Materi Biaya Produksi

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Biaya Produksi“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Rumus-Biaya-Produksi

Pengertian Biaya Produksi

Biaya adalah semua pengeluaran yang dapat diukur dengan uang, baik yang telah, sedang maupun yang akan dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk. Biaya produksi adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan perusahaan tersebut.

Untuk menghasilkan barang atau jasa diperlukan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, modal, dan keahlian pengusaha. Semua faktor-faktor produksi yang dipakai merupakan pengorbanan dari proses produksi dan juga berfungsi sebagai ukuran untuk menentukan harga pokok barang. Input yang digunakan untuk memproduksi output tersebut sering disebut biaya oportunis. Biaya oportunis sendiri merupakan biaya suatu faktor produksi yang memiliki nilai maksimum yang menghasilkan output dalam suatu penggunaan alternatif.


Pengertian Biaya Produksi Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli mengenai biaya produksi, yaitu sebagai berikut:


1. Mulyadi

Biaya produksi adalah biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual.


2. Abdul Halim

Biaya produksi adalah biaya-biaya yang berhubungan langsung dengan produksi dari suatu produk dan akan dipertemukan dengan penghasilan di periode mana produk itu dijual,


3. M. Nafarin

Biaya produksi adalah semua biaya yang berkaitan dengan produk (barang) yang diperoleh, di mana di dalamnya terdapat unsur biaya produk berupa biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik.

Artikel Terkait:  Materi Kerjasama Ekonomi Internasional

4. Amin Widjaya Tunggal

Biaya produksi adalah biaya-biaya yang berhubungan dengan produksi suatu item, yaitu jumlah dari bahan langsung, upah langsung, dan biaya overhead pabrik.


5. Kuswadi

Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan perhitungan beban pokok produksi atau beban pokok penjualan. Biaya produksi  terdiri atas biaya bahan baku dan biaya penolong, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik.


6. Indra Bastian dan Gatot Soepriyanto

Biaya produksi adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menyokong kegitan operasi secara rutin.


7. Muhadi dan Joko Siswanto

Biaya produksi adalah biaya-biaya yang sejak terjadinya sudah mempunyai hubungan sebab akibat dengan kesatuan produk yang dibiayai, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mengelola bahan baku menjadi produk selesai, di mana biaya yang dikeluarkan meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik.


8. Arief Saudi

Biaya produksi adalah biaya yang terjadi untuk mengubah bahan baku menjadi bahan jadi, sedangkan biaya komersial adalah biaya yang dikeluarkan sejak barang jadi seleai diproduksi hingga sampai di tangan pembeli.


9. Suherman Rosyidi

Biaya produksi adalah biaya yang terjadi untuk mengubah bahan baku menjadi bahan jadi, sedangkan biaya komersial adalah biaya yang dikeluarkan sejak barang jadi selesai diproduksi sehingga produk sampai di tangan pembeli.


10. Hansen dan Mowen

Biaya produksi adalah biaya yang berkaitan dengan pembuatan barang dan penyediaan jasa.


Rumus Biaya Produksi

Biaya produksi  = Biaya material langsung + Biaya tenaga kerja langsung + Biaya tenaga kerja tidak langsung + Biaya Overhead Pabrik


Unsur-Unsur Biaya Produksi

Berikut ini terdapat beberapa unsur-unsur biaya produksi, yaitu sebagai berikut:

  • Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi
  • Bahan-bahan pembantu atau penolong
  • Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur
  • Penyusutan peralatan produksi
  • Uang modal, sewa
  • Biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi
  • Biaya pemasaran seperti biaya iklan
  • Pajak

Penentuan Biaya Produksi

Berikut ini terdapat beberapa penentuan biaya produksi, yaitu sebagai berikut:


  • Biaya historis

yaitu penentuan biaya produk dengan mengumpulkan semua biaya yang telah terjadi dan diperhitungkan setelah operasi pembuatan produk selesai.

Artikel Terkait:  Materi Lembaga Ekonomi

  • Biaya sebelum pembuatan

suatu cara penentuan biaya pembuatan produk sebelum produk tersebut dibuat.

Biaya ini terbagi atas :

  • Biaya anggaran : berdasarkan kegiatan masa lalu dan perkiraan kegiatan pada masa yang direncanakan.
  • Biaya standar : berdasarkan standar-standar pelaksanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

  • Harga pokok standar

Yaitu harga pokok yang telah ditentukan sebelum proses produksi dilaksanakan, Tujuannya adalah :

  1. Pengendalian biaya dan jika memungkinkan menguranginya.
  2. Pengukuran efesiensi.
  3. Penyederhanaan prosedur pembiayaan.
  4. Penilaian persediaan.
  5. Penentuan harga jua

Cara penentuan biaya standar :

  • Berdasarkan rata-rata biaya yang terjadi pada masa lalu
  • Berdasarkan biaya terendah yang terjadi pada masa lalu
  • Berdasarkan biaya yang berasal dari anggaran pada suatu kondisi operasi yang normal
  • Berdasarkan biaya ideal yang terjadi pada efesiensi maksimum
  • Berdasarkan biaya yang dapat dicapai pada kondisi operasi yang baik.

Jenis-Jenis Biaya Produksi

Biaya produksi yang dikeluarkan setiap perusahaan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis :


  1. Biaya Eksplisit

Biaya eksplisit adalah pengeluaran-pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan.


  1. Biaya Tersembunyi

Biaya tersembunyi adalah taksiran pengeluaran terhadap faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri. Pengeluaran yang tergolong dengan biaya tersembunyi antara lain adalah Pembayaran untuk keahlian perusahaan produsen tersebut, modalnya sendiri yang digunakan dalam perusahaan, dan bangunan perusahaan yang dimilikinya.


  1. Biaya Langsung dan Biaya Tidak Langsung

Biaya Langsung adalah biaya yang dapat dihitung untuk tiap unit output yang dihasilkan. yang termasuk biaya langsung adalah biaya untuk pembelian bahan baku, biaya tenaga kerja yang langsung menganai produksi.


  1. Biaya Kesempatan (oppotunity cost) dan Biaya Historis

Biaya kesempatan adalah niai dari sumber-sumber ekonomi dalam penggunaan alternatif yang paling baik. Misalnya dalam pembuatan secara alternatif  yaitu kayu . Kayu dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu barang maka ada kesempatan yang hilang untuk menghasilkan barang lain dengan kayu tersebut.


  1. Nilai kesempatan yang hilang ini merupakan biaya kesempatan

Biaya historis adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan waktu membeli faktor produksi.


  1. Biaya Incremental

Adalah biaya yang timbul sebagai akibat keputusan yang telah dibuat.

Artikel Terkait:  Materi Strategi Pemasaran

  1. Biaya Relevan

Adalah biaya yang akan dibebankan bila suatu keputusan telat dilakukan.


Tujuan Biaya Produksi

Pada dasarnya tujuan akhir dari suatu perusahaan adalah mencari dan mendapatkan keuntungan atau laba semaksimal mungkin. Secara sederhana laba perusahaan dapat dihitung dari perbandingan antara pendapatan dengan pengeluaran perusahaan.  Untuk hal itulah pentingnya penentuan biaya produksi. Adapun beberapa tujuan penentuan biaya produksi adalah sebagai berikut :
  • menetapkan jumlah biaya produksi dengan tepat.
  • membantu manajemen mengadakan pengendalian biaya dengan tepat.
  • membantu

Contoh Biaya Produksi

Contoh-Biaya-Produksi

Perusahaan alistudio menjual barang-barang furniture. Dalam waktu satu bulan, perusahaan ini memproduksi sekitar 2.000 unit meja. Rincianya biayanya sebagai berikut:

  1. Rp. 12.000.000 untuk kayu
  2. Rp. 4.000.000 untuk upah tukang kayu
  3. Rp. 1.000.000 untuk upah satpam yang menjaga selama proses produksi
  4. Rp. 1.000.000 untuk biaya sewa pabrik dan utilitas lainya

Total biaya produksi adalah Rp. 18.000.000

Dari total biaya produksi tersebut, dapat diketahui biaya produksi untuk satu unit meja tersebut adalah Rp. 18.000.000 : 2.000 unit = Rp. 9.000.

Anda juga dapat menentukan harga pokok per unit meja yang akan dijual, missal dari Rp. 9.000 sebagai harga pokok produksi, kemudian dijual seharga Rp. 15.000 atau sesuai keinginan Anda.

Mengetahui biaya produksi secara detail, manajer atau pemilik bisnis dapat mengambil keputusan dengan tepat, terutama dalam menentukan harga jual serta dapat meminimalisir risiko dari proses produksi.


Daftar Pustaka:

  • Bilas, Richard. 1994. Ekonomi Mikro. Jakarta: Rineka Cipta
  • Gregory Mankiw, N., dkk. 2013. Pengantar Ekonomi Mikro. Jakarta : Salemba Empat
  • Rahardja, Pratama dan Mandala Manurung. 2008. Pengantar Ilmu Ekonomi. Jakarta: LP-FEUI
  • S., Bambang dan G. Kartasapoetra. 1992. Kalkulasi dan Pengendalian Biaya Produksi. Jakarta: Rineka Cipta

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Contoh Biaya Produksi: Pengertian Menurut Para Ahli, Rumus, Unsur, Penentuan, Jenis dan Tujuan

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: