Klasifikasi Endapan Bijih

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Endapan Bijih“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Klasifikasi-Endapan-Bijih

Seiring berkembangnya zaman, pembangunan di sejumlah daerah pun mengalami peningkatan. Tidak heran keperluan akan bahan baku yang berasal dari alam khususnya hasil tambang pun mengalami peningkatan. Hasil tambang sendiri tidak melulu berupa logam namun pun menghasilkan produk non logam. Tidak heran andai kita berkata mengenai hasil tambang tentu mempunyai hubungan erat dengan mineral bijih. Dapat disebutkan bahwa mineral bijih atau ore minerals adalahsuatu mineral yang berisi logam atau bagian logam dan mempunyai nilai ekonomis.

Di kerak bumi terbukti tidak sedikit berisi bagian – bagian logam akan namun dalam fokus kecil. Akan tetapi andai sudah melewati sejumlah proses, kadar sebuah logam akan merasakan peningkatan hingga sejumlah kali lipat sampai-sampai nilai ekonomisnya pun mengalami peningkatan. Dan guna mempermudahnya, maka endapan bijih hasil tambang yang sudah melalui tahapan tertentu diklasifikasikan guna mempermudah pembagian. Klasifikasi endapan bijih bisa digolongkan menjadi:


Klasifikasi Endapan Bijih

Berikut ini terdapat beberapa klasifikasi endapan bijih, terdiri atas:


1. Berdasarkan Komoditi Endapan

Jika disaksikan menurut komoditinya, endapan bijih terbagi menjadi lima kelompok yaitu:

  • Precious metals atau logam mulia: emas (Au), perak (Ag), dan platina (Pt).
  • Non ferrous metals atau logam non ferrous: timbal (Pb), seng (Zn), tembaga (Cu), timah (Sn), dan alumunium (Al). Bagi tembaga, timbal, seng dan timah dikenal dengan sebutan logam dasar atau base metals.
  • Iron and ferroalloy metals atau logam ferroalloy dan besi: besi (Fe), nikel (Ni), Mangan (Mn), Molibdenum (Mo), Krom (Cr), wolfram (W), molibdenum (Mo), vanadium (V) dan kobal (Co).
  • Minor metals dan related non-metals: antimon (Sb), berilium (Be), kadmiun (Cd), arsen (As), bismut (Bi), magnesium (Mg), REE, air raksa (Hg), tantalium (Ta), selenium (Se), telurium (Te), Zirkonium (Zr), titanium (Ti) dan beda sebagainya.
  • Fissionable metals: torium (Th), uranium (U), dan radium (Ra).
Artikel Terkait:  Materi Hutan Mangrove

Di samping menurut komoditi endapannya, endapan bijih pun dapat diklasifikasi menurut geologi cebakan mineral erat kaitannya genesa atau mulajadi. Secara umum cebakan mineral sehubungan dengan 3 proses pembentukan batuan yaitu magmatisme, metamorfisme, dan sedimentasi.


2. Tipe Endapan Bijih Magmatik

Tipe magmatik ini membentuk sekian banyak macam tipe cebakan laksana early magmatic, pegmatic, greissen, skarn, hidrotermal, epitermal dan masih tidak sedikit lainnya yang bakal menghasilkan tubuh bijih berbagai ragam, mulai dari isometris, lapisan, urat atau vein, kantong atau format rumit. Tipe ini pun endapan bijih yang didapatkan langsung dari fraksinasi kristalisasi magma sebab pembekuan magma tersebut sendiri atau segregasi.

  • Tipe endapan pegmatik, yakni endapan yang terbentuk pada batuan beku yang memiliki ukuran kristal yang kasar, terbentuk sekitar proses kristalisasi magma, situasi larutan tinggi air, dan perkembangan kristal cepat. Pegmatit menghasilkan lithium, cesium, tantalum, berylium, feldspar dan muscovite. Hasil minor dari pegmatit yakni uranium, RER, tin, tungsten, yttrium. Bahkan hasil dar miarolitik pegmatite yakni gemston laksana beryl (emerald), topaz dan tourmaline.
  • Tipe endapan hidrothermal, adalahlarutan air panas yang naik sebagai dampak adanya proses magmatik atau meteoritik. Air panas bakal melarutkan bagian logam dari batuan yang dilaluinya, sampai-sampai akan menghasilkan pengkayaan bagian dan diendapkan pada sebuah tempat dengan temperatur lebih rendah. Hampir mayoritas cebakan mineral berasal dari proses hidrotermal. Berdasarkan teknik pembentukan endapan, terbagi menjadi 2 yakni cavity filing (mengisi lubang yang telah ada di dalam batuan) dan metasomatisme (mengganti bagian yang sudah ada sebelumnya di dalam batuan dengan bagian larutan hidrotermal). Endapan hidrotermal menghasilkan pirit (FeS2), kuarsa (SiO2), dan kalkopirit (CuFeS2).
  • Tipe vulkanogenik, terjadi sebab adanya kegiatan gunung api di bawah laut. Salah satu ciri dari cebakan vulkanogenik yakni ada perlapisan rijang, endapan sulfida, gipsum dan barit. Sedangkan endapan sulfida sendiri tersusun atas bijih hitam, bijih kuning, dan pun bijih kuning berbentuk stockwork.
Artikel Terkait:  Alterasi Mineral

3. Tipe Endapan Metamorfik dan Metamorfisme Kontak

Untuk endapan metamorfik mempunyai hubungan dengan proses metamorfisme yang diakibatkan adanya desakan dan temperatur yang merasakan peningkatan. Dalam urusan ini endapan yang didapatkan berisi tidak banyak mineral, sampai-sampai tubuh bijih bakal terlihat simpel dan tidak teratur. Metamorfisme dapat menyebabkan re-kristalisasi dari sulfida yang terdapat menjadi ukuran lebih besar, bernilai ekonomi tinggi dan kandungan metal pun meningkat. Contoh endapan ini yakni asbes, serpentin, talk, pyropilit, andalusit, grafit, garnet, kyanit dan wollastonit.

Sedangkan pada metamorfisme kontak, magma menjadi sumber air, volatil material dan sejumlah variasi unsur. Apabila material itu kontak dengan country rock maka akan terbuat skarn yang prosesnya disebut metasomatisme. Contoh dari metamorfisme kontak yakni bijih besi yang ada di Kalimantan Selatan dan Sumatera Barat, Au – Cu di Papua. Daerah-daera itu merupakan wilayah penghasil bijih besi terbesar di Indonesia.


4. Endapan Bijih Sedimenter

Pada endapan ini bersangkutan dengan tiga tahapan yakni pelapukan batuan asal transportasi (pemindahan hasil pelapukan), pengendapan material lepas, pemampatan material lepas menjadi batuan kompak. Endapan sedimenter ini terjadi secara mekanik dan kimia hingga format tubuh bijih bakal terlihat sederhana menyusun lapisan yang tertata dan sebaran bijih di dalamnya lumayan rata. Cebakan mineral ini dapat ditemukan di FeO dan MnO yang terbentuk adanya presipitasi sedimen yang berasal dari batuan sebelumnya yang sudah merasakan pelapukan dan terbawa ke dalam cekungan sedimen sampai akhirnya terbentuk rangkaian bijih yang baru.


5. Endapan Residual

Endapan yang berasal dari pelapukan dimana proses pelapukan dan pengendapan terjadi di lokasi sama atau dapat dikatakan tidak ada eksodus material atau pengangkutan dengan air atau angin. Proses pelapukan terjadi secara fisika dan kimia dengan asal batuan dari batuan beku atau metamorf, merasakan penghancuran dampak adanya desakan atau pelapukan alami sehingga pulang menjadi butiran. Butiran itu menumpuk pada cekungan di mana batuan itu berasal dan merasakan proses sedimentasi.

Artikel Terkait:  Pengertian, Sejarah, Teori dan Proses Terbentuknya Benua dan Samudera

6. Endapan Placer

Endapan placer adalahakumulasi dari material lepas yang tersusun sebab adanya proses pelapukan mineral asal lantas terpindahkan ke lokasi lain seringkali berupa dataran rendah. Jika media perpindahan ialah sungai dinamakan dengan cebakan alluvial, namun andai perpindahan dengan memanfaatkan gaya gravitasi dinamakan dengan kolovial. Apabila pelajaran lepasnya tidak jauh dari tempat pemineralan dinamakan dengan cebakan elluvial. Cebakan mineral ini seringkali adalahmineral berat laksana emas, magnetit, ilmenit, kasiterit dan beda sebagainya. Bentuk tubuh bijih mempunyai lapisan tidak teratur, berlensa, dan format tidak teratur.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Berikut 6 Klasifikasi Endapan Bijih Penghasilan Tambang

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :