Materi Dinamika Penduduk

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sosiologi yaitu Tentang “Dinamika Penduduk“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Dinamika-Penduduk-adalah

Pengertian Dinamika Penduduk

Dinamika penduduk adalah suatu perubahan keadaan penduduk. Perubahan-perubahan tersebut dipengaruhi oleh beberapa hal. Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada suatu perkembangan jumlah penduduk suatu negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut bisa diketahui melalui sensus, registrasi dan survey penduduk.

Perkembangan pada jumlah penduduk yang tinggi jika tidak diikuti dengan pertumbuhan ekonomi yang seimbang maka akan berakibat kepada sumber daya manusia yang berkualitas rendah. Oleh sebab itu, perlu adanya tindakan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk agar permasalahan yang timbul bisa ditekan sekecil mungkin.


Rumus Pertumbuhan Penduduk

Berikut ini terdapat beberapa rumus pertumbuhan penduduk, yakni sebagai berikut:

P=(L-M)+(I+E)

Keterangan:

  • p = pertumbuhan penduduk
  • l = jumlah kelahiran
  • m = jumlah kematian
  • i = imigran
  • e = emigran

Faktor yang Mempengaruhi Dinamika Penduduk

Berikut ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi dinamika penduduk, yakni sebagai berikut:


a. Kelahiran (fertilitas)

Kelahiran

Pengukuran tingkat kelahiran ini sulit untuk dilakukan, karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberap saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.

Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada struktur umur, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita serta pembangunan ekonomi.


Penunjang Kelahiran (Pro Natalitas) antara lain :

  1. Kawin usia muda
  2. Pandangan “banyak anak banyak rezeki”
  3. Anak menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
  4. Anak merupakan penentu status social
  5. Anak merupakan penerus keturunan terutama anak laki-laki.

Penghambat Kelahiran (Anti Natalitas) antara lain :

  1. Pelaksanan Program Keluarga Berencana (KB)
  2. Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
  3. Semakin banyak wanita karir.

Penggolongan angka kelahiran kasar (CBR) :

  1. Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk
  2. Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
  3. Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk
Artikel Terkait:  Materi Sistem Sosial

b. Kematian (mortalitas)

Kematian

Ada beberapa tingkat kematian, yaitu tingkat kematian kasar(crude death rate) dan tingkat kematian khusus(age specific death rate).

Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.

Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.

Faktor yang menunjang dan menghambat kematian (mortalitas) di Indonesia, adalah sebagai berikut :
Penunjang Kematian (Pro Mortalitas) antara lain :

  • Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
  • Fasilitas kesehatan yang belum memadai
  • Keadaan gizi penduduk yang rendah
  • Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
  • Peparangan, wabah penyakit, pembunuhan

Penghambat Kematian (Anti Mortalitas) antara lain :

  • Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
  • Fasilitas kesehatan yang memadai
  • Meningkatnya keadaan gizi penduduk
  • Memperbanyak tenaga medis seperti dokter, dan bidan

Penggolongan angka kelahiran kasar :

  • angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk
  • angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk
  • angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk

c. Migrasi Penduduk

Migrasi-Penduduk

Migrasi merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut.

Yang perlu diperhatikan seorang migran dalam menentukan keputusan untuk pindah ke daerah lain yaitu factor persediaan sumber daya alam, factor lingkungan social budaya, factor potensi ekonomi. Dengan mengetahui factor-faktor dimuka, setidaknya terhindar dari akibat negative.

Untuk mengetahui pertumbuhan penduduk suatu daerah cepat atau lambat dilihat dari bentuk piramida penduduk. Karena dengan melihat bentuk piramida penduduk akan diketahui mengenai perbandingan jumlah penduduk anank-anak, dewasa, dan orang tua pada wilayah yang bersangkutan.

Keadaan struktur penduduk yang berbeda-beda akan menunjukkan bentuk pyramida yang berbeda pula. Struktur penduduk ada tiga jenis, yaitu piramida penduduk muda, piramida stasioner, dan piramida penduduk tua.

Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat nonpermanen (sementara) misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk permanen (menetap). Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.

Artikel Terkait:  Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis dan Tujuan Pranata Sosial

Jenis-jenis Migrasi

Migrasi Internasional, yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lainnya.

  1. Imigrasi, yaitu masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran
  2. Emigrasi, yaitu keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigrant
  3. Remigrasi atau repatriasi, yaitu kembalinya imigran ke negara asalnya

Migrasi Nasional atau Internal, yaitu perpindahan penduduk di dalam satu Negara.

  1. Urbanisasi, yaitu perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap.
  2. Transmigrasi, yaitu perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi.
  3. Transmigrasi Khusus, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan degan tujuan tertentu, seperti penduduk yang terkena bencana alam dan daerah yang terkena pembangunan proyek
  4. Transmigrasi Spontan (swakarsa), yaitu transmigrasi yang dilakukan oleh seseorang atas kemauan dan biaya sendiri
  5. Transmigrasi Lokal, yaitu transmigrasi dari suatu daerah ke daerah yang lain dalam propinsi atau pulau yang sama
  6.  Transmigrasi Umum, yaitu transmigrasi yang dilaksanakan dan dibiayai oleh pemerintah
  7.  Ruralisasi, yaitu perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi. Selain jenis migrasi yang disebutkan di atas, terdapat jenis migrasi yang disebut evakuasi. Evakuasi adalah perpindahan penduduk yang yang terjadi karena adanya ancaman akibat bahaya perang, bencana alam dan sebagainya. Evakuasi dapat bersifat nasional maupun internasional.

Dampak Dinamika Penduduk / Pertumbuhan Penduduk

Melalui faktor-faktor diatas maka akan terjadi pertumbuhan penduduk yang mempengaruhi kondisi suatu wilayah ataupun daerah. Adapun dampak pertumbuhannya yaitu :

  • Ketersediaan lahan bercocok tanam berkurang dan digantikan dengan pemukiman.
  • Polusi dan limbah rumah tangga ataupun pabrik semakin meningkat.
  • Jumlah pengangguran meningkat karena persaingan kerja.
  • Mempengaruhi kualitas kesehatan penduduk
  • Adanya pengangguran meningkatkan jumlah kemiskinan.
  • Ketersediaan pangan terbatas.
  • Mempengaruhi Angka kecukupan gizi.
  • Muncul berbagai macam penyakit karena adanya interaksi manusia yang berbeda-beda keadannya.
Artikel Terkait:  Materi Perubahan Sosial

Upaya Mengatasi Permasalahan kependudukan

Upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan yaitu:


1. Jumlah penduduk dan pertumbuhannya diatasi dengan program Keluarga Berencana (KB).


2. Persebaran dan Kepadatan penduduk diatasi dengan:

  1. Program Transmigrasi
  2. Pembangunan lebih intensif di Kawasan Indonesia Timur.

3. Tingkat kesehatan yang rendah diatasi dengan:

  1. Pembangunan fasilitas kesehatan seperti Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
  2. Pelayanan kesehatan gratis bagi penduduk miskin

4. Tingkat pendidikan yang rendah diatasi dengan:

  • Penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap dan merata di semua daerah di Indonesia
  • Penciptaan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja
  • Peningkatan kualitas tenaga pengajar (guru dan dosen) di lembaga pendidikan milik pemerintah
  • Penyediaan program pelatihan bagi para pengajar dan pencari kerja
  • Mempelopori riset dan penemuan baru dalam bidang IPTEK di lembaga- lembaga pemerintah

5. Tingkat pendapatan yang rendah diatasi dengan:

  1. Penciptaan perangkat hukum yang menjamin tumbuh dan berkembangnya usaha/investasi, baik PMDN ataupun PMA.
  2. Optimalisasi peranan BUMN dalam kegiatan perekonomian, sehingga dapat lebih banyak menyerap tenaga kerja.
  3. Penyederhanaan birokrasi dalam perizinan usaha. Pembangunan/menyediakan fasilitas umum (jalan, telepon) sehingga dapat mendorong kegiatan ekonomi.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sosiologi Tentang Dinamika Penduduk adalah: Rumus, Faktor, Dampak dan Upaya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: