Jenis Tanah Untuk Pertanian

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Tanah Untuk Pertanian“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Jenis-Tanah-yang-Cocok-Untuk-Pertanian

Tanah ( Yunani: Pedon, Latin: Solum) merupakan bagian sangat luas yang mengisi susunan kerak bumi. Tanah tersusun dari mineral serta batuan organik yang tercipta dari proses pelapukan bebatuan yang berlangsung sangat lama. Tanah berfungsi sangat berarti dalam siklus hidup di bumi. Sebab tanah memiliki faktor hara yang jadi sumber kehidupan tumbuhan. Sebagaimana dikenal tumbuhan merupakan bagian awal dari rantai santapan.

Walaupun sebagian besar nutrisi buat tumbuhan itu berasal dari tanah, tidak seluruh tanah sesuai buat perkembangan tumbuhan. Bersumber pada proses tercipta serta isi mineralnya, terdapat puluhan tipe tanah yang terdapat di dunia. Di Indonesia saja, ada dekat 18 tipe tanah.

Tipe tanah yang sesuai buat pertanian serta perkebunan merupakan tanah yang mempunyai ciri bagaikan berkut:

  • Memiliki banyak faktor organik
  • Ph< 7
  • Tidak membeku sehabis ditanami
  • Memiliki kelembaban besar, apalagi di masa kemarau
  • Tidak terdapat susunan padas

Bersumber pada identitas di atas terdapat 10 tipe tanah yang sesuai buat pertanian serta perkebunan, ialah:


Tanah Regosol

Tanah Regosol ialah salah satu sub tipe tanah Entisol. Ialah tanah yang berasal dari pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi semacam debu, pasir, lahar, serta lapili. Tipe tanah ini belum hadapi pertumbuhan sempurna.

Semacam tanah entisol pada biasanya, tanah regosol bertekstur agresif dengan Ph 6- 7. Tanah Regosol memiliki faktor P serta K dan sedikit faktor N. Watak tanah semacam ini susah buat menampung air, sehingga tidak seluruh tumbuhan sesuai ditanam pada tanah ini. Tumbuhan yang sesuai buat tanah ini merupakan tipe palawija, tembakau serta sebagian tipe buah buahan yang tidak sangat membutuhkan air.

Artikel Terkait:  Negara Norwegia

Tanah regosol banyak tersebar di wilayah yang mempunyai gunung merapi, semacam Sumatra serta Nusa Tenggara.


Tanah Latosol

Tanah latosol tercipta dari pelapukan batuan sedimen serta metamorf. Pertumbuhan horizon tanah Latosol berlangsung lelet hingga lagi. Perihal ini sebab sebagian besar terletak didaerah yang lembab.

Tanah Latosol bercorak merah sampai coklat dengan Ph 4, 5- 6, 5. Faktor hara yang di milikinya berubah- ubah dari lagi hingga besar. Tetapi tipe tanah ini sanggup meresap air dengan baik sehingga dapat menahan erosi. Tumbuhan yang sesuai merupakan tebu, coklat, tembakau, pala serta panili. Tipe tanah ini tersebar di Sumatra, Jawa, Bali serta Sulawesi.


Tanah Organosol

Tanah orgonosol tercipta dari pelapukan serta pembusukan bahan bahan organik. Tanah organosol umumnya bisa kita temui di wilayah rawa- rawa ataupun wilayah yang banyak tergenang air. Jadi bisa diterka tipe tanah ini sangat lembek sebab tergenang air. Tanah organosol dibagi jadi 2 berbagai, ialah tanah humus serta tanah tanah gambut.


  • Tanah humus

Tanah humus merupakan tipe tanah orgonosol yang sangat produktif. Isi faktor hara yang besar membuat rupanya jadi kehitaman. Banyak digunakan buat budidaya tumbuhan padi, nenas serta kelapa. Tersebar di pulau Sumatra, Sulawesi, Kalimantan serta sebagian Jawa.


  • Tanah gambut

Tanah gambut pula memiliki banyak zat organik, tetapi bertabiat sangat asam. Sehingga kurang sesuai buat tumbuhan. Dikala ini tanamn yang sesuai di tanah gambut cuma kelapa sawit.


Tanah Alluvial

Tanah alluvial merupakan tipe tanah muda yang berasal dari pengendapan material halus aliran sungai. Sebab itu umumnya banyak ditemui di hilir sungai, sebab terbawa dari hulu.

Tanah ini bercorak kelabu dengan struktur lepas lepas. Phnya sangat rendah( dekat 5, 3- 5, 8). Tetapi ini malah menguntungkan sebab gampang dicangkul. Isi faktor tanah alluvial sangat tergantung dengan hawa wilayahnya. Sesuai buat padi serta palawija. Tanah ini tersebar di Jawa, Sumatra serta Papua.

Artikel Terkait:  Kelebihan dan Kekurangan Masyarakat di Daerah Beriklim Muson Tropis

Tanah Podsolik merah kuning( PMK)

PMK merupakan tipe tanah yang tercipta sebab curah hujan yang tingi serta temperatur yang sangat rendah. Tanah PMK bercorak merah hingga kuning yang berarti kurang produktif sebab pencucian.

Tanah PMK mempunyai Ph rendah serta banyak memiliki faktor Angkatan laut(AL) serta Fe. Tanahnya berlempung serta gampang basah. Sesuai buat persawahan. Tanah ini tersebar menyeluruh di daerah Indonesia.


Tanah Laterit

Mirip dengan PMK, tetapi dengan temperatur yang jauh lebih besar. Tanah ini sebelumnya produktif serta kaya hendak faktor hara, tetapi lenyap sebab larut dibawa air hujan.

Tanah ini banyak memiliki seskuioksida tetapi sangat sedikit faktor hara. Meski tidak sesuai buat sebagian tumbuhan, tanah ini masih bagus buat ditanami jambu mete serta kelapa. Banyak ditemukan di sebagian Jawa, Kalimantan serta Sulawesi.


Tanah Litosol

Tanah Litosol masih kerabat dengan tanah regosol, sebab bersama tergabung dalam ordo tanah entisol. Tercipta dari pergantian hawa, topografi serta kegiatan gunung merapi.

Litosol berstruktur besar besar dengan sedikit faktor hara sehingga baru dapat dimanfaatkan buat palawija. Banyak ada di Sumatra, Jawa, Sulawesi Selatan serta Nusa Tenggara.


Tanah Rendzina

Tanah Rendzina merupakan tanah yang tercipta dari batuan basalt, batu kapur serta granit. teksturnya lembut serta energi permeabilitasnya besar sehingga sanggup mengikat air.

Tanah ini banyak memiliki faktor Ca, Miligram serta sedikit hara dengan kandungan Ph besar. Sesuai ditanami tumbuhan keras semusim serta palawija. Tersebar di Maluku, Papua, Aceh serta Sulawesi.


Tanah Mediteran

Tanah ini ialah bagian dari ordo Alfisol yang banyak ada di wilayah beriklim lembab. Tercipta dari batuan berkapur yang banyak memiliki karbonat.

Tanah mediteran banyak memiliki air, Angkatan laut(AL), Fe serta bahan organik lain. Sehingga tercantum tanah yang produktif. Sesuai buat persawahan. Tersebar di Jawa, Sulawesi, Sumatra serta Nusa Tenggara.

Artikel Terkait:  Perbedaan Epirogenesa dan Orogenesa

Tanah Grumosol

Tanah ini ialah bagian dari ordo vertisol yang mempunyai kandungan lempung yang besar. Tanah grumosol tercipta dari batuan induk kapur serta tuffa vulkanik yang biasanya bertabiat basa sehingga tidak terdapat kegiatan di dalamnya.

Tanah ini jadi rusak rusak kala kering serta sangat lengket kala hujan yang berarti tidak produktif. Tetapi bukan berarti tidak dapat ditumbuhi sama sekali. Tanah ini masih dapat ditanami tumbuhan jati serta rumput- rumputan. Tersebar di Sumatra Barat, Jawa serta Nusa Tenggara Timur.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Berikut 10 Jenis Tanah yang Cocok Untuk Pertanian dan Perkebunan

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :