Mengapa Kedalaman Air Tanah Di Tiap Tempat Tidak Sama

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Kedalaman Air “. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Mengapa-Kedalaman-Air-Tanah-Di-Tiap-Tempat-Tidak-Sama

Air, salah satu faktor terpenting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup, tidak dapat dipisahkan dari apapun. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa air adalah sumber kehidupan. Sumber kehidupan makhluk hidup di Bumi untuk bertahan hidup. Secara kimiawi, air adalah senyawa yang terdiri dari kombinasi oksigen dan unsur hidrogen, yang merupakan senyawa paling umum di bumi, terhitung sekitar 70%. Komposisi air tersusun dari berbagai macam bentuk dan sering disebut sebagai hidrosfer.

Sebagaimana disebutkan di atas, air tidak terlepas dari kelangsungan hidup semua makhluk hidup, termasuk manusia. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika air memiliki banyak fungsi. Bagi hewan, air tidak hanya untuk metabolisme, tetapi juga sebagai habitat beberapa hewan air. Bagi tumbuhan, air tidak hanya digunakan untuk fotosintesis, tetapi juga sebagai habitat beberapa jenis tumbuhan air. Lalu bagaimana dengan manusia?

Tentunya fungsi air bagi manusia sangatlah penting. Air tidak hanya memuaskan dahaga, tapi juga melayani keperluan lain seperti transportasi dan distribusi barang dan jasa, irigasi pertanian, industri pengolahan, memasak dan mandi. Lalu apa yang terjadi jika bumi kehabisan air? Kehidupan di planet Bumi pasti akan segera punah.


Jadi, di manakah sumber air tersedia khusus untuk manusia?

Sebagian besar sumber air yang digunakan manusia berasal dari air permukaan atau air tanah. Air permukaan bisa dikatakan air di atas tanah seperti sungai, laut, dan danau. Air tanah, di sisi lain, adalah air bawah permukaan yang perlu dibor atau dibor untuk mencapai sumbernya.

Artikel Terkait:  Manfaat Sungai

Darimana air berasal? Baik air permukaan maupun air tanah. Semua ini terlihat dari sebuah siklus yang disebut siklus hidrologi. Salah satu tahapan dalam siklus hidrologi adalah hujan. Saat hujan, sebagian air yang jatuh jatuh ke sungai, laut, danau, atau beberapa waduk, seperti waduk dan waduk. Dan banyak orang jatuh dari tanah. Air hujan yang masuk ke pori-pori tanah merupakan sumber airtanah. Namun sumber airtanah itu sendiri tidak hanya dihasilkan dari air hujan dan air atmosfir, tetapi juga dari dalam bumi yang disebut air tanah berlumpur dan air remaja. Air tanah berlumpur adalah air tanah batuan sedimen, tetapi air muda berasal dari magma dan melepaskan gas melalui mata air panas.

Berdasarkan lokasinya, airtanah dibedakan menjadi dua jenis.

Airtanah atau airtanah freatik adalah airtanah yang berada di atas lapisan tanah atau batuan yang lapisan ini kedap atau kedap air. Jenis airtanah freatik ini dapat berupa sungai, danau, rawa, waduk dan sumur.
Airtanah dalam, yaitu airtanah yang ditemukan di lapisan bawah tanah atau batuan yang kedap air. Untuk memperoleh airtanah maka perlu dilakukan penggalian dan pemasangan pompa air agar dapat tersedot di permukaan air. Di sisi lain, contoh airtanah dalam termasuk sumur bor dan airtanah Artesis, yang disuplai dengan air dari airtanah dalam.


Mengapa kedalaman air tanah tidak sama di semua tempat?

Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, sebagian besar mendapatkan air tanah dengan cara mengebor hingga membentuk lubang atau pembuatan sumur. Air tanah buatan atau air tanah dalam berada pada kedalaman 80-300 meter di atas permukaan tanah. Mencapai air tanah tentu tidak mudah. Anda juga perlu mengetahui apakah kedalaman airtanah bervariasi dari satu tempat ke tempat lain. Hal ini disebabkan oleh ketebalan atau lapisan permukaan tanah di atasnya, dan letak lapisan airtanah itu sendiri. Semakin tipis lapisan tanah, semakin cepat airtanah dapat ditemukan. Jika lapisan tanahnya cukup tebal maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk menggali paling tidak hingga mencapai lapisan airtanah.

Artikel Terkait:  Kelebihan dan Kekurangan Masyarakat di Daerah Beriklim Muson Tropis

Selain faktor ketebalan tanah, kondisi topografi dan geografis juga mempengaruhi kedalaman airtanah. Pada daerah yang tergolong dataran rendah, airtanah mudah ditemukan atau dapat dikatakan airtanah dangkal. Di dataran tinggi, terutama saat melakukan pengeboran, sangat sulit mendapatkan air tanah. Masyarakat yang tinggal di dataran tinggi biasanya lebih suka menggunakan sumber air lain seperti hulu sungai dan mata air lainnya.

Faktor musim juga mempengaruhi kondisi kedalaman airtanah. Pada musim hujan, air hujan dalam jumlah besar masuk ke dalam pori-pori tanah dan tertahan di lapisan tanah yang kedap air sehingga menambah jumlah air tanah. Sebaliknya pada musim kemarau jumlah airtanah tidak terlalu besar karena penambahan air hujan berkurang dan air habis. Tidaklah mengherankan jika di beberapa tempat sumur mengering saat musim kemarau panjang tiba.


Berapa kedalaman yang ideal untuk mendapatkan air tanah yang bersih?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, kedalaman tanah yang perlu digali atau ditusuk untuk memperoleh air tanah yang bersih berbeda-beda di setiap lokasi. Tentunya agar air menjadi sumur yang layak konsumsi harus memenuhi parameter kualitas air. Di dataran rendah, air tanah bisa ditemukan pada kedalaman 6-10 meter. Namun, kualitas airtanah biasanya belum ideal untuk dikonsumsi, karena airtanah cenderung mudah tercemar oleh zat lain, terutama jika di kawasan tersebut sering terjadi banjir. Bisa dipastikan air tanah akan menghitam dan lebih baik menggali lebih dalam.

Berbeda dengan dataran tinggi, Anda perlu menggali setidaknya sedalam 20 meter untuk mendapatkan air tanah. Namun, airtanah yang diperoleh melalui drainase tidak terlalu besar dan juga tidak maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penggalian atau penggalian setinggi 20 meter atau lebih. Air tanah dari dataran tinggi biasanya sangat cocok untuk dikonsumsi. Tak heran jika air tanah dari dataran tinggi seperti pegunungan banyak digunakan untuk diperdagangkan oleh perusahaan air minum.

Artikel Terkait:  Negara Yang Bahasanya Mirip Indonesia

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Berikut 6 Contoh Tanaman Yang Dapat Menyuburkan Tanah

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :