Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Pertambangan“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Dampak-Negatif-Pertambangan-Terhadap-Lingkungan

Beberapa dari kita tentu sudah mengetahui andai semua barang yang digunakan tidak datang dengan sendirinya, bukan. Semua barang – barang tersebut sudah melalui sekian banyak macam proses yang lumayan panjang dan rumit untuk dapat menjadi sebuah barang yang berguna. Pernahkah kalian beranggapan dari mana barang – barang itu berasal. Kita dapat ambil misal seperti kendaraan yang sangat bermanfaat sebagai sarana transportasi dan memudahkan dalam mobilisasi dari satu lokasi ke lokasi lain.

Terbuat dari apakah kendaraan tersebut? Semua kendaraan yang anda tahu memiliki kerangka yang berasal dari besi, begitu pun dengan mesin dan komponen pendukungnya. Jika telah menjadi suatu kendaraan utuh, tidak menyeluruh rasanya andai tidak dipenuhi dengan bahan bakar yang menjadi sumber tenaga.

Nah, dari misal di atas dapat diputuskan untuk menciptakan kendaraan sampai bahan bakar yang dipakai semua tersebut berasal dari pekerjaan pertambangan. Karena sudah tentu untuk memperoleh tersebut semua tidak serta merta terdapat dengan sendirinya. Kegiatan pertambangan telah bukan urusan yang asing untuk seluruh masyarakat, sebab pekerjaan ini sangat sehubungan dengan seluruh kegiatan manusia. Oleh sebab itu, tidak melulu di Indonesia di semua belahan bumi manapun pekerjaan pertambangan ini sangat urgen terutama untuk peradaban sebuah negara.

Dari Sabang sampai Merauke sudah tidak sedikit ditemukan wilayah pertambangan di Indonesia dengan hasil tambang yang berbeda-beda di masing-masing tempat. Beberapa hasil tambang tidak sedikit dimanfaatkan di domestik dan beberapa lagi pun diekspor ke sejumlah negara, dapat dikatakan hasil pertambangan sudah menjadi sumber pendapatan untuk negara. Dibalik guna yang dapat kita rasakan dari pekerjaan pertambangan, ternyata dapat pun menimbulkan efek atau akibat negatif. Dampak negatif tentunya menyerahkan kerugian untuk semua pihak. Lalu apa saja akibat negatif pertambangan terhadap lingkungan sekitar?

Artikel Terkait:  Cara Mencegah Pembalakan Liar

Dampak Negatif Pertambangan Terhadap Lingkungan

Berikut ini terdapat dampak negatif pertambangan terhadap lingkungan, terdiri atas:


1. Kegiatan pertambangan telah tentu bakal merusak lingkungan

Untuk mendapat hasil tambang, perlu dilaksanakan penggalian sampai masuk ke dalam bumi. Tidak heran hasil dari galian – galian itu terbentuk lubang, terowongan, sampai cekungan yang ukurannya tidak kecil. Tidak heran lingkungan di sekitar wilayah pertambangan bakal menjadi rusak. Seperti yang terjadi di Pulau Kalimantan, di sana tidak sedikit ditemukan empang yang terbentuk dampak dari ekskavasi batu bara.

Kolam – empang tersebut tidak sedikit yang tidak ditimbun pulang dengan tanah sehingga ketika hujan mendarat dan dalam jangka masa-masa yang lama, kesudahannya bekas galian tersebut pulang menjadi kolam. Contoh beda dapat ditemukan di bukit atau gunung, di sana tanah dikeruk dan dipungut untuk lantas dikirim sejumlah daerah. Maka tidak heran andai sudah tidak terdapat lagi bukit atau gunung, akibatnya saat hujan tiba, bencana alam laksana tanah longsor dan banjir tidak bisa dihindari lagi, karena sudah tidak tersedia wilayah resapan air hujan.


2. Berubahnya struktur muka bumi

Seperti yang sudah kita ketahui, pertambangan berarti mencari untuk mengejar sumber daya alam yang sedang di dalam bumi. Dan pekerjaan tersebut sudah tentu akan mengubah format dari bentang alam bumi, terutama untuk kegiatan pertambangan yang memakai teknik open pit atau pertambangan terbuka. Seperti misal hilangnya sungai dampak timbunan material atau terjadi pendangkalan yang ekstrim dan pun bukit yang pulang menjadi jalan atau dataran rendah.

Artikel Terkait:  Britania Raya

3. Terjadi perusakan lingkungan

Sudah tidak terhitung berapa tidak sedikit kasus yang diakibatkan oleh kegiatan pertambangan salah satunya yaitu perusakan lingkungan. Sebut saja perusakan sungai dampak dari limbah hasil pertambangan yang langsung dilemparkan ke sungai tanpa adanya pengolahan terlebih dahulu, aliran sungai yang membawa limbah pertambangan bakal terus mengalir sampai menuju lautan. Akibatnya dapat lebih fatal yakni ekosistem air laut menjadi rusak, tidak heran bila tidak sedikit terumbu karang dan ikan – ikan mati dampak keracunan limbah pertambangan. Tidak melulu sungai yang tercemar, kendaraan besar yang membawa hasil tambang memunculkan polusi udara dampak debu yang berterbangan.

Kendaraan yang dipakai sudah pasti berukuran besar, maka tidak heran ketika kendaraan melintas, bakal menghasilkan debu – debu yang berterbangan sampai-sampai udara menjadi kotor dan tidak pantas untuk dicium manusia. Tanah kehilangan bagian hara dan mineral dampak dari limbah pertambangan yang merusak struktur tanah, akibatnya tanah tidak bisa ditanami oleh tumbuhan kembali dan produktivitas tumbuhan terhambat. Hingga polusi suara yang memunculkan kebisingan yang bervolume tinggi di wilayah sekitar pertambangan. Jika tidak dipedulikan terus – menerus sudah tentu pencemaran lingkungan bakal menjadi paling parah.


4. Keselamatan menjadi terancam

Dampat negatif dari pertambangan pun dapat menakut-nakuti keselamatan pekerja tambang dan pun warga yang tinggal di dekat pertambangan. Mengapa dapat demikian? Saat mengerjakan penambangan emas, semua penambang akan mencari bumi sampai membentuk trowongan panjang, sempit dan berliku yang telah tentu ketersediaan oksigen di dalam lorong paling sedikit jumlahnya.

Tidak heran tidak sedikit pekerja yang mati lemas dampak kekurangan oksigen atau resiko lain yakni runtuhnya terowongan sampai-sampai menimbun semua pekerja. Di luar, tanah dan pohon di dekat area pertambangan pun hilang, akibatnya saat hujan turun air tidak bisa ditampung oleh tanah, andai terus begitu bahaya besar sedang menakut-nakuti warga yang bermukim dekat pertambangan laksana banjir bandang sampai tanah longsor.

Artikel Terkait:  Sifat Fisik Mineral

5. Menghilangnya keanekaragaman hayati

Sebelum ditemukan sumber daya alam yang terletak di bawah bumi yakni hasil tambang, beberapa besar wilayah tersebut berada jauh dari pemukiman penduduk sehingga hewan dan tumbuhan yang hidup di sana tidak merasa terganggu. Namun, setelah pekerjaan pertambangan dimulai, tidak sedikit fauna dan tumbuhan yang hilang bahkan mati dampak rusaknya habitat lokasi tinggal mereka. Sehingga sekarang tidak sedikit flora dan hewan asli Indonesia yang dalam bahaya punah. Berbagai upaya telah dilaksanakan untuk melestarikan mereka, tetapi semua tersebut tidak cocok dengan pekerjaan pertambangan yang terus berlanjut. Jika tidak dipedulikan tidak menutup bisa jadi keanekaragaman hayati di dekat pertambangan bakal menghilang dan punah seiring berjalannya waktu.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Siklus Karbon adalah: Proses Beserta Permasalahannya Lengkap

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :