Hujan Buatan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Hujan“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Hujan-Buatan

Pengertian Hujan Buatan

Hujan adalah peristiwa gejala alam yang tidak jarang terjadi yang lazimnya mempunyai ciri – ciri hujan berupa jatuhan butir – butir air hasil dari proses kondensasi dari udara di lapisan atmosfer ke permukaan bumi yang adalah salah satu planet di atur surya.

Hujan produksi adalah salah satu dari jenis – jenis hujan yang diciptakan oleh manusia. Hujan produksi ini dapat diciptakan oleh insan dengan teknik menaburkan bahan kimia yang dinamakan dengan Argentium lodida ke dalam awan yang bermanfaat untuk mempercepat pembentukan awan sampai-sampai dapat terjadi hujan. Awan yang dibutuhkan untuk mengerjakan proses hujan buatan ialah awan dengan jenis Cumulus yang aktif.

Hujan produksi pada dasarnya ialah bukan menciptakan hujan dalam makna sebenarnya, tetapi membuat percepatan pada proses fisika yang terjadi di awan untuk menciptakan hujan. Jadi kriteria utama dalam menciptakan hujan buatan ialah adanya awan yang telah terbentuk secara alami yang mempunyai kandungan jenis – jenis air yang lumayan yang nantinya akan digunakan sebagai calon awan pembuat hujan buatan. Di samping awan, dibutuhkan juga kecepatan angin yang rendah, serta situasi cuaca yang mendukung.


Proses Terjadinya Hujan Buatan

Proses Terjadinya Hujan Buatan ini terdiri dari sejumlah tahapan. Tahapan – tahapan itu antara lain ialah sebagai berikut.

  • Hujan produksi dapat terjadi dengan menaburkan bahan – bahan kimia untuk memprovokasi terjadinya awan yang dinamakan dengan zat glasiogenik, yakni Argentium Iodida atau Perak Iodida.
  • Penaburan bahan – bahan kimia tersebut dilaksanakan pada elevasi diantara 4000 sampai 7000 kaki dengan memperhitungkan hal – hal seperti arah angin dan kecepatan angin yang akan membawa awan ke wilayah lokasi terjadinya hujan buatan.
  • Penaburan bahan – bahan kimia ini pun harus dilaksanakan mulai pada ketika pagi hari selama pukul 07.00 pagi, menimbang proses terjadinya awan yang terbentuk secara alami ialah pada ketika pagi hari.
    Di samping bahan kimia berupa zat glasiogenik, ditaburkan pula zat kimia berupa zat higroskopis yang adalah bahan
  • kimia guna menggabungkan butir – butir air di awan. Zat higroskopis itu berupa garam (NaCl), CaCl2 dan Urea. Zat itu yang dipakai dalam mengerjakan proses hujan produksi ini ialah yang berbentuk bubuk dengn diameter butiran antara 10 – 50 mikron.
  • Bahan – bahan kimia itu ditaburkan ke awan yang ada di awang dengan memakai pesawat terbang, kecuali Urea.
  • Setelah ditaburkan, bahan – bahan kimia itu akan memprovokasi awan itu guna berkondensasi sehingga menyusun awan yang lebih banyak dan mempercepat proses terjadinya hujan.
  • Beberapa jam sesudah menaburkan bahan – bahan kimia yang memprovokasi awan guna berkondensasi tersebut, barulah bubuk urea ditaburkan. Bubuk Urea ini kegunaannya sama, yakni untuk menolong awan menyusun dan menggabungkan kumpulan – kumpulan awan kecil untuk menyusun jenis – jenis awan yang lebih banyak dan berwarna abu – abu. Awan besar berwarna abu – abu berikut yang disebut dengan awan hujan.
  • Urea ini ditaburkan pada selama pukul 12.00 siang, menimbang bahwa pada ketika tersebut sudah tidak sedikit kelompok – kumpulan kecil awan yang terbentuk.
  • Setelah awan hujan terbentuk, larutan bahan kimia ditaburkan pulang ke awan tersebut. namun kali ini berbentuk larutan. Larutan bahan – bahan kimia itu mempunyai komposisi air, urea dan amonium nitrat dengan komparasi 4:3:1. Larutan ini bermanfaat untuk mendorong awan hujan untuk menyusun butir – butir air yang lebih besar sebab butir – butir air yang besarlah yang dapat memunculkan hujan pada awan hujan.
Artikel Terkait:  Hutan Cadangan

Alternatif beda dalam menaburkan bahan kimia pembuat hujan itu selain memakai pesawat ialah dengan Ground Base Generator yang menaburkan bahan kimia dengan teknik mengemas bahan – bahan kimia yang bakal ditaburkan dalam format flare yang dihanguskan diatas menara pada suatu elevasi tertentu.

Proses yang dilangsungkan untuk menciptakan hujan produksi sama saja dengan yang memakai pesawat, hanya bertolak belakang pada ketika proses menaburkannya saja. Ground Base Generator ini memanfaatkan topografi dan jenis – jenis angin lembah yang berhembus ke atas pegunungan pada ketika siang hari dengan mengekor kemiringan permukaan gunung guna proses penaburan. Ground Base Generator ini seringkali digunakan pada distrik yang mempunyai garis lintang menengah dan tinggi dengan suhu dibawah titik beku atau dengan kata beda dibawah 0°C.


Dampak Hujan Buatan

Hujan produksi dapat memberikan akibat yang positif yang berfungsi maupun akibat yang negatif yang merugikan. Dampak – akibat tersebut di kemukakan di bawah ini.


Dampak Positif Hujan Buatan

Hujan Buatan bisa memberikan akibat positif yang memiliki guna yang sama laksana pada faedah air hujan pada lazimnya yang baik untuk ruang publik guna kehidupan, terutama pada distrik yang sedang merasakan musim kemarau yang paling panjang dan tidak pernah merasakan hujan dalam jangka masa-masa yang lumayan lama. Manfaat itu antara lain ialah :

  • Hujan produksi dapat menanggulangi kekeringan yang terjadi pada distrik yang merasakan kekeringan.
  • Hujan produksi dapat menanggulangi masalah kabut asap dampak kebakaran hutan.
  • Hujan produksi juga dimanfaatkan guna memadamkan api pada kebakaran hutan yang merangkum wilayah yang lumayan luas dengan api yang paling besar.
  • Hujan produksi membantu pengisian air waduk atau macam – macam telaga untuk kebutuhan irigasi, ketersediaan air bersih ataupun pembangkit listrik tenaga air.
Artikel Terkait:  Batuan Sedimen Klastik

Dampak Negatif Hujan Buatan

Hujan Buatan tidak melulu memberikan akibat positif yang memiliki guna yang baik untuk fungsi lingkungan hidup untuk manusia, tetapi pun membawa akibat negatif yang merugikan untuk makhluk hidup yang wilayah lokasi tinggal atau wilayah lokasi dimana makhluk hidup itu beraktivitas terpapar guyuran air dari hujan buatan. Dampak negatif dari hujan produksi tersebut antara lain ialah sebagai berikut.

  • Hujan produksi yang tercipta dari adanya gabungan bahan kimia dapat menimbulkan efek hujan yang berisi bahan kimia pula yang dapat jadi justeru menimbulkan hujan asam yang berbahaya untuk yang terpapar guyuran hujan ini.
  • Hujan produksi dapat mengakibatkan pencemaran tanah sebab proses penaburkan garam dalam jumlah sangat tidak sedikit bahkan dapat sampai berton – ton jumlahnya, memunculkan hujan yang sifatnya asin dan menyerahkan efek lapisan tanah yang terpapar guyurannya bakal menjadi asin pula sehingga mengakibatkan lahan pertanian menjadi bobrok bahkan tidak berhasil panen sebab lapisan jenis – jenis tanah menjadi keunggulan kandungan garam.
  • Hujan produksi juga bisa menjadi penyebab banjir andai hujan yang terjadi tidak tepat sasaran.
  • Hujan produksi dapat menjadi penyebab pemanasan global.
  • Hujan produksi dapat merubah siklus hidrologi yang bakal membahayakan pasokan air tanah di musim kemarau.
  • Hujan produksi akan memunculkan kerugian pelajaran yang lumayan besar andai hujan yang turun dari hasil hujan produksi tidak tepat sasaran, baik kerugian dari pelajaran yang dikeluarkan untuk mengerjakan proses hujan produksi maupun dari hasil akibat ketika hujan produksi salah sasaran.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Hujan Buatan adalah: Proses Terjadinya Beserta Dampaknya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!

Artikel Terkait:  Penemuan Gula Dalam Meteor

Baca Artikel Lainnya: