Materi Erosi Tanah

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Erosi Tanah“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Erosi-Tanah-adalah

Pengertian Erosi Tanah

Erosi tanah adalah suasana dimana lapisan tanah unsur atas menjadi menipis dampak terjadinya pengikisan tanah oleh sejumlah elemen laksana angin, air, atau es. Erosi tanah juga diakibatkan menurut letak astronomis yang dominan terjadinya erosi. Pengikisan itu juga dapat disebabkan oleh adanya pekerjaan makhluk hidup seperti fauna yang menciptakan sarang atau liang di tanah, atau dapat juga sebab pengaruh gravitasi. Pada ketika terjadi erosi maka tanah akan merasakan pengikisan atau longsor sampai-sampai hanyut oleh air maupun angin.


Proses Terjadinya Erosi Tanah

Erosi tanah bisa menyingkirkan serta membawa material-material tanah dari lokasinya semula. Berdasarkan keterangan dari L.D. Meyer dan G.R. Foster erosi tanah dapat terjadi melewati tahapan-tahapan proses laksana :


1. Detachment

Pada ketika terjadi tumbukan air maupun angin yang terjadi dengan intensitas yang tinggi, maka urusan itu dapat mengakibatkan pecahnya agregat tanah menjadi partikel-partikel tanah yang akhirnya bakal terlepas.


2. Transportation

Partikel-partikel tanah yang terlepas pada akhirnya bakal ikut terhanyut oleh aliran air di permukaan mengarah ke tempat yang lebih rendah.


3. Depotition atau sedimentation

Pada akhirnya, partikel-partikel tanah yang terlepas itu akan merasakan pengendapan di lokasi yang baru, yaitu wilayah yang lebih rendah laksana di dasar sungai atau waduk.

Tanah mempunyai jenis-jenis yang dapat menyebabkan erosi tanah yang menyebabkan sejumlah faktor penyebab erosi tanah yang terjadi karena produksi atau alami dari bumi. Erosi tanah pun memberikan akibat positif maupun negatif untuk kehidupan makhluk hidup yang bergantung hidup di dataran tanah.


Jenis-Jenis Erosi Tanah

Tanah adalahunsur bumi yang menyerahkan peran penting untuk kehidupan makhluk hidup, tanah memiliki sejumlah jenis-jenis tanah yang dapat mengakibatkan erosi tanah yang bisa merugikan makhluk hidup serta bisa menyebabkan tidak sedikit kerusakan untuk lingkungan sekitar.

Menurut hal penyebab terjadinya, erosi tanah dapat dipisahkan menjadi 2 jenis, yakni :


1. Erosi Tanah dampak proses alamiah

Erosi tanah dampak proses alamiah ialah erosi yang terjadi sebab proses pembentukan tanah serta proses dalam mempertahankan ekuilibrium tanah secara alami. Sehingga erosi tanah proses alamiah melulu di sebabkan oleh alam tanpa pertolongan dari manusia.

Artikel Terkait:  Sifat Fisik Mineral

2. Erosi Tanah dampak ulah manusia

Erosi tanah yang disebabkan oleh ulah insan adalaherosi yang ditandai dengan terjadinya pengelupasan tanah dampak ulah insan yang mengakibatkan tata untuk lahan menjadi buruk. Kegiatan itu misalnya ialah melakukan sesuai tanam tanpa menyimak aturan-aturan atau kaidah konservasi tanah, serta pekerjaan pembangunan yang yang menyebabkan jasmani tanah menjadi rusak.

Berdasarkan keterangan dari kenampakan lahan sebagai akibat terjadinya, erosi dipisahkan menjadi :

  1. Splash erosion (erosi percik), yakni erosi yang terjadi sebab terlepasnya partikel tanah oleh cucuran air hujan, khususnya di mula terjadinya hujan.
  2. Sheet erosion (erosi lembar), yakni erosi yang terjadi dampak adanya genangan yang mempunyai kedalaman +/- 3 kali butir hujan. Namun sebab pemindahan partikel-partikel tanah terjadi secara merata di semua permukaan tanah, maka terjadinya erosi ini paling sulit guna diketahui.
  3. Rill erosion (erosi alur), yakni erosi yang terjadi sebab terbentuknya alur-alur yang memanjang di sepanjang permukaan tanah oleh aliran air. Alur-alur tersebut seringkali mempunyai kedalaman tidak cukup dari 50 cm.
  4. Gulley erosion (erosi parit / selokan), yakni erosi yang terjadi sebab alur-alur yang dimunculkan oleh aliran air dipermukaan tanah sudah berkembang atau menyusun parit atau dapat juga menyusun huruf V atau U dengan kedalaman menjangkau 50 sampai 300 cm. Pada sejumlah kasus, alur-alur tersebut pun dapat menyusun jurang yang mempunyai kedalaman lebih dari 300 cm.
  5. Stream Bank Erosion (erosi tebing sungai), yakni erosi yang terjadi pada lokasi tebing-tebing sungai yang stabil. Erosi ini disebut pun erosi drainase (channel erosion).

Berdasarkan keterangan dari Proses terjadinya, erosi dipisahkan menjadi :

  • Erosi normal, yakni erosi yang terjadi sebab bebatuan atau bahan induk tanah merasakan pelapukan, baik tersebut secara geologi maupun secara alamiah. Erosi ini sering pun dikenal dengan erosi geologi atau erosi alami.
  • Erosi dipercepat, yakni erosi yang terjadi sebab kerusakan tanah lebih cepat dari proses pembentukannya. Hal ini diakibatkan oleh kegiatan yang dilaksanakan manusia dalam mengelola tanah guna menambah produktivitas tanah tersebut.

Faktor-Faktor Penyebab Erosi Tanah

Erosi tanah dapat terjadi secara alamiah maupun ulah manusia. Erosi tanah pun dapat menyebabkan kerusakan hutan di selama lingkungan. besar kecilnya peristiwa tersebut paling tergantung pada sejumlah faktor laksana :


1. Faktor iklim

Faktor iklim sangat dominan pada terjadinya sebuah erosi tanah. Perubahan musim, kecepatan angin, intensitas hujan, frekuensi terjadinya badai, maupun suhu rata-rata sebuah wilayah bisa menjadi hal yang mengakibatkan terjadinya pengikisan tanah. Wilayah yang mempunyai curah hujan dengan frekuensi yang tinggi maupun distrik yang mempunyai frekuensi terjadinya badai dan terpaan angin yang lebih intens bakal lebih mudah merasakan erosi.


2. Faktor Geologi

Terjadinya erosi tanah pun sangat diprovokasi oleh situasi geologi sebuah area laksana kemiringan lahan, panjangnya lahan, tipe batuan, tipe sedimen, maupun permeabilitas lahan. Semakin curam sebuah area, maka energi air guna membawa material-material tanah bakal semakin besar.

Artikel Terkait:  Pengertian Batolit

3. Faktor Biologis

Faktor biologis laksana vegetasi, situasi tanah, serta makhluk hidup yang bermukim disuatu area pun memberikan pengaruh pada terjadinya erosi tanah.

Berikut ialah beberapa pengaruh dari hal biologis :


1. Vegetasi

Vegetasi yang baik bakal dapat menolong mengurangi kekuatan air hujan guna menghancurkan tanah, yakni dengan menghalanginya supaya tidak jatuh langsung ke permukaan tanah. Adapun pengaruh sebuah vegetasi sebagai pelindung tanah antara lain ialah :

  • Melindungi tanah dari terpaan air hujan secara langsung
  • Mempertahankan supaya partikel-partikel tanah tetap pada tempatnya
  • Mengurangi kecepatan aliran air
  • Mempertahankan keterampilan tanah dalamproses penyerapan air

2. Kondisi tanah

Kondisi tanah pun ikut menilai terjadinya erosi tanah, dimana tanah mempunyai tipe yang berbeda-beda terhadap terjadinya erosi. Tanah mempunyai sifat kimia maupun sifat jasmani yang bisa menilai gampang tidaknya tanah itu untuk tererosi. Adapun sifat-sifat tersebut ialah :

  • Sifat yang dominan pada permeabilitas, laju infiltrasi, serta keterampilan atau kapasitas menyangga air
  • Sifat yang dominan pada keawetan struktur tanah terhadap pengikisan yang diakibatkan oleh air hujan serta aliran permukaan.

3. Makhluk hidup

Makhluk hidup terutama insan dapat mengerjakan hal-hal yang dapat menambah intensitas terjadinya erosi tanah pada ketika mereka mengelola lahan, seperti pemerasan hutan secara besar-besaran melulu untuk membuka lahan baru guna bercocok tanam dan beda sebagainya.


Dampak yang Terjadinya Erosi Tanah

Erosi tanah mengakibatkan lapisan permukaan tanah unsur atas menjadi menipis. Terjadinya erosi tanah itu akan memberikan akibat yang lumayan besar, baik tersebut pada lokasi asal terjadinya erosi (on-site) maupun di lokasi lainnya (off-side). Berikut akibat atau bahaya yang dimunculkan oleh erosi tanah :


1. Dampak Erosi pada lokasi asal terjadinya (on-site)

Dampak dari erosi tanah on site seringkali akan dapat dialami secara langsung oleh pihak yang mengelola tanah tersebut, yakni penurunan tingkat produktivitas tanah. Produktivitas tanah yang menurun bisa ditandai oleh sejumlah hal laksana :

  • Hilangnya kesuburan tanah dampak hanyutnya pertikel-partikel atau mineral-mineral dalam tanah, sampai-sampai sulit dijadikan lahan guna bercocok tanam.
  • Penurunan hasil panen
  • Peningkatan ongkos pemakaian pupuk
  • Penurunan keterampilan tanah dalam menyerap air (infiltrasi). Hal ini nantinya dapat menyebabkan peningkatan limpahan air di permukaan tanah dan pada akhirnya bisa terjadi banjir.
  • Terjadinya evolusi struktur tanah
  • Perubahan profil tanah
  • Lahan menjadi tandus

2. Dampak erosi tanah di luar lahan (off-site)

Dampak yang dialami oleh lingkungan di luar lahan terjadinya erosi tanah pun sangat besar dirasakan. Erosi tanah akan mengakibatkan sedimentasi yang menyebabkan kerugian besar untuk kehidupan sekitar, laksana :

  • Terjadinya pendangkalan waduk atau sungai
  • Tertimbunnya bangunan maupun lahan-lahan pertanian
  • Penurunan tingkat kualitas air
  • Menghambat kelancaran transportasi air
  • Rusaknya ekosistem di air
Artikel Terkait:  Awan Strato Cumulus

Cara Mengatasi dan Mencegah Terjadinya Erosi Tanah

Dampak yang dapat dirasakan dampak terjadinya erosi dapat menyebabkan kerugian material maupun non material yang lumayan besar. Bagi itu, butuh adanya tindakan-tindakan untuk mengayomi tanah dari terjadinya erosi, khususnya di wilayah perbukitan dan mempunyai lereng-lereng yang curam. Dengan upaya tersebut diinginkan akan dapat meningkatkan keterampilan tanah sampai-sampai tanaman bisa tumbuh subur, mengayomi sumber-sumber air, serta dapat menangkal terjadinya tanah longsor.

Adapun teknik untuk menangkal terjadinya erosi tanah ialah :

  1. Mengatur sistem saluran yang baik guna menata sirkulasi air. Cara ini bakal sangat menolong memaksimalkan tingkat kesuburan tanah, adapun langlah-langkah yang dapat diambil antara lain ialah :
  2. Membuat pembatas alami dari batas air yang sangat tinggi sampai ke bawah yang bertujuan guna memperlambat aliran air.
  3. Membuat cabang-cabang drainase air guna membagi jalur alirannya
  4. Membuat dinding batu atau tanggul yang terbaring pada kemiringan lahan akan menolong mencegah terhanyutnya tanah ke lokasi yang lebih rendah. Selain tersebut juga dapat membuat habitat yang subur untuk tanaman
  5. Menerapkan sistem contur farming, yakni menanan tanaman cocok dengan garis kontur tanah. Cara ini akan menolong akar tumbuhan dalam menyangga air.
  6. Melakukan pekerjaan tanam menempatkan menurut sistem teras demi teras. Ini akan menolong menahan pengaruh gravitasi tanah yang menjadi di antara penyebab terjadinya erosi. Sistem ini tidak jarang disebut sebagai terasering
  7. Untuk membuat alur penanaman yang horizontal, usahakan pembajakan sawah dilaksanakan searah dengan garis kontur tanah yang ada. Sistem ini disebut contour plowing.
  8. Melakukan pemetakan atau membagi lahan bercocok tanam cocok dengan garis kontur tanah menjadi sejumlah bagian yang lebih sempit sampai-sampai menghasilkan format lahan yang berbelok-belok.
  9. Mengganti jenis tumbuhan yang bertujuan guna menghindari penyerapan bagian hara tanah secara terus menerus oleh tumbuhan yang sama dari masa-masa ke waktu.
  10. Melakukan pekerjaan pemupukan etrutama dengan memakai pupuk hijau guna membalikkan vitalitas tanah.
  11. Melakukan pekerjaan Reboisasi, yakni penanaman pulang lahan-lahan yang gundul dampak eksploitasi yang dilaksanakan secara besar-besaran dan tidak bertanggung jawab. Dengan reboisasi diinginkan dapat memperbaiki keterampilan tanah guna menyerap air, sampai-sampai dapat menurunkan resiko terjadinya erosi tanah.
  12. Melakukan pengendalian terhadap penebangan atau pemerasan hutan, yakni dengan mengenakan sanksi tegas untuk pelakunya

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Erosi Tanah adalah: Proses, Jenis, Faktor, Dampak dan Cara

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: