Materi Danau

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Danau“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Contoh-Danau

Pengertian Danau

Danau adalah cekungan luas di muka bumi yang diberi batas oleh daratan dan terisi oleh air. Air telaga berasal dari air hujan, air sungai, air tanah, atau mata air. Air telaga dapat berkurang sebab adanya penguapan, perembesan ke dalam tanah, dan adanya aliran ke luar oleh sungai. Penguapan dan pengembunan seringkali berimbang, kecuali di wilayah yang paling lembap atau paling kering.


Ciri-Ciri Danau

Berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri danau, yaitu sebagai berikut:


  • Mempunyai air yang lumayan dalam

Danau adalahcekungan yang terisi air. Meskipun disebutkan sebagai cekungan, tetapi cekungan telaga ini memiliki kedalaman yang lumayan dalam. Jika kedalamannya tidak terlampau dalam, maka tidak dapat dikatakan sebagai danau.


  • Terdapat sejumlah tumbuhan air yang menutupi beberapa tepi telaga saja

Selain memiliki kedalaman yang lumayan dalam, telaga juga memiliki tanaman yang menutupi beberapa dari tepi telaga itu sendiri. Namun urusan ini adalahsesuatu yang tidak tidak jarang kali ada di danau. Ada pula telaga yang tidak ditutupi oleh tumbuhan di beberapa tepinya. Tanaman-tumbuhan yang hidup atau tumbuh di telaga ini seringkali jenis tumbuhan air laksana enceng gondok, dan jenis ganggang.


  • Terdapat gelombang kecil yang terdapat di permukaan telaga

Dalam telaga juga ada gelombang. Meskipun air di telaga ini mempunyai sifat menggenang, tetapi ternyata telaga juga dapat mempunyai gelombang. Namun gelombang yang terdapat di telaga ini hanyalah gelombang yang kecil dan melulu ada di permukaan saja, tidak laksana lautan yang memiliki gelombang sampai di kedalaman tertentu. gelombang yang terdapat di telaga ini dapat disebabkan oleh angin yang menerpa permukaan telaga tersebut.


  • Mempunyai permukaan yang lebih tinggi daripada permukaan air laut

Danau ini pun mempunyai ciri khas khusus. yakni memiliki permukaan yang lebih tinggi daripada permukaam air laut. Kebanyakan telaga ini memang sedang di daratan yang mempunyai elevasi lebih (dataran tinggi). Daerah yang tinggi akan mempermudah cekunagn telaga terisi lebih tidak sedikit air. Air yang berada di telaga ini diantaranya didapatkan dari hujan yang turun.


Manfaat Danau

Manfaat danau diantaranya :

  • Sebagai sumber air untuk pertanian

    Manfaat dari telaga yang kesatu ialah sebagai sumber air untuk membasahi lahan pertanian masyarakat, atau yang lebih dikenal oleh anda sebagai irigasi (baca: jenis irigasi). Kita seluruh tahu bahwa di Inonesia sektor yang mendominasi masih dipegang sektor agraris. Dengan demikian pertanian masihlah paling penting untuk perekonomian Indonesia dan pun kelangsungan hidup rakyat Indonesia. Adanya telaga sangat bermanfaat untuk pertanian dan paling menguntungkan untuk petani. Karena apa? Karena petani dapat menghemat duit mereka dalam urusan pengairan lahan pertanian, sampai-sampai menghemat ongkos produksi.

  • Sebagai sumber air minum untuk masyarakat

    Air telaga juga berfungsi sebagai sumber air minum untuk masyarakat di dekat danau. Tentu yang dapat digunakan sebagai sumber air minum ialah jenis telaga yang mempunyai sifat air tawar. Apabila sumber air rumah- lokasi tinggal masyarakat sedang merasakan kekeringan, maka danau dapat dijadikan pilihan sumber air minum, sampai-sampai masyarakat tidak merasakan kekeringan.

  • Memenuhi keperluan sehari- hari

    Air sebagai sumber daya alam yang vital tidak barangkali ditinggalkan oleh insan barang satu hari pun. Di samping sebagai cairan untuk memenuhi tubuh, air juga dipakai untuk sekian banyak macam kepentingan lain laksana mandi, mencuci, memasak dan beda sebagainya. Maka dari tersebut ketika sedang merasakan kekeringan di sumber air yang terdapat di rumah, maka air danau dapat dijadikan suatu pilihan untuk memenuhi keperluan air sehari- hari bilamana persediaan air di rumah kita telah menipis.

  • Sebagai pembangkit listrik tenaga air

    Kita sudah mengenal listrik dari zaman dahulu. Dengan adanya listrik maka kehidupan manusiajuga semakin baik. Tentang penciptaan listrik ini, ada sejumlah cara untuk membangunkan listrik. Ada yang dengan tenaga air, tenaga angin, tenaga uap, panas bumi, surya dan beda sebagainya. Nah, di antara pembangkit listrik tenaga air ini dengan memanfaatkan air danau. Air telaga yang jumlahnya tidak sedikit ini seringkali bisa dipakai sebagai pembangkit listrik sehingga berfungsi untuk kehidupan insan supaya lebih baik lagi.

  • Membantu proses buatan barang

    Di atas anda telah melafalkan bahwa sebagai negara berkembang, sektor perekonomian yang merajai di dunia ini ialah di bidang pertanian. Namun urusan ini tidak menutup bisa jadi adanya bidang lain. Salah satu bidang yang tengah dikembangkan seluruh negara yang terdapat di dunia ialah industri. Nah, dalam bidang industri anda melibatkan sejumlah proses laksana pengadaan bahan baku serta pengolahan agar menjadi barang separuh jadi dan barang jadi yang siap dikonsumsi. Dalam melakukan sekian banyak proses anda melibatkan sekian banyak macam bahan, salah satunya ialah air. Air diperlukan untuk membuat sejumlah barang yang memang memerlukan air sebagai bahan baku. Jika produksi dilaksanakan dalam jumlah besar, maka air yang diperlukan jumlahnya pun besar. Jika air di lokasi tinggal kita melulu sedikit, maka kita dapat menggunakan air yang terdapat di telaga untuk menyupplai buatan kita. selain tersebut air telaga juga dapat digunakan sebagai peredam mesin. Mesin yang dipakai terus-menerus guna memproduksi barang, lama kelamaan bakal panas, sampai-sampai untuk meredamnya kita memerlukan air dalam jumlah banyak.

  • Sebagai lokasi rekreasi

    Danau juga bermanfaat sebagai lokasi rekreasi. Pemandangan telaga yang estetis dan pun wilayah diseitarnya yang subur akan menciptakan kita kerasan bersantai dan berlama- lama merasakan keindahan alam. Terlebih bila diperbanyak dengan sekian banyak fasilitas wahana permainan air yang semakin menciptakan orang- orang tertarik pada danau.

  • Sebagai lokasi budidaya ikan dan tumbuhan

    Danau pun adalahsuatu lokasi yang dipakai sebagai habitat dari sejumlah jenis makhluk hidup, seperti hewan dan tumbuh- tumbuhan. Binatang dan tanaman yang hidup di telaga ini memiliki jenis- jenis tertentu.

  • Sebagai sarana pengembangan nilai budaya

    Danau adalahsalah satu temoat yang dipakai sebagai pengembangan nilai kebiasaan atau tradisi. Sebagai misal Indonesia yang terdiri atas sekian banyak macam suku. Salah satu suku adat di distrik Indonesia memiliki tradisi menarik dengan mengerjakan ritual di danau. Nah, urusan ini bakal memperkaya dan memperkuat kebiasaan asli atau kebiasaan lokal Indonesia.

  • Sebagai sarana pendidikan dan penelitian

    Di samping sebagai di antara sarana pengembangan budaya, telaga juga dapat digunakan sebagai sarana pendidikan dan penelitian. Hal ini dapat diterapkan oleh semua peneliti baik tingkat pemula maupun profesional. Di samping itu untuk mahasiswa yang sedang menjalankan praktik penelitian, juga dapat melakukannya di telaga lho, seperti meneliti apa saja makhluk hidup yang hidup di ekosistem telaga dan beda sebagainya. ik tingkat pemula maupun profesional. di samping a pendidikan dan penelitian. urusan berlama- lama.

  • Sarana melestarikan keanekaragaman hayati

    Danau juga dipakai sebagai di antara sarana guna dapat melestarikan keanekaragaman hayati. Seperti yang telah dilafalkan sebelumnya bahwa kita dapat membudidayakan jenis hewan dan tanaman tertentu di danau.

  • Sebagai wadah peresapan air tanah dan penampungan air sampai-sampai dapat menangkal terjadinya banjir dan erosi tanah

    Tanpa anda sadari, telaga juga adalahsalah satu yang dapat menangkal terjadinya bencana alam, khususnya ialah bencana alam banjir. Dengan adanya telaga sebagai lokasi penampungan air, maka air hujan yang turun tidak bakal meluap- luap sampai-sampai tidak bakal terjadi banjir. Dengan demikian erosi tanah pun akan dapat diminimalkan.

  • Membantu proses pembentukan tanah

    Danau adalahsalah satu urusan yang dapat menolong proses pembentukan pada tanah. Pembentukan zat- zat hara yang bisa menyuburkan tanah pun dapat dilaksanakan di danau.


Proses Terbentuknya Danau

Berikut ini terdapat beberapa proses terbentuknya danau, yaitu sebagai berikut:


  • Adanya letusan gunung berapi

Salah satu hal yang menjadi penyebab terjadinya danau ialah adanya kegiatan vulkanisme, terutama letusan gunung berapi. Gunung berapi yang meletus terkadang bakal menyisakan bekas yang berupa cekungan besar. Nah cekungan besar berikut yang nantinya bakal menjadi cikal akan terbentuknya danau. Cekungan yang terisi air bakal menjadi suatu danau. Danau ini terbentuk secara alami. Danau yang terbentu sebab adanya letusan gunung berapi seringkali terdapat di dekat gunung berapi juga. Mengenai ukuran telaga maupun kedalamannya, urusan ini tergantung pada besar kecilnya letusan tersebut.


  • Adanya kegiatan penambangan

Selain sebab letusan gunung berapi, terdapat hal beda yang mengakibatkan terjadinya danau, yakni kegiatan penambangan yang dilaksanakan oleh manusia. Manusia tidak jarang melakukan kegiatan penambangan guna dapat memungut logam- logam yang terdapat di dalam bumi. Aktivitas penambangan ini dilaksanakan dengan mencari tanah. Apabila penambangan ini dilaksanakan dengan besar- besaran dan dalam masa-masa yang lama, maka yang terjadi ialah terbentuknya cekungan yang terdapat di permukaan Bumi.

Cekungan yang diciptakan di permukaan bumi ini bilamana terisi oleh air maka bakal menjadi suatu danau. Air yang memenuhi cekungan ini dapat didapat dari air hujan, maupun sumber air yang terdapat di dalam bumi. Dan apabila kegiatan penambangan yang dilaksanakan ini berganti- ganti tempat, maka tidak menutup bisa jadi bahwa telaga yang bakal terbentuk semakin banyak. Hal ini pasti tidak baik, maka dari itulah kegiatan penambangan yang dilaksanakan harus dilaksanakan sedemikian rupa sampai-sampai akan meminimalkan akibat yang terjadi.


  • Adanya kesengajaan dari manusia

Selain kegiatan penambangan, urusan yang mengakibatkan terbentuknya telaga karena kesengajaan manusia ialah danau diciptakan oleh manusia tersebut sendiri. Beberapa insan sengaja membuat telaga untuk destinasi tertentu. Danau tersebut diciptakan karena sekian banyak macam alasan, beberapa dalil mengapa insan menciptakan telaga antara beda untuk lokasi rekreasi, guna tujuan menggandakan cadangan air, dan beda sebagainya. Karena sekian banyak tujuan yang ingin didapatkan manusia tersebut, maka insan sengaja menciptakan danau. Danau yang sengaja diciptakan oleh insan ini dinamakan dengan telaga buatan.


Klasifikasi Danau

Berikut ini terdapat beberapa klasifikasi danau, yaitu sebagai berikut:


  1. Berdasarkan Proses Terbentuknya

Yaitu sebagai berikut:


1. Danau Vulkanik

Danau (Pengertian, Ciri, Jenis / Macam, Manfaat)Danau vulkanik merupakan telaga yang terjadi dampak letusan gunung berapi. Ketika terlihat ciri-ciri gunung berapi bakal meletus, dan lantas meletus maka terbentuk kawah yang luas di puncaknya. Ketika kawah itu terisi oleh air hujan, maka kawah itu akan menjadi danau. Danau sepeti ini tidak sedikit kita temui di Indonesia. Contoh telaga macam ini antara lain telaga kawah gunung Kelud dan Gunung Batur.


2. Danau Tektonik

Danau (Pengertian, Ciri, Jenis / Macam, Manfaat)Berbeda dengan telaga vulkanik, telaga tektonik ini ditimbulkan dampak adanya gerakan tektonik atau bergesernya lapisan kulit Bumi, sehingga memunculkan cekungan di permukaan kulit Bumi. Kemudian cenkungan yang terbentuk itu akan terisi oleh air (baik air hujan maupun air dari bendungan atau sungai atau lainnya), sampai-sampai cekungan yang terisi air itu akan menyusun sebuah danau. Danau tektonik ini pun merupakan telaga yang tidak sedikit ditemui di Indonesia. Contoh dari telaga tektonik ini antara beda Danau Maninjau, Danau Tempe, Danau Poso, Danau Singkarak, Danau Sentani dan Danau Tondano.


3. Danau Bendungan

Danau bendungan ialah danau yang banyak sekali terbentuk karena produksi manusia, meskipun terdapat pula yang terbentuk sebab proses alam. Danau bendungan ini merupakan telaga yang terbentuk sebab adanya aliran sungai yang dibendung. Pembendungan sungai ini dapat dilakukan sebab perbuatan insan maupun proses alam. Danau yang terbendung sebab proses alam ini dapat dibentuk dampak adanya letusan gunung berapi yang lantas akan menyumbat aliran sungai.

Karena terbendungnya aliran sungai berikut air tidak dapat mengalir dan mengakibatkan terbentuknya danau. Jenis telaga bendungan yang mempunyai sifat alami contohnya ialah Danau Laut Tawar yang terdapat di Aceh. Sedangkan telaga bendungan yang sengaja diciptakan oleh insan dengan menahan aliran air sungai biasa dikenal dengan istilah waduk. Contoh dari telaga jenis ini ialah Waduk Jatiluhur di Jawa Barat, Waduk Sempor di Jawa Tengah, dan Waduk Karangkates dan Solorejo di Jawa Timur.


4. Danau Karst

Danau karst ialah danau yang terjadi di wilayah bertanah kapur sebagai dampak dari dari proses pelarutan terhadap batuan kapur yang dilaksanakan oleh air hujan. Proses pelarutan kapur ini lama kelamaan akan menyusun sebuah cekungan dan cekungan itu akan terisi air, sampai-sampai terbentuklah danau.

Danau karst ini dipisahkan menjadi sejumlah macam lagi menurut keterangan dari ukurannya. Danau Karst yang memiliki ukuran tidak terlampau luas dinamakan dengan lokva atau dolina. Lokva yang terdiri dari sejumlah buah ini bisa berkembnag atau menjadi satu membentuk telaga karst yang baru yang lebih banyak dan bentuknya serupa piring yang dinamakan dengan Uvala. Danau karst ini tidak sedikit kita jumpai di sebelah unsur selatan Pulau Jawa, tepatnya adaah di Kabupaten Gunung Kidul, Provins Daerah Istimewa Yogyakarta.


5. Danau vulkanik – tektonik

Danau vulkanik – tektonik ialah danau yang terbentuk sebab perpaduan tenaga vulkanik dan pun tektonik. Contoh dari telaga ini ialah Danau Toba.


6. Danau Glasial

Jenis telaga selanjutnya ialah danau glasial. Danau glasial ini merupakan telaga yang terjadi sebab adanya proses erosi glasial, yaitu erosi yang terjadi pada gletser. Karena proses erosi inilah menyusun sebuah cekungan, dan cekungan itu terisi oleh air sampai-sampai terbentuklah suatu danau. Biasanya, telaga jenis ini tidak sedikit dijumpai di wilayah sekitar area iklim kutub. Danau glasial ini tidak bisa kita temukan di Indonesia sebab di Indonesia tidak ada. Contoh dari telaga ini antar lain ialah danau Michigan di Amerika Serikat, Danau St. Laurence di Kanada, Danau Superior, dan Danau Mc. Kanzie.


7. Danau Sungai Mati atau Oxbow Lake

Jenis telaga selanjutnya ialah danau sungai mati. Danau sungai mati juga disebut sebagai Oxbow Lake. Danau sungai mati ini merupakan telaga yang terjadi sebab adanya aliran sungai yang terputus yang disebabkan dari proses pembelokan arah alirah (mendering). Danau ini biasnya terbentuk di unsur hilir sungai. Danau jenis ini dapat anda temui di distrik Indonesia. Contoh dari telaga ini ialah danau di Sungai Barito yang sedang di Pulau Kalimantan.


8. Cirques

Danau cirques ialah danau yang berasal dari pencairan es. Danau Cirques ini merupakan telaga yang tidak sedikit dijumpai di distrik pegunungan yang tinggi, yangmana beberapa dari tubuh pegunungan itu ditutupi oleh massa es.


9. Danau Laguna atau Haff

Jenis telaga yang selanjutnya ialah danau laguna atau telaga haff. Danau laguna ini merupakan telaga yang terbentuk sebab adanya proses pengendapan pelajaran yang terbawa arus sungai di wilayah sekitar pantai, sampai-sampai arus sungai yang tertahan dengan laut bebas dan menyusun genangan air. Genangan air yang terbentuk ini merupakan gabungan air tawar yang diangkut oleh sungai dengan air laut. Danau laguna ini merupakan telaga yang jarang anda jumpai di Indonesia. Meskipun jarang, tetapi bukan berarti telaga jenis ini masih dapat anda jumpai di Indonesia. Hanya saja telaga laguna yang ada di Indonesia ini berukuran paling kecil.


  1. Berdasarkan Kapasitas Air

Yaitu sebagai berikut:


1. Danau Permanen

Danau permanen yaitu jumlah air yang kapasitasnya tidak diprovokasi oleh musim.


2. Danau Temporer

Danau temporer yaitu jumlah air yang kapasitasnya mempunyai sifat meluap saat musim hujan dan surut saat musim kemarau.


  1. Berdasarkan Produksi Materi Organik

Yaitu sebagai berikut:


1. Danau Oligotropik

Oligotropik adalah sebutan untuk telaga yang dalam dan kelemahan makanan, karena

fitoplankton di wilayah limnetik tidak produktif. Ciri-cirinya, airnya bening sekali, dihuni oleh tidak banyak organisme, dan di dasar air tidak sedikit ada oksigen sepanjang tahun.


2. Danau Eutropik

Danau Eutropik adalah sebutan untuk telaga yang dangkal dan kaya bakal kandungan makanan, sebab fitoplankton paling produktif. Ciricirinya ialah airnya keruh, ada bermacam-macam organisme, dan oksigen ada di wilayah profundal.


Daftar Pustaka:

  • Harmanto,Gatot.2011.Geografi Bilingual : untuk SMA/MA kelas X.Bandung: YRAMA WIDYA
  • Waluya,Bagja.2009.Memahami Geografi 1 SMA/MA: Untuk Kelas X Semester 1 dan . Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
  • Drs.H.Suparmin,M.Pd.2013.Geografi : SMA/MA: Untuk Kelas X semester 2. Surakarta : Suara Media Sejahtera

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang 13 Klasifikasi Danau: Pengertian, Ciri, Proses dan Manfaat

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :

Artikel Terkait:  Penyebab Terjadinya Perubahan Musim