Materi Diferensiasi Sosial

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Sosiologi yaitu Tentang “Diferensiasi Sosial“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Contoh-Diferensiasi-Sosial

Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial adalah masyarakat yang dikelompokkan secara horizontal sesuai dengan karakteristik tertentu. Namun dalam hal ini, tidak ada klasifikasi tingkat (vertikal) mengenai perbedaan-perbedaan ini, seperti tingkat lapisan ekonomi, pada saat yang sama lapisan bawah, lapisan atas dan lapisan menengah.

Kelompok orang horisontal didasarkan pada perbedaan dari klan, ras, agama dan kelompok etnis (etnis), yang sering disebut pluralisme sosial. Lalu ada heterogenitas sosial, yaitu pengelompokan horizontal orang berdasarkan perbedaan jenis kelamin dan profesi.


Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

Diferensiasi sosial ditandai dengan adanya perbedaan berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut:


  1. Ciri Fisik

Diferensiasi ini terjadi karena perbedaan ciri-ciri tertentu. Misalnya : warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dsb.


  1. Ciri Sosial

Diferensiasi sosial ini muncul karena perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan pola perilaku dalam masyarakat berbeda. Termasuk didalam kategori ini adalah perbedaan peranan, prestise dan kekuasaan. Contohnya : pola perilaku seorang perawat akan berbeda dengan seorang karyawan kantor.


  1. Ciri Budaya

Diferensiasi budaya berhubungan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi ataukepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan dan ketangguhan (etos). Hasil dari nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dapat kita lihat dari bahasa, kesenian, arsitektur, pakaian adat, agama, dsb.


Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial

Pengelompokan masyarakat membentuk delapan kriteria diferensiasi sosial, terdiri atas:


  • Diferensiasi Ras

Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawan yang sama. Diferensiasi ras berarti pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri- ciri fisiknya, bukan budayanya.

Secara garis besar, manusia dibagi ke dalam ras-ras sebagai berikut :


1) Menurut A.L. Krober

  • Austroloid :

– Mencakup penduduk asli Australia (Aborigin)

  • Mongoloid :

– Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah dan Asia Timur)

– Malayan Mongoloid (Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filiphina, penduduk asli Taiwan)

– American Mongoloid (penduduk asli Amerika)

  • Kaukasoid :

– Nordic (Eropa Utara, sekitar L. Baltik)

– Alpine (Eropa Tengah dan Eropa Timur)

– Mediteranian (sekitar L. Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, Iran)

– Indic (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Langka)

  • Negroid :

– African Negroid (Benua Afrika)

– Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya yang dikenal dengan nama orang Semang, Filipina)

– Melanesian (Irian, Melanesia)

  • Ras-ras khusus (tidak dapat diklasifikasikan ke dalam empat ras pokok) :

– Bushman (gurun Kalahari, Afrika Selatan)

– Veddoid (pedalaman Sri Langka, Sulawesi Selatan)

– Polynesian (kepulauan Micronesia dan Polynesia)

– Ainu (di pulau Hokkaido dan Karafuto Jepang)


2) Menurut Ralph Linton

  • Mongoloid, dengan ciri-ciri kulit kuning sampai sawo matang, rambut lurus, bulu badan sedikit, mata sipit (terutama Asia Mongoloid). Ras Mongoloid dibagi menjadi dua, yaitu Mongoloid Asia dan Indian. Mongoloid Asia terdiri dari Sub Ras Tionghoa (terdiri dari Jepang, Taiwan, Vietnam) dan Sub Ras Melayu. Sub Ras Melayu terdiri dari Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Mongoloid Indian terdiri dari orang- orang Indian di Amerika.
  • Kaukasoid, memiliki ciri fisik hidung mancung, kulit putih, rambut pirang sampai coklat kehitam-hitaman, dan kelopak mata lurus. Ras ini terdiri dari Sub Ras Nordic, Alpin, Mediteran, Armenoid dan India.
  • Negroid, dengan ciri fisik rambut keriting, kulit hitam, bibir tebal dan kelopak mata lurus. Ras ini dibagi menjadi Sub Ras Negrito, Nilitz, Negro Rimba, Negro Oseanis dan Hotentot-Boysesman. Aborigin.

– Bagaimana dengan Indonesia ? Sub ras apa saja yang mendiami negara kita ini ?

– Indonesia didiami oleh bermacam-macam Sub Ras sebagai berikut:

– Negrito, yaitu suku bangsa Semang di Semenanjung Malaya dan sekitarnya.

– Veddoid, yaitu suku Sakai di Riau, Kubu di Sumatera Selatan, Toala dan Tomuna di Sulawesi.

– Neo Melanosoid, yaitu penduduk kepulauan Kei dan Aru.

– Melayu, yang terdiri dari dua :

– Melayu Tua (Proto Melayu), yaitu orang Batak, Toraja dan Dayak

– Melayu Muda (Deutro Melayu), yaitu orang Aceh, Minang, Bugis/ Makasar, Jawa, Sunda, dsb.


  • Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)

Apa yang dimaksud dengan suku bangsa atau etnis itu ? Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis. Diferensiasi suku bangsa merupakan penggologan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras. Namun suku bangsa memiliki ciri-ciri paling mendasar yang lain, yaitu adanya kesamaan budaya. Suku bangsa memiliki kesamaan berikut :

– ciri fisik

– kesenian

– bahasa daerah

– adat istiadat


Suku bangsa yang ada di Indonesia antara lain :

– di Pulau Sumatera : Aceh, Batak, Minangkabau, Bengkulu, Jambi, Palembang, Melayu, dsb.;

– di Pulau Jawa : Sunda, Jawa, Tengger, dsb.;

– di Pulau Kalimantan : Dayak, Banjar, dsb.;

– di Pulau Sulawesi : Bugis, Makasar, Toraja, Minahasa, Toli-toli, Bolaang

– Mangondow, Gorontalo, dsb.;

– di Kep. Nusa Tenggara : Bali, Bima, Lombok, Flores, Timor, Rote, dsb.;

– di Kep. Maluku dan : Ternate, Tidore, Dani, Asmat, dsb.

– Irian


  • Diferensiasi Klen (Clan)

Klen (Clan) sering juga disebut kerabat luas atau keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adat (tradisi). Klen adalah sistem sosial yang berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi pada masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) maupun garis ibu (matrilineal).

Artikel Terkait:  Materi Kemiskinan

1) Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) antara lain terdapat pada:

– Masyarakat Batak (dengan sebutan Marga)

– Marga Batak Karo : Ginting, Sembiring, Singarimbun, Barus, Tambun, Paranginangin;

– Marga Batak Toba : Nababan, Simatupang, Siregar;

– Marga Batak Mandailing : Harahap, Rangkuti, Nasution, Batubara, Daulay.

– Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam) antara lain : Mandagi, Lasut, Tombokan, Pangkarego, Paat, Supit.

– Masyarakat Ambon (klennya disebut Fam) antara lain : Pattinasarani, Latuconsina, Lotul, Manuhutu, Goeslaw.

– Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain : Fernandes, Wangge, Da Costa, Leimena, Kleden, De- Rosari, Paeira.

2) Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat Minangkabau, Klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampuang-kampuang. Nama-nama klen di Minangkabau antara lain : Koto, Piliang, Chaniago, Sikumbang, Melayu, Solo, Dalimo, Kampai, dsb. Masyarakat di Flores, yaitu suku Ngada juga menggunakan sistem Matrilineal.


  • Diferensiasi Agama

Menurut Durkheim agama adalah suatu sistem terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal-hal yang suci. Agama merupakan masalah yang essensial bagi kehidupan manusia karena menyangkut keyakinan seseorang yang dianggap benar. Keyakinan terhadap agama mengikat pemeluknya secara moral. Keyakinan itu membentuk golongan masyarakat moral (umat). Umat pemeluk suatu agama bisa dikenali dari cara berpakaian, cara berperilaku, cara beribadah, dan sebagainya. Jadi, Diferensiasi agama merupakan pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya.


1) Komponen-komponen Agama

  1. * Emosi keagamaan, yaitu suatu sikap yang tidak rasional yang mampu menggetarkan jiwa, misalnya sikap takut bercampur percaya.
  2. * Sistem keyakinan, terwujud dalam bentuk pikiran/gagasan manusia seperti keyakinan akan sifat-sifat Tuhan, wujud alam gaib, kosmologi, masa akhirat, cincin sakti, roh nenek moyang, dewa-dewa, dan sebagainya.
  3. * Upacara keagamaan, yang berupa bentuk ibadah kepada Tuhan, Dewa-dewa dan Roh Nenek Moyang.
  4. * Tempat ibadah, seperti Mesjid, Gereja, Pura, Wihara, Kuil, Klenteng.
  5. * Umat, yakni anggota salah satu agama yang merupakan kesatuan sosial.
Artikel Terkait:  Pengertian, Unsur dan Interaksi Sosial yang mengakibatkan Asimilasi

2) Agama dan Masyarakat

Dalam perkembangannya agama mempengaruhi masyarakat dan demikian juga masyarakat mempengaruhi agama atau terjadi interaksi yang dinamis. Di Indonesia, kita mengenal agama Islam, Katolik, Protestan, Budha dan Hindu. Disamping itu berkembang pula agama atau kepercayaan lain, seperti Khong Hu Chu, Aliran Kepercayaan, Kaharingan dan Kepercayaan-kepercayaan asli lainnya.


  • Diferensiasi Profesi (pekerjaan)

Profesi atau pekerjaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan manusia sebagai sumber penghasilan atau mata pencahariannya. Diferensiasi profesi merupakan pengelompokan masyarakat yang didasarkan pada jenis pekerjaan atau profesinya. Profesi biasanya berkaitan dengan suatu ketrampilan khusus. Misalnya profesi guru memerlukan ketrampilan khusus, seperti : pandai berbicara, suka membimbing, sabar, dsb.

Berdasarkan perbedaan profesi kita mengenal kelompok masyarakat berprofesi seperti guru, dokter, pedagang, buruh, pegawai negeri, tentara, dan sebagainya. Perbedaan profesi biasanya juga akan berpengaruh pada perilaku sosialnya. Contohnya, perilaku seorang guru akan berbeda dengan seorang dokter ketika keduanya melaksanakan pekerjaannya.


  • Diferensiasi Jenis Kelamin

Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis). Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu, terdapat kelompok masyarakat laki-laki atau pria dan kelompok perempuan atau wanita.


  • Diferensiasai Asal Daerah

Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota. Terbagi menjadi:

  • masyarakat desa : kelompok orang yang tinggal di pedesaan atau berasal dari desa;
  • masyarakat kota : kelompok orang yang tinggal di perkotaan atau berasal dari kota.
  • Perbedaan orang desa dengan orang kota dapat kita temukan dalam hal-hal berikut ini : – perilaku
  • tutur kata
  • cara berpakaian
  • cara menghias rumah, dsb.

  • Diferensiasi Partai

Demi menampung aspirasi masyarakat untuk turut serta mengatur negara/ berkuasa, maka bermunculan banyak sekali partai. Diferensiasi partai adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaan negara, yang berupa kesatuan-kesatuan sosial, seazas, seideologi dan sealiran. Pada Pemilu tahun 1999 yang lalu terdapat 48 partai, pada Pemilu tahun 2004 mungkin jumlah partai sudah bertambah lebih banyak.


Jenis Diferensiasi Sosial

Berikut ini penjelasan untuk Anda semua:


1. Diferensiasi Tingkatan

Perbedaan tingkat terjadi dalam distribusi barang dan jasa yang diperlukan untuk suatu daerah. Ini akan menyebabkan perbedaan harga antara barang dan jasa.

Perbedaan harga adalah apa yang terjadi karena distribusi antara tangan yang berbeda untuk mencapai tujuan.


2. Diferensiasi fungsional

Diferensiasi fungsional dapat diamati dalam institusi sosial. Adanya pembagian kerja yang berbeda inilah yang akan memaksa setiap individu untuk memenuhi kewajibannya sesuai dengan fungsinya.


3. Diferensiasi Personal

Diferensiasi adat adalah norma atau aturan yang mengikat dalam suatu masyarakat. Tujuan dari standar-standar ini adalah untuk mengatur urutan yang terjadi di masyarakat.

Berbagai perbedaan sosial di dalam masyarakat tidak menjadi konflik, tetapi lebih kepada mencapai posisi atau tingkat yang konsisten dengan hak mereka masing-masing dalam masyarakat.


Faktor Penyebab Diferensiasi Sosial

Berikut ini penjelasan untuk Anda semua:


1. Faktor Agama

Faktor agama adalah faktor yang paling berpengaruh terhadap norma dan nilai. Karena masing-masing agama memiliki visi dan ibadah yang berbeda.


2. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan juga menyatakan bahwa mereka berperan dalam membedakan nilai dan standar yang berlaku untuk masing-masing daerah.


3. Faktor Adat Istiadat

Faktor pabean adalah nilai yang tidak universal. Ini berarti bahwa tidak semua komunitas dapat menerima nilai ini. Oleh karena itu nilai bervariasi dari satu daerah ke daerah lain.

Artikel Terkait:  Bentuk-Bentuk Akomodasi dan Contohnya

4. Faktor Budaya

Budaya di suatu daerah tentu berbeda, sama seperti norma dan nilai di suatu daerah juga berbeda.

Sehingga hubungan antara budaya dan nilai-nilai adalah norma dalam masyarakat yang memiliki perbedaan masing-masing.


5. Faktor Suku

Kelompok etnis di Indonesia sangat beragam, termasuk Jawa, Sunda, Betawi, Madura, Minang, dll. Setiap suku memiliki nilai dan standar yang berbeda.


Contoh Diferensiasi Sosial Dalam Masyarakat

Contoh diferensiasi sosial yaitu diferensiasi yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Kota adalah contoh wilayah yang memiliki keragaman diferensiasi dalam berbagai hal seperti agama, aliran agama, pekerjaan, jenis kelamin, usia, etnik, kebudayaan, dan lain sebagainya.Wujud diferensiasi sosial yang terjadi di desa Ringianyar yaitu: 

  1. Agama: Islam & Kristen
  2. Aliran agama: Nahdlatul Ulama’& Muhammadiyah
  3. Jenis kelamin: Laki-laki & Perempuan
  4. Pekerjaan: pertani padi, petani lombok, petani jagung, petani tomat, petani tebu dan lain sebagainya
  5. Usia: Balita, Anak-anak, Remaja, Dewasa, Tua
  6. Etnik: Jawa, Cina, & Thailand
  7. Kebudayaan: Jawa, Islam Jawa (dianut masyarakat NU), Islam Arab (dianut masyarakat Muhammadiyah), Konghuchu (dianut masyarakat Cina), Kristen (dianut masyarakat kristen).

Dalam diferensiasi sosial tidak jarang menimbulkan suatu dampak negatif seperti konflik sosial dan perpecahan[9]. Pada masyarakat, untuk mengurangi dampak tersebut ditumbuhkan rasa toleransi yang tinggi pada masyarakat dengan cara saling menghormati dan tidak mengganggu jalannya masing-masing perbedaan selama tidak bertentangan keras/merugikan masyarakat secara umum. Dalam masyarakat yang heterogen seperti ini tidak jarang menimbulkan suatu konflik sosial. Contoh konflik sosial yang kami anngkat dalam kasus ini yaitu konflik yang terjadi antara aliran agama Islam Nahdlatul Ulama’ dan Muhammadiyah.

Konflik soaial ini dapat terjadi karena perbedaan kebudayaan/pandangan yang mereka anut.

Dalam Nahdlatul Ulama’ mempunyai kebudayaan mendo’akan orang yang sudah meninggal seperi tujuh harian, empat puluh harian, seribu harian, dan haul. Namun dalam Muhammadiyah tidak terdapat acara semacam ini. Dari perbedaan inilah timbul suatu konflik karena antar pengikut aliran saling mengejek/menghina satu sama lain. Pengikut Nahdlatul Ulama’ menghina pengikut muhammadiyah karena membiarkan keluarganya yang telah meninggal tanpa diadakan selamatan (tahlilan) seperti hewan yang dibiarkan saja meninggal. Dan sebaliknya pengikut Muhammadiyah juga mengejek/menghina pengikut Nahdlatul Ulama’ acara tahlilan/do’a kepada orang yang telah meninggal itu merupakan suatu yang Bid’ah dan haram hukumnya. Karena saling menghina satu sama lain akhirnya timbullah konflik diantara ke-2 aliran agama Islam ini.

Upaya yang dilakukan untuk mengurangi konflik dalam kasus ini yaitu harus adanya toleransi yang tinggi diantara kedua belah pihak. Tidak boleh ada perasan paling benar diantara kedua belah bihak, kerena suatu keyakinan merupakan suatu yang paling benar menurut penganut keyakinan itu sendiri. Dan itu tidak dapat dipaksakan satu sama lain. Sehingga upaya untuk mengurangi konflik agar konflik tidak semkin meluas diantara kedua belah pihak yaitu dengan mengedepankan perasaan saudara (integrasi) sebagai sesama penganut agama Islam.


Daftar Pustaka:

  • Subakti, A. Ramlan dkk. 2011. Sosiologin Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
  • Saptono, Bambang. 2006. Sosiologi. Jakarta: Phibeta
  • Sutomo dkk. 2009. Sosiologi. Malang: Graha Indotama

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Sosiologi Tentang Bentuk Diferensiasi Sosial: Pengertian, Ciri, Jenis, Faktor dan Contoh

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: