Materi Manajemen Persediaan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Manajemen Persediaan“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Jenis-Jenis-Manajemen-Persediaan

Pengertian Manajemen Persediaan

Manajemen persediaan merupakan bagian dari Manajemen Keuangan yang dalam kegiatannya bertugas untuk mengawasi aktiva perusahaan.

Sebelum membuat keputusan tentang persediaan tentu bagian ini harus memahami konsep persediaan. Dalam Manajemen Persediaan terdapat 2 (dua) hal yang perlu diperhatikan yaitu menurut Fien Zulfikarijah (2005:9) yaitu:

1. Keputusan persediaan yang bersifat umum merupakan keputusan yang menjadi tugas utama dalam penentuan persediaan baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Keputusan kuantitatif bertujuan untuk mengetahui:

  1. Barang apa yang akan di stock?
  2. Berapa banyak jumlah barang yang akan dip roses dan berapa banyak barang yang akan dipesan?
  3. Kapan pembuatan barang akan dilakukan dan kapan melakukan pemesanan?
  4. Kapan melakukan pemesanan ulang ( Re Order Point)?
  5. Metode apakah yang digunakan untuk menentukan jumlah persediaan?

2. Keputusan kualitatif adalah keputusan yang berkaitan dngan tekhnis pemesanan yang mengarah pada analisis data secara deskriptif.

  • Jenis barang yang masih tersedia di perusahaan?
  • Perusahaan atau individu yang menjadi pemasok barang yang dipesan perusahaan?
  • Sistem pengendalian kualitas persediaan yang digunakian perusahaan?

Adapun pengertian Manajemen Persediaan itu sendiri menurut Martin dan Pretty (1996:719) adalah inventory management involves the control of assets are used in the production procces or produced to be sold in the normal course of the firms operations. Yang dapat diartikan bahwa manajemen persediaan mencakup pengendalian dari aktiva dengan diproduksi untuk dijual dalam skala normal dari operasi perusahaan.

Adapun tujuan Manajemen Persediaan menurut D.T. Johns dan H.A. Harding (2001:77) adalah meminimalkan investasi dalam persediaan namun tetap konsisten dengan penyediaan tingkat pelayanan yang diminta.

Sedangkan menurut Lukas Setia Atmaja(2003:405) tujuan Manajemen Persediaan adalah mengadakan persediaan yang dibutuhkan untuk operasi yang berkelanjutan pada biaya yang minimum.


Fungsi Manajemen Persediaan

Persediaan belakangan ini dirasakan semakin diperhatikan oleh perusahaan manufaktur. Hal itu dikarenakan persediaan memberikan keuntungan bagi perusahaan, menurut Rangkuti (2004:1) “Pada dasarnya Persediaan akan mempermudah atau memperlancar jalanya operasi perusahaan pabrik yang harus dilakukan secara berturut-turut untuk memproduksi barang-barang, selanjutnya menyampaikan kepada langganan atau konsumen.” Pernyataan tersebut merujuk pada fungsi persediaan yang tentunya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan yang menerapkanya. Adapun fungsi-fungsi persediaan menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut :

Menurut Herjanto dalam bukunya yang berjudul “Manajemen Produksi dan Operasi” (2007:238) memasukan beberapa fungsi penting yang dikandung oleh persediaan dalam memenuhi kebutuhan perusahaan, yaitu sebagai berikut:

  • Menghilangkan risiko keterlambatan pengiriman bahan baku atau barang yang dibutuhkan perusahaan.
  • Menghilangkan risiko jika material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan.
  • Menghilangkan risiko terhadap kenaikan harga barang atau inflasi.
  • Untuk menyimpan bahan baku yang dihasilkan secara musiman sehingga perusahaan tidak akan kesulitan jika bahan itu tidak tersedia di pasaran.
  • Mendapatkan keuntungan dari pembelian berdasarkan potongan kuantitas (quantity discounts).
  • Memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan tersedianya barang yang diperlukan.
Artikel Terkait:  Materi Profesi

Menurut Freddy Rangkuti dalam bukunya yang berjudul “ Manajemen Persediaan, Aplikasi di Bidang Bisnis” (2004:14) menyebutkan bahwa fungsifungsi persediaan adalah sebagai berikut:


  1. Fungsi Decoupling

Adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan langganan tanpa tergantung pada suplayer. Persediaan bahan mentah diadakan agara perusahaan tidak akan sepenuhnya tergantung pada pengadaan dalam hal kuantitas dan waktu pengiriman.


  1. Fungsi Economic Lot Sizing

Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan penghematan-penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, risiko,dan sebagainya).


  1. Fungsi Antisipasi

Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasar pengalaman atau data-data masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (seasional inventories). Disamping itu, perusahaan juga sering menghadapi ketidak pastian jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang selama periode tertentu. Dalam hal ini perusahaan memerlukan persediaan ekstra yang disebut persediaan pengaman (safety stock/inventories).


Manfaat Manajemen Persediaan

Dalam menejemen persediaan sudah tentu ada manfaatnya, berikut merupakan manfaat dari manajemen persediaan.


  • Memanfaatkan Diskon Kuantitas

Diskon kuantitas diperoleh jika perusahaan membeli dalam kuantitas yang besar.Perusahaan membeli melebihi kebutuhan sehingga ada yang disimpan sebagai persediaan.


  • Menghindari Kekurangan Bahan (Out Of Stock)

Jika pelanggan datang untuk membeli barang dagangan, kemudian perusahaan tidak mempunyai barang tersebut, maka perusahaan kehilangan kesempatan untuk memperoleh keuntungan.Untuk menghindari situasi tersebut, perusahaan harus mempunyai persediaan barang jadi.


  • Manfaat Pemasaran

Jika perusahaan mempunyai persediaan  barang dagangan yang lengkap, maka pelanggan/calon pelanggan akan terkesan dengan kelengkapan barang dagangan yang kita tawarkan. Reputasi perusahaan bisa meningkat.Di samping itu jika perusahaan selalu mampu memenuhi keinginan pelanggan pada saat dibutuhkan maka kepuasan pelanggan semakin baik, dan perusahaan semakin untung.


  • Peningkatan Tingkat Pelayanan

Pelanggan tidak hanya meminta kecepatan pengantaran tetapi juga ketepatan, kepercayaan, dan macam-macam pengapalan. Pengintegrasian dengan penjualan meningkatkan pengetahuan pelanggan akan preferensi pengepakan dan pengiriman, dan memungkinkan otomatisasi untuk memenuhi instruksi; indetifikasi dari daerah distribusi untuk dibagi antara beberapa pelanggan atau grup dan mudah untuk menyortir dari staging area dan pergerakan stok. Hal ini menjamin bahwa produk yang benar berada ditempat yang benar pada waktu yang tepat. Tingkat pelayanan tertinggi dapat menyediakan pelanggan sehubungan dengan respons yang cepat terhadap permintaan atau perubahan persyaratan dimana hal ini akan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Artikel Terkait:  Pengertian Usaha Mikro

  • Pengontrolan Persediaan yang Lebih Baik

Fleksibilitas dari distribusi dan penyimpanan barang-barang secara menyeluruh memungkinkan perusahaan untuk memantau dan mengontrol persediaan sesuai dengan bisnis mereka. Akses yang instan terhadap data-data yang kritis meliputi ketersediaan peresediaan, jumlah yang ada, jumlah yang harus diorder lagi dan biaya yang dapat diketahui pada saat itu juga terhadap persediaan untuk direspons secara cepat dalam rangka pengambilan keputusan, sistem dengan kemampuan mengelolah beberapa lokasi yang berbeda-beda memungkinkan manajemen dari gudang-gudang yang berbeda-beda dan penelusuran persediaan melalui lot, secara seri atau menggunakan level.


Jenis-Jenis Manajemen Persediaan

Freddy  Rangkuti dalam bukunya “Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis (2002;8&15) menjelaskan jenis-jenis Persediaan terdiri dari 2 karakteristik :


1. Jenis-jenis Persediaan menurut Fungsi antara lain :

  1. Batch Stock,
  2. Fluctuation Stock,
  3. Anticipation Stock,

2. Jenis-jenis Persediaan menurut Jenis dan Posisi Barang antara lain :

  1. Persediaan Bahan Mentah (Raw Material),
  2. PersediaanKomponen-Komponen Rakitan (Purchased Parts/Components)
  3. Persediaan Bahan Pembantu atau Penolong (Supplies),
  4. Persediaan Barang Dalam Proses (Work In Process),
  5. Persediaan Barang Jadi (Finished Goods).

Untuk memperjelas keterangan diatas, berikut pengertian beberapa jenis-jenis persediaan menurut fungsinya dan Persediaan menurut Jenis dan Posisi Barang antara lain sebagai berikut


3. Jenis-jenis Persediaan menurut Fungsi antara lain :

  1. Batch Stock, persediaan yang didakan karena membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan saat itu.
  2. Fluctuation Stock, persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan.
  3. Anticipation Stock, persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan atau penjualan atau permintaan yang meningkat.

4. Jenis-jenis Persediaan menurut Jenis dan Posisi Barang antara lain :

  1. Persediaan Bahan Mentah (Raw Material), yaitu persediaan barang-barang berwujud, seperti besi, kayu serta komponen-komponen lainnya yang digunakan dalam proses produksi. Menurut Handoko (2002) Persediaan bahan mentah (raw materialis), yaitu persediaan barang-barang berwujud mentah. Persediaan ini dapat diperoleh dari sumber-sumber alam atau dibeli dari para Supplier atau dibuat sendiri oleh perusahaan untuk digunakan dalam proses produksi selanjutnya
  2. Persediaan Komponen-Komponen Rakitan (Purchased Parts/Components), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain, di mana secara langsung dapat dirakit menjadi suatu produk.
  3. Persediaan Bahan Pembantu Atau Penolong (Supplies), yaitu persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi.
  4. Persediaan Barang Dalam Proses (Work In Process), yaitu persediaan barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi.
  5. Persediaan Barang Jadi (Finished Goods), yaitu persediaan barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual atau dikirim kepada pelanggan.

Dari pernyataan diatas dapat diketahui bahwa setiap jenis persediaan memiliki karakteristik tersendiri dan cara pengelolaan yang berbeda. Persediaan ditujukan untuk mengantisipasi kebutuhan permintaan. Permintaan ini meliputi: persediaan bahan baku, barang dalam proses, barang jadi atau produk akhir bahan-bahan pembantu atau pelengkap, dan komponen-komponen lain yang menjadi bagian keluaran produk perusahaan.

Artikel Terkait:  Materi Benchmarking

Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Persediaan

Secara umum besar-kecilnya inventory tergantung pada beberapan faktor :

  • Lead time, yaitu lamanya masa tunggu material yang dipesan datang.
  • Frekuensi penggunaan bahan selama 1 periode, frekuensi pembelian yang tinggi menyebabkan jumlah inventory menjadi lebih kecil untuk 1 periode pembelian
  • Jumlah dana yang tersedia
  • Daya tahan material

Secara khusus faktor-faktor yang mempengaruhi persediaan adalah:

  1. Bahan baku, dipengaruhi oleh : perkiraan produksi, sifat musiman produksi, dapat diandalkan pemasok, dan tingkat efisiensi penjadualan pembelian dan kegiatan produksi.
  2. Barang dalam proses, dipengaruhi oleh: lamanya produksi yaitu waktu yang dibutuhkan sejak saat bahan baku masuk ke proses produksi sampai dengan saat penyelesaian barang jadi.
  3. Barang jadi, persediaan ini sebenarnya merupakan masalah koordinasi produksi dan penjualan.

Metode Manajemen Persediaan

Yaitu sebagai berikut:


  1. Metode EOQ ( Economic Order Quantity )

EOQ atau kuantitas pesanan ekonomis adalah suatu metode untuk menentukan beberapa jumlah pesanan yang paling ekonomis untuk satu kali pesan.


  1. Recorder Point

Recorder atau titik pemesanan kembali adalah saat persediaan mencapai titik dimana perlu dilakukan pemesanan kemali yang dinyatakan dalam persamaan berikut:

Titik persamaan kembali = tenggang waktu x pemakaian

  1. Safety Stock

Safety stock atau persediaan pengamanan tambahan yang diadakan untuk melindungi atau menjaga kemungkinan terjadinya kekurangan bahan.


  1. Sistem ABC

System ABC adalah teknik manajemen persediaan dengan membagai persediaan kedalam tiga golongansesuai dengan tingkat penurunan kepentingan yang didasarkan pada nilai rupiah pada investasi masing – masing golongang persediaan.


Contoh Kasus Manajemen Persediaan

Diketahui sebuah perusahaan memiliki kebutuhan bahan baku sebesar 10.000 unit per tahun. Biaya pemesanan untuk pengadaan bahan tersebut adalah sebesar Rp 150,-/order. Biaya simpan yang terjadi sebesar Rp 0,75/u/tahun. Hari kerja per tahun adalah 350 hari. Waktu tunggu (lead time) untuk pengiriman bahan tersebut selama 10 hari.


Pertanyaan:

  • Hitunglah EOQ
  • Berapa total biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk pengadaan bahan tersebut
  • Berapa kali perusahaan melakukan pemesanan dalam 1 tahun
  • Berapa lama EOQ akan habis dikonsumsi perusahaan
  • Tentukan reorder point (titik pemesanan kembali)

Jawab:

Contoh Kasus Manajemen Persediaan


Daftar Pustaka:

  • Hanafi, M.B.A. Dr. Mamduh M. 2004. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
  • Syamsuddin, M.A., Drs. Lukman. 2007. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
  • Brigham, Eugene F. Dan Joel F. Houston. 2001. Manajemen Keuangan.Jakarta: Erlangga.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Fungsi Manajemen Persediaan: Pengertian, Manfaat, Jenis, Faktor, Metode dan Contoh

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: