Alat Pengukur Curah Hujan

Assalammualaikum, Selamat datang di Kelas IPS. Disini Ibu Guru akan membahas tentang pelajaran Geografi yaitu Tentang “Curah Hujan“. Berikut dibawah ini penjelasannya:

Alat-Pengukur-Curah-Hujan

Hujan adalah peristiwa dimana turunnya titik-titik air atau kristal hujan es dari awan hingga ke permukaan tanah  . Curah hujan (dalam satuan mm) merupakan elevasi air hujan yang terkumpul dalam lokasi yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak mengalir.

Alat guna mengukur jumlah curah hujan yang turun ke permukaan tanah (per satuan luas) dinamakan dengan penakar hujan. Jadi, curah hujan yang diukur sebenarnya ialah tebalnya atau tingginya permukaan air hujan yang menutupi suatu wilayah luasan di permukaan bumi . Sebagai contoh: Di satu tempat pengamatan curah hujannya 10 mm, tersebut berarti tempat tergenang oleh air hujan setinggi atau tebalnya selama 10 mm (millimeter).

Berdasarkan mekanismenya, perangkat pengukur curah hujan dipecah menjadi dua kelompok yaitu penakar hujan tipe manual dan penakar hujan tipe otomatis (perekam).


Penakar Hujan Tipe Manual

Alat penakar hujan manual pada dasarnya melulu berupa container atau ember yang sudah diketahui diameternya. Pengukuran hujan dengan memakai alat ukur manual dilaksanakan dengan teknik air hujan yang tertampung dalam lokasi penampungan air hujan itu diukur volumenya masing-masing interval masa-masa tertentu atau masing-masing satu kejadian hujan. Dengan teknik tersebut hanya didapatkan data curah hujan sekitar periode tertentu. Alat penakar hujan manual terdapat dua jenis, yaitu:

Artikel Terkait:  11 Kota yang Dilalui Garis Khatulistiwa Di Indonesia & Gambar

1. Penakar Hujan Ombrometer Observatorium

Penakar hujan tipe observatorium ialah penakar hujan manual yang memakai gelas ukur guna mengukur air hujan. Penakar hujan ini adalah penakar hujan yang tidak sedikit digunakan di Indonesia dan adalah standar di Indonesia. Penakar ombrometer observatorium mempunyai kelebihan, yaitu gampang dipasang, gampang dioprasikan, dan pemeliharaanya pun relatif mudah.

Kekurangannya ialah data yang didapat melulu untuk jumlah curah hujan sekitar periode 24 jam, mempunyai resiko kekurasakan gelas ukur, dan resiko kekeliruan pembacaan bisa terjadi saat menyimak permukaan dari tinggi air di gelas ukur sampai-sampai hasilnya bisa berbeda. Prinsip kerja perangkat ini merupakan:

  • Saat terjadi hujan , air masuk ke dalam corong penakar.
  • Air yang masuk ke dalam penakar dialirkan dan terkumpul di dalam tabung penampung.
  • Pada jam-jam pemantauan air hujan yang tertampung diukur dengan memakai gelas ukur.
  • Apabila jumlah curah hujan yang tertampung melebihi kapasitas gelas ukur, maka pengukuran dilakukan sejumlah kali sampai air hujan yang tertampung bisa terukur semua.

Penakar Hujan Tipe Otomatis

Alat ukur hujan otomatis ialah alat penakar hujan yang mekanisme pendaftaran hujannya mempunyai sifat otomatis (perekam). Dengan memakai alat ini bisa mengukur curah hujan tinggi maupun rendah  selang periode masa-masa tertentu pun dapat disalin lamanya masa-masa hujan. Dengan demikian besarnya intensitas curah hujan bisa ditentukan.

Pada dasarnya perangkat hujan otomatis ini sama dengan perangkat pengukur manual yang terdiri dari tiga komponen yakni corong, bejana pengumpul dan perangkat ukur. Perbedaanya terletak pada komponen bejana dan perangkat ukurnya diciptakan secara khusus. Alat Penakar hujan otomatis diantaranya:


1. Penakar Hujan Tipe Bendix

Penakar hujan otomatis yang lainnya yakni tipe bendix yang sekilas terlihat laksana tiang bendera tetapi ini adalah salah satu penakar hujan otomatis yang teknik kerjanya lumayan simple.

Artikel Terkait:  Manfaat Hutan Lindung

Cara kerja penakar hujan tipe bendix ini merupakan:

  • Penakar hujan tipe bekerja dengan teknik menimbang air hujan
  • Air hujan ditampung dalam timbangan yang telah disediakan.
  • Melalui teknik mekanis hasil dari timbangan ini ditransfer melewati jarum tuntunan berpena.
  • Maka bakal diketahui curah hujan melewati penimbangan air yang ditransferkan dari jarum tuntunan ke dalam kertas pias

2. Penakar Hujan Tipe Tiping Bucket

Pengukuran yang dilaksanakan dengan tipping bucket sesuai untuk akumulasi hujan yang berjumlah di atas 200 mm/jam atau lebih. Prinsip kerjanya sederhana, yaitu:

  • Air hujan bakal masuk melewati corong penakar, dan lantas mengalir untuk memenuhi bucket.
  • Setiap jumlah air hujan yang masuk sejumlah 0.5 mm atau sebanyak 20 ml maka bucket bakal berjungkit dimana bucket yang satunya bakal dan siap guna menerima air hujan yang masuk berikutnya.
  • Pada ketika bucket berjungkit berikut pena bakal menggores pias 0.5 skala (0.5 mm).
  • Pena bakal menggores pias dengan gerakan naik dan turun.
  • Dari goresan pena pada skala pias bisa diketahui jumlah curah hujannya.

3. Penakar Hujan Tipe Weighing Bucket

Jenis perangkat penakar hujan ini terdiri dari corong penangkap air hujan yang ditempatkan dia atas ember penampung air yang terletak di atas timbangan yang dilengkapi dengan perangkat pencatat otomatis.

Cara kerja perangkat ini merupakan:

  • Alat pencatat otomatis pada timbangan dihubungkan ke permukaan kertas grafik yang tergulung pada suatu kaleng silinder.
  • Dengan demikian masing-masing terjadi hujan, air hujan tertampung oleh corong bakal dialirkan ke dalam ember yang terletak di atas timbangan.
  • Setiap ada peningkatan air hujan ke dalam ember dapat terdaftar pada kertas grafik.
  • Setiap periode masa-masa tertentu gulungan kertas dicungkil untuk dianalisis.
Artikel Terkait:  Tanaman Yang Cocok Untuk Tanah Berpasir

4. Penakar Hujan Tipe Optical

Penakar hujan tipe optical mempunyai sensor untuk menciduk curah hujan sehigga disebut pun sebagai optical sensor. Penakar hujan ini bekerja dengan sensor lokal sebab baru terekam saat hujan tentang sensor yang terpasang. Cara kerja dari penakar hujan tipe optical merupakan:

  • Penakar hujan tipe ini memiliki sejumlah saluran.
  • Di setiap drainase ada diode laser dan photoresistor detector guna mendeteksi gambar yang terekam oleh sensor.
  • Saat air sudah terkumpul untuk menciptakan single drop kemudian jatuh ke batang laser.
  • Sensor ditata di angle yang tepat sampai-sampai laser dapat langsung mendeteksi laksana lampu flash.
  • Flash dari photodeterctor ini dapat dibaca dan dikirim ke recorder.

Demikian Penjelasan Pelajaran IPS-Geografi Tentang 9 Alat Pengukur Curah Hujan Beserta Cara Kerjanya

Semoga Materi Pada Hari ini Bermanfaat Bagi Siswa-Siswi, Terima Kasih !!!


Baca Juga :