Awan Heksagonal

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Awan Heksagonal“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Awan-Heksagonal

Hingga ketika ini masih tidak sedikit rahasia alam yang masih belum terkuak oleh para berpengalaman dan masih menjadi misteri. Seiring berjalannya masa-masa dan terus berkembangnya teknologi, satu per satu sejumlah kejadian alam atau biasa dikenal dengan gejala alam mulai diketahui dan dapat diterangkan secara ilmiah. Sebut saja gejala alam caping gunung yang sempat menjadi tontonan oleh masyarakat setempat yang tinggal di dekat gunung. Setelah diselidiki ternyata benda putih yang mentupi puncak gunung yang terlihat laksana topi ini ialah sebuah awan lenticular cloud atau altocumulus lenticularis dan diketahui andai awan ini tidak jarang kali berada di sekitar dataran tinggi laksana bukit dan gunung.

Sebagian besar dari anda tentu telah tidak asing dengan awan. Gumpalan putih serupa dengan kapas yang ada di awang ini sebenarnya ialah kumpulan titik – titik uap air yang merasakan pembekuan. Awan sendiri ada sejumlah jenis dan itu dapat dibedakan menurut bentuknya. Bahkan ada sejumlah jenis awan yang memunculkan hujan serta riskan terutama untuk penerbangan. Salah satu awan yang mesti diwaspadai andai bertemu dengannya yakni awan heksagonal. Mungkin sejumlah dari anda masih lumayan asing dengan awan yang satu ini karena awan ini memang melulu ditemukan di lokasi tertentu saja di planet Bumi. Untuk memahami lebih jauh tentang apa tersebut awan heksagonal inilah penjelasannya.


Awan Heksagonal

Sesuai dengan namanya awan ini berbentuk heksagonal atau segi enam bila disaksikan dari satelit luar angkasa. Para berpengalaman menyebut awan ini serupa seperti lokasi tinggal lebah yang berbentuk segi enam. Meskipun tersiar unik akan namun awan heksagonal malah sangat riskan dan tidak boleh dilalui oleh pesawat apapun. Awan heksagonal ini dipercayai menjadi penyebab banyaknya kapal dan pesawat hilang ketika melintasi area Segitiga Bermuda. Seperti yang anda ketahui bahwa Segitiga Bermuda yang terletak salah satu Kepulauan Bermuda, San Juan – Puerto Rico dan Miami di Florida ini menjadi lokasi yang sangat dihindari oleh semua pelaut dan awak pesawat.

Artikel Terkait:  Jenis-Jenis Hutan Berdasarkan Iklim

Para berpengalaman menyelidiki penyebab hilangnya kapal dan pesawat ketika melintasi area Segitiga Bermuda. Sebelum unik kesimpulan andai awan heksagonal ialah penyebab hilangnya kapal dan pesawat, ada tidak sedikit faktor mengenai misteri di Segitiga Bermuda laksana ada pusaran air yang paling kuat sampai ada medan magnet yang paling besar sampai-sampai dapat unik benda adapun yang sedang melintas. Setelah diselidiki ternyata di atas perairan Segitiga Bermuda itu terdapat kelompok awan – awan mengherankan berbentuk heksagonal atau lebih dikenal dengan istilah “air bomb” atau bom udara yang mempunyai kekuatan sampai 170 mph. Jika disaksikan dari atas memakai satelit diketahui andai awan heksagonal itu mempunyai lebar antara 20 hingga dengan 50 mil.

Awan heksagonal itu terbentuk dampak adanya semburan mikro atau microburst dan awan tersebut ialah ledakan udara. Ledakan tersebut tidak cukup lebih mengakibatkan badai sampai-sampai sangat gampang untuk membenamkan kapal ataupun unik pesawat yang sedang melintas di perairan Segitiga Bermuda. Berdasarkan keterangan dari seorang berpengalaman meteorologi, Dr. Randy Cerveny menuliskan ada kesenjangan awan heksagonal di sejumlah tempat, yaitu sebelah ujung barat Segitiga Bermuda serta sejumlah titik di Eropa Laut bagian unsur utara yaitu selama 55 mil. Dia pun menjelaskan bahwa awan heksagonal tersebut ialah bom udara di mana udara turun pada unsur bawah awan lantas dihentakan ke arah laut sehingga memunculkan gelombang yang serupa dengan ombak berukuran besar selama 13 meter.

Penjelasan tentang awan heksagonal di area Segitiga Bermuda tersebut dipercayai oleh semua ahli, karena angin bisa memompa air sampai kecepatan 273 km per jam. Dengan kecepatan tersebut bisa jadi besar kapal dan pesawat akan gampang hancur bahkan hilang saat berada di wilayah tersebut. Meskipun begitu terdapat orang yang selamat saat melalui Segitiga Bermuda yakni Bruce Gernon dan Cary Gordon Trantham. Bruce Gernon yang terbang dengan pesawat Beechcraff Bonanza A36 dari Bahama, saat mendekati Pulau Bimini, Bruce menyaksikan sebuah awan dengan puncak menjangkau 18 km di atas permukaan laut dan tampak seperti hadir dari permukaan bumi. Dia pikir bisa memutari awan tersebut tetapi awan berubah format menjadi lengkungan sempurna setelah melalui sejauh 10 km.

Artikel Terkait:  Awan Alto Cumulus

Bruce mengatakan andai awan itu berbentuk serupa donat dengan diameter selama 48 km. Lain kisah dengan Cary yang menerbangkan pesawat dari Naval Air Station ke Ormond Beach. Dia diberi tahu untuk mengolah rute guna menghindari badai dan ketika berada di atas Naples Cary mulai kehilangan kendali pesawat. Cary tidak dapat menyaksikan batas langit dan laut sebab gelap, kompat tidak bermanfaat dan perangkat pengukur elevasi terus berputar. Setelah berjuang menaikkan pesawatnya sampai 4000 kaki dari posisi mula dia sukses berkomunikasi pulang dengan radio pengontrol dan dapat menyaksikan cahaya lampu di bawahnya.


Awan Heksagonal Di Saturnus

Ternyata eksistensi awan heksagonal tidak melulu ada di atas perairan Segitiga Bermuda saja, namun pun ada di planet ke 6 di salam sistem tata surya kita yakni Saturnus. Planet yang tergolong cincin planet ini mempunyai awan heksagonal terbesar di dalam sistem tata surya dan kesatu kali diketahui pada tahun 1980-an ketika pesawat luar antariksa Cassini meneliti pergerakan planet Saturnus. Awan heksagonal itu terlihat sedang di bagian kutub unsur utara dari Saturnus. Para berpengalaman berkesimpulan andai awan heksagonal ini ialah badai yang telah terjadi sekitar lebih dari 30 tahun. Dan yang sangat mengejutkan bahwa luas awan tersebut menjangkau seluas Bumi atau selama 32.000 km.

Ada tidak sedikit teori tentang awan heksagonal, tetapi yang sangat masuk akal yaitu adanya badai angin dengan putaran paling cepat sampai turbulensi dan menyusun heksagon di mana awan heksagon itu berputar dengan paling cepat bila dikomparasikan dengan wilayah di sekelilingnya. Para berpengalaman juga menganalisis penyebab terbentuknya awan heksagonal di Saturnus dengan mengerjakan simulasi komputer, laksana titik – titik segi enam yang berputar mempunyai kecepatan yang sama dengan rotasi Saturnus serta ada aliran jet udara ke arah unsur timur dengan kecepatan 360 km per jam. Ternyata gangguan dari aliran jet pada awan tingkat rendah menolong menjaga format awan tetap heksagonal serta mengontrol tingkat segi enam melayang.

Artikel Terkait:  Negara Belanda

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Pengertian Awan Heksagonal dengan Hubungan Perairan Segitiga Bermuda

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: