Obligasi-adalah

Materi Obligasi

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Obligasi“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Obligasi-adalah

Pengertian Obligasi

Obligasi adalah sebagai utang jangka panjang yang akan dibayar kembali pada saat jatuh tempo dengan bunga yang tetap jika ada. Dari defenisi ini dapat dimengerti bahwa obligasi adalah suatu utang atau kewajiban jangka panjang (bond), sedangkan utang jangka pendek disebut bill. Nilai utang dari obligasi ini dinyatakan di dalam surat utangnya.

Bunga dari obligasi adalah tetap (misalnya 14% setahun) jika ada dan sudah ditentukan. Karena obligasi membayar bunga yang besamya tetap, maka obligasi dikenal juga sebagai sekuritas pendapatan tetap. Walaupun kebanyakan obligasi memberikan bunga tetap, ada juga obligasi yang tidak membayar bunga.

Menerbitkan obligasi dapat dilakukan secara umum disebut public placement atau secara privat/terbatas disebut private placement. Beberapa lembaga keuangan (perusahaan sekuritas) berperan dalam menerbitkan dan mentransaksikan sekuritas, seperti bank investasi (perusahaan penjamin emisi),securities broker and dealer (pedagang perantara), dan organized exchange (bursa efek).


Sejarah Obligasi

Ketika Perang Dunia I pecah, dana yang dimiliki pemerintah Amerika Serikat (AS) tidak seperti saat ini. Kenyataannya, jumlah dana yang tersedia saat itu tidak mampu menutup semua biaya perang yang diperlukan. Perdebatan tentang biaya perang ini langsung menjadi isu, topik, dan permasalahan nasional.

Menghadapi situasi ini, pemerintah AS memanfaatkan kendalinya atas uang rakyat. Pemerintah AS menaikkan pajak warganya untuk mencukupi kekurangan biaya perang. Tiga tahun setelah Perang Dunia I selesai, tepatnya pada tahun 1917, pemerintah AS menemukan cara yang lebih mudah sekaligus menjadi solusi alternatif untuk menutupi hutang negara di tahun berikutnya dan juga untuk menyokong pertumbuhan ekonomi AS. Solusi alternatif ini disebut Liberty Bond atau Obligasi Liberty yang telah membebaskan AS dari krisis keuangan. Liberty Bondditerapkan pemerintah AS untuk mendapatkan uang lebih untuk menutupi defisit negara. Caranya, Obligasi tersebut dijual kepada warga negara Amerika dengan iming – iming premis atau imbalan yang tinggi.

Sungguh mengejutkan, dalam waktu singkat, pemerintah AS berhasil mengumpulkan dana yang begitu besar dari hasil penjualan obligasi ini. Besarnya pajak yang berhasil dikumpulkan mampu mencegah terjadinya krisis keuangan akibat defisit anggaran negara. Semakin lama, penjualan obligasi menjadi semakin banyak dan membesar. Tak ayal lagi, surat utang yang disebut Obligasi Liberty itu pun semakin dikenal masyarakat luas. Di bawah ini, adalah salah satu contoh iklan yang digunakan pemerintah AS untuk mendorong masyarakat membeli obligasi Liberty.

Obligasi secara ringkasnya adalah utang tetapi dalam bentuk sekuriti. “Penerbit” obligasi adalah sipeminjam atau debitur, sedangkan “pemegang” obligasi adalah pemberi pinjaman atau kreditur dan “kupon” obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna memperoleh pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan sumber dana dari luar perusahaan.

Faktor keamanan investasi inilah yang sangat penting untuk dipahami. Sederhananya, meskipun dunia berada dalam kekacauan akibat perang dan masih adanya kemungkinan pemerintah AS tidak mampu mengembalikan uang rakyat yang telah membeli obligasi, investasi ini menawarkan tempat investasi yang tidak hanya aman tetapi juga memiliki resiko yang sangat kecil.

Artikel Terkait:  Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Dan memang benar, setelah perang usai, Departemen Keuangan AS tidak mampu membiayai Obligasi Liberty yang telah dibeli oleh masyarakat. Untuk mengatasinya, pemerintah AS mengeluarkan obligasi yang baru. Hingga saat ini, obligasi diciptakan terus menerus untuk membiayai investasi dari nasabah. Karena pemerintah tidak mampu lagi membiayai, maka solusi yang diambil adalah dengan memproduksi uang sebanyak mungkin tanpa menggunakan jaminan emas atau benda berharga lainnya.

Dengan kata lain, pemerintah AS mencetak uang kertas sebagai alat pembayaran obligasi nasabahnya tanpa satu jaminan pun. Dapat dibayangkan, hal ini membawa akibat buruk bagi masa depan negara Amerika Serikat. Memang benar, negara dapat menciptakan banyak uang untuk membayar investasi dari pembelian obligasi dan dari situlah muncul problem baru yang harus dihadapi pemerintah.


Karakteristik Obligasi

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik obligasi, yaitu sebagai berikut:

  1. Nilai nominal atau nilai utang pokok, yaitu nilai yang harus dibayar bunganya oleh penerbit dan harus dilunasi pada saat akhir masa jatuh tempo.
  2. Harga penerbitan, yaitu suatu harga yang ditawarkan kepada investor pada saat penjualan perdana obligasi. Nilai bersih yang diterima oleh penerbit adalah setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbit.
  3. Tanggal jatuh tempo, yaitu suatu tanggal yang ditetapkan dimana pada saat tersebut penerbit wajib untuk melunasi nilai nominal obligasi. Sepanjang pembayaran kembali / pelunasan tersebut telah dilakukan maka penerbit tidak lagi memiliki kewajiban kepada pemegang obligasi setelah lewat tanggal jatuh tempo obligasi tersebut. Beberapa obligasi diterbitkan dengan masa jatuh tempo hinga lebih dari seratus tahun. Pada awal tahun 2005, pasar atas obligasi euro dengan masa jatuh tempo selama 50 tahun mulai berkembang. Pada pasaran Amerika dikenal 3 kelompok masa jatuh tempo obligasi yaitu:
  • Jangka pendek (surat utang atau bill): yang masa jatuh temponya hingga 1 tahun;
  • Medium Term Note: masa jatuh temponya antara 1 hingga 10 tahun;
  • Jangka panjang (obligasi atau bond): jatuh temponya di atas 10 tahun.
  1. Kupon, suku bunga yang dibayarkan oleh penerbit kepada pemegang obligasi. Biasanya suku bunga ini memeiliki besaran yang tetap sepanjang masa berlakunya obligasi, tetapi juga bisa mengacu kepada suatu indeks pasar uang seperti LIBOR, dan lain-lain. Istilah “kupon” ini asal mulanya digunakan karena dimasa lalu secara fisik obligasi diterbitkan bersama dengan kupon bunga yang melekat pada obligasi tersebut. Pada tanggal pembayaran kupon, pemegang obligasi akan menyerahkan kupon tersebut ke bank guna ditukarkan dengan pembayaran bunga.
  2. Tanggal kupon, tanggal pembayaran bunga dari penerbit kepada pemegang obligasi. Di Amerika, kebanyakan pembayaran kupon obligasi dilakukan secara “tengah tahunan”, yang artinya pembayaran kupon dilakukan setiap 6 bulan sekali. DiEropa, kebanyakan obligasi adalah secara “tahunan” atau 1 kupon pertahun.
  3. Dokumen resmi, suatu dokumen yang menjelaskan secara terinci hak-hak dari pemegang saham. Di Amerika, ketentuan ini diatur oleh departemen keuangan pemerintah dan undang-undang komersial dimana dokumen ini di hadapan pengadilan diperlakukan sebagai suatu kontrak. Ketentuan dalam dokumen resmi tersebut sulit sekali diubah dimana perubahan hanya dapat dilakukan atas persetujuan mayoritas pemegang obligasi.
  4. Hak opsi: suatu obligasi dapat memuat ketentuan mengenai hak opsi kepada pembeli obligasi ataupun penerbit obligasi.
  5. Hak pelunasan, beberapa obligasi memberikan hak kepada penerbit untuk melunasi obligasi tersebut sebelum masa jatuh tempo obligasi. Obligasi jenis ini dikenal sebagai obligasi opsi beli. Kebanyakan obligasi jenis ini memberikan hak kepada penerbit untuk melakukan pelunasan obligasi pada nilai pari. Pada beberapa obligasi mengharuskan penerbit untuk membayar premi yang disebut premi opsi. Ini utamanya digunakan bagi obligasi berbunga tinggi. Pada obligasi jenis ini terdapat banyak sekali persyaratan yang ketat yang membatasi kegiatan operasional penerbit, maka guna membebaskan penerbit dari pembatasan-pembatasan dilakukanlah pelunasan dini atas obligasi tersebut. namun dengan biaya yang lebih tinggi.
  6. Hak jual, beberapa obligasi memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk memaksa penerbit melakukan pelunasan awal atas obligasinya sebelum masa jatuh tempo; lihat opsi jual.
  7. Tanggal pelaksanaan opsi adalah tanggal dimaka opsi beli atau opsi jual dapat dilaksanakan sebelum masa jatuh tempo obligasi, dimana pada umumnya terdapat 4 cara pelaksanaan opsi yang demikian ini yaitu:
  • Gaya Bermuda memiliki beberapa tanggal pelaksanaan yang biasanya disesuaiakan dengan tanggal kupon.
  • Gaya Eropa hanya memiliki satu tanggal pelaksanaan , ini merupakan kasus khusus gaya Bermuda.
  • Gaya Amerika opsi dapat dilaksanakan setiap saat hingga masa jatuh tempo.
  • Penjualan karena kematian adalah opsi yang diberikan kepada ahli waris pemegang opsi untuk menjual kembali obligasinya kepada penerbit dalam hal terjadinya kematian pada pemegang obligasi atau menderita cacat tetap.
Artikel Terkait:  Pengertian CRM

Jenis-Jenis Obligasi

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis obligasi, yaitu sebagai berikut:


  1. Goverment Bond

Pemerintah juga membutuhkan dana untuk pembangunan negara. Salah satunya adalah dengan meminjam jangka panjang kepada masyarakat. Surat utang pemerintah ini disebut dengan Surat Utang Negara (SUN) atau lebih dikenal dengan nama obligasi pemerintah (government bond).


  1. Multicipal Bond

Municipal bond adalah obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah misalnya pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten. Pemerintah daerah biasanya mengeluarkan obligasi ini untuk pembiayaan modal, seperti membangun jalan raya, perumahan rakyat, rumah sakit umum dan lain sebagainya.


  1. Corporate Bond

Obligasi perusahaan (corporate bond) adalah surat utang jangka panjang yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta dengan nilai utang akan dibayarkan kembali pada saat jatuh tempo dengan pembayaran kupon atau tanpa kupon yang sudah ditentukan di kontrak utangnya. Obligasi perusahaan biasanya dilindungi dengan bond indenture, yaitu janji perusahaan penerbit obligasi untuk mematuhi semua ketentuan yang dituliskan kepada pihak tertentu yang dipercaya (trustee).


Nilai Obligasi

Berikut ini terdapat beberapa nilai obligasi, yaitu sebagai berikut:


  • Nilai Maturiti

Maturity value atau disebut juga nilai jatuh tempo adalah nilai yang dijanjikan akan dibayar pada saat obligasi jatuh tempo. Nilai maturiti ini juga mewakili nilai nominal atau nilai per value atau nilai tampang (face value) dari obligasi.


  • Nilai Pasar Obligasi

Nilai pasar obligasi (market value) adalah nilai jual obligasi yang terdaftar di pasar modal pada saat tertentu. Misalnya terdapat pada kutipan nilai pasar obligasi yang tercatat di New York Slack Exchange di surat kabar The Wall Street Journal.


  • Nilai Intrinsik Obligasi

Nilai intrinsik (instrinsic value) atau nilai fundamental (fundamental value) atau nilai sesungguhnya dari suatu obligasi adalah perkiraan nilai sebenarnya dari suatu obligasi. Nilai sebenamya tidak mungkin dihitung dengan tepat, hanya dapat diperkirakan.


Tahapan Membeli Obligasi

Untuk melakukan investasi obligasi terdapat beberapa tahap yang perlu dilalui supaya tujuan investasi dalam obligasi memberikan hasil yang maksimal dan sesuai dengan rencana. Adapun tahapan-tahapan tersebut ialah:


  1. Membuka Rekening.

Tahap awal yang harus dilakukan dalam proses transaksi obligasi adalah memilih perusahaan sekuritas yang memiliki divisi fixed income yang menangani pembelian dan penjualan obligasi. Pilih perusahaan dengan pengalaman, tim yang solid baik trader/ dealer ataupun riset serta fee yang kompetitif. Dengan membuka rekening, Anda bisa mendapatkan informasi perkembangan dan perdagangan obligasi setiap saat, sehingga Anda mendapatkan pengetahuan pergerakan pasar obligasi secara akurat dan up to date.


  1. Pahami Produk Obligasi.

Pada tahap ini, investor dianjurkan untuk mempelajari seluk beluk informasi yang dibutuhkan mengenai obligasi, baik mengenai investasinya sendiri, potensi risiko yang terkandung maupun potensi keuntungannya. Hal ini dapat diperoleh dengan mempelajarinya secara mandiri, bertanya kepada bagian riset perusahaan sekuritas, di mana Anda membuka rekening atau melalui internet. Dengan mempelajari instrumen obligasi secra lengkap, diharapkan investor mengenal investasi tersebut dengan baik, sehingga mempermudah pengambilan keputusan investasi. Mempelajari instrumen, di mana Anda ingin menempatkan investasi, akan memberikan manfaat maksimal dalam mencapai rencana yang diinginkan.

Artikel Terkait:  Pasar Persaingan Sempurna

  1. Lakukan Analisis.

Analisis dilakukan, agar keputusan yang diambil sesuai dengan apa yang diinginkan, yaitu kestabilan pendapatan. Aspek-aspek yang dibutuhkan seperti kupon, jangka waktu, nilai penerbitan dan peringkat. Latar belankang serta profil penerbit juga menjadi pertimbangan sendiri. Dengan informasi yang lengkap, diharapkan keputusan yang diambil tidak menimbulkan kerugian yang cukup besar. Dianjurkan untuk membanding antara obligasi sejenis.


  1. Memberikan Amanat Beli.

Setelah melalui analisis, Anda memperoleh jenis obligasi yang ingin dibeli. Tahap selanjutnya adalah memberikan amanat pembelian kepada trader atau broker obligasi yang telah kita pilih. Pihak trader akan melakukan pembelian obligasi sesuai dengan jenis serta harga yang diinginkan. Misalkan, pembeli akan melakukan pembelian obligasi ASII (Astra International) tahun 2002 dengan harga 105 atau harga premium. Biasanya nilai pari atau nominal adalah sebesar Rp 100.


  1. Siapkan Dana

Membeli obligasai membutuhkan dana yang tidak sedikit. Satuan pembelian obligasi biasanya bernilai Rp 1 miliar, sehingga sulit bagi investor individu untuk dapat ikut berinvestasi dalam obligasi. Namum, ada juga yang menawarkan satuan bernilai Rp50 juta atau Rp 100 juta. Setelah amanat pembelian di ajukan, sebaiknya dana tersebut sudah dialokasikan. Jangan sampai Anda dikenakan penalty, karena keterlambatan dalam pembayaran. Selain itu, penempatan dana tunai yang serba mendadak mungkin bisa mengganggu kelancaran aliran arus kas keuangan Anda dan keluarga.


  1. Penyelesaian Pembayaran Obligasi.

Pembayaran dana pembelian obligasi dilakukan melalui transfer ke rekening perusahaan sekuritas tersebut. Setelah pembayaran selesai, maka Anda sebagai pembeli tinggal menunggu proses settlement atas transaksi tersebut. Obligasi yang telah Anda beli akan tercantum di dalam rekening perusahaan sekuritas yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia). Pemindahtanganan hak atas obliasi akan sangat mudah dilakukan secara elektronik, karena saat ini fisik obligasi tidak lagi berupa sertifikat, namun sudah scriptless (tahap warkat). Administrasi pembukuan akan dilakukan oleh bank custodian perusahaan sekuritas. Untuk hal ini, tentunya bank bersangkutan akan memungut biaya tertentu.


Resiko Obligasi

Walaupun obligasi lebih rendah resikonya dibandingkan dengan saham, tetapi obligasi tetap aktiva beresiko. Resiko dari obligasi adalah kemungkinan obligasi tidak terbayar (default). Peringkat obligasi (bond rating) dapat digunakan sebagai proksi dari risiko obligasi.

Peringkat obligasi adalah simbol-simbol karakter yang diberikan oleh agen peringkat untuk menunjukkan risiko dari obligasi. Standard & Poor’s (S&P) Corporation dan Moody ‘s Investor Service Inc. adalah agen peringkat obligasi terkenal di dunia. Di Indonesia obligasi diperingkat oleh PT PEFINDO yang didirikan pada tanggal 21 Desember 1993 dan PT KASNIC Credit Rating.


Daftar Pustaka:

  1. Nasarudin, Mohammad Irsan. Aspek Hukum Pasar Modal Indonesia, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007.
  2. Gunawan Widjaja & Jono,Penerbitan Obligasi dan Peran serta Tanggung Jawab wali Amanat dalam Pasar Modal,(Jakarta: Kencana Prenada Media .group,2006.
  3. Iskandar Z. Alwi,Pasar Modal teori dan Aplikasi, (Jakarta: Yayasan Pancur Siwah,2003.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Pendapatan Daerah: Pengertian, Sumber, Manajemen & Aspek

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya:

Send this to a friend