Awan Cumola Nimbus

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Awan Cumola Nimbus“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Awan-Cumola-Nimbus

Pengertian Awan Cumola Nimbus

Awan cumola nimbus merupakan jenis awan yang masuk dalam kelompok awan dengan pertumbuhan vertikal laksana awan cumulus. Awan cumola nimbus ini menjulang tinggi ke atas, bentuknya padat dan awan ini mempunyai hubungan dengan badai petir dan cuaca dingin. Awan cumola nimbus ini terbentuk sebab ketidakstabilan di lapisan atmosfer.

Pada dasarnya bisa terbentuk sendiri, penyebarannya secara berkelompok atau disepanjang front dingin di garis squall. Awan ini ialah salah satu awan yang dapat membuat petir melewati jantung awan. Awan cumola nimbus pun awan yang terbentuk dari awan cumulus dan bisa berkembang menjadi supercell, yakni badai yang ditandai adanya mesosiklan, yakni pusaran udara dalam badai konvektif.

Dasarnya, awan ini mempunyai lebar hingga sejumlah kilometer, pada unsur dasar awan lazimnya terbentuk pada ketika berada di elevasi 500-13000 kaki (200-4000 m) dan pada unsur atas puncaknya mencapai elevasi 20000-75000 kaki (6000-23000 m)


Jenis Cumola Nimbus

Berikut ialah beberapa jenis cumola nimbus :


  1. Cumola Nimbus Arcus

    Cumola nimbus arcus pada dasarnya dinamakan sebagai awan badai. Awan jenis ini dapat memberikan hujan, hujan es atau salju dan seringkali sangat tebal. Awan ini bisa memanjang sampai 10 mil, sehingga tidak sedikit yang menunjukkan bahwa awan ini ialah raja diantara awan lain.

  2. Cumola Nimbus Calvus

    Cumola nimbus calvus ialah awan yang lumayan tinggi dalam pertumbuhan vertikalnya yang dapat menghasilkan curah hujan tinggi pula. Awan ini berkembang dari awan cumulus congetus dan bilamana proses perkembangannya lumayan baik maka bakal menghasilkan awan cumola nimbus incus.

  3. Cumola Nimbus Capillatus

    Cumola nimbus capillatus ialah awan yang terbentuk setelah menjangkau batas tingkat stabilitas lapisan stratosfer dan pun telah membentuk ciri khas datar yang berasal dari format awan cirrus yang padat dimana awan tersebut hadir dengan format struktur laksana rambut.

  4. Cumola Nimbus Incus

    Cumola nimbus incus ialah awan yang terbentuk sama laksana cumola nimbus capillatus dan pun terbentuk dari evolusi awan nimbus calvus. Sama laksana yang lainnya, awan ini pun awan yang bisa menghasilkan badai dan petir.

  5. Cumola Nimbus Mammatus

    Cumola nimbus mammatus ialah awan yang sering dicantol pautkan hubungannya dengan badai petir. Awan ini tidak jarang memperpanjang dasar dari awan cumola nimbus, tetapi dapat ditemukan di bawah awan alto cumulus, awan alto stratus, awan strato cumulus dan awan cirrus serta awan abu vulkanik. Awan ini dapat dipakai sebagai indikasi bakal terjadinya badai yang powerful bahkan badai tornado.

  6. Cumola Nimbus Plannus

    Cumola nimbus plannus ialah adalah awan unsur dari susunan awan cumola nimbus yang tidak jarang naik pada elevasi yang bahkan dapat mencapai sampai 12 km.

  7. Cumola Nimbus Pileus

    Cumola nimbus pileus ialah awan yang paling cepat dalam berubah bentuk. Awan ini disusun oleh updraft yang powerful pada elevasi yang lebih rendah. Awan ini pun mempunyai kelembapan yang paling tidak stabil. Awan ini dapat mengakibatkan cuaca menjadi buruk dan bisa menjadi indikator bahwa badai bakal datang. Awan ini pun menandakan bakal datangnya angin kencang yang sifatnya merusak.

  8. Cumola Nimbus Tuba

    Cumola nimbus tuba ialah awan eksklusif yang terbentuk atas dasar awan cumola nimbus. Pada dasar awan terdapat format corong atau kerucut yang terkadang bisa berkembang menjadi tornado atau angin puyuh.

  9. Cumola Nimbus Velum

    Cumola nimbus velum ialah awan unsur cumola nimbus yang mempunyai lapisan kecil dari awan alto stratus yang mengelilingi wilayah tengahnya ketika udara lembab stabil yang dibuat sebagai hasil perkembangan dari induk awan cumola nimbus. Awan ini tampak lebih gelap daripada awan cumola nimbus dan bisa bertahan sesudah cumola nimbus pecah. Awan ini jarang sekali ditemukan.

  10. Cumola Nimbus Virga

    Cumola nimbus virga ialah sebagai awan yang dapat menunjukkan akan terjadi hujan. Dimana warna awan ini ialah abu-abu seperti saat akan terjadi hujan.


Proses terjadinya Awan Cumola Nimbus

Berdasarkan prosesnya, awan cumola nimbus dipecah menjadi 3 proses, yakni :

  • Proses yang Dibawa Oleh Angin – Proses yang dimaksud disini ialah awan cumola nimbus yang terbentuk saat angin membawa sejumlah awan kecil cumola nimbus ke lokasi berkumpulnya awan jenis ini.
  • Proses Penyatuan Awan-awan Kecil – Proses ini ialah lanjutan dari proses kesatu, yaitu saat kumpulan awan kecil itu dibawa oleh angin dan bersatu menjadi awan yang lebih besar.
  • Proses Penumpukan Awan – Proses terakhir ialah ketika awan kecil bersatu, maka desakan ke atas pada unsur dalam awan semakin besar dan meningkat. Dengan adanya desakan ke atas pada unsur tengah awan lebih kuat dikomparasikan pada unsur pinggi maka hasilnya ialah tubuh awan bakal tumbuh semakin besar secara vertikal sampai-sampai seolah-olah awan ini merasakan penumpukan.

Pertumbuhan ke atas ini menjadikan tubuh awan menjangkau di wilayah yang lebih dingin daripada lapisan atmosfer unsur atas. Akibatnya terbentuklah tetesan-tetesan air atau butiran es. Apabila cucuran air atau es ini lebih banyak dan lebih berat daripada desakan ke atas yang menyangganya, maka jatuhlan air atau es ini sebagai hujan atau bahkan hujan es.


Proses Terjadinya Petir

Awan cumola nimbus tidak jarang disebut sebagai awan pembawa hujan, badai dan petir. Lalu bagaimanakah proses terjadinya petir itu ? Berikut penjelasannnya :

Petir terjadi karena dampak perpindahan muatan negatif (elektron) mengarah ke muatan positif (proton). Para ilmuan yang pernah mengerjakan percobaan mengasumsikan bahwa lompatan bunga api listriknya sendiri terjadi melalui sejumlah tahapan.

Pertama ialah pemampatan muatan listrik pada awan cumola nimbus. Pada lazimnya akan menimpuk di bagian sangat atas awan ialah listrik muatan negatif, sedang dibagian tengah ialah listrik muatan positif dan unsur dasar ialah muatan negatif yang berbaur dengan muatan positif. Pada unsur bawan berikut petir biasa terjadi.

Beberapa daftar mengenai terjadinya petir, bahwa petir dapat saja terjadi antara hal-hal inilah :

  • awan dengan awan
  • dalam awan tersebut sendiri
  • ketika awan menguap ke udara
  • awan dengan tanah
  • adanya besar medan listrik paling tidak yang memnungkikkan terjadinya petir ini ialah sekitar 1.000.000 volt per meter

Bahaya Awan Cumola Nimbus

Awan ini ialah satu-satunya awan yang ditakuti bahkan sangat hendak dihindari dalam dunia penerbangan. Alasannya ialah bahwa awan ini bisa menghasilkan petir atau bahkan hingga badai tornado sampai-sampai hal ini paling membahayakan dalam dunia penerbangan. Sampai ketika ini masih menjadi persoalan yang masih dibahas.

Dalam dunia penerbangan, pesawat jangan terbang masuk ke dalam unsur awan cumola nimbus ini karena bilamana pesawat masuk dalam unsur awan ini maka yang terjadi ialah pesawat akan merasakan turbulensi hebat. Turbulensi ialah guncangan yang terjadi di pesawat yang diakibatkan oleh benturan massa udara yang datang dengan kecepatan yang tinggi dari sekian banyak arah sampai-sampai pesawat merasakan guncangan bahkan laksana dihempaskan.

Komposisi yang ada di awan ini dapat menciptakan mesin pesawat mati, bahkan sampai hilang kendali dan dapat mengakibatkan kecelakaan. Beberapa permasalahan jatuhnya pesawat saat cuaca buruk beberapa besar dicantol pautkan dengan awan cumola nimbus ini.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Awan Cumola Nimbus adalah: Proses, Jenis Beserta Bahayanya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya:

Artikel Terkait:  Negara Bagian Victoria