Daerah Konvergensi Antar Tropik

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Daerah Konvergensi“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Daerah-Konvergensi-Antar-Tropik

Pengertian Daerah Konvergensi Antar Tropik

Perlu anda ketahui andai tidak seluruh tempat atau distrik mempunyai suhu udara yang sama. Bahkan dalam satu area atau distrik sekalipun yang mempunyai jarak berdekatan, terkadang mempunyai suhu yang berbeda.

Dalam dunia geografi khususnya yang sehubungan dengan iklim dan cuaca, terdapat suatu istilah mempunyai nama Daerah Konvergensi Antar Tropik atau dapat disingkat dengan DKAT yaitu sebuah zona atau distrik yang memiliki suhu tertinggi dikomparasikan dengan wilayah di sekitarnya.

Daerah Konvergensi Antar Tropik atau Inter Tropical Convergence Zone (ITCZ), merupakan wilayah sabuk bertekanan rendah yang mengelilingi Bumi, lazimnya dekat khatulistiwa yang menjadi lokasi bergeraknya angin dari unsur utara dan unsur selatan datang secara bersama-sama.

Daerah Konvergensi Antar Tropik disebut pun sebagai Equator Thermal ini, menjadi istilah dalam meteorologi dan klimatologi yang merujuk pada wilayah di bumi, tergolong ke dalam pusat wilayah bertekanan rendah atau doldrums. Letaknya tidak jarang kali bergerak masing-masing 14 hari mengekor alur gerak semu tahunan Matahari, dari utara sampai selatan atau kebalikannya dengan bentang 23,5 LU – 23,5 LS.

Pada bentang distrik tersebut, pemanasan Matahari tidak jarang kali terjadi sepanjang tahun yang berdampak terjadinya arus panas konveksi yang nantinya pulang menjadi wilayah pusat awan hujan. Arus panas konveksi itu terbentuk dampak adanya pertemuan antara dua massa angin yaitu angin pasat unsur timur laut dan angin pasat tenggara.

Artikel Terkait:  Jenis Hutan di Dunia

Daerah Konvergensi Antar Tropik tidak jarang kali basah dan lembab sepanjang tahun. Hal ini diakibatkan karena jumlah rata-rata hujan yang terjadi di DKAT menjangkau 200 hari atau 2.000 mm dalam setahun, dan di antara tempat yang masuk ke dalam Daerah Konvergensi Antar Tropik yaitu negara Indonesia.

Daerah Konvergensi Antar Tropik memiliki istilah lain, seperti:

  1. Daerah Konvergensi Lintas Tropis
  2. Intertropical Front
  3. Daerah pumpunan awan aktif
  4. Monsoon Through
  5. Equatorial Convergence Zone
  6. Doldrums
  7. Zona Potensi Pertumbuhan Awan

Ciri-Ciri Daerah Konvergensi Antar Tropik

Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT) kesatu kali diidentifikasi di tahun 1920 sampai 1940. Adapun ciri-ciri dari

Daerah Konvergensi Antar Tropik yakni:

  1. Terjadi fokus pertumbuhan awan. Umumnya wilayah tersebut sedang di atas ekuator merasakan badai.
    Mempengaruhi curah hujan di area DKAT, terutama di sekitar garis khatulistiwa. Jika berada di musim panas dan musim hujan, seringkali daerah yang masuk ke dalam DKAT menjadi lebih ekstrim dikomparasikan dengan musim yang sama di wilayah lintang tinggi.
  2. Dalam sejumlah kondisi, Daerah Konvergensi Antar Tropik menjadi sempit terutama saat bergerak menjauh dari ekuator.
  3. Untuk area tropis yang mempunyai tekanan amat tinggi, lazimnya bercuaca paling kering dan tidak sedikit gurun.
  4. Rata-rata terjadi di unsur utara khatulistiwa. Hal ini diakibatkan karena distrik utara tidak sedikit ditemukan daratan dikomparasikan dengan wilayah unsur selatan Bumi.
  5. Suhu di Daerah Konvergensi Antar Tropik cendrung tinggi, khususnya di area ekuator yang mendapat sinar
  6. Matahari paling tidak sedikit dibandingkan wilayah kawasan lainnya.
  7. Tekanan menjadi semakin rendah di Daerah Konvergensi Antar Tropik. Sehingga menciptakan angin tidak jarang kali bergerak ke arah DKAT.

Dampak Adanya Daerah Konvergensi Antar Tropik


Angin Siklon

Penjelasan Daerah Konvergensi Antar Tropik ini dapat diterangkan dalam ilmu fisika, yaitu bahwa suhu berbanding terbalik dengan tekanan. Sehingga bilamana suatu wilayah mempunyai suhu tinggi, maka desakan udara bakal rendah. Begitupun sebaliknya, bilamana suhu rendah, desakan udara bakal menjadi tinggi.

Artikel Terkait:  Angin Anabatik

Tidak heran andai suatu wilayah mempunyai suhu yang tinggi laksana di Indonesia, maka desakan udaranya menjadi rendah. Akibatnya negara Indonesia menjadi pusat terbentuknya angin siklon.


Hujan Zenital

Adanya Daerah Konvergensi Antar Tropik menyebabkan suhu di suatu wilayah menjadi tinggi yang dominan pada proses penguapan. Semakin tinggi penguapan membuat wilayah tersebut memiliki kelembaban yang tinggi pula. Akibatnya distrik atau wilayah tersebut merasakan hujan zenit atau hujan konveksi.

Di Indonesia proses penguapan tergolong tinggi, memungkinkan guna terjadinya hujan zenit. Tidak heran andai di sejumlah wilayah di Indonesia diadukan mengalami hujan meskipun dalam situasi musim kemarau.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Daerah Konvergensi Antar Tropik adalah: Ciri dan Dampak

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: