Ekstrusi Magma

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Ekstrusi Magma“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Ekstrusi-Magma

Magma ialah semacam gabungan dari batu-batuan berupa cairan, liat dan mempunyai suhu yang paling panas yang sedang di dalam perut bumi. Peristiwa vulkanisme mempunyai hubungan yang paling erat dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Aktivitas magma dalam perut bumi diakibatkan oleh tingginya suhu magma dan pun banyaknya gas yang terdapat didalamnya.

Proses vulkanisme ini terjadi karena kegiatan magma yang masuk ke dalam kulit bumi (litosfer). Proses vulkanisme itu terbagi dalam dua proses, yakni instrusi magma dan ekstrusi magma. Dan pada ulasan sebelumnya sudah dibicarakan tentang proses instrusi magma dan juga format bentuk instrusi magma, maka pada ulasan kali ini akan dibicarakan tentang ekstrusi magma.


Pengertian Ekstrusi Magma

Apa tersebut ekstrusi magma ? Ekstrusi magma ialah sebuah peristiwa keluarnya magma ke permukaan bumi yang nantinya magma yang terbit tersebut akan menyusun anak gunung. Umumnya magma ditabung dalam perut bumi di dapur magma, magma yang naik ke permukaan diakibatkan karena pergeseran lempengan bumi, desakan gas yang powerful dan pun suhu yang tinggi dari magma tersebut sampai-sampai akan memudahkan untuk menjebol batuan diatasnya. Proses keluarnya magma yang ketika ini tidak jarang terjadi ialah disebabkan sebab meletusnya gunung berapi (erupsi). Logikanya bilamana semakin dalam sebuah dapur magma, maka bakal semakin dahsyat pula letusan magma, urusan ini diakibatkan karena adanya desakan dan suhu yang tinggi di dalam dapur magma.


Klasifikasi Ekstrusi Magma

Pengelompokkan ekstrusi magma terbagi menjadi dua bagian, yakni ekstrusi magma menurut kekuatan desakan gasnya dan ekstrusi magma menurut lokasi terjadinya. Berikut akan diterangkan masing-masing dari pengelompokkan tersebut.

Artikel Terkait:  Angin Katabatik

1. Berdasarkan Kekuatan Tekanan Gas

Berdasarkan kekuatan desakan gasnya, ekstrusi magma dipecah lagi menjadi 3 kelompok, yakni ekstrusi eksplosif, ekstrusi efusif dan ekstrusi campuran. Ekstrusi eksplosif ialah erupsi magma yang disertai dengan suara letusan yang keras dan pun mengeluarkan tidak sedikit material dari perut bumi, ekstrusi eksplosif ini bisa menghasilkan suara ledakan sebab tekanan gas yang sedang di dalamnya sangat tidak sedikit dan powerful sehingga mengakibatkan material dalam perut bumi ikut terbit dalam jumlah yang lumayan besar.

Ekstrusi efusif ialah erupsi kecil yang tidak sampai memunculkan suara ledakan sebab tekanan gas dari dalam perut bumi tidak sekuat dari ekstrusi eksplosif dan pun pada ekstrusi efusif ini bahan material yang dikeluarkan melulu lava cair dan material padat dalam jumlah yang sedikit. Ekstrusi campuran ialah gabungan dari proses ekstrusi eksplosif dan ekstrusi efusif yang terjadi secara bergantian.


2. Berdasarkan Tempat Terjadinya

Berdasarkan lokasi terjadinya, ekstrusi magma dipecah menjadi 3 kumpulan yaitu ekstrusi linier, ekstursi sentral dan ekstrusi areal. Ekstrusi linier ialah peristiwa keluarnya magma dari dalam perut bumi yang terbit dari celah yang terdapat di sepanjang retakan, urusan ini menyebabkan terbentuknya gunung api kecil di dekat pegunungan yang mempunyai retakan tersebut. Contoh dari ekstrusi linier ialah wilayah pegunungan yang sedang di sepanjang Jawa Barat mengarah ke pegunungan di Jawa Timur.

Ekstrusi sentral ialah peristiwa keluarnya magma melewati saluran tunggal dan langsung dari dalam perut bumi. Pada erupsi ini nantinya bakal terbentuk gunung-gunung yang berdiri sendiri akan namun ukurannya lumayan besar. Contoh dari ekstrusi sentral ialah Gunung Krakatau. Ekstrusi areal ialah peristiwa keluarnya magma dari lubang yang besar, besarnya lubang tersebut diakibatkan karena dekatnya permukaan muka bumi dengan dapur magma, urusan ini mengakibatkan magma menjadi menghancurkan dapur magmanya sendiri dan meleleh terbit bumi. Contoh dari ekstrusi areal ialah di wilayah Yellow Stone National Park di Amerika Serikat.

Artikel Terkait:  Kelebihan dan Kekurangan Masyarakat di Daerah Beriklim Muson Tropis

Kenampakan Ekstrusif Magma

Ekstrusif magma yang adalahperistiwa keluarnya magma ke permukaan bumi ini mengakibatkan terjadinya kenampakan yang mengagumkan di permukaan bumi. Kenampakan ini dinamakan sebagai kenampakan vulkanik. Secara umum kenampakan vulkanik ini dipisahkan menjadi 2, yakni kenampakan vulkanik ekstrusif dan kenampakan vulkanik instrusi.


  • Kenampakan Vulkanik Ekstrusif

Ekstruif magma yang memunculkan kenampakan vulkanik misalnya antara lain ialah sumbat lava, plato lava dan juga telaga Kaldera. Proses terjadinya telaga Kaldera ini terjadi sebab letusan gunung api yang paling dahsyat sampai-sampai menyisakan format lubang yang paling besar. Lubang berikut yang lantas terisi oleh air dan perlahan menjadi format danau. Pada sumbat lava terjadi bilamana magma yang panas ini terdorong ke permukaan dan lantas akan menjadi dingin. Sumbat lava dapat mencapai ukuran yang paling besar sampai menyerupai format bukit. Sedangkan plato lava terjadi bilamana magma yang terbit dari perut bumi cairannya encer sampai-sampai dapat menyebar dan menyusun suatu hamparan lava yang paling luas.

Lava ini nantinya bakal membeku dan lantas membentuk sebuah daratan dan pada kesudahannya lava itu nantinya bakal menumpuk lantas membentuk sebuah dataran tinggi yang luas yang seringkali dikenal sebagai plato. Di samping kenampakan vulkanik, terdapat pula sejumlah kenampakan yang terjadi sebab panas bumi (geothermal) yang bersangkutan dengan vulkanisme, diantaranya ialah mata air panas, empang lumpur, geyser, solfatar (hembusan gas dari gunung berapi dalam jumlah yang tidak sedikit dan berisi belerang) dan fumarol (hembusan gas dari gunung berapi yang berupa uap panas kering ataupun uap panas yang berisi air).


  • Kenampakan Vulkanik Instrusi

Pada kenampakan vulkanik instrusi ini terjadi saat magma yang menyusup ke dalam batuan sudah membeku sebelum menjangkau di permukaan bumi. Terkadang kenampakan ini tampak di unsur permukaan sebab terjadi erosi di unsur baruan penutup. Salah satu misal batuan instrusi yang terlihat ialah di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Batuan yang sedang di pantai itu terlihat menonjol ke permukaan sebagai batuan andesit. Adapun format lain dari vulkanik instrusif ini antara lain ialah lakolit, batolit dan dike.

Artikel Terkait:  Batu Gabro

Dampak Ekstrusi Magma

Seperti yang sudah dibicarakan diawal bahwa ekstrusi magma ini nantinya bakal memberikan akibat seperti menyusun anak gunung maupun gunung baru disekitar gunung yang tererupsi. Adapun bentuk-bentuk gunung hasil dari ekstrusi magma merupakan:

  • Gunung Api Perisai – Gunung ini lazimnya berbentuk laksana kerucut yang mempunyai lereng landai serta aliran lava yang panas dari drainase tengah
  • Gunung Api Strato – Gunung ini lazimnya berbentuk kerucut dengan tingkat kemiringan lereng yang curam dan luas yang terdiri atas sejumlah lapisan lava yang terbentuk dari aliran lava yang terjadi secara berulang-ulang. Sifat letusan yang dipunyai gunung api jenis ini lumayan keras.
  • Gunung Api Kubah – Gunung ini lazimnya berbentuk kerucut bakal tetapi tidak banyak cembung dan mempunyai lereng yang curam serta mempunyai aliran lava yang lumayan kental yang berasal dari drainase pusat yang menyebabkan aliran lava menjadi lambat dan menyusun lapisan yang cukup tebal.
  • Gunung Api Lava Pijar – Gunung api ini umunya berbentuk kerucut yang simetris dengan lereng yang cekung dan landai. Adapun isi material dari gunung ini berupa asap, debu dan bau sulfur yang menyengat.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Ekstrusi Magma adalah: Klasifikasi, Kenampakan dan Dampaknya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: