Klasifikasi Iklim Koppen

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Iklim Koppen“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Klasifikasi-Iklim-Koppen

Pengertian Iklim Koppen

Iklim di dunia memang berbeda- beda. Apabila kita mencari lebih dalam maka anda akan menjumpai sekian banyak jenis iklim yang berbeda- lain menurut kategorinya masing- masing. Salah satu pengklasifikasian iklim yang paling terkenal dan tidak sedikit digunakan insan di dunia ialah pengklasifikasian iklim oleh Koppen. Pengklasifikasian iklim oleh Koppen ini didasarkan pada sistem klasifikasi iklim pengalaman vegetasi. Pengklasifikasian iklim ini dinamakan dengan koppen sebab dikembangkan oleh seorang berpengalaman botani- klimatologi Wadlimir Koppen yang berasal dari Jerman.


Tujuan Pengklasifikasian Koppen

Semua jenis pengklasifikasian iklim tentulah berisi maksud dan tujuannya masing- masing. Seperti pengklasifikasian iklim oldeman yang dipakai dalam bidang pertanian, maka pengklasifikasian iklim Koppen ini pun mempunyai manfaat. Klasifikasi iklim menurut keterangan dari Koppen bertujuan guna merancang rumus yang bakal menilai batas- batas iklim sedemikian rupa sampai-sampai akan cocok dengan mereka yang sedang sedang di zona vegetasi atau bioma yang sedang dipetakan kesatu kali sekitar hidupnya.


Klasifikasi Iklim Koppen

Wladimir Koppen adalah seseorang yang paling gigih memperjuangkan serta mengembangkan temuannya. Hal ini terbukti ketia ia mengeluarkan skema pembagian iklim kesatu pada tahun 1900 serta versi revisi pada tahun 1918, dan ia terus merevisi sistem klasifikasinya tersebut sampai akhir hidupnya pada tahun 1940.

Artikel Terkait:  Kelebihan dan Kekurangan Masyarakat di Daerah Beriklim Muson Tropis

Klasifikasi iklim oleh Koppen ini berdasar pada rata- rata curah hujan dan temperatur, baik temperatur bulanan maupun tahunan. Hal tersebut diakibatkan karena kedua bagian tersebut, yaitu curah hujan dan temperatur, adalahunsur yang sangat dominan terhadap kehidupan di permukaan Bumi.

Koppen sendirI memakai simbol huruf besar dan kecil untuk memisahkan ciri- ciri antara curah hujan dan temperatur. bSimbol ini juga dipakai dalam menilai pembagian wilayah iklim menurut temperatur bulan terdingin dan pun bulan terpanas. Berikut ini adalahkode dari klasifikasi iklim Koppen:

  • A : iklim tropis
  • B : iklim kering
  • C : iklim sedang
  • D : iklim dingin
  • E : iklim kutub
  • f = tidak jarang kali basah : hujan dapat jatuh dalam seluruh musim
  • s = bula kering pada musim panas di belahan bumi yang bersangkutan
  • w = bulan kering (winter)
  • m = hujan cukup/ medium

nah itulah sejumlah simbol huruf besar dan huruf kecil yang sedang di pengklasifikasian iklim menurut keterangan dari Koppen ini. Kemudian untuk memahami lebih jelas tentang apa saja jenis iklim yang diklasifikasikan oleh Koppen, anda akan mempelajarinya secara lebih rinci sebagai berikut:


1. Iklim Hujan Tropis (A)

Wilayah hujan tropis merupaka wilyah yang mempunyai temperatur bulanan terdingin selama 18 derajat Celcius. Iklim ini termasuk kelompok iklim yang panas. Iklim ini dipecah lagi menjadi tiga tipe yaitu Hutan hujan tropis (Af), Monsoon tropika (Am), dan Savana (Aw). Untuk memahami lebih rinci ketiganya, sebagai berikut:

  • Hutan hujan tropis (Af), adalah daerh tipe f pada bulan terkering, curah hujan rata- rata lebih dari 60 mm. wilayah ini tidak sedikit mempunyai hutan- hutan yang lebat, dan ada di sejumlah wilayah Indonesia laksana Sumatera dan Kalimantan.
  • Monsoon tropika (Am), merupakan wilayah peralihan yang mana jumlah hujan saat bulan bsah bisa mengimbangi kelemahan hujan pada ketika bulan kering. Daerah ini pun masih ada hutan- hutan yang lumayan lebat, dan persebarannya antara beda di distrik Jawa Tengah dan Jawa Barat.
  • Savana (Aw), adalah wilayah yang memiliki musim kering yang panjang. Jumlh hujan pada bulan basah tidak akan dapat mengimbangi kelemahan hujan saat bulan kering. Tidak bnyak vegetasi yang dapat tumbih di tempat laksana ini. sejumlah tanaman yang tumbuh laksana rumput dan pepohonan yang jarang, dan persebarannya antara beda di Nusa Tenggara dan Madura.
Artikel Terkait:  Hujan Meteor Quadrantid

2. Iklim Kering (B)

Selanjutnya ialah iklim kering atau sub tropis, yakni wilayah yang mempunyai tingkat penguapan tinggi daripada curah hujan, dan temperatur pada bulan yang terdingin menjangkau 18,3 derajat Celcius. Di iklim ini persediaan air bahkan tidak menyokong untuk kehidupan tanaman. Iklim ini dipecah menjadi dua tipe yakni iklim stepa (Bs) dan pun iklim padang pasir (Bw). Tanaman yang dapat bertahan di iklim ini diantaranya ialah kaktus.


3. Iklim Hujan Sedang (C)

Selanjutnya ialah iklim hujan sedang. Daerah yang beriklim ini mempunyai suhu rata- rata di bulan terpanas lebih dari 10 derajat celcius. Sama laksana dua jenis iklim sebelumnya, iklim ini dipecah menjadi tiga tipe yakni iklim sedang dengan musim panas yang kering (Cs), iklim sedang dengan musim dingin yang kering (Cw), serta iklim sedang yang lembab (Cf).


4. Iklim Dingin (D)

Wilayah yang mempunyai iklim dingin memiliki temperatur atau suhu rata- rata di bulan- bulan terdingin tidak cukup dari -3 derajat Celcius, sementara di bulan- bulan terpanas suhunya melebihi 10 derajat Celcius. Iklim ini dipecah menjadi dua tipe yaitu iklim dingin dengan musim dingin yang kering (Dw) dan iklim dingin tanpa periode siang (Df)


5. Iklim Kutub (E)

Iklim yang terakhir ialah iklim kutub. Daerah yang mempunyai iklim kutub mempunyai temperatur rata- rata di bulan terpanas tidak cukup dari 10 derajat Celcius. Iklim kutub ini dipecah menjadi dua tipe iklim yaitu iklim tundra (ET) dan iklim Es Salju Abadi (EF).


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang 5 Klasifikasi Iklim Koppen: Pengertian Beserta Tujuannya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!

Artikel Terkait:  Perbedaan Bijih Logam dan Bijih Besi

Baca Artikel Lainnya: