Materi Lempeng Bumi

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Lempeng Bumi“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Lempeng-Bumi

Pengertian Lempeng Bumi

Bumi seperti bawang yang terdiri dari beberapa lapis. Planet bumi terdiri dari bola-bola konsentris yang dapat dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu kerak bumi, mantel bumi, dan inti bumi. Mantel terdiri dari dua bagian yaitu mantel atas dan mantel bawah yang dipisahkan oleh lapisan peralihan. Demikian juga inti dibagi menjadi dua bagian yaitu inti luar dan inti dalam. Rapat massa, temperature, dan tekanan bertambah besar dengan kedalamannya. Lapisan bumi dapat diuraikan sebagai berikut:


  1. Inti Bumi

Inti luar bersifat cairan pekat yang mempunyai kedalaman antara 2880 dan 4980 km dengan densitas antara 10 dan 12,3 gram/cm3. Inti luar kaya akan besi dan nikel dalam keadaan cair. Inti dalam mempunyai batuan yang sama dengan inti luar tetapi dalam keadaan pekat. Inti dalam dan luar dipisahkan oleh lapisan peralihan setebal 140 km. densitas lapisan inti dalam antara 13,3 dan 13,6 gram/cm3.


  1. Mantel Bumi

Mantel bumi bagian atas dan bagian bawah dipisahkan oleh lapisan peralihan setebal kurang lebih 500 km. lapisan mantel atas mempunyai ketebalan antara 40 dan 400 km terdiri dari batuan ultra basa dan mineral, dengan densitas antara 3,3 dan 4,3 gram/cm3.

Lapisan mantel dibawah mempunyai ketebalan sebesar antara 900 dan 2700 km dengan densitas antara 4,5 dan 5,5 gram/cm3, terdiri dari batuan senyawa padat MgO dan SiO2, dan sebagainya. 80% isi bumi dan 67% massa bumi terletak pada mantel. Antara mantel bawah dan mantel luar dipisahkan oleh lapisan peralihan setebal kurang lebih 80 km.


  1. Kerak Bumi

Kerak bumi merupakan lapisan terluar dari bumipadat yang terdiri dari kerak benua dan kerak samudra dan tersusun dari macam-macam batuan dengan ketebalan antara 15 dan 40 km. di bawah kerak bumi terdapat lapisan yang disebut MOHO yaitu lapisan peralihan yang mempunyai perubahan sifat-sifat fisis yang tajam antara kerak bumi dan lapisan mantel, terutama densitas dan elastisitas batuan. Lapisan MOHO ditemukan oleh ahli geologi bernama Mohorovisic pada tahun 1909.


Lempeng Tektonik

Lempeng Tektonik

Ilmuan atau para ahli berpendapat bahwa dulu sebelum lempeng bumi terpecah menjadi beberapa bagian, kira kira 225 miliar tahun yang lalu, di perkirakan lempeng bumi itu masih utuh, tetapi setelah 135 milar tahun selanjutnya, pergerakan lempeng yang terdapat celah atau patahan mulai terlihat menjadi pecahan pecahan yang besar.

Pada 65 miliar tahun selanjutnya lempeng bumi mulai terpecah sebagian menjadi pecahan kecil hingga sekarang telah di ketahui yaitu ada tujuh pecahan besar dan yang sebaiannya adalah pecahan kecil. Dalam hal ini mereka merasa yakin karena dengan di temukannya fosil batuan yang jenis dan umurnya sama dari pecahan satu dan pecahan lainya serta pada hal ini dapat dilihat dengan penyebaran hewan-hewannya.

Lempeng tektonik mendeskripsikan tentang lapisan luar bumi yaitu litosfer yang seperti cangkang keras atau batuan yang kuat. Lalu cangkang yang keras ini pecah menjadi tujuh baggian dan sebagian lainnya berupa pecahan kecil yang di sebut lempeng tektonik atau lempeng lithospheric.

Teori tektonik lempeng membagi bagian luar bumi menjadi dua lapisan yaitu lapisan litosfer dan astenosfer. Lapisan Litosfer adalah lapisan paling luar yang bersifat kaku dan dingin. Lapisan kedua yaitu lapisan astenosfer. Lapisan astenosfer ini bersifat panas dan dapat mengalami perubahan bentuk perlahan-lahan. Perbedaan antara litosfer dan astenosfer didasarkan pada pada perbedaan temperaturnya.

Artikel Terkait:  Pengertian Penggundulan Hutan

Menurut teori lempeng tektonik, litosfer terpecah-pecah menjadi sejumlah potongan lempeng yang dapat hanyut di atas astenosfer. Terdapat tujuh lempeng tektonik utama yaitu lempeng Eurasia, Australia, Pasifik, Afrika, Amerika Utara, Amerika Selatan, Antartika dan beberapa lempeng kecil lainnya seperti Filipna, Cocos, Nazca, Arab dan Iran. Lempeng berada dalam keadaan yang bergerak kontinu. Kegiatan gempa, vulkanik dan barisan gunung berada di sekitar tepi lempeng dan berkaitan dengan gerakan berbeda antara lempeng-lempeng yang berdekatan.

Ada tiga jenis tepi lempeng yaitu tepi konstruktif, destruktif, dan konservatif. Tepi konstruktif sesuai dengan lokasi punggung tengah lautan dimana punggung tengah lautan merupakan suatu jalur dua lempeng bergerak saling menjauhi. Tapi kedua lempeng tersebut tidak terpisah karena dibelakang masing-masing lempeng terbentuk kerak baru secara kontinu.

Aktivitas seismik pada tepi lempeng macam ini rendah sehingga gempanya bersifat dangkal. Ini disebabkan litosfernya sangat tipis dan lemah sehingga tidak dapat terbentuk gaya tegangan yang cukup untuk menyebabkan gempa besar. Pada tepi lempeng konstruktif terdapat aktivitas vulkanik bawah laut sepanjang punggung. Lava yang dimuntahkan terutama adalah basal.

Jenis tepi lempeng kedua yaitu tepi konstruktif atau pemusnahan. Pada tepi ini dua lempeng bertumbukan. Satu lempeng menunjam di bawah tepi lempeng yang lain dengan sudut sekitar 45°. Lempeng ini biasanya menunjam di bawah tepi lempeng benua karena lempeng benua lebih tebal dan mengalami daya angkat yang besar.

Secara geografis lokasinya sesuai dengan lokasi palung lautan. Palung lautan terbentuk karena penunjaman lempeng lautan di bawah tepi lempeng benua dan masuk ke dalam mantel bumi. Penunjaman ini dinamakan pula subduksi.

Tepi lempeng ketiga yaitu tepi konservatif, yaitu tepi dimana lempeng tidak mengalami penambahan maupun pengurangan luas permukaan. Kedua lempeng hanya bergesekan. Gesekan antara keduanya begitu besar sehingga dapat menimbulkan gempa besar. Contohnya yaitu patahan San Andreas. Patahan ini berada diantara lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara.

Tegangan yang sangat besar, secara periodik dilepaskan sebagai gempa besar. Aktivitas ini tidak terjadi pada setiap patahan. Misal pada gempa San Fransisco, hanya terjadi di sepanjang ujung utara patahan San Andreas dengan perpindahan rata-rata 6,5 cm per tahun.


Prinsip Pergerakan Lempeng Tektonik

Struktur bumi terdiri dari inti bumi, mantel bumi dan kerak bumi. Pada kerak bumi terdapat lempeng lempeng yang selalu bergerak. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan suhu di dalam bumi. Semakin dalam maka suhunya akan sangat semakin panas sehingga lempeng-lempeng ini akan terus bergerak.

Pergerakan lempeng lempeng ini disebut dengan pergerakan lempeng tektonik. Prinsip dari lempeng tektonik   adalah bahawa bahwa litosfer terpisah menjadi lempeng-lempeng tektonik yang berbeda-beda dan selamu mengalami pergerakan.

Berdasarkan teori lempeng tektonik yang menyatakan bahwa litosfer bumi terdiri dari lempeng besar yang kaku dan selalu bergerak. Lempeng-lempeng ini memiliki ketebalan sekitar 100 km dan terdiri atas mantel litosferik yang di atasnya dilapisi dengan hamparan salah satu dari dua jenis material kerak. Yang pertama adalah kerak samudera atau yang sering disebut dengan “sima”, gabungan dari silikon dan magnesium.

Artikel Terkait:  Materi Samudra Pasifik

Jenis yang kedua yaitu kerak benua yang sering disebut “sial”, gabungan dari silikon dan aluminium. Kedua jenis kerak ini berbeda dari segi ketebalan di mana kerak benua memiliki ketebalan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kerak samudera. Ketebalan kerak benua mencapai 30-50 km sedangkan kerak samudera hanya 5-10 km.

Dua lempeng akan bertemu di sepanjang batas lempeng (plate boundary), yaitu daerah di mana aktivitas geologis umumnya terjadi seperti gempa bumi dan pembentukan kenampakan topografis seperti gunung, gunung berapi, dan palung samudera.

Lempeng tektonik bisa merupakan kerak benua atau samudera, tetapi biasanya satu lempeng terdiri atas keduanya. Misalnya, Lempeng Afrika mencakup benua itu sendiri dan sebagian dasar Samudera Atlantik dan Hindia. Perbedaan antara kerak benua dan samudera ialah berdasarkan kepadatan material pembentuknya. Kerak samudera lebih padat daripada kerak benua dikarenakan perbedaan perbandingan jumlah berbagai elemen, khususnya silikon.

Kerak samudera lebih padat karena komposisinya yang mengandung lebih sedikit silikon dan lebih banyak materi yang berat. kerak samudera umumnya berada di bawah permukaan laut seperti sebagian besar Lempeng Pasifik, sedangkan kerak benua timbul ke atas permukaan laut.


Batas Lempeng Tektonik

Batas Lempeng Tektonik

Ada tiga jenis batas lempeng yang berbeda dari cara lempengan tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain. Tiga jenis ini masing-masing berhubungan dengan fenomena yang berbeda di permukaan. Tiga jenis batas lempeng tersebut adalah:


1. Divergen

Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling menjauh satu dengan yang lain dimana gaya yang bekerja pada gerak ini adalah gaya tarikan (tensional). Divergen ini menyebabkan naiknya magma dari pusat bumi yang akan membentuk lantai samudera atau kerak samudera. Contohnya adalah MOR (Mid Ocean Ridges) di dasar samudera Atlantik.


2. Konvergen

Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling mendekati satu dengan yang lain dimana gaya yang bekerja pada gerak ini adalah gaya kompresional. Ada tiga jenis pergerakan konvergen yaitu:

  • Subduksi: Pergerakan konvergen diantara lempeng benua dengan lempeng samudera, dimana lempeng samudera akan menunjam ke bawah lempeng benua karena berat jenis lempeng benua lebih ringan dibandingkan dari lempeng samudera. Contohnya adalah palung yang memanjang dari sebelah barat Sumatra, selatan Jawa, hingga ke sealatan Nusa Tenggara Timur.
  • Obduksi: Pergerakan konvergen diantara kerak benua dengan kerak samudera, dimana kerak benua menunjam di bawah kerak samudera. Penunjaman ini terjadi karena perubahan dari batas lempeng divergen menjadi konvergen yang kemudian penunjaman tersebut membawa kerak benua berbenturan dengan kerak samudera.
  • Kolisi: Pergerakan konvergen diantara lempeng benua dengan lempeng benua. Kedua lempeng tersebut memiliki massa jenis yang sama sehingga membentuk pegunungan lipatan yang sangat tinggi. Contohnya: Pegunungan Himalaya

3. Transform

Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling berpapasan. Gerakan ini sejajar dan tidak tegak lurus dimana menghasilkan sesar mendatas jenis Strike Slip Fault. Contohnya adalah sesar San Andreas di Amerika Serikat.


Pembagian Lempeng Tektonik Di Dunia

Pelat di bumi dibagi menjadi 7 lempeng besar dan banyak lempeng kecil. Panel kecil dibuat dengan membagi panel besar. Piring besar ini mengandung:

  1. Lempeng benua Afrika yang menutupi Afrika
  2. Lempeng Antartika yang menutupi Antartika
  3. Lempeng benua Australia meliputi Australia hingga India
  4. Lempeng benua Eurasia meliputi Asia dan Eropa
  5. Lempeng benua Amerika Utara, yang meliputi Amerika Utara dan Siberia
  6. Lempeng benua Amerika Selatan yang meliputi Amerika Selatan
  7. Lempeng Samudra Pasifik yang menutupi Samudra Pasifik
Artikel Terkait:  Materi Samudra Atlantik

Indonesia adalah negara di mana bencana alam biasa terjadi. Salah satu alasannya adalah bahwa Indonesia dikelilingi oleh banyak lempeng. lempeng di Indonesia adalah lempeng industri dan lempeng eurasia. Pelat di Indonesia bersifat konvergen, sehingga lempeng Indonesia berada di bawah lempeng Eurasia. Selain itu, terdiri dari 3 piring di Indonesia Timur. Lempeng ini adalah lempeng Filipina, lempeng Pasifik dan lempeng Indonesia.


Faktor-Faktor yang Menyebabkan Pergerakan Lempeng Tektonik

Pergerakan lempeng-lempeng ini membutuhkan energi. Energi ini berasal dari membran bumi, benjolan besar bahan yang terletak di bawah lempeng tektonik. Ketebalan membran bumi mencapai 2.800 km, terdiri dari bahan batuan dalam bentuk senyawa silikat, tersusun dalam cara yang sangat rumit dan beberapa bagian dan bahkan keseluruhan meleleh menjadi satu. Bukan berarti membran ini cair, tetapi agak lunak dan sangat lengket dan memiliki suhu yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat tinggi.

Semakin rendah suhu membran bumi, semakin panas hasilnya. Karena perbedaan suhu antara membran bumi atas dan membran bumi bawah, membran bumi tetap bergerak. Proses perbedaan suhu ini menghasilkan arus pengisian yang sangat besar yang terus berputar dari bawah ke atas. Arus inilah yang menyebabkan lempeng tektonik bergerak.

Lalu mengapa ini bisa terjadi?

Ini karena selaput bumi bagian bawah mencoba untuk memindahkan materialnya yang sangat panas ke atas, karena ada perbedaan ketebalan antara lapisan bawah dan lapisan atas membran bumi. Lapisan atas membran bumi cukup tebal dan beras sehingga beberapa bagian tenggelam ke suhu yang lebih panas. Proses ini berjalan terus menerus tanpa henti.

Para ahli mengklaim bahwa sekitar 300 juta tahun yang lalu hanya ada satu benua yang sangat besar yang disebut Pangea di Bumi. Seiring waktu, benua ini perlahan berpisah untuk menghasilkan Gondwana dan Laurasia. 65 juta tahun yang lalu, Laurasia berpisah di Amerika Utara dan Eurasia dan Amerika Selatan pindah dari Afrika Selatan pada waktu itu.

10 hingga 20 juta tahun yang lalu, Amerika Utara terhubung ke Amerika Selatan dan benua India bersatu dengan Eurasia, sementara Australia terpisah dari Antartika. Sejauh ini, benua Australia telah bergerak sekitar 7 cm ke utara setiap tahun, dan Australia berada di lempeng tektonik yang merupakan yang tercepat bergerak di antara lempeng tektonik lainnya. Ini adalah hasil dari pergerakan lempeng-lempeng ini yang menyebabkan gempa bumi.


Daftar Pustaka:

Buku Responsi 2009, 2010, dan bahan ajar selama kuliah

  1. Diane H. Carlson, Charles C. Plummer, And Lisa Hammersley. Physical Geology Earth Revealed. 2011. New York: Mcgraw-Hill
  2. Thompson And Turk. Introduction To Physical Geolology
  3. Bayong Tjasyono, Imu Kebumian Dan Antariksa, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2008
  4. Chernicoff. Geologi An Introduction To Physical Geology Fourth Edition.(2007:Pearson Education)

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sejarah Tentang Lempeng Bumi: Pengertian, Tektonik, Prinsip, Batas, Pembagian dan Faktor

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: