Batuan Breksi

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Batuan Breksi “. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Batuan-Breksi

Ada sejumlah jenis batuan yang menuyusun lapisan kulit bumi. Sebenarnya seluruh jenis batuan tersebut berasal dari induk yang sama, yakni magma. Namun karena sekian banyak macam hal dan situasi yang terjadi pada siklus batuan, seluruh jenis batuan tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Jenis batuan tersebut berturut-turut ialah batuan beku, batuan sedimen serta batuan metamorf.

Batuan sedimen atau batuan batuan endapan adalahtipe batuan sekunder, yakni tipe batuan yang terbentuk dari hasil perubahan jenis batuan lainnya. Jenis batuan sedimen paling banyak, salah satunya ialah batuan breksi yang akan dibicarakan pada tulisan ini.


Pengertian Batuan Breksi

Dalam sistem klasifikasinya, batuan breksi yang sangat serupa dengan batuan konglomerat ini adalah jenis batuan sedimen klastik. Yaitu batuan sedimen yang terbentuk dari pelapukan batuan beku. Baik batuan konglomerat maupun batuan breksi mempunyai butiran fragmen yang lebih banyak dari 2 mm. Batuan sedimen tersusun dari sejumlah jenis fragmen yang mempunyai diameter berbeda-beda, terdapat yang lebih kecil dari 2 mm, laksana lumpur dan terdapat yang lebih banyak dari 2 mm, laksana pasir dan kerikil.

Meski identik, batuan breksi tidak sama dengan batuan konglomerat. Perbedaan yang paling kentara antara dua-duanya terletak pada sudut-sudut fragmennya. Batuan breksi memiliki format sudut fragmen yang angular, sedangkan format fragmen batu konglomerat ialah membundar (rounded). Bentuk sudut fragmen batuan sedimen ini menandakan seberapa jauh transportasi fragmen dari intinya. Semakin jauh pergerakannya, semakin bundar format sudut-sudutnya.

Artikel Terkait:  Perbedaan Epirogenesa dan Orogenesa

Jadi bisa disimpulkan, definisi batuan breksi ialah batuan sedimen klastik yang tersusun atas butiran-butiran fragmen dengan diameter lebih banyak dari 2 mm dan menyusun sudut-sudut fragmen yang angular.


Kandungan Dan Morfologi Batuan Breksi

Batuan breksi berisi tidak sedikit komposisi material. Komposisi ini ditentukan oleh fragmen-fragmen mineral dari mana batuan tersebut berasal. Di samping itu, variasi mineral dalam batuan breksi juga diprovokasi oleh iklim lokasi berlangsungnya pengendapan fragmen-fragmen tersebut menjadi batuan breksi. Komposisi batuan breksi seringkali tersusun dari mineral rijang, granit, kuarsa, batu gamping dan lain-lain. Berdasarkan mineral penyusunnya inilah lantas batuan breksi dipisahkan menjadi sejumlah macam, yakni :

  • granit breksi yang terbentuk dari pelapukan batuan granit,
  • breksi rijang, yang terbentuk dari pelapukan batuan rijang
  • basalt breksi, yang terbentuk dari pelapukan batu basal
  • andesit breksi, yang terbentuk dari pelapukan batuan andesit

Batuan breksi tersusun dari fragmen-fragmen mempunyai sifat koarse yang terbentuk dari pengendapan fragmen-fragmen saldo batuan beku mempunyai sifat kerakal. Yaitu fragmen mineral yang diameternya antara 2 hingga 256 mm. Fragmen-fragmen ini menyusun pola meruncing (angular) yang bisa dikenali sebagai ciri-ciri batuan breksi.

Pada umumnya, batuan breksi bisa dikenali dengan penampakan morfologi berwarna hijau kekuningan atau coklat keputih-putihan. Selain tersebut butiran-butiran fragmen penyusun batuan breksi pun terlihat jelas.


Proses Pembentukan Batuan Breksi

Secara umum, batuan breksi terbentuk disebuah singkapan. Dimana ada puing-puing saldo pelapukan batuan beku menumpuk. Kemudian sisa-sisa pelapukan batuan beku tersebut akan terbawa aliran dan terendapkan di sekitar singkapannya, contohnya pada kipas alluvial. Setelah proses dekomposisi, sisa-sisa batuan beku tersebut akan terurai menjadi fragmen-fragmen yang terbelenggu dengan mineral-mineral lain. Fragmen-fragmen ini yang lantas menjadi batuan breksi.

Ada sejumlah peristiwa geologis yang dapat memicu proses pembentukan batuan breksi, di antaranya inilah ini :

  • Intrusion- related breccia, yakni pembentukan batuan breksi yang diakibatkan langsung oleh gerakan intrusi magma.
  • Strike – slip fault – related breccia, yakni proses pembentukan batuan breksi yang diakibatkan oleh sesar “relatif” mendatar.
  • Discollusion – collaps Breccia, yakni proses pembentukan batuan breksi yang terjadi sebab reruntuhan di dalam rongga gua (caven). Biasanya ini terjadi pada batuan karbonat sebab adanya proses pelarutan karbonat bada badan batu. Di samping batuan karbonat, batuan evaporasi juga dapat terlarut dan mengendap menjadi batuan breksi melewati proses ini.
Artikel Terkait:  Negara Tonga

Jenis-Jenis Batuan Breksi

Berdasarkan sifat-sifat kimia dan proses pembentukannya, terdapat lima jenis batuan breksi. Yaitu sedimentary, tektonik, igneous, impact dan hydrothermal.


1. Batuan Breksi Sedimentary

Batuan breksi sedimentary ialah jenis batuan breksi yang terbentuk sudut-sudut subangular yang diprovokasi oleh pergerakan random dari fragmen-fragmen endapan. Fragmen-fragmen penyusun batuan breksi sedimentary belum bergerak terlampau jauh dari intinya, urusan ini dapat dilihat pada sudut-sudut fragmennya yang berbentuk angular. Batuan breksi sedimentary seringkali ditemukan di sepanjang aliran sungai. kekuatan aliran sungai lokasinya berada dominan pada ukuran butiran fragmen yang merangkai batuan breksi.


2. Batuan Breksi Tektonik (Fault)

Batuan breksi fault terbentuk sebab benturan yang terjadi antara dua blok batuan yang terbawa arus sampai-sampai saling menghantam. Fragmen-fragmen dari kedua batuan tersebut kemudian mengendap dan bersatu menyusun batuan breksi fault.


3. Batuan breksi igneous (beku)

Batuan breksi igneous ialah jenis batuan sedimen yang terbentuk langsung dari pengendapan batuan beku dampak aktivitas magma, baik intrusi maupun ekstrusi (Silahkan Baca Perbedaan Intrusi dan Ekstrusi Magma). Karena tersebut batuan breksi igneous terbagi menjadi dua unsur :

  • Batuan breksi vulkanik, terbentuk sebab proses ekstrusi magma melewati letusan gunung merapi eksplosif
  • Batuan bresi intrusif, terbentuk sebab proses intrusi magma

4. Batuan breksi Impact

Batuan breksi impact terbentuk dampak hantaman meteorid yang menimpa permukaan bumi. Karena itu seringkali ditemukan pada kawah-kawah di tempat jatuhnya meteor. Batuan breksi dapat terbentuk di permukaan atau di lapisan bawah kawah. Contohnya ialah batuan breksi Neugrond yang terbentuk sebab hamtaman meteor Neugrond.


5. Batuan breksi Hydrothermal

Batuan breksi hydrothermal terbentuk di bawah kerak bumi yang mempunyai suhu selama 150 hingga 350 derahat celcius. Proses pengendapan ini diakibatkan oleh kegiatan seismik atau vulkanik yang mengakibatkan kekosongan di rongga bawahnya. Kekosongan ini lantas dialiri fragmen-fragmen saldo letusan yang mengalir berbentuk air panas lantas membeku menjadi batuan breksi.

Artikel Terkait:  Gunung Di Sulawesi Yang Masih Aktif

Manfaat Batuan Breksi

Struktur batuan breksi yang tersusun dari butiran-butiran kasar sangat sesuai untuk dipakai sebagai bahan bangunan atau ornamen-ornamen dekorasi dalam dekorasi.

Batuan breksi telah dimanfaatkan sebagai ornamen dekorasi sejak masa sebelum masehi. Orang Mesir kuno sudah memakai batu breksi sebagai bahan dasar pembuat patung-patung yang mempunyai nilai religius. Misalnya patung dewi Tawareth yang sekarang diselamatkan di British museum.

Orang-orang Romawi kuno memakai marmer yang tercipta dari batuan breksi sebagai ornamen dekorasi pada dinding lokasi tinggal mereka. Konon, urusan ini menandakan kedudukan sosial mereka yang terpandang. Penggunaan breksi sebagai ornamen arsitektur terus dilangsungkan hingga sekarang.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Batuan Breksi adalah: Kandungan, Morfologi, Proses, Jenis dan Manfaat

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: