Cara Menjaga Kualitas Air

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Kualitas Air “. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Cara-Menjaga-Kualitas-Air

Bagi sejumlah kalangan yang bermukim di distrik perkotaan, air bukanlah sesuatu yang susah untuk ditemukan. Sebab mayoritas masyarakat yang bermukim di perkotaan telah memanfaatkan jasa penciptaan sumur pompa ataupun berlangganan air laksana PDAM. Untuk yang berlangganan air pada PDAM, mereka telah tidak perlu cemas dan pun meragukan kualitas airnya. Air yang berasal dari PDAM telah tentu melewati sekian banyak macam etape penyaringan, pengolahan dan beda sebagainya sampai-sampai air itu menjadi pantas untuk dikonsumsi oleh manusia.

Lalu bagaimana dengan air yang berasal dari sumur? Sumber mata air yang berasal dari dalam tanah atau lebih dikenal dengan jenis air tanah, pastinya sudah merasakan proses filtrasi atau penyaringan secara alami. Seperti yang anda ketahui andai air tanah berasal dari rembesan air hujan ataupun sumber air terdekat laksana sungai yang masuk melalui pori – pori tanah sampai sampai pada lapisan kedap air, dan di sanalah lokasi berkumpulnya air tanah. Air tanah sendiri terbagi menjadi 2 macam yakni air tanah dangkal dan air tanah dalam. Perbedaan air tanah dangkal dan air tanah dalam terletak dari posisinya yakni pada air tanah dangkal sedang di kedalaman tidak cukup lebih 15 meter dari permukaan tanah, sementara air tanah dalam baru bisa ditemukan andai sudah sedang di kedalaman lebih dari 40 meter.

Dari segi kualitas telah tentu air tanah dalam memiliki kualitas yang paling baik dikomparasikan dengan air tanah dangkal. Namun demikian bukan berarti air tanah dangkal berbobot | berbobot | berkualitas buruk. Di wilayah pedesaan tidak sedikit warganya memanfaatkan air tanah dangkal (sumur) guna memenuhi keperluan rumah tangganya. Akan tetapi, tidak sedikit pun warga yang bermukim di perkotaan memanfaatkan sumber air tanah dangkal. Selama air tanah dangkal masih cocok dan mengisi parameter kualitas air.

Artikel Terkait:  Tanaman Yang Dapat Menyuburkan Tanah

Saat ini, sudah tidak sedikit warga terutama yang bermukim di wilayah perkotaan berpindah menggunakan air PDAM daripada memanfaatkan air tanah atau sumur. Hal ini diakibatkan karena air tanah sudah tidak sedikit yang terkontaminasi sehingga tidak cukup layak guna dikonsumsi. Faktor yang mengakibatkan air tanah dangkal menjadi tidak cukup layak yaitu sebab letak dari air tanah dangkal lumayan dekat dengan permukaan tanah.

Sehingga gampang untuk ternoda bahan – bahan riskan yang ikut masuk ke dalam tanah meskipun sudah merasakan proses filtrasi oleh batuan mineral, namun tersebut saja tidak lumayan dan air tetap saja tercemar. Lalu bagaimana teknik menjaga kualitas air khususnya air tanah dangkal.


Cara Menjaga Kualitas Air

Berikut ini sejumlah cara yang dapat kita lakukan, antara lain:


1. Tidak melemparkan sampah di sungai atau drainase air lainnya

Sungai juga dapat dikatakan sebagai salah satu misal air tanah dangkal. Dahulu orang – orang tidak sedikit memanfaatkan sungai sebagai sumber air guna memenuhi keperluan sehari – hari sebab situasi sungai saat tersebut sangatlah jernih, bebas dari bahan riskan sehingga aman guna dikonsumsi. Namun kini sudah tidak sedikit sungai – sungai yang tercemar dampak banyaknya orang melemparkan sampah ke sungai. Mereka berpikir jika melemparkan sampah di sungai lebih praktis dan sampah cepat terbawa oleh arus. Tindakan tersebut pasti tidaklah benar. Membuang sampah di sungai sama saja dengan menciptakan kualitas air sungai menjadi menurun sampai-sampai air itu tidak pantas untuk dikonsumsi. Sehingga tidak heran andai saat musim kemarau tiba, tidak sedikit orang akan kendala untuk menemukan air bersih, dan ketika musim hujan tiba, air di sungai meluap sampai menyebabkan banjir.

Artikel Terkait:  Sifat Fisik Mineral

2. Mengurangi pemakaian produk berbahan kimia berbahaya

Segala macam bahan kimia yang tidak cocok dengan standar pemakaian tentu sangatlah berbahaya. Salah satu bahan kimia yang terbukti dapat meminimalisir kualitas air yakni berasal dari detergen. Sabun yang didapatkan dari deterjen saat membasuh pakaian berisi tidak sedikit bahan kimia berbahaya. Saat kita melemparkan limbah cucian, beberapa air itu ada yang masuk pulang ke dalam tanah dan tertampung pada lapisan kedap air sebagai air tanah dangkal. Bayangkan andai air tanah dangkal itu terkontaminasi atau ternoda oleh bahan kimia yang berasal dari detergen, telah tentu kualitas air tanah menjadi berkurang. Bukan berarti anda tidak boleh membasuh menggunakan detergen, usahakan pakai detergen secukupnya saja dan tidak boleh lupa untuk pakai detergen yang ramah lingkungan.


3. Hindari pengasingan bahan kimia sembarangan

Bahan kimia tidak melulu berasal dari detergen saja, tetapi juga dapat berasal dari minyak, oli, sisa pengasingan limbah pabrik, cat dan masih tidak sedikit lainnya. Jika tidak dipedulikan begitu saja, sumber air menjadi ternoda dan tidak menutup bisa jadi dapat mengakibatkan keracunan ketika dikonsumsi oleh manusia. Ada baiknya andai lakukan pengolahan terlebih dahulu sebelum dilemparkan ke dalam sungai atau laut terutama untuk para pelaku industri laksana pabrik. Bagi lokasi tinggal tangga, terdapat baiknya tidak melemparkan bahan – bahan kimia riskan tersebut dekat dengan sumber air supaya tidak ternoda dan aman guna dikonsumsi nantinya.


4. Gunakan air bersih secara bijaksana

Air memang paling penting untuk keberlangsungan hidup seluruh makhluk hidup di Planet Bumi. Namun, sebagai insan usahakan anda harus manfaatkan air bersih yang terdapat secara arif dan pakai sesuai dengan kebutuhan. Ada tidak sedikit cara untuk mengamankan persediaan air bersih yang tersedia di antara yang sangat sederhana yakni dengan mematikan keran ketika bak penampungan telah terisi penuh.

Artikel Terkait:  Awan Cirrostratus

5. Menjaga jarak tangki septic (septic tank) dengan sumber air

Secara umum jarak yang disarankan dalam menciptakan sumber air dengan tangki septic yakni 10 meter. Hal ini bertujuan supaya air sumur tidak gampang terkontaminasi oleh air yang berasal dari tangki septic. Namun, pada prakteknya jarak itu tidaklah ideal andai diterapkan di wilayah perkotaan. Permasalahan itu dapat ditanggulangi dengan memahami terlebih dahulu arah aliran air tanah, andai sudah mengetahuinya maka posisikan tangki septic dengan tidak menuju sumur atau mesti sebaliknya. Akan lebih baik lagi andai arah aliran air tanah berasal dari sumur mengarah ke ke arah tangki septic.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Berikut 5 Cara Menjaga Kualitas Air Beserta Penjelasannya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: