Batuan Beku Dalam

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Batuan Beku“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Batuan-Beku-Dalam

Sebagaimana anda ketahui lapisan kulit bumi lazimnya tersusun dari sejumlah batuan dan melulu sebagian kecil saja dari material lain. Batuan-batuan tersebut terbentuk dari magma melewati siklus batuan yang runtut.

Magma ialah material pembentuk batuan berbentuk cair yang mempunyai suhu paling tinggi dan ada di kamar-kamar magma yang terdapat dipermukaan bumi. Magma aktif bergerak, baik secara intrusi maupun ekstrusif. Pergerakan magma berikut yang menjadi asal terbentuknya sekian banyak jenis batuan yang merangkai litosfer. Setidaknya terdapat tiga jenis batuan yang disebabkan pergerakan magma. Yaitu batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf.

Batuan beku sebagai bentuk mula dari siklus batuan pun terbagi menjadi dua macam. Klasifikasi ini didasarkan pada jenis pergerakan magma yang mengakibatkan terbentuknya batuan itu. Dua jenis batuan beku yakni batuan beku dalam dan batuan beku luar.

Pada tulisan ini akan dibicarakan secara menyeluruh mengenai batuan beku dalam, untuk memahami penjelasan tentang batuan beku luar dapat membaca tulisan Batuan Beku Ekstrusif : pengertian, Proses dan Jenisnya.


Pengertian batuan beku dalam

Batuan beku dalam atau disebut pun batuan plutonik ialah jenis batuan beku yang terbentuk di bawah permukaan bumi. Yaitu selama 15-50 Km kedalamannya. Batuan plutonik terbentuk di sekitar stenosfer dan berdampingan dengan kamar magma. Karena tersebut proses pembekuannya dilangsungkan sangat lama. Karena terbentuk di bawah lapisan kulit bumi, jenis batuan ini pun disebut batuan intrusif.

Artikel Terkait:  Contoh Fenomena Biosfer

Ciri-ciri batuan beku luar (intrusif/plutonik)

Karena terbentuk dalam proses pembekuan yang paling lambat, batuan beku intrusif bisa dikenali dengan ciri khas sebagai berikit :

  • Umumnya berukuran besar-besar
  • Memiliki struktur holokristalin, yaitu seluruh komposisi batuan dibentuk oleh kristal yang sempurna
  • Umumnya mempunyai permukaan yang lebih kasar dari batuan beku luar.
  • Jarang ada lubang-lubang pada tubuhnya
  • Bersifat masif atau pejal (sangat padat)
  • Berlapis-lapis laksana batuan beku pada umumnya

Struktur Batuan Beku Dalam

Berdasarkan kedudukannya terhadap lapisan batuan yang diterobosnya, tubuh struktur batuan beku intrusif terbagi menjadi dua bagian. Yaitu Konkordan dan Diskordan.


1. Konkordan

Konkordan ialah tubuh batuan beku dalam yang sejajar dengan lapisan batuan di sekitarnya. Konkordan mempunyai empat bentuk, yakni sill, laccolith,lapolith dan paccolith.

  • Sill, ialah tubuh batuan beku yang sejajar dengan lapisan di sekitarnya. Sill tidak sedikit berisi mineral berharga dan logam mulia laksana emas, krom, platina dan lain-lain. Sill berbentuk lembaran-lembaran yang mengintrusi lapisan batuan sedimen yang lebih dulu terbentuk.
  • Laccolith, yakni tubuh batuan beku yang berbentuk kubah (dome). Kubah ini terbentuk sebab gerak dari batuan beda yang menerobos permukaannya, sampai-sampai bagian dasarnya tetap datar. Mirip laksana lensa cembung. Laccolith mempunyai diameter hingga 4 mill dengan kedalaman ribuan kilometer.
  • Lapolith, yaitu format tubuh bakuan beku dalam yang adalahkebalikan dari Laccolith. Pada lapolith yang menggembung ialah lapisan bawahnya sementara lapisan atasnya tetap datar. Lapolit berisi batuan yang mempunyai sifat felsik (asam). Misalnya granit, synit, diorit dan lain-lain.
  • Paccolith, ialah bentuk tubuh batuan beku dalam yang mempunyai sinklin dan antiklin yang sudah terbentuk sebelumnya. Ketebalannya berkisar antara ratusan hingga ribuan kilometer.

2. Diskordan

Adalah lapisan batuan beku dalam yang mencukur lapisan beku di atasnya. Ada tiga format tubuh batuan beku dalam yang adalahbagian dari format diskordan. Yaitu Dyke, Batolith dan Stock.

  • Dyke, tubuh batuan beku yang mencukur lapisan batu lainnya dan berbentuk tabular/memanjang. Ketebalannya bervariasi mulai dari sejumlah centimeter samapi ratusan kilometer.
  • Batolith, ialah tubuh batuan yang mempunyai ukuran paling besar. Biasanya proses pembekuannya berada paling dalam di bawah permukaan bumi. Ukurannya dapat mencapai 100 km2 lebih. Batolith seringkali tersusun dari atas batuan beku mempunyai sifat asam hingga intermediet.Contoh batuan yang ditemukan pata batolith ialah batuan granit, diorite dan quartz monzonite. Batolit dapat muncul ke permukaan bumi melewati dua proses. Yaitu memalui gaya eksogen berupa erosi terus menerus yang lama kelamaan menyingkap batolith atau melewati gaya endogen (pengangkatan). Contoh Batolith yang naik ke permukaan bumi terdapat di Sierra Nevada (USA). Di Indonesia pun ada singkapan Batolith, laksana di provinsi Riau.
  • Stock, pun terbentuk di bagian sangat dalam laksana Batolith. Tapi mempunyai ukuran yang lebih kecil. Kurang dari 10 Km2.
  • Diatrema (Leher vulkanik), ialah batuan beku yang berbentuk silinderis dan menonjol dari topografi di sekelilingnya.
Artikel Terkait:  Cagar Alam di Indonesia

Contoh Batuan Beku dalam (Intrusif)

Berdasarkan ciri-cirinya terdapat lima misal batuan beku dalam yang dapat kita temukan. Yaitu batuan diorite, Gabbro, Granit, Pragmatite dan Peridotit.


1. Batuan Diorite

Batuan diorite mempunyai sifat asam. Dalam kehidupan keseharian biasa dipakai untuk ornamen dinding, pengeras jalanan dan pondasi bangunan. Batuan diorite sangat serupa baruan grabbo namun batuan diorite mempunyai sifat lebih asam. Jenis batuan intrusif ini tidak sedikit ditemukan di wilayah Pemalang dan Banjarnegara, Jawa Tengah.


2. Batuan Gabbro

Batuan gabbro mempunyai permukaan yang kasar dengan warna berpengaruh gelap mengandung piroksesn, fieldspar atau olivin. Batuan gabbro tidak sedikit berisi nikel, kromium, kobalt, perak, emas, platinum dan tembaga sulfida. Batuan grabbo lazimnya dimanfaatkan untukl batu nisan, paving block, ornamen dinding serta batu hias.


3. Batuan Pegmatite

Batuan ini ialah batuan intrusif yang dapat mengalami metamorfosis. Sehingga pun termasuk ke jenis batuan beku malihan. Biasanya dikenali dengan ciri-ciri berwarna terang, permukaan paling kasar dan tidak sedikit berisi mineral langka. Batuan pegmatite terbentuk di sekat antara kamar magma dan ruang kristalisasi. Mineral-mineral langka yang terdapat dalam batuan pegmatite antara beda :

  • Logam-logam enteng (Be silikat, Li silikat, Al silikat)
  • Logam-logam berat (Sn, W, Au dan Mo)
  • Unsusr-unsur langka (Niobium, Tantalum, Iodium (Y), Zr, Ce, La, U, Th, Ti)
  • Batuan mulia (rubi, beryl, sapphire, topaz, rose quartz, turmali rose, smoky quartz dan rock crystal)

4. Batuan peridotite

Batuan peridotit ialah batuan intrusif yang mempunyai nilai hemat tingi, sebab adalahbatuan induk penghasil bjih nikel. Batuan ini mempunyai sifat sangat basa. BAtuan peidotite tersusun dari bagian olivin dan piroksen dengan komparasi 70 : 30. Batuan intrusif ini mempunyai ukuran kristal besar-besar, berwarna gelap kehijauan dan permukaannnya paling kasar. Batuan beku dalam ini berisi mineral amphibole, kuarsa, fieldspar serta piroksen.

Artikel Terkait:  Batuan Sedimen Aquatis

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Batuan Beku Dalam adalah: Ciri, Struktur Beserta 4 Contohnya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: