Likuifaksi

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Likuifaksi“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Likuifaksi

Saat ini dalam waktu dekat beberapa wilayah di Indonesia sedang mengalami bencana alam. Tentu saja, menanyakan kepada masyarakat bagaimana cara menghindarinya dan apa penyebab bencana alam terdekat di beberapa daerah tersebut. Tahukah Anda bahwa Indonesia berada di “ring of fire” sebelum kita masuk ke dalam diskusi?

Indonesia terletak di dalam atau di lingkaran api dunia. Ini memberi Indonesia alasan yang masuk akal untuk mengalami bencana alam seperti tsunami, gempa bumi, kebakaran dan gunung berapi. Cincin api ini merupakan lingkaran aktif bumi yang dapat bergerak sesuai keadaan pusat bumi. Selain Indonesia yang mengalami gempa bumi dan bencana alam tersebut, Jepang dan Hawaii juga ada.

Berbicara tentang gempa bumi dan tsunami, sebenarnya kita bisa melihat banyak penyebab dan jenis gempa bumi dan tsunami dari sudut pandang geografis. Ada banyak kemungkinan alasan untuk setiap acara. Misalnya gempa bumi bisa disebabkan oleh letusan gunung berapi atau pergerakan lempeng. Selain itu, peristiwa dapat terjadi di dua lokasi: darat dan laut atau di darat.

Salah satunya terjadi kemarin di Pal dan Dongara. Selain tsunami yang melanda rumah berbagai penduduk, kota ini juga dilanda gempa berkekuatan cukup, berkekuatan 7,5 SR, yang dapat menghancurkan satu bangunan dengan bangunan beton. Saya yakin.


Penyebab Likuifaksi

Setelah diperiksa, penyebab utamanya dikenal sebagai likuifaksi. apa itu ? Tanah yang mengalami likuifaksi atau likuifaksi adalah suatu fenomena dimana tanah menjadi jenuh karena adanya perubahan yang tiba-tiba seperti gempa bumi, penurunan kekakuan dan kekuatan karena adanya tegangan, dan sifat padat tanah berubah menjadi air cair atau berat.

Artikel Terkait:  Materi Hutan

Tempat dengan jenis tanah berpasir adalah yang paling berbahaya, karena tanah berubah menjadi cair sehingga lebih rentan terhadap pori-pori dan lubang serta tarikan. Hilangnya struktur tanah akibat hilangnya kemampuan gerak atau tegangan geser dikenal dengan istilah likuifaksi.


Dampak Likuifaksi

Setelah memahami implikasinya, jika Anda memasukkan dampak yang akan terjadi jika suatu daerah terkena likuifaksi atau likuifaksi tanah, Anda akan merasakan beberapa dampak berikut:

  • Lahan berubah, terutama rumah dan bangunan di atasnya yang roboh dan berpindah tempat.
  • Ketinggian tanah diturunkan dan permukaannya berbeda (akhirnya daerah ini tampak seperti bukit dengan permukaan naik turun).
  • Semua bahan di tanah bisa dicuci bersih

Proses Likuifaksi

Mengamati proses likuifaksi sebenarnya mudah, tetapi masalah utamanya adalah tidak seperti tsunami yang dapat dideteksi menggunakan alat, likuifaksi ini tidak dapat dideteksi terlebih dahulu. Karena likuifaksi sangat bergantung pada getaran serta gempa bumi, tidak mungkin untuk menentukan apakah gempa bumi dapat menyebabkan likuifaksi.

Namun, jelas bahwa fenomena seismik yang terjadi pada tanah lembab memiliki risiko likuifaksi yang sangat tinggi. Fenomena ini biasanya terjadi di darat dekat laut atau pantai. Gempa juga dapat terjadi di daerah kaya air dan daerah berpasir. Setelah itu, likuifaksi dapat terjadi.

Menurut mantan rektor Universitas Gadjah Mada ini, likuifaksi dapat dibedakan menjadi dua jenis: air yang menyembur dari tanah seperti air mancur sekaligus menghancurkan struktur tanah. Selain itu, lapisan pasir yang dibawa oleh gempa bumi mungkin terlalu kuat, dan lapisan tanah mungkin terjepit dan mengalir. Kasus ini sama dengan likuifaksi pertama, keduanya menyapu tanah.

Berbicara tentang bahaya semua bencana alam dan fenomena alam tentu berbahaya. Khususnya, peristiwa destruktif dan berskala besar seperti likuifaksi yang terjadi di Pal berbahaya. Tentu saja, tidak heran jika semua bangunan dan benda yang terkena likuifaksi hanyut dan terbunuh tetapi tidak tertinggal.

Artikel Terkait:  Proses Terbentuknya Fosil

Karenanya, likuifaksi sebenarnya sangat berbahaya karena ibarat banjir dan kandungan tanah. Jika seseorang terbawa arus, akan sulit menyelamatkan diri karena Anda tidak berada di air yang jernih atau biasa. Tetapi seiring dengan struktur tanah yang hanyut dan bangunan lainnya.

Bagaimana menangani likuifaksi? Faktanya, fenomena ini tidak bisa ditangani. BMKG sendiri hanya bisa memperingatkan bahaya tsunami, bukan setelah gempa bumi atau likuifaksi. Ketika gempa bumi benar-benar usai dan tanah telah berhenti bergerak, area yang terkena likuifaksi tanah dapat dimodifikasi dan dipindahkan.

Selain itu, jika Anda membangun gedung di daerah yang terkena likuifaksi, Anda harus menunggu tanahnya mengeras. Namun butuh waktu bertahun-tahun agar tanah menjadi kuat dan keras kembali.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Likuifaksi (Pencairan Tanah) adalah: Penyebab, Dampak dan Proses

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :