Materi Inkaso

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Inkaso“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Pengertian-Inkaso

Pengertian Inkaso

Inkaso adalah suatu bentuk layanan perbankan dengan mana mandat pihak ketiga dilakukan dalam bentuk penagihan sejumlah uang.

Inkaso adalah penagihan warkat-warkat kliring yang terdapat diluar kliring bank yang bersangkutan. Inkaso juga merupakan kegiatan jasa bank untuk melakukan amanat dari pihak ketiga berupa penagihan sejumlah uang kepada seseorang atau badan tertentu di kota lain yang telah ditunjuk oleh si pemberi amanat. Sebagai imbalan jasa atas jasa tersebut biasanya bank menerapkan sejumlah tarif tertentu kepada nasabah atau calon nasabahnya. Tarif tersebut dalam dunia perbankan disebut dengan biaya inkaso.


Warkat Inkaso

Warkat-warkat pada inkaso antara lain adalah sebagai berikut :


  1. Warkat Inkaso Tanpa Lampiran

Warkat inkaso tanpa lampiran yaitu warkat-warkat inkaso yang tidak dilampirkan dengan dokumen-dokumen apapun seperti cek, bilyet giro, wesel dan surat berharga.


  1. Warkat Inkaso dengan Lampiran

Warkat inkaso dengan lampiran yaitu warkat-warkat inkaso yang dilampirkan dengan dokumen-dokumen penting seperti polis asuransi, dan dokumen penting lainnya.


Jenis-Jenis Inkaso

Adapun jenis-jenis inkaso antara lain adalah sebagai berikut :


  • Inkaso Keluar

Inkaso keluar adalah kegiatan bank pemrakarsa melaksanakan penagihan sesuai dengan amanat yang diterimanya, baik untuk keuntungan nasabah bank maupun pihak sendiri. Kegiatan inkaso keluar meliputi :

  1. Penerimaan amanat dan warkat inkaso dari pemberi amanat.
  2. Meneruskan amanat kepada kantor cabang bank sendiri di kota tempat pihak tertagih.
  3. Penerimaan hasil inkaso dari kantor cabang pelaksanaan inkaso.
  4. Penyerahan pembayaran hasil inkaso kepada pihak pemberi amanat.

  • Inkaso Masuk

Inkaso masuk adalah penagihan suatu warkat yang diterima dari bank lain. Kegiatan inkaso keluar meliputi :

  1. Penerimaan tagihan masuk dari cabang sendiri di kota lain. Dalam hal ini, bank penerima tagihan masuk merupakan bank pelaksana inkaso
  2. Pelaksanaan (realisasi) penagihan. Jika pihak tertagih (tertarik) sebagai nasabah sendiri, bank pelaksana membebani rekening nasabah yang bersangkutan sejumlah nominal inkaso. Dalam hal pihal tertarik adalah nasabah bank lain, bank pelaksana melakukan penagihan kepada bank tempat rekening tertarik melalui kliring.

Transaksi Inkaso

yang dimaksud adalah penagihan cek/BG dari suatu bank yang berada di wiayah kliring atau kota tertentu kepada bank penerbit yang letaknya di kota dan wilayah kliring yang berbeda. Dari kaitannya dengan inkaso, kita akan mengenal istilah:

Artikel Terkait:  Materi Kepuasan Konsumen

  1. Bank Pemrakarsa

Bank pemrakarsa adalah bank yang fungsinya menerima warkat dari pihak ketiga untuk  ditagihkan dan kemuian hasilnya untuk pihak ketiga tersebut.


  1. Bank Pelaksana

Bank Pelaksana adalah yang melaksanakan penagihan kepada nasabah (pihak ketiga) berdasarkan amanatdari cabang/bank pemrakarsa dan hasilnya untuk keuntungan pihak ketiga pihak ketiga nasabah bank pemrakarsa.

Proses inkaso membutuhkan media yang berupa warkat-warkat yang diinkasokan seperti cek bilyet giro, pos biasa atau faximile dan teleks. Dengan menggunakan media tersebut akan menimbulkan biaya, danbiaya ini akan dibebenakan kepada pihak ketiga yang memberikan amanat inkaso. Disamping itu, bank pemarakarsa akan memperoleh pendapatan yang berupa komisi inkaso.


Mekanisme Inkaso

Berikut ini terdapat beberapa mekanisme inkaso, yaitu sebagai berikut:


  1. Mekanisme Inkaso sesama Bank

Mekanisme Inkaso sesama Bank

Keterangan :

  • nasabah bank ABCD Bandung menyerahkan warkat bank ABCD kota “X untuk ditagih.
  • Bank ABCD Bandung mengirimkan warkat tersebut kepada Bank ABCD kota “X” melalui ekspedisi.
  • Bank ABCD kota “X” akan memeriksa kebenaran dan saldo nasabah penarik.
  • Hasil inkaso akan diberitahkan oleh bank ABCD Bandung dengan menggunakan media teleks.
  • Bank ABCD Bandung memberitahukan hasil inkaso kepada nasabahnya. Bila tidak ada tolakan maka saldo nasabah akan ditambah.

  1. Mekanisme Inkaso berbeda Bank

Mekanisme Inkaso berbeda Bank

Keterangan :

  • Nasabah Bank ABCD Bandung menyerahkan warkat Bank Lain Kota “X” untuk ditagihkan.
  • Bank ABCD Bandung mengirim warkat tersebut kepada Bank ABCD di Kota “X”.
  • Bank ABCD kota “X” mengkliringkan warkat tersebut.
  • Bank Lain membawa pulang warkat untuk diperiksa dan memotong saldo nasabahnya.
  • Hasilnya diberitahukan kepada Bank ABCD kota “X”. Bila tidak ada tolakan berarti menambah saldo bank ABCD.
  • Hasil inkaso diberitahukan oleh bank ABCD kota “X” kepada bank ABCD Bandung dengan mempergunakan teleks.
  • Bank ABCD Bandung meneruskan hasil inkaso kepada nasabah.

Contoh Inkaso

Berikut ini terdapat beberapa contoh inkaso, yaitu sebagai berikut:


  1. Contoh Inkaso Keluar

Tn. Bambang, nasabah giro Bank Omega cabang Jakarta, menyerahkan selembar giro yang diterbitkan oleh seseorang nasabah Bank Omega – Bandung sebesar Rp 45.000.000,00 untuk ditagihkan ke cabang Bandung dan hasilnya agar dikreditkan ke dalam rekeningnya. Komisi ditetapkan sebesar 0,25%. Pada saat menerima warkat untuk inkaso ke cabang Bandung, Bank Omega – Jakarta akan membukukan :

K : Rekening Administratif Rupiah—

Warkat Inkaso yang Diterima …………………………….      Rp 45.000.000,00


Apabila seminggu kemudian diterima berita per kawat bahwa inkaso dinyatakan berhasil, dan untuk itu kepada nasabah dikenakan ongkos kawat sebesar Rp 10.000,00, oleh Bank Omega—cabang Jakarta akan dibukukan sebagai berikut :

D : Rekening Administratif Rupiah—

Warkat Inkaso yang Diterima …………………………….      Rp 45.000.000,00

D : RAK—Cabang Bandung ……………………………………       Rp 45.000.000,00

K : Giro—Tuan Bambang ………………………………………..      Rp 44.877.500,00

K : Pendapatan Komisi Inkaso ………………………………….      Rp      122.500,00

K : Pendapatan Ongkos Kawat …………………………………..     Rp        10.000,00


Hasil inkaso tersebut langsung dibukukan ke dalam rekening nasabah setelah inkaso dinyatakan berhasil. Bagi inkaso yang dilakukan untuk kepentingan bukan nasabah bank, hasil inkaso dapat ditampung dalam rekening Hasil Inkaso yang Dapat Dibayar, dimana rekening ini akan outstanding hingga si pemberi amanat datang untuk mencairkan hasil inkaso tersebut.

Sebagai contoh, apabila seorang bernama Tn. Haris, yang bukan nasabah Bank Omega—Cabang Jakarta, datang menyerahkan selembar cek giro sebesar Rp 13.000.000,00 untuk ditagihkan kepada seseorang nasabah Bank Omega—Cabang Surabaya. Apabila inkaso berhasil, ia akan datang untuk mengambilnya secara tunai. Komisi ditetapkan 0,25% dan ongkos kawat sebesar Rp 10.000,00. Pada saat menerima warkat inkaso, Bank Omega akan membukukan :

K : Rekening Administratif Rupiah—

Warkat Inkaso yang Diterima …………………………….      Rp 13.000.000,00


Pada saat inkaso dinyatakan berhasil, Bank Omega – Cabang Jakarta akan membukukan :

D : Rekening Administratif Rupiah—

Warkat Inkaso yang Diterima …………………………….      Rp 13.000.000,00

D : RAK—Cabang Surabaya ……………………………………       Rp 13.000.000,00

K : Hasil Inkaso yang Dapat Dibayar ………………………..      Rp 12.957.500,00

K : Pendapatan Komisi Inkaso ………………………………….      Rp        32.500,00

K : Pendapatan Ongkos Kawat …………………………………..     Rp        10.000,00


Rekening hasil inkaso yang dapat dibayar ini akan tetap outstanding hingga nasabah datang untuk mengambil hasil inkaso tersebut. Dengan demikian, hasil inkaso yang outstanding merupakan dana murah yang akan mengendap beberapa lama dalam bank.

D : Hasil Inkaso yang Dapat Dibayar ……………………….       Rp 12.957.500,00

K : Kas ………………………………………………………………….       Rp 12.957.500,00

Apabila beberapa hari kemudian, Tn. Haris datang hendak mengambil hasil inkaso tersebut, oleh Bank Omega – Cabang Jakarta akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut :

Inkaso Keluar Berantai

Sering inkaso yang dilakukan oleh suatu bank adalah warkat dan bank lain yang berlokasi pada kota yang berbeda. Dalam hal demikian, bank penerima warkat inkaso akan member amanat kepada cabang sendiri yang berlokasi dalam kota yang sama atau kota terdekat dengan bank pemilik atau penerbit warkat tersebut. Pelaksanaan inkaso oleh cabang penerima amanat dapat dilakukan melalui kliring.

Bank pemberi amanat akan mengkreditkan rekening nasabah pemberi amanat setelah inkaso berhasil dinyatakan berhasil.

Sebagai contoh, apabila Tn. Juwono, nasabah giro Bank Omega – Jakarta, memberikan amanat untuk menagihkan selembar cek giro pada Bank ABC –Surabaya, sebesar Rp 50.000.000, komisi sebesar 0,30 % dan biaya kawat sebesar Rp 20.000 diperhitungkan dari hasil inkaso. Pada saat menerima inkaso, Bank Omega –Jakarta akan membukukan sebagai berikut :

K             :              Rekening Administratif Rupiah –Warkat Inkaso

yang diterima…………………………………………………..        Rp 50.000.000


D            :              Bank Indonesia ………………………………………………….  Rp 50.000.000

K             :              Hutang Lainnya ………………………………………………….  Rp 50.000.000

Pada saat Bank Omega – Surabaya menerima warkat inkaso, akan dibukukan oleh cabang Surabaya dengan jurnal sebagai berikut :

Karena sifat transaksi kliring ini masih bersifat menunggu keberhasilan inkaso dengan Bank ABC Surabaya, kliring tersebut akan ditampung sementara pada rekening hutang lainnya.

Apabila kliring dinyatakan berhasil, Bank Omega – Surabaya akan membebankan ongkos kawat Rp 10.000 dan membukukan :

D            :              Hutang Lainnya ………………………………………………….  Rp 50.000.000

K             :              RAK –Cabang Jakarta………………………………………….  Rp 49.990.000

K             :              Pendapatan Ongkos Kawat………………………………..  Rp         10.000


Oleh Bank Omega Jakarta akan dibukukan :

D            :              Rekening Administratif Rupiah –Warkat Inkaso

yang diterima…………………………………………………..        Rp 50.000.000


D            :              RAK –Cabang Surabaya ………………………………………Rp 49.990.000

K             :              Giro –Rekening Tn.Juwono………………………………… Rp 49.820.000

K             :              Pendapatan Komisi Inkaso………………………………..  Rp       150.000

K             :              Pendapatan Ongkos Kawat………………………………..  Rp         20.000

Jadi hubungan rekening antar kantor antara cabang pemberi amanat dengan cabang penerima amanat baru terjadi setelah hasil inkaso dinyatakan berhasil oleh bank penerbit warkat.


  1. Contoh Inkaso Masuk

Bank Omega – cabang Jakarta menerima tagihan dari bank Omega – Bandung atas selembar cek giro nasabahnya Tn.Ahmad sebesar Rp 20.000.000 setelah diteliti dana nasabah tersebut cukup. Oleh bank Omega – cabang Jakarta akan membukukan sebagai berikut :

D            :              Giro- Rekening Tn.A ……………………………………………  Rp 20.000.000

K             :              RAK- Cabang Bandung..……………………………………….  Rp 20.000.000

Dalam inkaso masuk tidak akan dibukukan dalam rekening administrative karena sifat transaksinya sudah jelas, yaitu ada atau tidak adanya dana dari nasabah yang telah menarik warkat yang bersangkutan.


Daftar Pustaka:

  • Lapoliwa, N. 2000. Akuntansi Perbankan. Jakarta: Institut Bankir Indonesia

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Inkaso adalah: Pengertian, Warkat, Jenis, Transaksi, Mekanisme dan Contoh

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: