Batuan Andesit

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Batuan Andesit “. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Batuan-Andesit

Senenarnya seluruh jenis batuan yang merangkai lapisan kulit bumi terbentuk dan berasal dari satu zat yang sama, yakni magma. Magma ialah material batuan berbentuk cair yang paling panas. Magma yang terdapat di dalam permukaan bumi tidak jarang kali bergerak, baik secara intrusi maupun ekstrusi. Pergerakannya ini mengakibatkan magma berada jauh di kamar magma yang mempunyai suhu dan desakan berbeda. Perbedaan suhu dan desakan ini mengakibatkan magma merasakan kristalisasi menjadi batuan beku. Ini adalah tahap mula dari siklus batuan.

Selanjutnya, etape ini bakal terus dilangsungkan sehingga menghasilkan jenis batuan lainnya. Yakni batuan sedimen dan batuan metamorf atau batuan malihan. Setiap batuan ini walau berasal dari induk yang sama memiliki ciri khas yang berbeda. Bahkan masing-masing jenisnya pun terpecah ke dalam sekian banyak macam format batuan.

Batuan beku misalnya, karena sekian banyak kondisi terbagi menjadi sejumlah macam. Batu-batuan ini walau masih mempunyai keserupaan, sebab sama-sama terbentuk dari kristalisasi magma pun memiliki karakteristik masing-masing. Salah satu misal jenis batuan beku ialah batuan andesit, yang bakal kita kupas lebih lanjut.


Pengertian Batuan Andesit

Nama andesit disadur dari pegunungan andes. Ini disebabkan batuan andesit tidak sedikit ditemukan di dekat pegunungan Andes. Batuan andesit di pegunungan Andes terbentuk sebagai lava “interbeded” bersamaan dengan deposit abu vulkanik (ash) dan tuff di sisi-sisi stratovulcano yang curam.

Batuan Andesit atau disebut pun dengan lavastone ialah batuan beku yang tersusun atas mineral yang halus (fine-grained), serta mempunyai kandungan silica yang lebih tinggi dari batu basal dan lebih rendah dari batuan rhylolite dan felsite.

Artikel Terkait:  Negara Lithuania

Meskipun pembentukan batuan endosit pun terjadi di bawah permukaan bumi, lazimnya batuan endosit terbentuk di permukaan bumi sebagai dampak letusan gunung merapi. Karena tersebut para berpengalaman mengklasifikasikannya ke dalam unsur batuan beku ekstrusif.


Kandungan dan Morfologi Batuan Andesit

Batuan Andesit terbentuk dari magma dengan temperatur antara 900 hingga 1.100 derajat celcius. Mineral-mineral yang dikandung batuan andosit mempunyai sifat mikroskopis, sampai-sampai tak dapat dilihat tanpa batuan mikroskop. material-material tersebut antara lain ialah :

  • Silika (SiO2), dengan jumlah antara 52-63 %
  • Kuarsa, dengan jumlah selama 20 %
  • Biotite
  • Basalt
  • Feltise
  • Plagiocase feldspar
  • Pyroxene (clinopyroxene dan orthopyroxene)
  • Hornblende dengan persentase paling kecil

Di lapangan, morfologi batuan andesit bisa dikenali dari warna abu-abu yang berpengaruh sampai merah. Warna ini menandakan kandungan silicanya yang lumayan besar. Ciri morfologi lainnya ialah mempunyai pori-pori yang lumayan padat dan struktur yang paling pejal. Tapi struktur kepadatan batuan andesit masih dibawah batuan granit.

Batuan Andosit berbentuk kristalin. Terdapat sejumlah macam kristal mineral pada batuan andesit. Kristal-kristal ini telah terbentuk jauh sebelum proses pembekuan magma terjadi. Karena itu, para berpengalaman geologi dapat mengidentifikasi sejarah perjalanan magma dari kristalin yang ada pada batuan andesit.

Kristal-kristal penyusun batuan andesit mempunyai dua ukuran. Perbedaan ukuran ini terjadi sebab magma yang terbit ke permukaan bumi belum sempat terkristal bakal terkristal dengan cepat sebab suhu permukaan yang rendah. Hasilnya ialah dua kristal dengan ukuran yang berbeda. Yaitu :

  • Fenokris. ialah kristal besar yang telah terbentuk perlahan-lahan semenjak di bawah permukaan bumi
  • Groundmass, ialah kristal berukuran kecil yang terbentuk dengan cepat di permukaan.

Pada umumnya, jenis kristal-kristal dalam batuan andesit seragam (Fenokris saja atau Groundmass saja). Namun terdapat kejadian dimana, batuan andesit berisi keduanya, baik fenokris maupun groundmass. Batuan andosit dengan ciri-ciri laksana ini dinamakan Andosit Porfiri.

Artikel Terkait:  Materi Kristalografi

Walaupun pada lazimnya berwarna abu-abu, tetapi pada situasi cuaca tertentu, batuan andosit dapat saja mempunyai warna coklat tua. Karena tersebut untuk mengidentifikasinya perlu dilaksanakan pemeriksaan lebih detail. Jika ditemukan terdapat batuan yang mempunyai ciri morfologi sama dengan batuan andosit namun belum tentu akan kandungan kimianya, maka untuk sedangkan batuan itu disebut andesitoid. Setelah dilaksanakan penelitian lebih lanjut tentang kandungan mineralnya barulah ditetapkan apakah batuan ini benar adalahbatuan andesit atau bukan.


Proses Pembentukan Batuan Andesit

Proses pembentukan batuan andosit secara letusan(vulkanologi) agak serupa dengan proses pembentukan batuan diorit. Batuan andosit seringkali ditemukan dalam aliran lava yang didapatkan stratovulkano. Lava yang naik ke permukaan bumi akan merasakan proses pendinginan dengan paling cepat, karena tersebut tekstur batuan andesit paling halus.

Ada tidak sedikit situasi yang mendorong terbentuknya batuan andesit. Salah satuanya ialah terbentuk sesudah proses melting (pelelehan/pencairan) lempeng samudra dampak subduksi. Subduksi yang mengakibatkan pelelehan tersebut adalahsumber magma yang naik dan membeku menjadi batuan andesit. Karena itu seringkali batuan andosit terletak diatas zona subdiksi yang jadi batuan umum penyusun kerak benua.

Selain sebab subdiksi, batuan andesit juga dapat terbentuk jauh dari zona subdiksi. Misalnya, batuan andesit juga dapat terbentuk pada ocean ridges dan oceanic hotspot yang didapatkan dari pelelehan beberapa (partial melting) batuan basalt. Batuan andesit juga dapat terbentuk ketika terjadi letusan pada struktur dalam lempeng benua yang mengakibatkan magma yang meleleh terbit menuju kerak benua (lava) bercampur dengan magma benua.


Manfaat batuan Andesit

Batuan andesit umumnya dipakai untuk sektor konstruksi dan dicukur jadi dimension stone untuk sekian banyak keperluan.


1. Sektor konstruksi

Batuan andesit tidak sedikit dipergunakan guna pembangunan infrastruktur laksana jembatan, jalan raya, irigasi, landasan terbang, pelabuhan serta gedung-gedung dan lainnya. Biasanya batuan andesit yang dipakai untuk kebutuhan infrastruktur ini telah berbentuk agregat dari pertambangan. Batuan andesit tidak sedikit digunakan sebab mempunyai daya tahan yang powerful terhadap sekian banyak cuaca dan tahan lama.

Artikel Terkait:  Contoh Fenomena Biosfer

Tidak seluruh batuan andesit lolos uji sebagai bahan dasar konstruksi/pembangunan. Batuan andesit yang dapat digunakan untuk faedah ini mesti melalui serangkaaian tes berupa uji powerful tarik, powerful tekan, powerful geser, desnsitas, berat jenis dan lain-lain. Hasil tes ini akan menunjukkan elastisitas batuan dan sifat fisika lainnya. Sehingga dapat bisa disortis batuan mana yang dapat digunakan.


2. Sebagai dimension stone

Karena tidak seluruh batuan andesit dari pertambangan dapat digunakan guna konstruksi, batuan andesit juga dicukur menjadi ukuran tertentu, dipahat, diamplash lantas dipoles supaya bisa dimanfaatkan untuk destinasi tertentu. Potongan-potongan ini yang dinamakan dimension stone. Dimension stone lazimnya dimanfaatkan untuk kebutuhan estetika. Seperti ornamen-ornamen pada dinding, lantai atau hiasan lainnya.

Selain tersebut Dimension Stone dari batuan andesit juga dipakai untuk memproduksi sekian banyak macam kerajinan tangan. Misalnya pusat kerajinan di Majalengka dan Cirebon yang memakai dimension stone dari batuan andesit sebagai bahan bakunya.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Batuan Andesit adalah: Kandungan, Morfologi, Proses dan Manfaat

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: