Ciri-ciri Tanah Humus

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Tanah Humus“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Ciri-ciri-Tanah-Humus

Tanah humus ialah tanah yang sangat produktif sehingga banyak digunakan buat menanam. Tanah humus berasal dari ranting, daun, serta bagian tanaman yang membusuk serta kesimpulannya lapuk membentuk tanah produktif pada susunan suasana. Zat- zat yang ada di dalam tanah humus serta mempunyai banyak khasiat buat tumbuhan, antara lain: fenol, alifatik hidroksia, dan asam karboksilat.

Terdapat pula yang diucap tanah humus tanah ialah sejenis tanah yang tercipta dari proses pembusukan bahan- bahan organik dalam jangka waktu tertentu. Tanah ini umumnya memiliki kotoran hewan serta pula sisa- sisa tanaman. Bahan organik tersebut berikutnya terurai serta membentuk partikel- partikel kecil dari humus tanah yang mempunyai muatan negatif. Partikel yang memiliki muatan negatif tadi nyatanya bisa meresap nutrisi yang mempunyai muatan postif, bagaikan contoh merupakan magnesium serta kalsium. Kedua isi tersebut bisa membuat tanah jadi kian produktif.


Karakteristik tanah humus

Tanah humus tanah mempunyai identitas corak hitam( antara cokelat tua hingga corak gelap) serta nampak ada bercak bercorak putih dalam tanah itu. Proses terjadinya tanah humus tanah diucap dengan proses humifikasi. Humifikasi bisa terjalin dengan sendirinya, secara alamiah ialah dengan metode pengomposan. Contoh proses humifikasi merupakan apabila kita mengombinasikan bagian tumbuhan busuk ke tanah buat menaikkan kesuburan tanah, menggabungkan kotoran hewan dengan tanah.

Berikut merupakan ciri- karakteristik tanah humus:

  1. Susunan tanah bercorak gelap
  2. Energi serap besar, baik untuk perkembangan tanaman
  3. Tercipta dari bagian tanaman( daun, ranting) yang membusuk serta lapuk
  4. Banyak ditemukan di daerah pembagian masa yang beriklim tropis
  5. Sangat subur
  6. Ada di susunan tanah yang teratas
  7. Tanahnya gembur
  8. Sanggup menaikkan ataupun tingkatkan isi faktor hara( Miligram, Ca, K)
  9. Sumber tenaga dari jasad mikro.
Artikel Terkait:  Fauna Paleartik

Manfaat Tanah Humus

  1. Santapan yang baik untuk tumbuh- tumbuhan
  2. Struktur tanah terjaga
  3. Mengikat toksik ke air serta pula tanah
  4. Menaikkan isi air tanah
  5. Membentengi tanah biar tidak tergerus
  6. Aerasi tanah meningkat
  7. Pengganti pupuk sintesis

Pemanfaatan Tanah Humus

Banyak wilayah di Indonesia yang tanahnya gersang ataupun kurang produktif. Tipe tanahnya merupakan tanal ultisol yang memiliki isi unsure hara rendah. Guna tingkatkan kesuburan tanah tersebut bisa mengenakan humus sebanagi pupuk organik. Pupuk organik ini juga sangat bermanfaat buat membat lahan pertanian terus menjadi produktif serta menaikkan hasil panen( tingkatkan bermacam prosuksi pertanian).

Berikut merupakan uraian menimpa pemanfaatan humus tanah:


1. Membuat Pupuk Organik

Tanah humus yang mempunyai banyak faktor hara sangat baik buat perkembangan tumbuhan. Banyak orang memilah membuat pupuk organik ataupun kompos sendiri supaya tanah yang hendak mereka tanami berbagai tipe tumbuhan tambah produktif. Gimana, sih, triknya membuat pupuk organik sendiri? Mari kita mulai dengan mempersiapkan bahan- bahannya. Bahan pembuatan pupuk lumayan gampang didapat dari area dekat kita. Berbagai limbah, mulai dari limbah pertanian, limbah dari industri santapan, agro industri( serpihan serta kepingan kayu, serbuk gergajian), limbah rumah tangga, hingga dengan limbah peternakan dapat dimanfaatkan. Pembuatan pupuk organik sendiri tidak cuma mempunyai khasiat yang besar dalam menyuburkan tanah serta menunjang perkembangan tumbuhan, hendak namun pula bisa menolong kurangi permasalahan penimbunan sampah di area dekat( sampahnya sudah diganti jadi pupuk orgnik).

Tanah yang sudah dicampur dengan sisa- sisa tanaman yang membusuk serta kotoran hewan, memiliki keahlian buat mengikat mineral bersama dengan agregat. Agregat ini berperan buat tingkatkan struktur tanah itu sendiri serta menaikkan kesuburan. Memanglah banyak yang menjual pupuk organik ataupun tanah humus tanah ini, jadi kita pula bisa membelinya bila tidak terdapat waktu luang buat buatnya.

Artikel Terkait:  Skala Waktu Relatif

Dalam pembuatan pupuk organik, sehabis seluruh bahan dicampurkan( tanah, sisa- sisa tanaman, limbah, kotoran hewan) berikutnya didiamkan dalam jangka waktu tertentu hingga kita memandang terdapat bercak- bercak putih kecil dalam tanah ini. Bila bercak putih telah nampak, berarti pupuk kita sudah siap buat dipakai. Sepanjang didiamkan, kita butuh mengecek kandungan air tanahnya, jangan hingga kering.


2. Cara Kerja Pengomposan

Pengomposan yang terjalin secara natural, di mana ada bahan organik serta keadaan area yang menguntungkan. Di hutan, dedaunan yang gugur, jatuh ke tanah, serta lama- kelamaan membusuk. Proses pembusukan( dekomposisi) dicoba oleh mikroorganisme sehingga membuat tanah jadi produktif serta tidak jadi pemicu tanah tandus. Proses ini dinamakan dengan mulsa. Proses dekompoisisi yang dicoba pada sesuatu area terkontrol dinamakan dengan kompos. Peranan berarti mikroba berbentuk kuman serta jamur di mari merupakan mengganti bahan organik dan pembuat nutrisi. Supaya mikroba senantiasa aktif dalam proses pengomposan, dibutuhkan perputaran hawa senantiasa baik, temperatur optimal( 155 o F) dengan kandungan air sebanyak 45 persen, karbon buat rasio nitrogen( 30: 1 dalam berat kering).


3. Proses Terjadinya Tanah serta Komposisinya

  • Tanah bisa tercipta sebab terdapatnya endapan debu ataupun pasir.
  • Terjadinya tanah dari batu- batuan yang permukaannya banyak berkembang tumbuhan lumut( perintis).
  • Lapuknya bebatuan ataupun tumbuhan yang membusuk sebab bermacam aspek semacam aspek kimia, matahari, air, angin, serta yang lain, dapat pula merangsang terjadinya tanah.

Komposisi tanah antara lain:

  • Bagian atas tanah yang ialah tanah humus dengan watak sangat subur
  • Tanah yang halus serta gampang terbawa angin sebab ringannya, kita tahu dengan debu
  • Pengikisan kerikil hendak membentuk tanah pasir
  • Komposisi antara semen alam serta debu hendak menciptakan tanah liat
  • Batu- batu kecil yang biasa kita tahu dengan kerikil

4. Jenis dan Ciri-ciri Tanah

Tidak hanya tanah humus, terdapat sebagian tipe tipe tanah yang lain yang bisa jadi kita belum ketahui.

  1. Tanah pasir– Ciri- cirinya: humusnya sedikit, baik buat bangunan, tidak bagus buat lahan pertanian, banyak kerikilnya.
  2. Tanah liat– Ciri- cirinya: tanahnya semacam memiliki parafin jadi sulit buat masuknya air serta telah jelas tidak produktif, tidak sesuai buat menanam, banyak dipakai membuat gerabah serta aneka kerajinan sebab watak tanahnya gampang dibangun serta tidak mudah pecah.
  3. Tanah kapur– Ciri- cirinya: Tumbuhan jati sangat bagus berkembang di wilayah dengan tanah kapur, kurang produktif, mudah masuk air, tanah yang pembentukannya sebab batuan kapur yang lapuk.
  4. Tanah endapan( aluvial)– Ciri- cirinya: tanah aluvial ini memiliki corak yang cenderung hitam serta produktif, sehingga sesuai buat tanam menanam, pembuatan tanah sebab lumpur dari sungai yang kesimpulannya mengendap di daerah dataran rendah.
  5. Tanah vulkanik– Ciri- cirinya: isi faktor haranya besar sehingga baik dipakai buat lahan pertanian, terjadinya dari pelapukan modul letusan gunung berapi, serta umumnya tanah vulkanik bisa ditemukan di dekat lereng gunung api.
  6. Tanah laterit– Ciri- cirinya: tanah ini biasa terletak pada susunan dasar serta tidak produktif, dengan corak kemerahan, miskin isi humus apalagi tidak terdapat. Serta tidak sesuai buat bertanam.
  7. Tanah podzolik– Ciri- cirinya: kuarsa yang ada dalam tanah podzolik pengaruhi corak tanah yang kecokelatan, banyak ditemukan di pegunungan yang suhunya rendah serta mempunyai curah hujan dengan keseriusan besar, kurang produktif, isi mineral tanah banyak lenyap akibat terbawa oleh air hujan.
Artikel Terkait:  Cara Menetralkan pH Tanah Secara Alami

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Berikut 9 Ciri-ciri Tanah Humus Beserta 4 Pemanfaatannya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :