar disertai dengan tingginya pH di dekat permukaan batuan akan menciptakan permukaan batuan tersebut merasakan korosi.

Itulah sejumlah informasi tentang pelapukan batuan. Dari uraian di atas kita memahami bahwa pelapukan batuan dapat terjadi dengan sejumlah cara yang berbeda- beda.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Pelapukan Batuan adalah: pengertian, Faktor dan Jenis-Jenis

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: