Contoh Fenomena Biosfer

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Fenomena Biosfer“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Contoh-Fenomena-Biosfer

Seluruh komponen ekosistem yang terdapat di dekat kita mempunyai keterkaitan satu dengan yang yang lain. Semacam yang kita tahu bila komponen– komponen penyusun tersebut dibagi jadi 2 kalangan ialah komponen biotik serta komponen abiotik. Keduanya silih berhubungan buat melindungi penyeimbang kehidupan yang terdapat di bumi ini. Semacam contoh sederhananya ialah ikatan tumbuhan dengan cahaya matahari. Tumbuhan dalam perihal ini tercantum komponen biotik, memerlukan cahaya matahari( komponen abiotik) buat melaksanakan fotosintesis. Hasil fotosintesis tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup lain semacam manusia ataupun hewan. Seperti itu kenapa ikatan makhluk hidup dengan lingkungannya tidak bisa dipisahkan.

Telah jadi hakekatnya bila ada organisme yang sanggup bertahan hidup pada sesuatu area. Bukan jadi kasus untuk organisme tersebut buat tidak pindah ke tampat lain. Sepanjang area tersebut sediakan seluruh berbagai kebutuhan yang dibutuhkan demi kelangsungan hidupnya. Tempat yang cocok dengan keadaan organisme inilah yang dinamakan dengan biosfer.


Apa itu Biosfer?

Apabila kita kaji, biosfer berasal dari 2 kata ialah“ bios” yang mempunyai makna hidup serta“ sphare” yang

berarti susunan. Sehingga bila kita campurkan kedua kata tersebut jadi susunan hidup. Dengan kata lain kalau biosfer merupakan sesuatu sistem yang ada kehidupan organisme makhluk hidup( manusia, tanaman, serta hewan) yang silih berhubungan dengan area tempat tinggalnya membentuk interaksi. Biosfer sendiri sudah terdapat di planet Bumi ini dekat 3, 5 milyar tahun. Sampai dikala ini, bumi dijadikan bagaikan satu– satunya tempat yang cocok buat menunjang kehidupan.

Artikel Terkait:  Wilayah Persebaran Kayu Jati di Indonesia

Kemudian Apa Itu Fenomena Biosfer?

Fenomena ialah sesuatu peristiwa ataupun kejadian. Sehingga fenomena biosfer ialah sesuatu kejadian ataupun peristiwa yang terjalin di susunan yang bernama biosfer. Fenomena biosfer sendiri berbeda– beda di tiap tempatnya. Perihal ini bergantung dari sebagian aspek yang turut pengaruhi. Sebab kita ketahui, bila tidak seluruh tempat yang terdapat di Bumi ini bisa dihuni oleh makhluk hidup.

Keberadaan makhluk hidup bisa ditemui di kedalaman kurang lebih 9 kilometer hingga ketinggian 8 kilometer di atas permukaan laut. Selainnya tidak hendak ditemui makhluk hidup yang tinggal serta hidup pada area tersebut. Tetapi, tidak menutup mungkin bila kedepannya ditemui makhluk hidup yang bisa bertahan hidup lebih dari batas biosfer tersebut.


Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Kehidupan?

Salah satu fenomena biosfer tersebut ialah persebaran makhluk hidup yang tidak menyeluruh. Persebaran yang tidak menyeluruh ini dipengaruhi oleh sebagian aspek.

  1. Perbandingan Hawa, jadi salah satu aspek yang pengaruhi tipe serta berbagai tanaman dan hewan. Semacam contoh, temperatur yang sangat besar ataupun rendah, hawa yang basah ataupun kering, curah hujan, serta angin.
  2. Perbandingan keadaan tanah. Tekstur, isi mineral, humus, isi hawa, air tanah, serta tingkatan kelembapan.
  3. Besar rendahnya permukaan bumi. Mempengaruhi pada pola penyinaran matahari.
  4. Aktivitas manusia, mengganti struktur ataupun relief bumi. Semacam mengganti hutan jadi lahan pertanian, penebangan hutan, perburuan binatang serta lain sebagainya.

Contoh Fenomena Biosfer

Berikut ini terdapat beberapa contoh fenomena biosfer, terdiri atas:


1. Persebaran Flora Serta Fauna Yang Tidak Merata

Contoh simpel ialah komodo yang cuma dapat ditemui di pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Kita tidak bisa menciptakan komodo ditempat lain di belahan bumi manapun karena di sanalah tempat ataupun habitat yang cocok oleh komodo. Contoh lain ialah beruang kutub yang cuma ditemui di area yang tertutup es sejauh tahun. Tidak cuma fauna saja, persebaran yang tidak menyeluruh pula dirasakan oleh flora, semacam contoh budidaya rumput laut yang cuma dapat dicoba di sejauh tepi laut yang tidak berombak besar. Serta pula tumbuhan lumut serta paku– pakuan yang cuma sanggup berkembang di area bersuhu rendah.

Artikel Terkait:  Struktur Lapisan Bumi

2. Perbandingan Mengkonsumsi Bahan Pangan

Di Indonesia sendiri sebagian besar masyarakatnya komsumsi padi jadi santapan pokok. Tetapi, di sebagian tempat di Indonesia bagian timur, santapan pokok mereka berbentuk jagung ataupun sagu. Perihal ini dipengaruhi dengan ketersedian bahan pokok yang terdapat serta berkembang di area tersebut.


3. Kehancuran Flora Serta Fauna

Tidak mengherankan bila sebagian tahun belum lama ini kehancuran flora ataupun fauna terus menjadi bertambah. Semacam contoh, perburuan gading gajah yang menyebabkan terus menjadi berkurangannya populasi gajah di dunia dikala ini. Tidak cuma itu saja, sampah– sampah yang terdapat di lautan pula turut berfungsi dalam mengganggu flora serta fauna di laut. Pemakaian bom serta pukat berdampak rusaknya terumbu karang. Semacam yang kita tahu bila terumbu karang ialah tempat tinggal untuk bermacam berbagai tipe ikan.

Tidak cuma itu saja, kehancuran flora serta fauna dapat jadi dini kepunahan untuk sebagian flora serta fauna yang terdapat. Kepunahan tersebut dapat diakibatkan oleh:

  • luas lahan yang terus berkurang
  • lahan yang rusak
  • eksploitasi besar– besaran
  • pemakaian teknologi yang tidak cocok dengan keadaan alam ataupun lingkungan
  • pemakaian pestisida secara berlebihan
  • perburuan liar yang tidak terkendali
  • pencemaran area( sampah serta limbah industri)

Bila perihal tersebut terus bersinambung, tidak menutup mungkin hendak pengaruhi kehidupan manusia nanti. Dapat dibayangkan bila seandainya manusia kekurangan bahan pangan.


4. Berkurangnya Luas Lahan Serta Jadi Sempit

Di pedesaan bisa jadi kita masih dapat memandang lahan– lahan terbentang lumayan luas. Tetapi, bila kita berangkat ke perkotaan, hendak sangat susah menciptakan lahan di situ. Bila juga terdapat ukurannya lumayan kecil serta kecil. Terdapat sebagian aspek yang pengaruhi luas lahan, ialah:

  • Pemukiman penduduk yang terus menjadi luas, perihal ini berakibat pada minimnya ketersediaan lahan buat ditanamai tumbuhan. Tidak cuma itu saja, hewan juga turut terserang akibatnya serta terancam kehabisan tempat tinggal.
  • Jumlah populasi manusia yang terus bertambah. Tiap tahun angka kelahiran di dunia ini terus hadapi kenaikan. Kenaikan ini berakibat pada ketersediaan lahan yang terdapat. Terus menjadi besar jumlah populasi manusia, hendak terus menjadi berkurangnya lahan kosong yang ada.
  • Pembangunan bangunan serta pabrik. Bersamaan bertambahnya populasi manusia, memforsir mereka berpikir buat tingkatkan taraf hidupnya. Salah satunya dengan membangun pabrik serta bangunan. Cuma saja pembangunan tersebut umumnya menggunakan lahan pertanian yang luas. Sehingga, tidak tidak sering banyak tumbuhan serta hewan yang terletak di lahan tersebut turut lenyap serta musnah.
Artikel Terkait:  Pencemaran Hutan

5. Dampakt Akibat Kerusakan

Sehabis terjalin kehancuran serta berkurangnya lahan kosong, hendak mencuat kasus baru ialah akibat yang hendak timbul sesuatu hari nanti. Dikala ini, telah terjalin banyak peristiwa bagaikan akibat rusaknya ekosistem. Semacam contoh:

  • Terbentuknya musibah alam berbentuk tanah longsor serta banjir bandang di zona perbukitan ataupun pegunungan akibat penebangan hutan yang tidak terkontrol ataupun eksploitasi.
  • Punahnya fauna serta flora akibat hilangnya habitat mereka tinggal.
  • Bila telah begitu hendak berakibat pada aspek lain semacam berkurangnya ketersediaan pangan untuk manusia serta hewan serta pula hilangnya mata pencaharian untuk petani.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang 5 Contoh Fenomena Biosfer: Faktor dan Penjelasannya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :