Batu Lempung

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Batu Lempung “. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Batu-Lempung

Batuan sedimen adalah jenis batuan penyusun lapisan kulit bumi yang berasal dari hasil pelapukan batuan. Keberadaannya melulu sekitar 5 persen di lapisan terluar kerak bumi. Batuan ini tergolong batuan sekunder yang sebab terbentuk dari jenis- jenis batuan lain yakni batuan beku dan batuan metamorf. Terdapat tidak sedikit contoh batuan sedimen. Ada yang memiliki struktur butiran kasar, dan ada pun yang berstruktur butiran halus. Salah satu misal batuan sedimen yang mempunyai ukuran butiran halus yaitu batu lempung. Apa tersebut batu lempung dan apa saje jenisnya? Berikut ialah uraiannya.


Pengertian batu lempung

Pengertian batu lempung yakni batuan yang mempunyai struktur padat dengan rangkaian mineral yang lebih tidak sedikit dari batu lanau. Di samping itu, batu lempung pun dapat ditafsirkan sebagai di antara jenis batuan sedimen yang mempunyai sifat liat atau plastis, tersusun dari hidrous aluminium silikat (mineral lempung) yang ukuran butirannya halus. Ukuran butiran batu lempung sangatlah halus, yaitu tidak lebih dari 0,002 mm.

Mirip dengan batu serpih, batu lempung paling sulit diteliti. Sangat diperlukan analisis secara kimiawi supaya ilmuwan tahu mineral penyusun batu lempung yang tidak sedikit berisi silika. Silika ini berasal dari feldspar yang tidak sedikit di temukan di lapisan kulit bumi. Di samping itu, batu lempung pun mempunyai susunan bagian oksida besi yakni berupa siderit, markit atau pirit. Mineral karbonat berupa bahan- bahan organik dan anorganik pun ditemukan pada batu lempung. Mineral- mineral penyusun batu lempung tersebut ialah mineral yang aktif secara elektrokimiawi. Para pakar mesti memakai jenis mikroskop elektron untuk menyaksikan jenis mineral yang ada pada batu lempung.

Artikel Terkait:  Mengapa Kedalaman Air Tanah Di Tiap Tempat Tidak Sama

Jenis-Jenis Batu Lempung

Batu lempung mempunyai format yang bertolak belakang satu dengan yang lain. Hal tersebut diprovokasi oleh lingkungan lokasi pembentukan batu lempung. Batu lempung yang pembentukannya di lingkungan danau bertolak belakang dengan batu lempung yang terbentuk di laut. Pada umumnya, batu yang terbentuk di laut bakal berisi fosil hewan laut dan mempunyai lapisan yang tebal. Di samping perbedaan yang telah disebutkan, batu lempung dapat dipisahkan menjadi 2 jenis menurut terdapat tidaknya proses pengangkutan (transportasi), yakni :


1. Transported clay

Disebut transported clay sebab batu lempung sudah merasakan pengangkutan dari lokasi terbentuknya. Ada 3 sumber terbentuknya batu lempung yakni hasil dari abrasi pantai, hasil dari pelapukan yang merasakan transportasi serta hasil tercampurnya bagian kimia dan bio kimia. Selama proses transportasi, batu lempung memungkinkan guna tercampur dengan mineral halus, diantaranya merupakana oksida besi, kuarsa dan bahan organisme.


2. Residual clay

Batu lempung jenis ini adalah batu lempung yang tidak merasakan pengangkutan atau masih berada di lokasi asalnya. Karakteristik fisiknya diprovokasi oleh situasi batuan induk, cuaca dan aliran air. Jenis batu lempung ini seringkali mempunyai kualitas yang lebih baik dari pada transported clay, serta tidak sedikit ditemukan di dekat batuan induknya.


Jenis- jenis mineral lempung

Seperti yang telah diterangkan bahwa batu lempung tersusun atas mineral lempung (hidrous aluminium silikat). Mineral lempung itu dapat dipisahkan lagi menjadi sejumlah jenis, diantaranya ialah :


  • Kaolinit

Mineral ini tergolong ke dalam kelompok kaolin yang terdiri atas kepingan silika tetrahedra dan kepingan aluminium oktahedra. Kedua kepingan tersebut terbelenggu satu sama lain sampai-sampai terbentuk sebuah lapisan yang satu kesatuan. Ikatan dua-duanya adalah ikatan hidrogen yang susah dipisahkan. Karena ikatannya yang kuat, mineral ini termasuk stabil sampai-sampai air tidak dapat menerobos masuk salah satu kedua kepingan tersebut. Ketiadaan air salah satu kedua kepingan tidak bisa menyusutkan atau juga mengembangkan sel satuannya.

Artikel Terkait:  Contoh Batuan Sedimen

  • Halloysit

Mineral halloysit serupa dengan kaolinit, akan namun ikatannya lebih random dan dapat terpisahkan oleh lapisan tunggal molekul air. Jika mineral ini tidak berisi lapisan tunggal air sebab telah dipanaskan, maka sifat dasar mineral bakal berubah. Sifat dasar dari mineral halloysit yaitu format partikelnya serupa seperti silinder- silinder yang memanjang.


  • Montmorillonit

Mineral montmorillonit pun disebut dengan smectit, yang adalahmineral hasil bentukan satu kepingan aluminium dan dua kepingan silika. Di antara dua kepingan silika ada kepingan oktahedra yang menyusun suatu lapisan yang satu. Montmorillonit terbentuk dari proses sedimentasi bersuasana basa (alkali) yang paling silikan. Di samping itu, montmorillonit memiliki ukuran kristal yang paling kecil namun mempunyai gaya tarik terhadap air yang paling kuat sampai-sampai air itu dapat mengasingkan kepingan. Hal itu merupakan dampak kurangnya muatan negatif pada kepingan oktahedran dan lemahnya gaya ikatan van der Waals pada ujung kepingan silika. Air yang masuk salah satu kepingan bisa melunakkan dan merusak struktur tanah yang berisi mineral montmorillonit.


  • Illit

Bentuk rangkaian mineral illit terdiri dari kepingan aluminium oktahedra yang berada salah satu dua kepingan silika tetrahedra. Kepingan – kepingan itu saling terbelenggu satu sama beda dengan ikatan antar ion- ion kalium yang ada pada masing-masing kepingan. Ikatan ini tidak lebih powerful dari pada ikatan hidrogen yang mengikat mineral kaolinit, namun lebih powerful dari pada ikatan ionik yang mengikat mineral montmorillonit. Meski ikatannya tidak terlampau kuat, rangkaian mineral illit tidak bisa mengembang dampak dari gerakan air yang berada salah satu kedua kepingannya.


Manfaat Batu Lempung

Sifat batu lempung yang liat (plastis) tidak sedikit dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan sekian banyak jenis benda. Berikut ialah beberapa guna dari batu lempung :

  • Sebagai bahan dasar keramik – Batu lempung yang dibaur dengan air dan menyusun tanah liat dapat dipakai untuk menciptakan keramik. Keramik itu dapat berupa ubin lantai & dinding, gerabah atau porselen. Bahkan penciptaan porselen memakai lempung yang berisi kaolinit bakal menghasilkan produk yang tahan panas (produk refraktori). Di samping keramik, tanah liat dari batu lempung pun dimanfaatkan untuk menciptakan semen, batu bata dan agregat enteng lainnya.
  • Sebagai bahan dasar kertas – Batu lempung yang mempunyai kandungan mineral kaolinit pun adalah bahan dasar yang baik untuk penciptaan kertas yang berbobot berkualitas tinggi.
  • Sebagai penyerap cairan – Batu lempung yang terbentuk dari abu hasil letusan gunung berapi sering dipakai untuk menyerap cairan yang terdapat pada kandang hewan ternak.
  • Membantu proses pengeboran – Batu lempung yang tercipta dari abu vulkanik pun dapat dimanfaatkan sebagai lumpur yang menolong pengeboran. Di samping itu, bisa juga dipakai dalam industri palletizing bijih besi.
Artikel Terkait:  Batuan Sedimen Aquatis

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Batu Lempung adalah: Jenis-Jenis, Beserta Manfaatnya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: