Awan Cirrostratus

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Awan Cirrostratus“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Awan-Cirrostratus

Awan ialah sekumpulan titik-titik air atau kristal es di angkasa yang terjadi dampak kondensasi uap air di angkasa yang melebihi batas titik jenuh. Seiring dengan eskalasi ketinggian, desakan udara bakal berkurang. Pada situasi inilah yang mengakibatkan udara yang berisi uap air menyebar dan merasakan pendinginan. Pada ketika berada di titik embun, udara bakal menyatu dengan uap air. Dari semua uap air itu yang terkondensasi dalam udara itulah yang nantinya bakal membeku sampai-sampai oleh kita disaksikan sebagai butiran-butiran awan.


Pengertian Awan Cirrostratus

Berdasarkan tingkat ketinggiannya awan dipecah menjadi 4 bagian, yakni awan tinggi ( 6-12 km ), awan menengah ( 2-6 km ), awan rendah ( <2km ) dan awan vertikal ( 500-1500 m ). Pada peluang kali ini anda akan membicarakan tentang awan cirrostratus yang tergolong dalam kelompok awan tingkat tinggi. Di samping awan cirrostratus yang masuk dalam kelompok awan tingkat tinggi, ada pula awan cirrus ( Ci ) dan awan cirrocumulus ( Cc ) yang pun masuk dalam kelompok awan tingkat tinggi.

Pengetian awan cirrostratus bermacam-macam, inilah diantaranya :

  • awan cirrostratus ialah awan yang berwarna putih merata dan berbentuk serupa kerudung tipis
  • awan cirrostratus ialah awan non-konvektif bercadar tipis yang seringkali menimbulkan halo ( lingkaran yang berbentuk laksana cincin ). Dimana matahari dan bulan tampak di garis yang jelas. Awan ini seringkali mengental menjadi menjelang altostratus depan dengan suhu yang hangat atau di wilayah yang mempunyai tekanan rendah
  • awan cirrostratus ialah awan yang memiliki format tipis, halus yang berwarna putih dan dapat menutup beberapa atau semua langit serta dapat memunculkan halo dengan besaran sudut sampai 22 derajat
Artikel Terkait:  Negara Yang Terancam Tenggelam dan Hilang

Jadi awan cirrostratus ialah awan berwarna putih merata yang tipis dan halus yang dapat menutupi beberapa atau semua langit serta memunculkan halo.

Awan ini paling sulit dideteksi keberadaannya, tetapi dengan adanya awan ini seringkali menandakan datangnya front panas dimana bisa jadi akan terjadi hujan. Awan cirrostratus ini dapat memunculkan halo andai sangat tebal.


Jenis atau Spesies Awan Cirrostratus

Awan cirrostratus dipisahkan mendai 3 macam, yakni :

  1. Cirrostratus Nebulosus ( CH=5 atau CH= 6 )

    Cirrostratus Nebulosus ialah awan yang mempunyai salah satu dari format yang sangat umum. Awan ini terbentuk sebab peningkatan udara secara perlahan. Awan ini paling sulit dikenali, kecuali saat sinar matahari yang melewati sudut tertentu.

  2. Cirrostratus Filocius ( CH=8 )

    Cirrostratus Filocius ialah awan yang terbentuk dari pertumbuhan awan Cirrus Densus yang menipis atau melebar.

  3. Cirrostratus Fibratus ( CH=7 )

    Cirrostratus Fibratus ialah awan yang memiliki format khas, anginnya terus bertiup paling kencang dan pun sering dijadikan acuan bahwa bakal terjadi hujan.

Cirrostratus Fibratus ini pun mempunyai genus tersendiri, yakni :

  • Cirrostratus fibratus cirrocumulogenitus ialah awan yang hadir sebagai awan yang mempunyai ujung yang rata dan bakal akan merasakan kehilangan sejumlah struktur stratocumuliform.
  • Cirrostratus fibratus cumulonimbogenitus ialah awan yang terbentuk dari penyebaran pematangan awan petir secara merata guna menjadi format stratus awan tinggi.
  • Cirrostratus fibratus cirromutatus atau cirrocumulomatus ialah awan hasil transformasi dari cirrus dan jenis cirrocumulus.

Awan tidak melulu terbagi menurut keterangan dari tingkat ketinggiannya saja, namun pun terbagi menurut bentuknya. Berikut ialah pembagian awan menurut bentuknya :

  • Cumulus – adalah awan yang memiliki format bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal
  • Stratus – adalah awan tipis dan mempunyai penyebaran yang luas sampai-sampai menutupi langit secara merata
  • Cirrus – adalah awan yang berbentuk halus dan berserat laksana bulu ayam, pada lazimnya awan ini tidak mengakibatkan hujan, tetapi tidak terdapat kemungkinan pun dapat mengakibatkan hujan tergantung dari kondisinya

Proses dan Hubungan Halo Matahari dengan Bencana Alam

Proses terjadinya gejala halo matahari ialah sebagai inilah :

  • sinar matahari melalui lapisan awan yang berisi partikel air, lalu merasakan pembiasan oleh partikel air
  • kemudian terjadi pergeseran cahaya pada awan cirrostratus melewati awan cirrus
  • lalu awan cirrus bakal merefleksikan dan merefraksikan cahaya tersebut sampai-sampai terbentuklah cincin di dekat matahari

Jika disaksikan proses terjadinya, urusan ini sangat serupa dengan proses terjadinya pelangi, melulu saja perbedaannya terletak pada pembiasannya. Yang terjadi pada bianglala pembiasarannya mempunyai spektrum warna di dalam kristal air.

Di samping proses yang terdapat di atas, ada sejumlah pendapat mengaku bahwa pembentukan halo matahari terjadi di lapisan troposfer. Dimana uap air yang naik ke atmosfer pada musim hujan jumlahnya bertambah sehingga menjangkau lapisan troposfer di elevasi 10-40 km dari permukaan bumi. Hal ini mengakibatkan penurunan suhu di troposfer yang menjangkau 30-40 derajat Celcius dan uap menjadi kristal. Pada ketika cahaya matahari masuk, kristal air yang terdapat di troposfer memantulkannya kemudian terbentuklah lingkaran di dekat matahari.


Hubungan Fenomena Halo dengan Bencana Alam

Awan cirrostratus sering mengakibatkan terjadinya gejala halo. Lalu apa hubungan gejala halo ini dengan bencana alam ? Berikut pembahasannya:

Fenomena halo ialah fenomena optik yang berupa adanya lingkaran cahaya disekitar matahari dan bulan. Pada umumnya gejala alam ini terjadi diakibatkan oleh kristalan es pada awan cirrus yang dingin yang berada di elevasi 5-10 km atau 3-6 mil di lapisan atas troposfer. Pada dasarnya, gejala alam ini bergantung pada format dan arah kristal es tersebut, dimana nantinya cahaya matahari bakal direfleksikan dan dibiaskan oleh permukaan es yang berbentuk prisma atau batang sampai-sampai sinar matahari menjadi pecah kedalam sejumlah warna sebab efek dispersi udara dan dipantulkan ke arah tertentu sama laksana yang terjadi pada pelangi.

Terjadinya gejala Halo ini dapat menjadi indikator bahwa diatas atmosfer anda ada awan cirrostratus. Dimana awan cirrostratus ini ialah salah satu awan pembawa hujan dan pun sebagai salah satu hal terjadinya gejala Halo. Apabila awan cirrostratus tidak sedikit yang berkumpul di lapisan atmosfer maka bisa jadi yang terjadi ialah hujan besar. Dimana hujan yang terjadi di masing-masing wilayah memang berbeda lain tergantung dari volume awan cirrostratus di wilayahnya. Hujan deras dan berangin berikut yang nantinya menjadi suatu bencana alam laksana tanah longsor, banjir bandang yang disertai dengan angin puting beliung yang paling membahayakan masyarakat. Sebelum bencana banjir terjadi, sebisa barangkali untuk menjalankan mitigasi bencana banjir demi meminimalisir pengaruh dari bencara tersebut.


Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang Awan Cirrostratus adalah: Jenis, Proses dan Hubungannya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: