Cara Menggemburkan Tanah Liat

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Tanah Liat“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Cara-Menggemburkan-Tanah-Liat

Sebagian besar dari kita barangkali sudah tidak asing dengan tanah. Tanah menjadi salah satu hal yang paling penting untuk keberlangsungan kehidupan seluruh makhluk hidup. Segala macam pekerjaan atau kegiatan sudah tentu dilaksanakan di atas tanah.

Tanah berasal dari batuan yang telah lama merasakan pelapukan. Pelapukan batuan sendiri terjadi diakibatkan oleh sejumlah faktor antara beda angin, air, suhu dan beda sebagainya. Setiap tanah yang terdapat di permukaan bumi mempunyai ciri dan perbedaan di masing-masing tempatnya tergolong yang sedang di Indonesia. Hal ini dicocokkan pada material pelapukannya berupa batuan dan pun komponen beda yang berada di dekat wilayah tersebut tergolong pengaruh letak astronomis dan geografis di Indonesia. Oleh karena itu, secara umum tanah terbagi menjadi sejumlah kelompok yaitu, tanah entisol, tanah grumusol, tanah andosol, tanah aluvial, tanah inceptisol, tanah humus, tanah latosol, tanah litosol, tanah laterit, tanah liat dan masih tidak sedikit lagi. Sebagian besar tanah – tanah itu dapat ditemukan di Indonesia, namun melulu satu tanah yang paling gampang ditemukan di nyaris setiap lokasi di Indonesia yakni tanah liat.

Komponen yang tersusun di dalam tanah liat berupa gabungan antara silikat dengan alumunium berdiameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat berasal dari hasil pelapukan batuan silika yang diakibatkan oleh asam karbonat diperbanyak dengan kegiatan panas bumi. Tanah liat atau tanah lempung memiliki ciri eksklusif yang memisahkan dengan tanah pada umumnya. Tanah liat mempunyai tekstur paling keras saat dalam suasana kering dan menjadi paling lenget ketika berada dalam situasi basah. Secara umum tanah liat memiliki warna keabu – abuan tetapi ada pun yang mempunyai warna terang seperti coklat muda. Banyak orang memanfaatkan tanah liat sebagai bahan kerajinan tangan laksana tembikar atau gerabah sebab sifatnya yang lengket tetapi dapat gampang dibentuk. Di bidang pertanian tanah liat kurang sesuai untuk ditanami oleh tanaman, sebab di antara sifat dari tanah liat yaitu susah untuk menyerap air.

Artikel Terkait:  Komet Neowise

Akan tetapi, seiring berkembangnya teknologi ketika ini tanah liat dapat dimanfaatkan guna bercocok tanam. Tentunya perlu dilaksanakan pengolahan lahan terlebih dahulu supaya sesuai dengan situasi ideal guna ditanami tanaman. Tanah liat yang lengket dan tidak gampang menyerap air dapat diubah menjadi tanah yang gembur dan subur andai pengolahan tanah dilaksanakan dengan tepat. Berikut ini ialah cara menggemburkan tanah liat supaya dapat ditanamai oleh tanaman.


Cara Menggemburkan Tanah Liat

Berikut ini terdapat beberapa cara menggemburkan tanah liat, yaitu sebagai berikut:


1. Lakukan ketika musim kemarau tiba

Tahap kesatu yang perlu diacuhkan sebelum mengubah tanah liat yaitu memahami waktu musim. Musim yang tepat ketika hendak mengolah tanah liat yaitu ketika musim kemarau karena kandungan air yang terdapat di dalam tanah liat tidak terlampau tinggi. Tanah liat yang kering bakal sangat gampang untuk diubah terutama bila hendak mengubahnya menjadi butiran kecil. Hanya butuh menambahkan air secukupnya andai dirasa tanah liat terlampau keras. Jika pengolahan tanah liat dilaksanakan saat musim hujan mendarat yaitu situasi tanah liat berisi air yang tinggi, tanah liat bakal cendrung susah untuk dikerjakan sebab tanah menjadi lengket.


2. Pengolahan tanah liat dicocokkan dengan kebutuhan

Hal ini sehubungan dengan berapa tidak sedikit tanaman dan jenis tumbuhan yang bakal ditanam. Jika tumbuhan yang ditanam mempunyai sistem perakaran berbelah ke samping, telah tentu lahan yang dibutuhkan lumayan luas tergolong populasi tumbuhan yang ditanam. Tanaman butuh mempunyai jarak ideal supaya dapat tumbuh dengan baik sampai-sampai tidak mengganggu tumbuhan di sekitarnya.

Artikel Terkait:  Sumber Daya Alam Negara Laos

3. Campurkan komponen beda pada tanah liat

Tanah liat mempunyai sifat basa sampai-sampai perlu adanya penurunan tingkat keasaman atau pH. Cara yang dapat dilakukan guna menurunkan keasaman tanah yakni dengan menyerahkan komponen ekstra berupa bahan organik, pasir, pupuk kompos dan gipsum. Bahan organik dapat berasal dari tanaman atau hewan kecil yang bisa hidup di dalam tanah. Bahan organik yang dianjurkan yaitu sejumlah 20 ton per hektar. Bahan organik usahakan ditaruh di bawah tanah liat supaya tidak berakhir tersengat sinar matahari dan dapat mengolah tanah liat menjadi lebih gembur serta menurunkan keasaman tanah. Selanjutnya tambahkan pasir dan gipsum saat situasi tanah dalam suasana lembab guna selanjutnya diubah atau dicangkul sampai menjadi tanah yang lebih lumat. Perlu dikenang jika pemberian pasir terlalu tidak sedikit maka pelapukan tanah menjadi lama. Terakhir dapat tambahkan pupuk kompos secara merata seraya dicangkul atau diubah hingga hingga pada tekstur tanah yang sesuai.


4. Kontrol pH tanah

Tanah liat yang sudah digemburkan tidak bisa langsung ditanami oleh tanaman. Tingkat keasaman tanah masih bisa berubah sewaktu – waktu. Jika tanah liat merasakan perubahan menjadi mempunyai sifat asam, usahakan tambahkan pupuk dengan kandungan amonia di dalamnya. Di samping menambahkan pupuk amonia, dapat juga ditambahkan pupuk kompos, sulfur besi sulfat dan beda sebagainya supaya tanah keasaman tanah menjadi turun.


5. Jangan memakai pengairan otomatis

Tanah liat yang telah diubah masih mempunyai sifat gampang menyerap air. andai dirasa tanah liat terlampau kering, usahakan beri air cocok dengan keperluan saja. Jangan memakai pengairan otomatis, air yang terdapat di lahan menjadi sangat tidak sedikit sehingga ada bisa jadi lahan menjadi paling basah bahkan dapat menjadi tergenang.

Artikel Terkait:  Pengertian Pemanasan Global

6. Buatlah sistem drainase

Lahan yang baik yaitu memiliki sistem saluran yang cukup. Sehingga sebelum dilaksanakan penanaman usahakan buatlah terlebih dahulu drainase drainase supaya air yang terdapat di lahan tidak terlampau menggenangi lahan. Lahan yang terlampau basah tidak baik guna ditanami oleh tanaman. Perlu diingat, tanaman memerlukan tanah dengan tingkat kelembaban yang lumayan bukan tanah basah.


7. Siap kerjakan penanaman

Jika tanah liat telah dalam suasana stabil dengan kata lain tingkat keasaman tanah cocok dan sistem saluran baik, lahan telah siap guna ditanami. Pilih tumbuhan yang bisa hidup disegala macam situasi dan berumur panjang. Untuk menambah kesuburan tanaman, tidak terdapat salahnya guna menambahkan pupuk di atas lahan olahan.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Berikut 7 Cara Menggemburkan Tanah Liat dan Penjelasannya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :