Batuan Konglomerat

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Batuan Konglomerat“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Batuan-Konglomerat

Bumi ialah planet yang berada dalam tatasurya anda. Bumi terdiri dari rangkaian dan lapisan yang menyusun bumi. masing-masing lapisan memiliki sekian banyak macam peran. Inti bumi ialah lapisan yang sangat dalam. Sedangkan kerak bumi ialah lapisan bumi yang sangat atas.

Lapisan bumi memiliki tidak sedikit eleman. Salah satu unsur pembentuk bumi ialah batuan. batuan yang melapisi bumi bermacam- macam. Ada batuan sedimen, batuan beku, batuan metamorf dan batuan yang lainnya. Batuan beku ialah batuan yang berasal dari pembekuan lava. Sedangkan batuan metamorf ialah batuan yang merasakan metamorfosis. Dan batuan sedimen ialah batuan yang terjadi dampak sedimentasi.


Pengertian Batuan Sedimen

Batuan sedimen ialah batuan yang berasal dari proses sedimentasi. Nama beda dari batuan sedimen ialah batuan endapan. Proses sedimentasi ialah proses pengendapan pelajaran oleh angin, air, atau gletser. Materi yang terbawa oleh angin, air atau gletser ini berupa kerikir, sisa- saldo pelapukan batuan, dan pelapukan biologis. Pelapukan sendiri bisa terjadi melalui sekian banyak macam cara. Salah satunya ialah erosi. Erosi ialah pelapukan yang dilaksanakan oleh air, angin atau gletser.

Batuan terlapuk, lantas terbawa oleh angin, air, atau gletser. Setiap pelapukan yang terjadi, terbawa, dan menumpuk di sebuah tempat. Saat menumpuk, pelajaran sedimen tersebut lalu mengendap. Pengendapan yang terus menerus terjadi, mengakibatkan terjadinya pengerasan dan menjadi batuan. batuan berikut yang dinamakan sebagai batuan sedimen. Batuan sedimen ialah salah satu batuan yang gampang ditemukan di bumi. Dilihat dari total permukaan bumi, batuan sedimen menutupi selama 8 persen permukaan bumi.

Artikel Terkait:  Siklus Nitrogen Pada Tanah

Contoh Batuan Sedimen

Batuan sedimen memiliki tidak sedikit jenis. Setiap jenis mewakili masing-masing pengendapan. Pengendapan yang terdapat di bumi di untuk tiga, yakni pengendapan klasik, organik, kimia, dan fisika. Setiap pengendapan mewakili masing-masing proses yang terdapat di bumi. pengendapan klasik ialah pengendapan yang terjadi dampak dari gravitasi, dimana gravitasi bumi, membawa hasil pelapukan batuan jatuh kebawah.

Sedangkan pengendapan organis ialah pengendapan dampak makhluk hidup yang mati, kemudian lapuk. Hasil pelapukan mahkluk hidup ini, mengendap dan menjadi batuan. pengendapan kimia ialah pengendapan yang terjadi dengan membawa batuan hasil pelapukan yang diakibatkan oleh zat kimia. Sedangkan pelapukan fisika ialah pelapukan yang memanfaatkan tenaga air, angin, maupun gletser yang terdapat di bumi, dan mengendapkannya sampai-sampai menjadi batuan. misal batuan yang terdapat dibumi disaksikan dari proses pengendapannya merupakan:

  • Klasik: batu kuarsa, batu fielspar, dan batu mika
  • Organik: batu gamping, batu karang, dan batu fasfat.
  • Kimia: batu anhidrit, batu garam, datu batu staaktit.
  • Fisika: batu breksi, batu pasir, batu koral, batu kapur, dan batu konglomerat.

Setiap batuan mewakili masing-masing jenis proses pengendapan. Dan masing-masing pengendapan menghasilkan batuan yang berbeda- beda. Hal ini terjadi dampak materi yang diangkut mempunyai peranan dalam pembentukan batuan tersebut. Oleh sebab itu, batuan itu memiliki karakteristik masing- masing. Salah satu batuan yang terdapat di bumi, dari hasil sedimentasi ialah batu konglomerat.


Pengertian Batu Konglomerat

Batu konglomerat ialah salah satu batuan yang terdapat dibumi. Batuan konglomerat tergolong dalam batuan sedimen. Batuan konglomerat pun menjadi di antara batuan yang umum terdapat di bumi. konglomerat terbentuk dari pertikel kecil yang menyusun sedimentasi. Konglomerat bertekstur kasar, dan berbentuk besar. Rata- rata berukuran lebih dari 2mm. Batu konglomerat terdiri dari pelajaran sedimen yang halus dan kasar. Materi tersebut berupa pasir halus dan kerikil yang mengendap.

Artikel Terkait:  Penyebab Meteor Jatuh

Endapan tersebuy kemudian mengeras dan menjadi batuan konglomerat. Komposisi dari batu konglomerat ialah materi sedimen yang terbelenggu dalam batu konglomerat. Seperti pasri, kerikil, dan tanah. Di samping itu, sebab berasal dari pelapukan yang terdapat pada batuan, batu konglomerat pun mempunyai mineral yang sama dengan pelapukan batuan yang terbelenggu dalam batu konglomerat. Batu tersebut ialah batu sedimen lainnya, batu metamorf, atau batuan beku. Akan namun mineral yang terdapat di batu konglomerat paling sedikit dampak materi pelapukan yang pun membawa pelajaran sedikit.


Proses Pembentukan Batu Konglomerat

Batu konglomerat ialah salah satu dari jenis batuan sedimen. Oleh sebab itu, proses pembentukan batu konglomerat, memanfaatkan tenaga yang menciptakan terjadinya proses sedimentasi. Hanya saja, batu konglomerat, mempunyai ukuran yang besar, diakibatkan partikel yang menyusunnya pun berukuran besar. Sehingga tenaga guna proses ini, memerlukan tenaga yang kuat.

Tenaga yang dapat membentuk batuan konglomerat ialah air yang deras atau ombak yang besar. Oleh sebab itu, batu konglomerat gampang ditemukan di sepanjang sungai yang mempunyai air yang deras, dan di sepanjang pantai yang mempunyai ombak yang kuat. Bentuk dari batu konglomerat ini, tergantung dari kekuatan air yang membawa materi sedimen.

Semakin powerful dan deras airnya, maka batu konglomerat bakal berbentuk semakin bulat. Sedangkan andai airnya tidak begitu kuat, batu konglomerat bakal berbetuk tidak bulat, dan mempunyai sisi runcing di sejumlah bagiannya. Pada proses penciptaan batu konglomerat, dimulai oleh proses sedimentasi yang di kerjakan oleh air atau ombak. Tenaga sedimen ini membawa pasir dan kerikil kemudian menumpuknya, dan mengendapkannya. Lalu pasir dan tanah liat yang ada di dekat endapan tersebut, masuk dan memenuhi ruangan yang terdapat di sekiar endapan yang bakal mengeras itu. Terakhir, sedimen kimawi mengikat batuan tersebut, sehingga membuat batu utuh, yakni batu konglomerat.

Artikel Terkait:  Tanah Laterit

Manfaat Batuan Konglomerat

Konglomerat ialah salah satu batuan yang tidak memiliki tidak sedikit manfaat untuk manusia. Karena batuan konglomerat bukanlah batuan yang kuat, batu konglomerat tidak bisa di gunakan sebagai fondasi atau struktur urgen dari suatu bangunan.

Hanya saja, ketika batu konglomerat di hancurkan, serpihan batu konglomerat dapat dipakai sebagai penyokong bangunan, namun tidak begitu kuat. Akan tetapi, sejumlah batu konglomerat mempunyai butiran berlian yang berharga. Karena dalam pembentukan batu konglomerat, mineral dari batu yang terlapuk ikut terbawa dan terikat. Akan tetapi, urusan tersebut sangat jarang terjadi. sejumlah batu konglomerat mempunyai warna. Dan terkadang dapat dijadikan sebagai dekorasi rumah atau dekorasi.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Batuan Konglomerat adalah: Proses Pembentukan dan Manfaatnya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: