Materi Integrasi Sosial

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sosiologi yaitu Tentang “Integrasi Sosial“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Bentuk-Integrasi-Sosial

Pengertian Integrasi Sosial

Integrasi berasal dari bahasa inggris “integration” yang berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Integrasi sosial dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda dalam kehidupan masyarakat sehingga menghasilkan pola kehidupan masyarakat yang memilki keserasian fungsi.

Integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing.


Pengertian Integrasi Sosial Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai integrasi sosial, yaitu sebagai berikut:


  1. Menurut Maurice Duverger

Integrasi adalah suatu usaha untuk membangun interdependensi (keterkaitan) yang lebih erat antara bagian-bagian atau unsur-unsur dari masyarakat sehingga tercipta keadaan harmonis yang memungkinkan terjadinya kerjasama dalam rangka mencapai tujuan yang telah disepakati bersama.


  1. Menurut Soerjono Soekanto

Integrasi merujuk pada beberapa pengertian, yakni pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan dalam suatu sistem sosial membuat keseluruhan dari unsur-unsur tertentu serta taraf interdependensi atau keterkaitan antara unsur-unsur sosial.


  1. Menurut KBBI

Integrasi adalah pembauan sesuatu yang tertentu hingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat. Istilah pembauran tersebut mengandung arti masuk ke dalam, menyesuikan, menyatu, atau melebur sehingga menjadi satu.


  1. Menurut Banton (dalam Sunarto, 2000 : 154)

Mendefinisikan integrasi sebagai suatu pola hubungan yang mengakui adanya perbedaan ras dalam masyarakat, tetapi tidak memberikan makna penting pada perbedaan ras tersebut.


Proses Integrasi Sosial

Dalam setiap masyarakat, terdapat komponen-komponen yang saling bersaing sampai terbentuk suatu konflik. Di sisi lain, juga terdapat komponen masyarakat dalam skala kecil maupun besar membangun suatu kerja sama yang saling mendukung dan menguntungkan. Ini merupakan proses awal dari terjadinya integrasi sosial dalam masyarakat.

Dalam suatu proses integrasi sosial berlangsung tahapan-tahapan sebagai berikut:

Artikel Terkait:  Pengertian Etnis

  • Proses Interaksi

Proses interaksi merupakan proses paling awal untuk membangun suatu kerja sama dengan ditandai adanya kecenderungan-kecenderungan positif yang dapat melahirkan aktivitas bersama. Proses interaksi dilandasi adanya saling pengertian dengan saling menjaga hak dan kewajiban antar pihak.


  • Proses Identifikasi

Proses interaksi dapat berlanjut menjadi proses identifikasi manakala masing-masing pihak dapat menerima dan memahami keberadaan pihak lain seutuhnya. Pada dasarnya, proses identifikasi adalah proses untuk memahami sifat dan keberadaan orang lain. Jika proses ini dapat berlangsung dengan lancar maka akan menghasilkan hubungan kerja berlangsung dengan lancar maka akan menghasilkan hubungan kerja sama yang lebih erat. Sebab, masing-masing pihak mengetahui karakternya dan saling menjaga keutuhan hubungan tersebut.


  • Kerjasama (Kooperation)

Menurut Charles H Cooley mengatakan bahwa kerja sama timbul apa bila orang menyadari bahwa mereka mepunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup pengerahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi kepentingan-kepentingan tersebut melalui kerja sama, kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang penting dalam kerja sama yang berguna.


Akomodasi sebenarnya merupakan suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan, sehingga lawan tersebut kehilangan kepribadiannya. Tujuan dari akomodasi dapat berbeda-beda sesuai dengan situasi yang dihadapinya,yaitu:

  1. Untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok-kelompok manusia sebagai akibat perbedaan faham. Akomodasi disini bertujuan untuk menghasilkan suatu sintesa antara kedua pendapat tersebut,agar menghasilkan suatu pola yang baru.
  2. Untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan,untuk sementara waktu atau secara temporer.
  3. Akomodasi kadang-kadang diusahakan untuk memungkinkan terjadinya kerja sama antara kelompok-kelompok sosial yang sebagai akibat faktor-faktor sosial,psikologis dan kebudayaan,hidup terpisah seperti, misalnya yang dijumpai pada masyarakat-masyarakat yang mengenal sistem berkasta.
  4. Mengusahakan pelebutan antara kelompok-kelompok sosial yang terpisah, misalnya perkawinan campuran atau asimilasi dalam arti yang luas.

Asimilasi merupakan suatu proses sosial dalam taraf kelanjutan yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia dan juga meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap dan proses-proses mental dengan memperhatikan kepentingan-kepentingan dan tujuan-tujuan bersama. Secara singkat,maka proses asimilasi ditandai dengan pengembangan sikap-sikap yang sama.


  • Proses Integrasi

Proses integrasi merupakan proses penyesuaian antar unsur masyarakat yang berbeda hingga membentuk suatu keserasian fungsi dalam kehidupan. Apabila dua pihak atau lebih yang terintegrasi telah mampu menjalankan peranannya masing-masing maka akan dapat membentuk hubungan dalam masyarakat dan dinamakan integrasi sosial.

Dalam integrasi sosial, terdapat kesamaan pola pikir, gerak langkah, tujuan dan orientasi serta keserasian fungsi dalam kehidupan. Adanya hal ini dapat mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat.

Artikel Terkait:  Pengertian Pengendalian Sosial Menurut Para Ahli

Syarat Integrasi Sosial

Integrasi sosial akan terbentuk di masyarakat apabila sebagian besar anggota masyarakat tersebut memiliki kesepakatan tentang batas-batas territorial dari suatu wilayah atau Negara tempat mereka tinggal.

Selain itu, sebagian besar masyarakat tersebut bersepakat mengenai struktur kemasyarakatan yang di bangun, termasuk nilai-nilai, norma-norma, dan lebih tinggi lagi adalah pranata-pranata sosial yang berlaku dalam masyarakatnya, guna mempertahankan keberadaan masyarakat tersebut. Selain itu, karakteristik yang di bentuk sekaligus manandai batas dan corak masyarakatnya.

Menurut William F. Ogburn da Mayer Nimkoff, syarat berhasilnya suatu integrasi social adalah:

  1. Anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan satu dengan yang lainnya. Hal ini berarti kebutuhan fisik berupa sandang dan pangan serta kebutuhan sosialnya dapat di penuhi oleh budayanya. Terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan ini menyebabkan masyarakat perlu saling menjaga keterikatan antara satu dengan lainnya.
  2. Masyarakat berhasil menciptakan kesepakatan (consensus) bersama mengenai norma-norma dan nilai-nilai social yang di lestarikan dan di jadikan pedoman dalam berinteraksi satu dengan yang lainnya, termasuk menyepakati hal-hal yang di larag menurut kebudayaannya.
  3. Norma-norma dan nilai sosial itu berlaku cukup lama dan di jalankan secara konsisten serta tidak mengalami perubahan sehingga dapat menjadi aturan baku dalam melangsungkan proses interaksi sosial.

Bentuk Integrasi Sosial

Bentuk integrasi sosial dalam masyarakat dapat dibagi menjadi dua bentuk yakni:

  • Asimilasi, yaitu pembaruan kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli. Dalam masyarakat bentuk integrasi sosial ini terlihat Dari pembentukan tatanan sosial yang baru yang menggantikan budaya asli. Biasanya bentuk integrasi ini diterapkan pada kehidupan sosial yang primitive dan rasis. Maka dari itu budaya asli yang bertentangan dengan norma yang mengancam disintegrasi masyarakat akan digantikan dengan tatanan sosial baru yang dapat menyatukan beragam latar belakang social.
  • Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli. Akulturasi menjadi alternative tersendiri dalam menyikapi interaksi sosial, hal ini didasarkan pada nilai-nilai sosial masyarakat yang beberapa dapat dipertahankan. Sehingga nilai-nilai baru yang ditanamkan pada masyarakat tersebut akan menciptakan keharmonisan untuk mencapai integrasi soaial.

Faktor Integrasi Sosial

Berikut ini terdapat 2 faktor integrasi sosial, yaitu sebagai berikut:


1. Faktor Pendorong Integrasi Sosial

yaitu sebagai berikut:

  1. Adanya toleransi terhadap kebudayaan yang berbeda
  2. Kesempatan yang seimbang dalam bidang ekonomi
  3. Mengembangkan sikap saling menghargai orang lain dengan kebudayaannya
  4. Adanya sikap yang terbuka dengan golongan yang berkuasa
  5. Adanya persamaan dalam unsur unsur kebudayaan.
  6. Adanya perkawinan campur (amalgamasi)
  7. Adanya musuh bersama dari luar
Artikel Terkait:  Sejarah Perkembangan Sosiologi Di Dunia dan Di Indonesia

2. Faktor Penghambat Integrasi Sosial

yaitu sebagai berikut:

  • Tingginya heterogentias masyarakat/kelompok
  • Bentuk wilayah kelompok/negara yang luas seperti kepulauan, yang menyebabkan beberapa wilayah/kebudayaan tertentu menjadi terisolasi
  • Ancaman dari dalam dan luar wilayah
  • Pembangunan yang tidak merata
  • Perasaan in-group yang berlebihan, yang kemudian dapat menimbulkan etnosentrisme berlebih

Contoh Integrasi Sosial

Berikut ini terdapat beberapa contoh integrasi sosial, yaitu sebagai berikut:


1. Integrasi Sosial Di Sekolah

Contoh integrasi sekolah itu sendiri, seperti tempat sekolah itu menjadi tempat belajar memahami lingkungan. Misalnya, di sekolah setiap orang setara, tidak ada siswa istimewa, kaya atau miskin.

Ketika sekolah diharuskan mengenakan seragam yang sudah menikah, semua sekolah memakai seragam yang sama, sehingga sekolah dipandang sebagai tempat terjadinya proses integrasi sosial.


2. Integrasi Sosial Di Keluarga

Dalam hal ini ada nama lembaga keluarga yang menawarkan perlindungan dan memainkan peran yang sangat penting. Bentuk integrasi sosial ini sangat penting untuk perlindungan keluarga, karena orang tua sebagai bayi menyamakan tingkat di mana setiap anak tidak melakukan diskriminasi.

Sebaliknya, jika peran orang tua mengajarkan hal yang salah dengan membedakan anak yang lebih pintar atau lebih baik, maka di masa depan itu akan menjadi tidak nyaman karena si anak merasa dirinya sangat baik. Hal-hal seperti itu masih umum di Indonesia.


3. Integrasi Sosial Di Masyarakat

Contoh integrasi masyarakat di mana pengungkapan integrasi sangat penting dapat dilihat, misalnya, dalam hal menjaga persatuan atau kesatuan di setiap komunitas melalui patroli rutin dan kegiatan saling mendukung.

Pengenalan sistem pengawasan dan saling mendukung memperkuat koeksistensi di setiap komunitas, kecuali bahwa mereka tidak tahu nama-nama orang kaya atau miskin, yang semuanya memberikan keamanan dan saling membantu.


Daftar Pustaka:

  • M, Idianto. 2005. Sosiologi Untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
  • Maryati, Kun dan Juju Suriawati. 2007. Sosiologi Untuk SMA dan MAKelas XI. Bandung: PT.Gelora Aksara Pratama.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sosiologi Tentang 6 Proses Integrasi Sosial: Pengertian Menurut Para Ahli, Syarat, Bentuk, Faktor dan Contoh

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: