Jenis Awan yang Menimbulkan Hujan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Jenis Awan “. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Jenis-Awan-yang-Menimbulkan-Hujan

Hujan adalah salah satu langkah yang ada dalam siklus hidrologi atau air. Hujan bisa diibaratkan sebagai kembalinya air yang sedang di atmosfer mengarah ke ke permukaan bumi. Dan proses itu terus terjadi secara terus menerus guna menyeimbangkan ekosistem di bumi. Seperti yang anda ketahui adanya hujan yang turun ke bumi tidak terlepas dari adanya peran awan. Awan adalahsalah satu komponen yang pun berada di siklus hidrologi yang terbentuk dari kelompok titik – titik uap air atau proses kondensasi yang terjadi di atmosfer.

Secara singkat proses pembentukan awan berawal dari menguapnya air yang sedang di permukaan bumi. Air itu berasal dari sungai, laut, danau, dan beda sebagainya. Uap air yang menguap dampak pemanasan sinar matahari kesudahannya berkumpul menjadi satu di atmosfer. Karena di atmosfer suhu udaranya lebih rendah dan bertekanan tinggi, maka titik – titik uap air tersebut merasakan pengembunan sampai secara perlahan pulang menjadi padat. Padatan berikut yang lebih dikenal dengan sebutan awan.

Ada kalanya awan – awan itu berkumpul menjadi satu sampai akhirnya menjadi besar, luas dan semakin berat massanya. Akibat adanya gaya gravitasi awan itu turun dekat dengan permukaan bumi yang suhu udaranya lebih tinggi. Jika telah begitu, awan bakal berubah wujud guna kembali lagi ke bumi dalam format hujan. Dan begitulah seterusnya supaya alam memperoleh ekuilibrium dengan teknik alami. Lalu timbul pertanyaaan apakah seluruh awan bisa pulang menjadi hujan? Tidak seluruh awan dapat memunculkan hujan, melulu awan – awan tertentu saja. Awan apa sajakah itu? Berikut jenis awan yang memunculkan hujan:


Jenis Awan yang Menimbulkan Hujan

Berikut ini terdapat beberapa jenis awan yang menimbulkan hujan, yaitu sebagai berikut:


1. Awan KumuloNimbus (Cu-Ni)

Awan ini tergolong ke dalam awan yang berada di elevasi lebih dari 2.000 m. Awan KumuloNimbus familiar sebagai awan yang memunculkan hujan deras dibuntuti dengan petir dan guntur. Jika sudah hadir awan kumulonimbus ada pula awan sirostratus yang terletak di atasnya. Terkadang kemunculan kedua awan ini dapat juga memunculkan angin bentrok atau puting beliung.

Adapun ciri – ciri dari awan kumulonimbus yaitu:

  • Awan kumulonimbus berada di elevasi antara 2.000 – 16.000 m.
  • Mempunyai warna putih sampai gelap, sebagai tanda munculnya hujan dan kilat serta guntur.
  • Awan kumulonimbus mempunyai erat kaitannya dengan badai, tornado, hujan deras dan petir.
  • Sangat tebal sampai-sampai dapat menutupi sinar matahari.
  • Di wilayah subtropis sampai dingin dapat menimbulkan salju.
  • Bagi mayoritas pilot, akan tidak jarang kali menghindari awan ini karena di dalamnya berisi muatan listrik yang paling besar.

2. Awan NimboStratus (Ni-St)

Awan nimbostratus tergolong ke dalam awan rendah yang ketinggiannya tidak cukup dari 3 km. Awan ini mempunyai format yang tidak menentu, seringkali berbentuk abstrak dan compang – camping tidak beraturan dengan warna putih keabu – abuan. Biasanya penyebaran awan nimbostratus lumayan luas dan awan ini menyebabkan timbulnya hujan gerimis.

Ciri – ciri dari awan nimbostratus antara lain:

  • Awan nimbostratus berwarna putih gelap cendrung keabu – abuan dan persebarannya lumayan luas di langit.
  • Berada di elevasi antara 600 – 3.000 meter dari permukaan bumi.
  • Khusus di Indonesia, awan nimbostratus melulu menimbulkan hujan gerimis.
  • Bentuknya tidak tetap dengan pinggiran compang – camping.
Artikel Terkait:  Cara Melestarikan Hutan Mangrove

3. Awan Stratokumulus

Awan ini termasuk ke dalam awan rendah dan berada tidak cukup dari 2 km dari permukaan tanah. Karena letaknya dekat dengan bumi, maka tidak heran andai kita dapat menyaksikan awan ini dengan paling jelas. Awan stratokumulus bisa menghasilkan hujan yang tidak terlampau deras dikomparasikan dengan hujan yang didapatkan oleh awan kumulonimbus. Bentuk dari awan ini bulat dan saling berkumpul atau terpisah secara tertata berwarna keabu – abuan.

Ciri – ciri awan stratokulumus:

  • Berada di elevasi di bawah 2.000 meter.
  • Dapat menghasilkan hujan tetapi dalam jumlah yang sedikit.
  • Awan stratokumulus bisa bergerak dengan cepat daripada awan kumulus beda dan berkembang ke arah horizontal.
  • Terdiri atas butiran air yang paling dingin sampai kristal es ketika musim dingin tiba.
  • Dapat memunculkan turbulensi dan konveksi lapisan udara yang tidak stabil.

4. Awan Stratus

Awan ini berbentuk lapisan tipis tetapi lebar di awang dengan warna putih sampai keabu – abuan. Awan stratus menjadi tanda adanya kestabilan desakan udara yang ada di atmosfer. Awan ini bakal selalu hadir saat cuaca paling panas tetapi tiba – mendarat turun hujan enteng atau gerimis. Awan stratus andai dilihat di awang akan terlihat paling teratur tetapi terkadang awan ini juga dapat berbentuk tidak beraturan dan dapat juga berbentuk tebal sampai-sampai dapat menutupi sinar matahari.

Ciri – ciri awan stratus:

  • Terletak pada elevasi yang rendah.
  • Perkembangan awan stratus tidak vertikal namun mengekor aliran angin.
  • Dapat berkembang menjadi nimbostratus.

5. Awan Altokumulus

Awan altokumulus berbentuk bulatan kecil serupa dengan kapas yang tersebar luas di langit. Awan ini tersebar dengan paling teratur dan dapat menutupi mayoritas permukaan langit. Warna dari awan altokumulus yakni putih sampai abu – abu. Awan ini juga dapat menyebabkan hujan deras dengan dibuntuti oleh petis dan kilat.

Artikel Terkait:  Faktor yang Mempengaruhi Suhu Udara

Awan altokumulus memiliki ciri – ciri:

  • Awan ini berada di elevasi 2.000 hingga dengan 7.000 meter di atas permukaan laut.
  • Dapat disaksikan dengan mudah andai kita berada di elevasi seperti gunung.
  • Bentuknya kecil – kecil serupa bola kapas yang saling bergandengan dalam jumlah yang banyak.

6. Awan Altostratus

Awan ini berisi tidak sedikit titik – titik uap air, sampai-sampai tidak heran andai awan altostratus bisa menghasilkan hujan dalam intensitas ringan sampai virga atau hujan yang tidak hingga ke tanah. Jika dilihat, format dari awan altostratus yaitu laksana lembaran tipis yang menyusun jalur berwarna abu – abu. Awan ini tersebar nyaris menutupi permukaan langit akan namun sinar matahari masih bisa menembus salah satu awan ini. Awan altostratus bisa dijumpai ketika senja ataupun pada malam hari. Dan bakal menghilang saat siang hari ketika matahari bercahaya dengan paling terik.

Ciri – ciri dari awan altostratus yaitu:

  • Awan altostratus terbentuk di elevasi 2.000 sampai 7.000 meter.
  • Jika berkumpul dalam jumlah yang banyak, awan ini dapat menghasilkan hujan ringan.
  • Mempunyai warna abu – abu kebiruan dan menutupi nyaris seluruh langit.
  • Terbentuk pada senja hari dan malam hari.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang 6 Jenis Awan yang Menimbulkan Hujan Beserta Ciri-Cirinya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :