Materi Assessment

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Ekonomi yaitu Tentang “Assessment“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Jenis-Jenis-Assessment

Pengertian Assessment

Assessment adalah suatu proses pengamatan, pencatatan, dan pendokumentasian kinerja dan karya siswa serta bagaimana proses ia menghasilkan karya. Asesmen adalah proses pengumpulan informasi tentang seorang yang akan digunakan dengan anak tersebut.

Asesmen tidak digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program, tetapi untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar anak.  Harun rasyid dalam bukunya asesmen perkembangan anak usia dini menjelaskan bahwa asesmen bagi anak usia dini dan taman kanak-kanak bukan bertujuan untuk mengukur prestasi dan mencapai keberhasilan skolastik, melainkan untuk melihat tingkat kemajuan perkembangan serta kemampuan yang telah dilakukan anak dalam berbagai tindakan, sikap, kinerja, dan tampilan mereka.

Prinsip asesmen bagi anak usia dini dan taman kanak-kanak adalah proses memahami tingkat perkembangan dan pertumbuhan kemampuan anak secra terus menerus dengan cara mengumpulkan data melalui amatan, pencatatan, rekaman, terhadap perilaku yang ditampilkan. Asesmen tidak dilakukan dikelas pada akhir program atau diakhir tahun TK, tetapi dilakukan secara bertahap dan berksesinambungan sehingga kemajuan belajar siswa dapat diketahui. Seperti: ketika anak bermain, menggambar atau dari karya yang dihasilkan. Asesment tidak mengkondisikan anak pada bentuk ujian.

Dengan mengetahui bakat, minat, kelebihan dan kelemahan siswa, maka guru bersama-sama dengan orang tua siswa dapat memberi bantuan belajar yang tepat untuk anak sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal. Assesment kompetensi perlu dilakukan melalui berbagai penilaian agar rumus yang dihasilkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menurut Eko Yunianto, beberapa penilaian yang digunakan dalam menyusun kompetensi anak usia dini yaitu:

  1. Beriorentasi pada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan, dan gizi yang dilaksanakan secara integratif dan holistik.
  2. Belajar melalui bermain dengan menggunakann strategi, metode, materi atau bahan, dan media yang menarik agar mudah diikuti oleh anak.
  3. Kreatif dan inovatif, dapat dilakukan dengan kegiatan yang menarik, memmbangkitkan rasa ingin tahu, memotivasi , anak untuk berfikir kritis, dan menemukan hal-hal baru.
  4. Lingkungan yang kondusif, lingkungan harus diciptakan sedemikian menarik dan menyenangka, dengan memperhatikan kenyamanan anak dalam bermain.
  5. Menggunakan pembelajaran terpadu, menggunakan tema yang menarik anak ( cenet of interest), dimaksudkan agar anak mampu dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermakna.
  6. Mengembangkan ketrampilan hidup melalui pembiasaan-pembiasaan agar mampu menolong diri sendiri, didiplin dan memperoleh bekal ktrampilan dasar yang berguna untuk kelangsungan hidup.
  7. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar yang berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan.
  8. Pembelajaran yang beroriantasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak, ciri-ciri pembelajaran ini adalah anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasa aman dan tentram scara psikologis, siklus belajar anak selalu berulang, dimulai dari membangun kesadaran, melakukan penjelajahan, memperoleh penemuan, untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya.
  9. Stimuli terpadu, pada saat anak melakukan kegiatan, anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus.
Artikel Terkait:  Materi Etika Bisnis

Dengan diuraikannya penilaian-penilaian kompetensi diatas, pendidik dapat mempergunakan dalam menyusun perencanaan maupun melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik.


Pengertian Assessment Menurut Para Ahli

Berikut ini terdapat beberapa pengertian assessment menurut para ahli, yaitu sebagai berikut:


  • Menurut AS Hornby

Assessment adalah suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah.


  • Menurut Suchman

Assessment adalah sebuah proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan untuk mendukung tercapainya tujuan.


  • Menurut Worthen dan Sanders

Assessment adalah Kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu ; dalam mencari sesuatu tersebut,  juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program, produksi, prosedur adalah alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.


  • Menurut Boyer & Ewel

Assessment adalah sebagai proses yang menyediakan informasi tentang individu siswa, tentang kurikulum atau program, tentang institusi atau segala sesuatu yang berkaitan dengan system institusi.


  • Menurut Eko Putro Widoyoko

Assessment adalah sebagai kegiatan menafsirkan data hasil pengukuran berdasarkan kriteria maupun aturan-aturan tertentu.


Fungsi Assessment

Berikut ini terdapat beberapa fungsi assessment, yaitu sebagai berikut:


  1. Fungsi formatif

Fungsi penilaian digunakan untuk memberi guru umpan balik atau umpan balik yang berfungsi sebagai dasar untuk meningkatkan dan membenarkan proses pembelajaran dan mengambil tindakan perbaikan bagi siswa.


  1. Fungsi sumatif

Ini berfungsi sebagai penentu nilai-nilai pembelajaran siswa dalam mata pelajaran tertentu sehingga kemudian dapat digunakan sebagai bahan untuk memberikan laporan, menentukan kemajuan kelas dan menentukan apakah siswa lulus atau tidak.


Tujuan Assessment

Tujuan utama dari suatu asesmen adalah untuk memperoleh informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan merencanakan program pembelajaran. Menurut Hargrove dan Poteet, asesmen merupakan salah satu dari tiga aktivitas evaluasi belajar, ketiga aktivitas tersebut adalah asesmen, diagnotik, dan preskriptif. Menurut Salvia dan Ysseldyke seperti dikutip oleh lerner, dalam kaitannya dengan upaya penanggulangan kesulitan belajar, asesmen dilakukan untuk lima keperluan, yaitu:

  1. Penyaringan (screnning)
  2. Pengalihtanganan (referral)
  3. Klasifikasi (classification)
  4. Perencanaan pembelajaran ( instruction planning)
  5. Pemantauan kemajuan belajar ( monittoring pupil progress).

Jenis-Jenis Assessment

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis assessment, yaitu sebagai berikut:


  • Evaluasi kinerja

Penilaian kinerja adalah jenis penilaian yang mengharuskan siswa untuk menunjukkan bahwa mereka secara bersamaan menerapkan pengetahuan dalam berbagai situasi yang diinginkan.


  • Evaluasi portofolio dan evaluasi proyek

Tinjauan proyek adalah tugas dalam bentuk penyelidikan, yang dimulai dengan pencatatan organisasi berikutnya dan evaluasi sampai penyajian data.


  • Evaluasi produk dan evaluasi diri

Evaluasi produk adalah penilaian keterampilan dengan membuat produk tertentu. Sementara penilaian diri dilakukan oleh siswa sendiri atau guru yang bersangkutan, untuk akhirnya mengelola kegiatan belajar mengajar di tingkat kelas


Prinsip-Prinsip Assessment

Menurut puckett dan black (1994)  asesmen autentik yang diterapkan pada anak usia dini menggunakan beberapa prinsip sebagai berikut.

  1. Holistik

Asesmen meliputi seluruh aspek perkembangan anak, seperti aspek fisik motorik, sosial, moral, emosional, intelektual, bahasa dan kreatifitas. Perkembangan anak pada aspek dipantau untuk mengetahui kelebihan, kelemahan, serta kebutuhan anak.


  1. Autentik

Asesmen dilaksanakan melelui kegiatan yang nyata, fungsional, dan alami dengan harapan hasil asesmen menggambarkan kemampuan anak yang sesungguhya.


  1. Kontinu

Asismen dilakukan secara kontinu, setiap saat ketika anak melakukan secara harian atau mingguan, tergantung kapan guru memandang saat yang tepat bagi seorang anak untuk dilihat kemampuannya pada aspek tertentu.

Artikel Terkait:  Pembagian Ilmu Ekonomi

  1. Individual

Asesmen dilakukan untuk melihat perkembangan setiap siswa secara individual meskipun mungki dilakukan saat anak melakukan kegiatan kelompok. Asesmen tidak membandingkan prestasi siswa yang satu dengan siswa lainnya. Tetapi asesmen berusaha untuk mengungkap kelebihan, kelemahan, kebutuhan setiap siswa. Oleh karena itu tidak layak jika di TK ada juara kelas. Hal itu didasarkan atas prinsip keilmuan PAUD yang menyatakan bahwa setiap anak pada dasarnya unik, memiiliki bakat, minat, dan kemampuan yang berbeda. Fungsi guru, orang tua, dan profesional ialah memberikan bantuan kepada setiap anak agar ia berkembang secara optimal sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing-masing.


  1. Multisumber dan Multikonteks

Aesmen dilakukan pada beragai konteks. Sebagai contoh, untuk melihat perkembangan motorik halus seorang siswa, guru dapat melihat saat kegiatan menggunting, mewarnai pola, menggambar bentuk, dan menempel. Untuk melihat perkembangan moral dan sosial dapat dilakukan bermain bersama, mantre mengambil makanan, sharing pewarna saat menggambar, dan saat kerja  kelompok. Selain observasi dan hasil karya  anak, guru juga perlu mendiskusikan hasil pengamatannya kepada orang tua, anak, dan para profesional agar informasi yang ia peroleh semakin lengkap.


Teknik Assessment

Teknik asesmen meliputi semua kegiatan menilai pada setiap siswa, yaitu:

  • Pengamatan (observing)
  • Pencatatan (recording)
  • Dokumentasi (documenting)

Kegiatan pengamatan dapat dilakukan melalui bernagai teknik pengamatan, yang meliputi:

  1. Narative observation
  2. Anecdotal record
  3. Running record
  4. Time sampling
  5. Chek list

Dari hasil pengamatan tersebut kemudian dianalisis meliputi tingkat perkembangannya, kelebihan, kekurangan, serta kebutuhan anak untuk kelanjutan perkembangannya. Sehingga dapat mengetahui sejauh mana perkembangan anak, serta mengetahui segala potensi anak kedepannya dan sebagai laporan kepada orangtua.


Komponen Assessment

Komponen yang dipantau melalui aspek perkembangan anak, yaitu:


1. Aspek Perkembangan Fisik Motorik


  • Motorik kasar antara lain meliputi:
  1. Memenjat tali, tangga, panjatan;
  2. Berlari;
  3. Melompat;
  4. Menendang bola;
  5. Menangkap bola;
  6. Bermain lompat tali;
  7. Berjalan pada titian keseimbangan.

  • Motorik halus meliputi:
  1. Menarik resleting;
  2. Mengancing baju;
  3. Menggunting pola;
  4. Mengikat tali sepatu;
  5. Mewarnai pola;
  6. Makan dengan sendok;
  7. Menyisir rambut, dan menggambar.

  • Organ sensor meliputi:
  1. Mendengarkan perintah guru dari jauh;
  2. Melihat tullisan atau bagan di papan tulis dari jauh;
  3. Mengenali berbagai benda dalam kotak tanpa melihat;
  4. Mampu membedakan bernagai macam rasa;
  5. Mampu mengenali berbagai macam bau;
  6. Menyebutkan warna benda;
  7. Menyebutkan ciri-ciri objek dari observasi.

  • Kesehatan badan antara lain meliputi:
  1. Seimbang antara tinggi dan berat badan;
  2. Aktif dan lincah;
  3. Catatan kehadiran baik;
  4. Mampu menggunakan berbagai alat permainan di luar kelas.

2. Aspek Perkembangan Kognitif


  • Informasi/pengetahuan figurative meliputi:
  1. Mengenal nama-nama warna:
  2. Mengenal nama berbagai benda yang ada dirumah dan fungsinya;
  3. Mengenal nama bagian0bagian tubuh;
  4. Mengenal nama dan alamat:
  5. Mengenal nama anggota keluarga, teman, dan guru.

  • Pengetahuan prosedur/operatif antara lain meliputi:
  1. Menjelaskan bagaimana  cara pergi dan pulang sekolah;
  2. Menjelaskan cara menggunakan berbagai peralatan dirumah atau disekolah;
  3. Mampu membandingkan dua objek atau lebih;
  4. Menghitung, menata, mengurutkan dan mengklasifikasikan;
  5. Mengidentifikasi masalah, mencari alternative pemecahan, memecahkan masalah sederhana:
  6. Mampu ke toilet, memakai baju, dan akan sendiri.

  • Pengetahuan temporal dan spesial meliputi:
  1. Mengetahui nama hari dan tanggal
  2. Mengetahui waktu (siang, sore, malam, kemarin, besok), musim, dan cuaca;
  3. Mengenal lokasi (diatas, dibawah, disamping, kanan, kiri, tinggi, rendah);
  4. Mengenal kecepatan (cepat, lambat).

  • Pengetahuan dan pengingat memori meliputi:
  1. Mengingat alfabet;
  2. Mengingat nama-nama teman;
  3. Mengingat nama hari.

3. Aspek perkembangan moral

  • Mengenal aturan sekolah
  • Mengenal sopan santun
  • Mengenal otoritas
Artikel Terkait:  Materi Transfer

4. Aspek perkembangan sosial


  • Interpersonal meliputi:
  1. Mampu bermain bersama teman
  2. Mau bergantian dan antre
  3. Mengikuti perintah dan petunjuk guru
  4. Mampu berteman, berkomunikasi, dan membantu teman.

  • Personal
  1. Mau merespon fan menjawab pertanyaan guru
  2. Mampu mengekspresikan diri dikelas
  3. Percaya diri untuk bertanya, mengemukakan ide, dan tampil
  4. Mandiri saat makan, bekerja, dan memakai pakaian.
  5. Mau ditinggal atau tidak ditunggui orang tua disekolahan.

5. Aspek perkembangan emosi

  • Menunjukkan rasa sayang pada teman, orang tua, guru
  • Menunjukkan rasa empati dan menolong teman
  • Mengontrol emosi dan agraris, tidak melukai atau menyakiti teman.

6. Kemampuan dalam disiplin ilmu


  • Matematika atau berhitung
  1. Menghitung benda 1-5
  2. Menghitung benda 1-10
  3. Menghitung benda lebih adari 10
  4. Mengenal angka 1-5
  5. Mengenal angka 1-10
  6. Menjumlahkan benda sampai 5
  7. Menjumlahkan benda sampai 10

  • Sains
  1. Kemampuan observasi(pengindraan), mampu mengamati berbagai gejala benda dan peristiwa.
  2. Mengomunikasikan hasil observasi dan ide
  3. Kemampuan klasifikasi, mengelompokkan benda berdasarkan  ciri-cirinya.
  4. Menyatakan bilangan untuk menyatakan lebih banyak, lebih besar
  5. Menggunaka ruang dan waktu
  6. Menghubungkan sebab dan akibat
  7. Melakukan inferensi

  • Pengetahuan sosial
  1. Mengenal nama teman
  2. Memiliki teman bermain lebih dari satu
  3. Menghargai pendapat orang lain
  4. Menunjukkan rasa empati
  5. Menunjukkan kemampuan mematuhi aturan.

  • Bahasa
  1. Mampu berkomunikasi dengan orang dewasa dan orang lalin
  2. Mampu mengomunikasikan ide melalui drama, bermain, atau tulisan
  3. Mengenal huruf, memiliki kosa kata cukup, dan menunjukkan perkembangan membaca.

  • Seni
  1. Mampu mengekspresikan ide melalui gambar
  2. Mampu mengeksspresikan diri melalui drama
  3. Mampu mengikuti lagu dan senang bernyanyi.

Langkah Assessment

Berikut ini terdapat beberapa langkah assessment, yaitu sebagai berikut:

  1. Siapkan rencana evaluasi
  2. mengumpulkan data
  3. Memeriksa
  4. Memproses dan menganalisis data
  5. Lakukan interpretasi dan buat kesimpulan
  6. Simpan instrumen dan hasil evaluasi
  7. Tindak lanjuti hasil penilaian

Strategi Assessment

Berikut ini terdapat beberapa strategi assessment, yaitu sebagai berikut:


  • Asemen statis

Evaluasi statis adalah evaluasi yang dilakukan berdasarkan pola waktu yang telah ditentukan. Misalnya, di awal sekolah atau di tahun ajaran baru, dalam jangka menengah dan pada akhir semester.


  • Evaluasi dinamis

Penilaian dinamis adalah penilaian yang dilakukan tanpa terikat dengan pola waktu. Penilai terus melakukan penilaian, pengukuran, dan evaluasi sepanjang perkembangan anak dalam proses pembelajaran atau sepanjang hidup mereka. Setiap hasil evaluasi menjadi dasar untuk evaluasi selanjutnya.

  • Teknologi

Teknik-teknik tersebut meliputi tes, evaluasi, wawancara, observasi dan analisis pekerja anak. Proses penilaian biasanya menggunakan semua teknik, bukan hanya satu teknik.


Daftar Pustaka:

  • Mansur. 2011. Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam. Yogyakarta, Pustaka Pelajar.
  • Rosyid, Harun. Dkk. 2012. Asesmen Perkembangan Anak Usia Dini. Yogyakarta. Gama Media.
  • Kurniasih, Imas. 2011. Pendidikan Anak Usia Dini. Edukasia
  • Abdurrahman, Mulyono. 2003. Pendidikan AnakBerkesulitan Belajar. Jakarta. Rineka Cipta.
  • Sujiono, Yuliani Nurani. 2012. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta. Indeks.
  • Suyanto, Slamet. 2005. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta. Hikayat Publishing.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Ekonomi Tentang Teknik Assessment: Pengertian Menurut Para Ahli, Fungsi, Tujuan, Jenis, Prinsip, Komponen, Langkah dan Strategi

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Artikel Lainnya: