Materi Pasar Tenaga Kerja

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Pasar Tenaga Kerja“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Jenis-Pasar-Tenaga-Kerja

Pengertian Pasar Tenaga Kerja

Pasar Tenaga Kerja adalah seluruh aktivitas dari pelaku-pelaku untuk mempertemukan pencari kerja dengan lowongan kerja, atau proses terjadinya penempatan dan atau hubungan kerja melalui penyediaan dan penempatan tenaga kerja. Pelaku-pelaku yang dimaksud di sini adalah pengusaha, pencari kerja dan pihak ketiga yang membantu pengusaha dan pencari kerja untuk dapat saling berhubungan.

Pasar tenaga kerja dapat pula diartikan sebagai suatu pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli tenaga kerja. Sebagai penjual tenaga kerja di dalam pasar ini adalah para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja), sedangkan sebagai pembelinya adalah orang-orang / lembaga yang memerlukan tenaga kerja.

Pasar tenaga kerja diselenggarakan dengan maksud untuk mengkoordinasi pertemuan antara para pencari kerja dan orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja. Dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dari perusahaan, maka pasar tenaga kerja ini dirasakan dapat memberikan jalan keluar bagi perusahaan untuk memenuhinya.


Fungsi Pasar Tenaga Kerja

Adalah mengalokasikan seecara optimal tenaga kerja diantara berbagai alternative pengguna dalam pekerjaan produktif, yang memberikan pendapatan layak, perasaan tentram aman dari ancaman bahaya, tidak kuatir akan kehilangan sumber penghidupan, serta memberikan rasa harga diri dan kepastian hidup. Bursa tenaga kerja mempunyai fungsi yang sangat luas, baik dalam sektor ekonomi maupun sektor-sektor yang lain.

Fungsi Pasar Tenaga Kerja yaitu :

  1. Sebagai Sarana Penyaluran Tenaga Kerja,
  2. Sebagai sarana untuk mendapatkan informasi tentang ketenagakerjaan,
  3. Sebagai sarana untuk mempertemukan pencari kerja dan orang atau lembaga yang membutuhkan tenaga kerja

Pelaku Pasar Tenaga Kerja

Para pelaku di pasar tenaga kerja, terdiri dari :

  • Pencari kerja yaitu Setiap orang yang mencari pekerjaan baik karena menganggur, putus hubungan kerja maupun orang yang sudah bekerja tetapi ingin mendapatkan pekerjaan lebih baik yang sesuai dengan pendidikan, bakat, minat dan kemampuan yang dinyatakan melalui aktivitasnya mencari pekerjaan.
  • Pemberi kerja yaitu Perorangan, pengusaha, badan hukum, atau badan-badan lainnya yang mempekerjakan tenaga kerja dengan membayar imbalan berupa upah atau gaji.
  • Perantaran yaitu Media atau lembaga yang mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja, misalkan agen penyalur tenaga kerja, bursa kerja dan head hunters (Pihak ketiga yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan. Sebagai imbalan, head hunters akan memperoleh prosentasi gaji dari orang yang diterima bekerja atau komisi dari perusahaan.

Jenis Pasar Tenaga Kerja

Berikut ini terdapat beberapa jenis pasar tenaga kerja, yaitu sebagai berikut:


1. Berdasarkan Sifatnya

Yaitu sebagai berikut:


  1. Pasar Kerja Intern (Internal Labour Market) 

Pasar kerja intern adalah pasar tenaga kerja yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri. Pemenuhan kebutuhan karyawan diambil dari dalam perusahaan melalui promosi maupun demosi karyawan. Promosi adalah rotasi atau perpindahan karyawan ke dalam jabatan yang lebih tinggi, misalkan dari asisten manajer menjadi manajer. Sedangkan, demosi adalah rotasi karyawan ke posisi yang lebih rendah dari jabatan sebelumnya, misalkan manajer personalia diturunkan menjadi staff.


  1. Pasar Kerja Ekstern (Eksternal Labour Market) 

Pasar kerja ekstern adalah pasar tenaga kerja yang diperoleh dari luar perusahaan. Pemenuhan kebutuhan karyawan diperoleh dari pihak luar, misalkan melalui iklan lowongan pekerjaan, agen atau penyalur tenaga kerja atau melalui walk in interview.


2. Berdasarkan Prioritasnya

Yaitu sebagai berikut:


  • Pasar Kerja Utama (Primary Labour Market)

Pasar kerja utama adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan jabatan atau posisi dengan tingkat upah atau gaji yang tinggi, pekerjaan yang baik dan dengan kondisi yang stabil. Pasar ini dapat ditemukan pada sektor usaha yang menggunakan padat modal.

Artikel Terkait:  Materi Lingkungan Perusahaan

  • Pasar Kerja Sekunder (Secondary Labour Market)

Pasar kerja Sekunder adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan jabatan atau posisi dengan tingkat upah atau gaji yang rendah, posisi yang kurang stabil dan kurang memberi kesempatan untuk pengembangan karir karyawan. Biasanya ini dapat dilihat pada industri restoran dan jasa hotel, kasir dan penjualan ritel.


3. Berdasarkan Pendidikannya

Yaitu sebagai berikut:


  1. Pasar Tenaga Kerja Terdidik (Skilled Labour Market)

Pasar kerja Sekunder adalah pasar tenaga kerja yang membutuhkan karyawan yang berpendidikan dan memiliki keterampilan yang memadai. Pasar tenaga kerja ini biasanya dibutuhkan pada sektor usaha formal, misalnya, dokter, akuntan, pengacara, dan sebagainya.


  1. Pasar Tenaga Kerja Tidak Terdidik (Unskilled Labour Market)

Pasar tenaga kerja tidak terdidik adalah pasar tenaga kerja yang menawarkan pekerjaan yang tidak mementingkan pendidikan maupun keterampilan-keterampilan khusus tertentu. Pasar tenaga kerja ini biasanya ditemui pada sektor usaha informal, misalnya, pedagang asongan, loper koran dan majalah, juru parkir dan sebagainya.


Penyelenggaraan Pasar Tenaga Kerja di indonesia

Di Indonesia, penyelenggaraan bursa tenaga kerja ditangani oleh Departemen Tenaga Kerja (Depnaker). Orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja dapat melapor ke Depnaker dengan menyampaikan jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan beserta persyaratannya. Kemudian Depnaker akan mengumumkan kepada masyarakat umumnya tentang adanya permintaan tenaga kerja tersebut.

Sementara itu, para pencari kerja (Pemilik Tenaga Kerja) dapat mendaftarkan dirinya kepada Depnaker dengan menyampaikan keterangan-keterangan tentang dirinya. Keterangan tentang diri pribadi si pencari kerja ini sangat penting untuk dasar penyesuaian dengan kebutuhan tenaga kerja dari orang-orang atau lembaga-lembaga yang bersangkutan. Apabila ada kesesuaian, Depnaker akan mempertemukan si pencari kerja dengan orang atau lembaga yang membutuhkan tenaga kerja tersebut untuk transaksi lebih lanjut.

Selain Depnaker, di Indonesia juga berkembang penyelenggaraan bursa tenaga kerja swasta yang biasa disebut Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja. Perusahaan swasta yang berusaha mengumpulkan dan menampung pencari kerja, kemudian menyalurkan kepada orang-orang atau lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja, baik di dalam maupun diluar negeri seperti Malaysia, Singapura, Hongkong dan Arab Saudi.

Sebelum diadakan penyaluran, perusahaan ini juga sering menyelenggarakan pelatihan kepada para pencari kerja yang ditampungya. Apabila ada kesesuaian antara pencari kerja dengan orang atau lembaga yang membutuhkan, dapat dilakukan transaksi. Atas jasanya menyalurkan tenaga kerja ini, perusahaan tersebut akan mendapatkan komisi.


Penentuan Upah di berbagai bentuk Pasar Tenaga Kerja

Pembayaran upah tenaga kerja dapat dibebankan pada 2 pertimbangan, yaitu gaji dan upah. Gaji adalah pembayaran kepada pekerja-pekerja tetap dan tenaga kerja profesional seperti pegawai pemerintah, dosen, guru, manager, dan lain sebagainya, biasanya sebulan sekali. Sedangkan upah adalah pembayaran kepada pekerja-pekerja kasar yang pekerjaannya selau berlimpah-limpah seperti pekerja pertanian, tukang kayu, buruh kasar dan lain-lainn.

Dalam teori ekonomi upah diartikan sebagai pembayaran atas jasa-jasa fisik maupun mental yang disediakan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha. Dalam teori ekkonomi, kedua jenis pendapatan pekerja tersebut dinamakan upah.

Ada perbedaan upah uang dan upah real. Upah uang adalah sejumlah uang yang diterima para pekerja dari para pengusaha sebagai pembayaran atas tenaga modal atau fisik para pekerja yang digunakan dalam proses produksi. Sedangkan upah real adalah tingkatan upah pekerja yang diukur dari sudut kemampuan upah tersebut membeli barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan para pekerja. Upah real yang diterima tenaga kerja tergantung pada produktifitas dari tenaga kerja tersebut. Sumber-sumber kenaikan produktifitas:

Kemajuan teknologi memproduksi, meliputi:

  • Pergeseran / pergantian tenaga hewan dan manusia menjadi tenaga mesin.
  • Perbaikan atau inovasi dari mesin ke mesin yang lebih produktif.

Perbaikan sifat-sifat tenaga kerja, meliputi:

  1. Taraf kesehatan semakin tinggi.
  2. Pendidikan semakin tinggi.

Pengalaman semakin banyak (kursus, wrokshop, dll) sehingga keterampilan meningkat. Perbaikan dalam organisasi perusahaan dan masyarakat, meliputi:

  • Perubahan manajemen (pemisahan pemilik dengan pengelola)
  • Perbaikan infratruktur dari pemerintah)
  • Dregulasi pemerintah yang mendukung produktifitas

  1. Pasar Tenaga Kerja Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna dalam pasar tenaga kerja berarti di dalam pasar terdapat banyak perusahaan yang memerlukan tenaga kerja, dan tenaga kerja yang ada dalam pasar tidak mrnyatukan diri didalam serikat-serikat buruh yang akan bertindak sebagai wai mereka. Sifat permintaan dan penawaran di pasar barang, kurva permintaan atas tenaga kerja seperti juga kurva permintaan atas suatu barang bersifat menurun dari kiri ke kanan bawah.

Artikel Terkait:  Materi Activity Based Costing

Berarti permintaan atas tenaga kerja bersifat: semakin tinggi atau rendah upah tenaga kerja semakin sedikit atau banyak permintaan atas tenaga kerja. Begitu pula untuk kurva penawaran berlaku sebaliknya sama seperti permintaan barang.


  1. Pasar Tenaga Kerja Monopsoni

Monopsoni berarti hanya terdapat satu pembeli di pasar sedangkan penjual jumlahnya banyak. Berarti di pasar hanya terdapat satu firma yang akan menggunakan tenaga kerja yang ditawarkan. Ini terwujud jika di suatubtempat/daerah tertentu terdapat suatu firma yang sangat besar dan ia merupakan datu-satunya perusahaan moderen di tempat tersebut.


  1. Pasar Tenaga Kerja Monopoli

Dengan tujuan agar dapat memperoleh upah dan fasilitas bukankeuangan yang lebih baik, tenaga kerja dapat menyatukan diri didalam serikat buruh atau persatuan pekerja. Serikat buruh adalah organisasi yanng didirikan dengan tujuan agar para pekerja dapat sebagai suatu kesatuan membicarakan atau menuntut syarat-syarat kerja tertentu dengan para pengusaha.

Manfaat penentuan upah dalam pasar tenaga kerja yang bersifat monopoli:

  • Menentukan upah yang lebih tinggi dari yang dicapai pada keseimbangan permintaan dan penawaran.
  • Membatasi penawaran tenaga kerja.
  • Menjalankan usaha-usaha yang bertujuan menaikan permintaan tenaga kerja.

Membatasi Penawaran Kerja Dengan Cara:

  1. Membentuk organisasi pekerja yang bersifat sangat khusus
  2. Melarang yang tidak menjadi anggota untuk memasuki pasar tenaga kerja
  3. Memberikan persyaratan yang sukar untuk menjadi anggota organisasi tersebut.

Menambah Permintaan Tenaga Kerja

  • Menambah produktifitas
  • Seminar
  • Kursus/workshop
  • Menuntut pemerintah memberikan proteksi kepada industry domestik dan melarang impor.

  1. Pasar Tenaga Kerja Monopoli Bilateral

Di pasar monopoli upah adalah lebih tinggi dari pasar persaingan sempurna. Penentuan tingkat upah di dalam pasar tenaga kerja dimana tenagaa kerja bersatu dalam satu serikat buruh, dan didalam pasar hanuya terdapat satu perusahaan saja yang menggunakan tenaga kerja.

Tingkat upah yang terjadi bisa lebih tinggi/rendah dari pasar persaingan sempurna, tergantung mana yang lrebih kuat tenaga kerja atau perusahaan.

Faktor-faktor yang menimbulkan perbedaan upah:

  1. Perbedaan corak permintaan dan penawaran dalam berbagai jenis pekerjaan.
  2. Perbedaan dalam jenis-jenis pekerjaan.
  3. Perbedaan kemampuan, keahlian, dan pendidikan.
  4. Terdapatnya pertimbangan dalam keuangan dalam memilih pekerjaan.
  5. Ketidaksempurnaan dalam mobilitas tenaga kerja

Dampak Pasar Tenaga Kerja Fleksibel

Terdapat dilema dalam kebijakan yang berkaitan dengan fleksibelitas pasar tenaga kerja. Tingkat upah yang rendah dan aturan perlindungan kerja yang minimal dalam pasar tenaga kerja fleksibel akan menimbulkan dampak positif dalam bentuk tambahan kesempatan kerja. Resikonya, hal tersebut mengancam kebanyakan hidup pekerja.

Sebaiknya, pasar tenaga kerja yang kaku dengan berbagai regulasi pemerintah relatif menjami kepentingan pekerja. Pemerrintah mengatur rekuitmen, upah minimum PHK, dan perlindungan kerja. Namun hal tersebut dinilai memberatkan pengusaha.

Dikhawatirkan. Pengusaha telah mengurangi jumlah pekerja atau merelokasi usaha untuk menyiasati mahalnya biaya pekerja. Kesempatan kerja untuk pekerja laki-laki, pekerja perempuan, pekerja dewasa. Pekerja muda, pekerja terdidik, pekerja kurang terdidik, pekerja kerah biru, pekerja penuh waktu, dan pekerja paruh waktu berkurang secara signifikan dengan adanya peningkatan upah minimum.

Pengecualian terjadi pada pekerja kerah putih. Setiap kenaikan upah minimum sebesar 10% justru akan meningkatkan kesempatan kerja bagi pekerja kerah putih sebesar 10%.


Peranan Pemerintah dalam Mengatasi Masalah Tenaga Kerja Di Indonesia

Yaitu sebagai berikut:


  1. Meningkatkan Mutu Tenaga Kerja

Pemerintah dalam rangka meningkatkan mutu tenaga kerja dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan bagi tenaga kerja. Pelatihan kerja diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kemampuan dan produktifitas tennaga kerja, dengan adanya latihan kerja diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja sehingga mampu bersaing dengan tenaga kerja luar negeri.


  1. Memperluas Kemampuan Kerja

a) Usaha pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja di dalam negeri, yaitu:

  • Mendorong dan memfasilitasi penciptaan wirausahawan baru.
  • Melaksanakan pelatihan keterampilan.
  • Mengembangkan industri padat karya.
  • Menyelenggarakan proyek-proyek pekerjaan umum.

b) Usaha pemerintah dalam memperluas kesempatan kerja ke luar negeri, yaitu:

Perluasan kesempatan kerja ke luar negeri dilakukan dengan cara mengirim tenaga kerja Indonesia melalui departemen tenaga kerja maupun perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) Pemerintah mengeluarkan peraturan dan peningkatan kualitas sumber daya TKI.


  1. Memperoleh Pemerataan Lapangan Kerja

Pemerintah mengoptimalkan informasi pemberitahuan lowongan kerja kepada para pencari kerja melalui pasar kerja, dengan cara ini diharapkan pencari kerja mudah mendapatkan informasi lowongan pekerjaan.


  1. Memperbaiki Sistem Pengupahan

Pemerintah harus memperhatikan penghasilan yang layak bagi pekerja. Untuk itu pemerintah pemerintah menetapkan upah minimum regional (UMR). Dengan penetapan upah minimum. Berarti perusahaan dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum yang ditetapkan.

Artikel Terkait:  Materi Pelaku Ekonomi

Manfaat Pasar Tenaga Kerja

Berikut ini terdapat beberapa manfaat pasar tenaga kerja, yaitu sebagai berikut:

  • Dapat membantu para pencari kerja dalam memperoleh pekerjaan sehingga dapat mengurangi pengangguran.
  • Dapat membantu orang-orang atau lembaga-lembaga yang memerlukan tenaga kerja untuk mendapatkan tenaga kerja.
  • Dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan ketenagakerjaan.

Contoh Pasar Tenaga Kerja

Pasar tenaga kerja sebagai media yang mempertemukan antara pihak yang mencari pekerjaan dengan pihak yang memerlukan tenaga kerja. Di Indonesia banyak pihak yang mencoba menjembatani pertemuan antara dua pihak di atas. Ada Departemen Tenaga Kerja, ada lembaga swasta seperti Perusahaan Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (PPTKI), ada bursa kerja semua dimaksudkan untuk mengkoordinir pertemuan antara pencari kerja dengan organisasi/lembaga-lembaga yang membutuhkan tenaga kerja.

Contoh kongkrit pasar ini adalah dapat tersebarnya informasi lowongan kerja di suatu institusi atau lembaga membutuhkan tenaga kerja dan informasi itu dapat diketahui oleh pihak-pihak yang mencari kerja. Saat ini banyak sekali media yang dapat digunakan untuk penyampaian informasi antara lain:

  1. Publikasi atau iklan melalui media cetak maupun elektronik seperti koran, majalah, Radio, Televisi, internet dan lain-lain.
  2. Jalinan/kontak langsung antara perusahaan sebagai peminta/pemakai tenaga kerja dengan institusi perguruan tinggi/sekolah/lembaga- lembaga penghasil tenaga kerja.
  3. Lembaga-lembaga penyaluran tenaga kerja atau bursa kerja swasta
  4. Lingkungan internal perusahaan, melalui karyawan yang sudah ada.
  5. Lembaga-lembaga konsultan/biro professional.
  6. Jaringan serikat pekerja.
  7. Institusi resmi pemerintah melalui Depnaker.

Dalam pasar kerja, peran informasi menjadi sedemikian penting dalam mempertemukan, antara pihak pencari kerja dan pihak yang membutuhkan tenaga kerja. Sedangkan pihak-pihak yang berperan bisa dari pengusaha, pencari kerja, lembaga perantara, pemerintah. Di sisi lain bertemunya permintaan tenaga kerja dan penawaran tenaga kerja akan membentuk harga tenaga kerja/tingkat upah dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penawaran maupun permintaan tenaga kerja. Penawaran tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh jumlah penduduk, struktur penduduk menurut umur, tingkat pendidikan, tingkat upah dan lainnya. Untuk permintaan tenaga kerja juga dapat dipengaruhi oleh tingkat produksi, tingkat kemajuan teknologi, tingkat upah, kualitas tenaga kerja dan lainnya.

Di era IT (Information Technology) seperti saat sekarang ini perlu kita ketahui bahwa pasar tenaga kerja baik permintaan maupun penawaran tidak lagi terbatas pada lingkup negara tertentu saja, tetapi sudah menjangkau antar negara.


Daftar Pustaka:

  1. Simanjuntak, Payaman. 2001. Pengantar Ekonomi SuMber Daya Manusia. LPFE UI. Jakarta.
  2. Basu, K., 1999, ‘The intriguing relation between adult minimum wage and child labour’, World Bank Policy Research Working Paper, 2173.
  3. Borjas, G. J., 2000, Labor Economics, 2nd, McGraw-Hill.
  4. Card, D., & Krueger, A. B., 1993. ‘Minimum wages and employment: a case study of the fast food industry in New Jersey and Pennsylvania”. NBER Working Paper, 4509.
  5. Devarajan, S., Ghanem, H., & Thierfelder, K., 1997, ‘Economic reform and labor unions: A general-equilibrium analysis applied to Bangladesh and Indonesia’, The World Bank Economic Review, 11(1).
  6. Gindling, T.H., & Terrel K., 2006, ‘Minimum wages, globalization, and poverty in Honduras’, IZA Discussion Paper, 2497.
  7. Jones, P., 1997, The Impact of Minimum Wage Legislation in Developing Countries where Coverage is Incomplete, Institute of Economics and Statistics, University of Oxford.
  8. Levin-Waldman, O. M., 1999, ‘The minimum wage and regional wage structure: Implications for income distribution’, Levy Economics Institute Working Paper, 267.
  9. Maloney, W. F., & Ribeiro, E. P., 1999, ‘Efficiency wage and union effects in labor demand and wage structure in Mexico: An application of quantile analysis’, World Bank Policy Research Working Paper, 2131.
  10. McConnell, C. R., Brue, S. L., & Mcpherson, D. A.. 2003. Contemporary Labor Economics. McGraw-Hill Irwin.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Jenis Pasar Tenaga Kerja: Pengertian, Pelaku, Fungsi, Penyelengara, Penentuan, Dampak, Peranan dan Manfaat

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: